Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
5 min read

Period Cost: Jenis, Contoh dan Perhitungannya

Diperbarui
Ditulis oleh: Author Avatar Adelia Vita. A
Highlights
  • Period cost adalah biaya yang langsung dibebankan ke laporan laba rugi pada periode terjadinya, tanpa masuk ke nilai persediaan.
  • PSAK 14 membedakan period cost dan product cost berdasarkan kaitannya dengan proses produksi.
  • Product cost dapat tertahan dalam persediaan hingga produk terjual, sedangkan period cost langsung dibebankan pada periode terjadinya.

Period cost tidak memiliki satu formula khusus untuk menghitungnya. Namun, PSAK 202: Persediaan (sebelumnya PSAK 14) memberikan dasar untuk membedakan biaya yang masuk ke nilai persediaan (product cost) dan biaya yang langsung dibebankan pada periode terjadinya (period cost).

Kuncinya adalah memahami apakah biaya tersebut melekat pada produk atau timbul untuk menjalankan bisnis dalam suatu periode. Perbedaan ini menentukan waktu pengakuan beban dan berdampak pada laba yang dilaporkan.

Artikel ini membahas pengertian period cost, perbedaannya dengan product cost, jenis, contoh kasus, dan perhitungannya.

Apa itu Period Cost (Biaya Periode)?

Period cost, atau biaya periode, adalah biaya yang tidak berkaitan langsung dengan proses produksi sehingga langsung dibebankan ke laporan laba rugi pada periode terjadinya, terlepas dari apakah produk telah terjual atau belum.

Buku yang berjudul Intermediate Accounting: IFRS Edition menjelaskan bahwa period cost berbeda dari product cost, yang mengikuti prinsip penandingan (matching principle) dan baru diakui sebagai beban ketika produk terkait terjual. Sebaliknya, period cost langsung dibebankan pada periode terjadinya.

Baca Juga: 8 Konsep Dasar Informasi Akuntansi yang Perlu Diketahui!

Perbedaan Fundamental: Period Cost vs Product Cost Menurut PSAK 202

Perbedaan period cost dan product cost dapat dipahami dari cara biaya tersebut diperlakukan dalam persediaan.

Berdasarkan PSAK 202: Persediaan (sebelumnya PSAK 14), biaya konversi persediaan mencakup tenaga kerja langsung serta alokasi sistematis overhead produksi tetap dan variabel yang diperlukan untuk mengubah bahan baku menjadi barang jadi. Sebaliknya, biaya administrasi dan umum yang tidak berkontribusi membawa persediaan ke kondisi dan lokasi saat ini serta biaya penjualan tidak dimasukkan ke dalam biaya persediaan, melainkan dibebankan pada periode terjadinya.

Dengan demikian, pembeda utamanya adalah apakah biaya tersebut diperlukan untuk membawa persediaan ke kondisi dan lokasi saat ini.

Jika ya, biaya dapat menjadi product cost dan masuk ke nilai persediaan. Jika tidak, biaya tersebut umumnya menjadi period cost yang langsung dibebankan pada periode terjadinya.

Jenis-Jenis Period Cost

Period cost umumnya terdiri dari dua kategori utama:

  • Biaya penjualan (selling expenses). Biaya yang berkaitan dengan aktivitas pemasaran dan penjualan, seperti gaji tenaga penjual, iklan, promosi, dan komisi penjualan.
  • Biaya administrasi dan umum (general and administrative expenses). Biaya untuk mengelola operasional bisnis secara keseluruhan, seperti gaji staf administrasi dan manajemen, sewa kantor, serta jasa hukum dan akuntansi.

Kedua kategori tersebut umumnya dikenal sebagai SG&A (selling, general, and administrative expenses) dan disajikan sebagai beban operasional, terpisah dari harga pokok penjualan.

Baca Juga: 10 Prinsip Dasar Akuntansi yang Perlu Anda Ketahui

Kenapa Sewa Kantor dan Sewa Pabrik Diperlakukan Berbeda?

Sewa pabrik dan sewa kantor dapat diklasifikasikan berbeda berdasarkan fungsinya dalam bisnis.

Sewa pabrik termasuk product cost karena menjadi bagian dari overhead produksi. Biaya ini masuk ke nilai persediaan dan baru dibebankan melalui harga pokok penjualan saat produk terjual.

Sebaliknya, sewa kantor pemasaran atau administrasi termasuk period cost karena tidak berkaitan dengan proses produksi dan langsung dibebankan pada periode terjadinya.

Prinsip yang sama berlaku pada gaji: gaji supervisor pabrik termasuk product cost, sedangkan gaji manajer pemasaran termasuk period cost.

Baca Juga: 4 Metode Depresiasi dalam Akuntansi dan Bisnis

Contoh Perhitungan Lengkap: Memisahkan Period Cost dari Product Cost

CV Bahagia Sentosa memproduksi 2.000 unit produk pada bulan berjalan, tetapi hanya 1.500 unit yang berhasil terjual pada bulan yang sama dengan harga jual Rp50.000 per unit.

Product Cost (masuk ke nilai persediaan):

  • Bahan baku langsung: Rp20.000.000
  • Tenaga kerja langsung: Rp15.000.000
  • Overhead pabrik (termasuk sewa pabrik Rp5.000.000): Rp18.000.000
  • Total biaya produksi: Rp53.000.000

Biaya per unit = Rp53.000.000 ÷ 2.000 unit = Rp26.500 per unit

Period Cost (langsung dibebankan pada periode berjalan):

  • Gaji tim penjualan dan pemasaran: Rp8.000.000
  • Sewa kantor pemasaran dan administrasi: Rp3.000.000
  • Biaya iklan: Rp4.000.000
  • Gaji tim akuntansi dan administrasi: Rp6.000.000
  • Total period cost: Rp21.000.000

Laporan laba rugi CV Bahagia Sentosa untuk bulan berjalan:

Keterangan Nilai
Penjualan (1.500 × Rp50.000) Rp75.000.000
Harga Pokok Penjualan (1.500 × Rp26.500) (Rp39.750.000)
Laba Kotor Rp35.250.000
Period Cost (Rp21.000.000)
Laba Bersih Rp14.250.000

Seluruh Rp21.000.000 period cost dibebankan pada bulan berjalan, meski hanya 1.500 dari 2.000 unit yang terjual. 

Sementara itu, 500 unit yang belum terjual tetap tercatat sebagai persediaan sebesar 500 × Rp26.500 = Rp13.250.000 dan baru dibebankan sebagai harga pokok penjualan saat unit tersebut terjual. 

Baca Juga: Apa Itu Periode Akuntansi? Definisi, Pentingnya, dan Jenisnya

Kenapa Pemisahan Ini Penting bagi Bisnis

Menurut buku Intermediate Accounting: IFRS Edition, pemisahan period cost dan product cost yang tepat penting untuk memastikan laba yang dilaporkan pada suatu periode tetap akurat.

Jika period cost, seperti biaya iklan, keliru dimasukkan ke dalam persediaan, laba periode berjalan dapat terlihat lebih tinggi karena biaya yang seharusnya langsung dibebankan justru tertunda hingga persediaan terjual. 

Sebaliknya, jika product cost, seperti sewa pabrik, dibebankan langsung sebagai period cost, nilai persediaan menjadi terlalu rendah dan laba periode berjalan dapat terlihat lebih kecil.

Baca Juga: Hitung Variable Costing dalam Bisnis: Pengertian, Jenis, dan Metodenya

Pisahkan Period Cost dan Product Cost Bisnis Anda dengan Mekari Jurnal

Memisahkan period cost dari product cost secara manual, apalagi untuk bisnis dengan banyak jenis biaya sekaligus, membutuhkan ketelitian tinggi agar laba yang dilaporkan benar-benar akurat.

Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu bisnis mencatat setiap transaksi secara otomatis dan konsisten, sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Dengan fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Mencatat transaksi secara otomatis dan terintegrasi ke laporan keuangan, sehingga period cost dan product cost tercatat terpisah sesuai kaidah akuntansi.
  • Menyusun bagan akun (chart of accounts) yang konsisten, termasuk memisahkan akun biaya produksi, biaya penjualan, dan biaya administrasi secara jelas sejak awal.
  • Menghasilkan lebih dari 55 jenis laporan keuangan, manajemen, dan operasional, mendukung penyajian laporan laba rugi yang akurat sesuai standar akuntansi yang berlaku.
  • Menjaga akurasi nilai persediaan melalui pencatatan yang konsisten, sehingga product cost yang masih melekat pada persediaan akhir tercermin dengan benar di neraca.

Kelola pemisahan period cost dan product cost bisnis Anda dengan Mekari Jurnal

Coba Gratis Sekarang!

 

Referensi

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “PSAK 14 (kini PSAK 202): Persediaan.”

Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. “Intermediate Accounting: IFRS Edition”

FAQ

1. Apa perbedaan period cost dan product cost?

1. Apa perbedaan period cost dan product cost?

Product cost adalah biaya yang berkontribusi langsung membawa persediaan ke kondisi siap jual, sehingga masuk ke nilai persediaan hingga produk terjual. Period cost adalah biaya yang tidak berkaitan dengan produksi, sehingga langsung dibebankan pada periode terjadinya.

2. Apakah sewa selalu termasuk period cost?

2. Apakah sewa selalu termasuk period cost?

Tidak. Sewa pabrik atau tempat produksi termasuk product cost karena mendukung langsung proses produksi, sedangkan sewa kantor pemasaran atau administrasi termasuk period cost.

3. Kenapa period cost tidak masuk ke dalam nilai persediaan?

3. Kenapa period cost tidak masuk ke dalam nilai persediaan?

Karena berdasarkan PSAK 14, hanya biaya yang berkontribusi membawa persediaan ke kondisi dan lokasi siap jual yang boleh masuk ke nilai persediaan. Biaya penjualan dan administrasi tidak memenuhi kriteria tersebut.

4. Apa saja contoh period cost yang umum ditemukan dalam bisnis?

4. Apa saja contoh period cost yang umum ditemukan dalam bisnis?

Contohnya meliputi gaji tim penjualan dan pemasaran, biaya iklan, sewa kantor administrasi, gaji staf akuntansi, serta biaya jasa hukum dan konsultan yang tidak terkait langsung dengan proses produksi.

5. Apa risiko jika period cost salah diklasifikasikan sebagai product cost?

5. Apa risiko jika period cost salah diklasifikasikan sebagai product cost?

Risikonya meliputi nilai persediaan yang tidak akurat di neraca, laba periode berjalan yang terlihat lebih besar dari kondisi sebenarnya karena sebagian biaya “tersembunyi” dalam persediaan, serta laporan keuangan yang tidak sesuai dengan ketentuan PSAK 14.

Kategori : Cost Accounting

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami