Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Target Costing: Rumus dan Contoh Perhitungan

Diperbarui
Ditulis oleh: Author Avatar Adelia Vita. A
Highlights
  • Target costing menetapkan biaya produksi berdasarkan harga jual target dikurangi margin laba yang diinginkan.
  • Industri manufaktur Indonesia tumbuh 5,40% pada 2025, sehingga pengendalian biaya produksi semakin penting.
  • Berbeda dari cost-plus pricing, target costing dimulai dari harga pasar dan mengalokasikan biaya produksi sesuai ketentuan PSAK 14.

Industri manufaktur Indonesia tumbuh 5,40% pada 2025, menjadi pertumbuhan tercepat dalam satu dekade terakhir, dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 19,20% pada triwulan IV. 

Namun, pertumbuhan ini juga diikuti tekanan margin akibat kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional.

Banyak perusahaan masih menentukan harga jual dengan menambahkan margin di atas biaya produksi (cost-plus pricing). 

Cara ini berisiko membuat harga kurang kompetitif, terutama di pasar yang sensitif terhadap harga. 

Target costing menggunakan pendekatan sebaliknya: perusahaan menentukan biaya yang harus dicapai berdasarkan harga yang bersedia dibayar pasar setelah memperhitungkan laba yang ditargetkan.

Artikel ini membahas pengertian target costing, rumus, cara menghitung, contoh penerapan, perbedaannya dengan metode penetapan biaya lain, serta kesalahan yang perlu dihindari.

Apa Itu Target Costing?

Target costing adalah metode perencanaan laba dan manajemen biaya yang menentukan batas maksimum biaya produksi berdasarkan harga jual yang dapat diterima pasar dan laba yang diinginkan perusahaan. 

Menurut Kaplan dan Atkinson menjelaskan bahwa metode ini digunakan sejak tahap perencanaan dan desain produk untuk mengendalikan biaya secara lebih efektif. 

Metode ini membantu perusahaan menyesuaikan desain, bahan baku, dan proses produksi sejak awal agar produk tetap menguntungkan sekaligus kompetitif.

Target costing berbeda dari target pricing. Target pricing menentukan harga jual berdasarkan kondisi pasar, sedangkan target costing menentukan biaya maksimum yang dapat dikeluarkan setelah laba yang diinginkan diperhitungkan.

Rumus dan Cara Menghitung Target Costing

Rumus dasar target costing cukup sederhana:

Target Cost = Harga Jual Target – Margin Laba yang Diinginkan

Untuk menghitungnya, Anda dapat mengikuti empat langkah berikut:

1. Riset kondisi pasar

 Identifikasi harga yang bersedia dibayar pelanggan untuk produk sejenis dan fitur yang mereka anggap penting. Riset dapat dilakukan melalui survei pelanggan, analisis harga kompetitor, atau data penjualan produk serupa.

2. Tentukan harga jual target

Berdasarkan hasil riset pasar yang telah dilakukan, perusahaan kemudian menetapkan harga jual yang paling sesuai untuk produk baru. Penetapan ini tidak hanya mempertimbangkan angka rata-rata di pasar, tetapi juga posisi produk yang ingin dibangun, seperti apakah produk akan diposisikan sebagai produk premium, menengah, atau ekonomis. 

3. Tentukan margin laba target

Margin laba merupakan persentase keuntungan yang ingin dicapai perusahaan dari setiap unit produk yang dijual. Penentuan margin ini biasanya mengacu pada standar industri, kinerja keuangan perusahaan, serta tujuan strategis jangka panjang. 

4. Hitung biaya target

Kurangkan margin laba dari harga jual target untuk memperoleh batas biaya per unit. Biaya tersebut kemudian dapat dialokasikan ke bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead agar setiap bagian dapat mengendalikan biaya sesuai tanggung jawabnya.

Contoh Perhitungan Target Costing

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh penerapan target costing pada bisnis manufaktur.

Contoh Kasus: UD Langkah Maju, produsen sepatu lokal, akan meluncurkan sepatu kasual baru. Riset pasar menunjukkan harga yang bersedia dibayar pelanggan adalah Rp350.000 per pasang. Perusahaan menargetkan margin laba 25%.

Komponen Nilai
Harga jual target Rp350.000
Margin laba target (25%) Rp87.500
Biaya target per unit Rp262.500

Dengan demikian, biaya produksi maksimal adalah Rp262.500 per pasang agar margin laba tetap tercapai.

Tim produksi memperkirakan biaya sebesar Rp278.000, terdiri dari bahan baku Rp150.000, tenaga kerja langsung Rp60.000, dan overhead Rp68.000. Artinya, biaya aktual Rp15.500 lebih tinggi dari biaya target.

Untuk menekan biaya, perusahaan dapat melakukan value engineering, menegosiasikan harga dengan pemasok, atau menyederhanakan proses produksi. Jika biaya tetap melebihi target setelah evaluasi, perusahaan perlu mempertimbangkan kembali kelayakan produk tersebut.

Komponen Biaya dalam Target Costing Sesuai Standar Akuntansi

PSAK 202 mengatur bahwa biaya persediaan mencakup biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang diperlukan untuk membawa persediaan ke kondisi dan lokasi saat ini.

Biaya konversi mencakup tenaga kerja langsung serta alokasi overhead pabrik tetap dan variabel. Overhead tetap, seperti penyusutan dan pemeliharaan fasilitas produksi, dialokasikan berdasarkan kapasitas normal. Sementara itu, overhead variabel dialokasikan berdasarkan penggunaan aktual fasilitas produksi.

Dengan mengacu pada prinsip tersebut sejak tahap perhitungan target costing, perusahaan dapat menyusun komponen biaya secara lebih konsisten dengan pencatatan persediaan dan memudahkan proses penyusunan laporan keuangan.

Baca Juga: Strategi Efisiensi Biaya Produksi Industri Manufaktur: Meningkatkan Profitabilitas Bisnis Anda

Target Costing vs Metode Penetapan Biaya Lain

Banyak bisnis menyamakan target costing dengan metode penetapan biaya lain. Berikut perbandingannya.

Aspek Target Costing Cost-Plus Pricing Standard Costing
Titik awal perhitungan Harga pasar dan margin yang diinginkan Total biaya produksi Biaya standar historis atau estimasi
Fokus utama Mengendalikan biaya agar sesuai harga pasar Menutup biaya dan menambahkan margin Mengukur efisiensi produksi terhadap biaya standar
Waktu penerapan Tahap desain dan perencanaan produk Setelah produk selesai diproduksi Sepanjang periode produksi berjalan
Industri yang cocok Manufaktur dengan persaingan harga ketat (elektronik, otomotif, barang konsumsi) Industri dengan sedikit pesaing atau produk khusus (custom, proyek) Industri manufaktur dengan proses produksi berulang

Perbedaan paling mendasar terletak pada urutan perhitungan. Target costing memaksa perusahaan disiplin sejak tahap desain karena biaya sudah dibatasi lebih dulu sementara cost-plus pricing baru menghitung biaya setelah produk jadi yang berisiko menghasilkan harga jual tidak kompetitif.

Baca Juga: Kenalan dengan Cost Accounting: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Penerapannya di Bisnis

Manfaat Target Costing

Penerapan target costing membantu perusahaan mengendalikan biaya sejak tahap perencanaan sekaligus memastikan produk tetap sesuai dengan kebutuhan pasar. Manfaat utamanya meliputi:

  • Menjaga target margin laba. Batas biaya ditentukan sebelum produksi sehingga perusahaan dapat mengendalikan biaya agar margin yang ditargetkan tetap tercapai.
  • Mendorong efisiensi tanpa mengorbankan kualitas. Tim desain dan produksi dapat mencari alternatif bahan atau proses yang lebih efisien tanpa menurunkan nilai produk.
  • Menyesuaikan produk dengan kebutuhan pelanggan. Penetapan harga berdasarkan riset pasar membantu perusahaan menghasilkan produk yang sesuai dengan daya beli dan preferensi pelanggan.
  • Mendukung keputusan produksi. Jika biaya target sulit dicapai setelah berbagai upaya optimasi, perusahaan dapat mengevaluasi kembali kelayakan produk sebelum mengeluarkan investasi lebih besar.

Baca Juga: Cost Plus Pricing Method: Cara Menghitung Metode Penetapan Harga

Beberapa Kesalahan dalam Menerapkan Target Costing

Beberapa kesalahan dapat membuat penerapan target costing kurang efektif, seperti:

  • Menurunkan kualitas bahan baku secara sembarangan. Penghematan biaya yang mengurangi kualitas produk dapat menurunkan kepuasan dan kepercayaan pelanggan.
  • Tidak melibatkan tim produksi sejak awal. Target biaya yang hanya disusun berdasarkan perhitungan keuangan dapat sulit diterapkan dalam proses produksi.
  • Mengandalkan riset pasar yang terbatas. Penetapan harga berdasarkan asumsi internal tanpa mempertimbangkan pelanggan dan kompetitor dapat menghasilkan target yang tidak realistis.
  • Tidak membandingkan biaya aktual dengan biaya target. Tanpa pemantauan biaya secara berkala, perusahaan sulit mengetahui apakah produksi masih sesuai dengan target.
  • Menganggap target costing selesai di tahap perencanaan. Target biaya perlu dievaluasi ketika terjadi perubahan harga bahan baku, proses produksi, atau kondisi pasar.

Baca Juga: Rencana Keuangan Bisnis Restoran: Pengertian, Komponen, dan Contoh

Cara Menerapkan Target Costing yang Efektif di Bisnis Anda

Agar target costing berjalan efektif, perusahaan dapat menerapkan beberapa langkah berikut:

  • Lakukan riset pasar secara berkala untuk memastikan harga dan kebutuhan pelanggan tetap relevan.
  • Libatkan tim lintas fungsi seperti desain, produksi, pemasaran, dan keuangan sejak tahap perencanaan.
  • Rinci biaya berdasarkan komponen produk, seperti bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead.
  • Pantau biaya aktual secara real-time menggunakan software akuntansi agar dapat dibandingkan dengan target secara lebih cepat dan akurat.
  • Evaluasi target biaya secara berkala ketika terjadi perubahan harga bahan baku, upah tenaga kerja, atau kondisi pasar.

Baca Juga: Hitung Variable Costing dalam Bisnis: Pengertian, Jenis, dan Metodenya

Permudah Perhitungan Target Costing Bisnis Anda dengan Mekari Jurnal

Menghitung target costing secara akurat membutuhkan pencatatan biaya produksi yang rapi dan konsisten, terutama jika bisnis memiliki banyak komponen biaya yang perlu diperhitungkan sejak tahap perencanaan.

Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu bisnis mencatat transaksi dan biaya produksi secara otomatis, sehingga Anda dapat membandingkan biaya aktual dengan target biaya secara lebih mudah.

Dengan fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Mencatat transaksi secara otomatis dan terintegrasi ke laporan keuangan, sehingga biaya produksi tercatat secara lebih akurat.
  • Menyusun bagan akun (chart of accounts) yang konsisten, termasuk memisahkan akun biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead secara jelas.
  • Menghasilkan lebih dari 55 jenis laporan keuangan, manajemen, dan operasional, sehingga biaya produksi dapat dipantau untuk mendukung perhitungan target costing.
  • Menjaga akurasi data keuangan melalui integrasi bank, sehingga transaksi pembayaran yang berkaitan dengan biaya produksi tetap sinkron dengan kondisi kas bisnis.

Kelola pencatatan biaya produksi dan perhitungan target costing bisnis Anda dengan Mekari Jurnal.

Coba Gratis Sekarang!

Referensi

Ikatan Akuntan Indonesia, “PSAK 202: Persediaan”

Kaplan, R. S., & Atkinson, A. A, “Advanced Management Accounting”

FAQ

1. Apa itu target costing?

1. Apa itu target costing?

Target costing adalah metode penetapan biaya produksi yang dihitung mundur dari harga jual pasar dikurangi margin laba yang diinginkan perusahaan.

3. Apa beda target costing dengan cost-plus pricing?

3. Apa beda target costing dengan cost-plus pricing?

Cost-plus pricing menghitung biaya produksi terlebih dahulu lalu menambahkan margin untuk menentukan harga jual, sementara target costing menentukan harga jual dari riset pasar terlebih dahulu, baru menghitung batas biaya yang boleh dikeluarkan.

4. Industri apa yang paling cocok menerapkan target costing?

4. Industri apa yang paling cocok menerapkan target costing?

Industri dengan persaingan harga ketat dan pelanggan sensitif terhadap harga, seperti manufaktur elektronik, otomotif, dan barang konsumsi, paling diuntungkan dari target costing.

5. Apa yang terjadi jika biaya aktual lebih tinggi dari biaya target?

5. Apa yang terjadi jika biaya aktual lebih tinggi dari biaya target?

Perusahaan perlu mencari cara menurunkan biaya melalui value engineering, negosiasi ulang dengan pemasok, atau efisiensi proses produksi, tanpa mengorbankan kualitas produk secara signifikan.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami