Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
11 min read

Pahami Perbedaan Agio dan Disagio Serta Dampaknya bagi Ekuitas 

Tayang
Ditulis oleh: Mekari Jurnal okky nugroho
Mekari Jurnal Highlights
  • Agio dan disagio saham adalah selisih antara harga jual saham dan nilai nominalnya, yang dicatat sebagai bagian dari ekuitas, bukan laba perusahaan.
  • Agio saham tidak dapat dicatat atau dibagikan sebagai laba maupun dividen, sehingga perlakuannya perlu dibedakan dari pendapatan perusahaan.
  • Software akuntans Mekari Jurnal dapat membantu mencatat transaksi secara terstruktur dan menyusun laporan keuangan secara real-time, sehingga perubahan pada akun ekuitas dapat lebih mudah dipantau.

Di dalam laporan keuangan, terdapat berbagai istilah yang berkaitan dengan struktur modal perusahaan, termasuk agio dan disagio saham. Keduanya berkaitan dengan perbedaan antara harga penerbitan saham dan nilai nominal saham yang perlu dipahami 

Agio dan disagio saham memiliki perlakuan yang berbeda dalam pencatatan ekuitas dan bukan merupakan laba atau dalam pencatatan ekuitas. atau beban perusahaan.

Untuk memahami lebih lanjut, artikel ini membahas pengertian agio dan disagio saham, rumus dan contoh perhitungan, jurnal pencatatan, hingga perlakuan pajaknya. 

Apa yang Dimaksud Agio Saham?

Agio saham adalah selisih lebih antara harga penerbitan saham dan nilai nominalnya. Agio terjadi ketika perusahaan menerbitkan saham dengan harga yang lebih tinggi daripada nilai nominal yang ditetapkan.

Selisih tersebut bukan merupakan pendapatan perusahaan, melainkan bagian dari ekuitas yang dicatat sebagai tambahan modal disetor. Berdasarkan Pasal 1 angka 1 POJK Nomor 27/POJK.04/2020 tentang Saham Bonus, agio saham merupakan kelebihan setoran pemegang saham di atas nilai nominal saham setelah dikurangi biaya emisi efek ekuitas.

Sebagai contoh, jika saham memiliki nilai nominal Rp1.000 dan diterbitkan dengan harga Rp1.500, maka terdapat agio sebesar Rp500 per saham.

Penjelasan Mengenai Disagio Saham?

Sementara disagio saham merupakan selisih kurang antara harga penerbitan saham dan nilai nominalnya. Secara konsep, disagio terjadi ketika harga penerbitan saham lebih rendah daripada nilai nominalnya.

Misalnya, saham dengan nilai nominal Rp1.000 memiliki harga penerbitan Rp800, sehingga terdapat selisih kurang sebesar Rp200 per saham.

Namun, penerbitan saham di bawah nilai nominal perlu memperhatikan ketentuan hukum perusahaan dan struktur permodalan yang berlaku. Karena itu, pembahasan disagio tidak hanya berkaitan dengan perhitungan selisih harga, tetapi juga perlakuan akuntansi dan aspek hukumnya.

Cara Menghitung Rumus Agio dan Disagio Saham

Rumus dasar untuk menghitung agio dan disagio saham didasarkan pada selisih antara harga penerbitan saham dan nilai nominalnya. Selisih tersebut kemudian dikalikan dengan jumlah saham yang diterbitkan untuk mengetahui total agio atau disagio yang timbul dari transaksi.

Agio Saham = (Harga Jual per Lembar − Nilai Nominal per Lembar) × Jumlah Lembar Saham

Disagio Saham = (Nilai Nominal per Lembar − Harga Jual per Lembar) × Jumlah Lembar Saham

Jika harga jual per lembar lebih tinggi daripada nilai nominal, selisihnya merupakan agio saham. Sebaliknya, jika harga jual lebih rendah daripada nilai nominal, selisihnya merupakan disagio saham.

Untuk menghitungnya, perusahaan dapat mengikuti beberapa langkah berikut:

  • Tentukan nilai nominal saham: Periksa nilai nominal atau nilai pari yang ditetapkan untuk setiap lembar saham.
  • Tentukan harga penerbitan saham: Gunakan harga yang disepakati dengan investor atau harga penawaran saham kepada publik.
  • Hitung selisih harga: Bandingkan harga penerbitan dengan nilai nominal untuk menentukan apakah terdapat selisih lebih atau selisih kurang.
  • Kalikan dengan jumlah saham: Kalikan selisih per lembar dengan jumlah saham yang diterbitkan untuk memperoleh total agio atau disagio.

Contoh perhitungan sederhana:

PT Maju Bersama menerbitkan 10.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp1.000 per lembar. Jika saham diterbitkan dengan harga Rp1.500 per lembar, perhitungannya adalah:

Agio = (Rp1.500 − Rp1.000) × 10.000 = Rp5.000.000

Artinya, terdapat agio saham sebesar Rp5.000.000 dari penerbitan tersebut.

Sebaliknya, jika saham diterbitkan dengan harga Rp800 per lembar, perhitungannya adalah:

Disagio = (Rp1.000 − Rp800) × 10.000 = Rp2.000.000

Artinya, terdapat selisih kurang sebesar Rp2.000.000 berdasarkan perhitungan tersebut.

Contoh Perhitungan Agio Saham dan Jurnalnya 

Untuk memahami penerapan rumus agio saham, perhatikan contoh penerbitan saham berikut. PT Cahaya Nusantara merupakan perusahaan rintisan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO). Perusahaan menerbitkan 2.000.000 lembar saham baru dengan nilai nominal Rp1.000 per lembar, dan seluruh saham tersebut terjual kepada investor dengan harga Rp1.750 per lembar.

Karena harga penerbitan lebih tinggi daripada nilai nominal, terdapat selisih sebesar Rp750 per lembar yang menjadi agio saham. Total kas yang diterima perusahaan berasal dari seluruh saham yang terjual dengan harga penerbitannya, sedangkan nilai nominalnya dicatat sebagai modal saham.

KomponenPerhitunganNilai (Rp)
Total kas diterima2.000.000 × Rp1.7503.500.000.000
Nilai nominal saham2.000.000 × Rp1.0002.000.000.000
Agio Saham2.000.000 × (Rp1.750 − Rp1.000)1.500.000.000

Berdasarkan perhitungan tersebut, perusahaan menerima kas sebesar Rp3.500.000.000 dari penerbitan saham. Dari jumlah tersebut, Rp2.000.000.000 merupakan nilai nominal saham, sedangkan selisih sebesar Rp1.500.000.000 merupakan agio saham.

Jurnal pencatatan atas penerbitan saham tersebut adalah sebagai berikut:

AkunDebitKredit
KasRp3.500.000.000–
Modal Saham–Rp2.000.000.000
Agio Saham–Rp1.500.000.000

Jurnal tersebut menunjukkan bahwa seluruh kas yang diterima dari investor dicatat pada sisi debit. Pada sisi kredit, penerbitan saham dipisahkan menjadi modal saham sebesar nilai nominal dan agio saham sebesar selisih harga penerbitan dengan nilai nominal.

Dengan demikian, agio saham sebesar Rp1.500.000.000 dicatat sebagai tambahan modal disetor dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan, terpisah dari modal saham dan laba ditahan.

Perhitungan Pencatatan Jurnal Pada Disagio Saham

Sebagai ilustrasi konsep, disagio saham terjadi ketika terdapat selisih kurang antara nilai nominal saham dan harga penerbitannya. Misalnya, suatu perusahaan memiliki saham dengan nilai nominal Rp1.000 per lembar dan terdapat 1.500.000 lembar saham. Jika saham tersebut secara ilustratif diterbitkan dengan harga Rp700 per lembar, maka terdapat selisih kurang sebesar Rp300 per lembar.

KomponenPerhitunganNilai (Rp)
Nilai nominal saham1.500.000 × Rp1.0001.500.000.000
Nilai penerbitan1.500.000 × Rp7001.050.000.000
Selisih kurang1.500.000 × (Rp1.000 − Rp700)450.000.000

Dari perhitungan tersebut, selisih kurang antara nilai nominal dan harga penerbitan adalah Rp450.000.000. Angka ini menunjukkan nilai disagio secara konseptual berdasarkan selisih harga per lembar dan jumlah saham.

Namun, contoh tersebut tidak dapat langsung digunakan sebagai jurnal penerbitan saham PT di Indonesia, karena penerbitan saham dan nilai nominalnya harus mengikuti ketentuan hukum yang berlaku. Oleh karena itu, perhitungan di atas digunakan untuk membantu memahami konsep disagio, bukan sebagai contoh transaksi penerbitan saham yang dapat diterapkan secara bebas.

Berbeda dari agio yang menunjukkan kelebihan harga penerbitan di atas nilai nominal, disagio menunjukkan adanya selisih kurang terhadap nilai nominal. Perlakuan akuntansinya perlu mempertimbangkan jenis transaksi, ketentuan hukum, serta standar akuntansi yang berlaku bagi entitas.

Perbedaan Agio dan Disagio Saham

Agio dan disagio saham sama-sama menunjukkan selisih antara harga penerbitan saham dan nilai nominalnya. Perbedaannya terletak pada arah selisih tersebut serta bagaimana selisih tersebut diperlakukan dalam pencatatan ekuitas.

AspekAgio SahamDisagio Saham
DefinisiSelisih lebih antara harga penerbitan saham dan nilai nominalSelisih kurang antara harga penerbitan saham dan nilai nominal
Posisi pencatatanDicatat pada sisi kredit dan menambah ekuitasSecara konseptual menunjukkan pengurang terhadap ekuitas
Dampak terhadap ekuitasMenambah tambahan modal disetorMengurangi nilai ekuitas terkait
Kondisi terjadinyaTerjadi ketika saham diterbitkan dengan harga di atas nilai nominalSecara konseptual terjadi ketika harga penerbitan berada di bawah nilai nominal
Perlakuan pajakPerlu dibedakan dari pendapatan karena berasal dari transaksi modalPerlakuannya perlu dibedakan dari beban usaha karena berkaitan dengan transaksi modal

Dari tabel tersebut, perbedaan utama agio dan disagio terletak pada arah selisih antara harga penerbitan dan nilai nominal saham. Agio menunjukkan adanya kelebihan harga penerbitan, sedangkan disagio menunjukkan adanya selisih kurang.

Dalam laporan keuangan, agio tidak diperlakukan sebagai pendapatan dari kegiatan operasional sehingga tidak menambah laba perusahaan. Sebaliknya, disagio juga tidak dapat langsung disamakan dengan beban operasional. Keduanya perlu dilihat dalam konteks transaksi modal dan ketentuan akuntansi serta hukum yang berlaku.

Dari sisi perpajakan, perlakuan agio dan disagio juga perlu dibedakan dari pendapatan dan beban usaha. Karena itu, perusahaan perlu melihat ketentuan perpajakan yang relevan sebelum menentukan apakah suatu selisih dalam transaksi saham memiliki konsekuensi pajak.

Dampak Agio dan Disagio Saham terhadap Ekuitas

Setelah melihat perhitungan dan pencatatan penerbitan saham, penting untuk memahami bagaimana agio dan disagio berkaitan dengan ekuitas perusahaan. Keduanya berasal dari transaksi penerbitan saham, sehingga perlakuannya berbeda dari pendapatan atau beban yang timbul dari aktivitas usaha.

Dalam materi akuntansi IAI, tambahan modal disetor (share premium) termasuk salah satu komponen ekuitas, bersama modal saham dan saldo laba. Agio saham menambah ekuitas karena berasal dari kelebihan harga penerbitan saham di atas nilai nominal. 

Namun, penambahan tersebut bukan merupakan pendapatan dalam laporan laba rugi, melainkan bagian dari tambahan modal disetor yang berasal dari transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemegang saham.

Sementara itu, disagio saham secara konsep menunjukkan selisih kurang terhadap nilai nominal sehingga berkaitan dengan pengurang ekuitas, bukan beban operasional. Karena itu, agio dan disagio perlu dibedakan dari pendapatan dan beban yang memengaruhi laba perusahaan.

Dampak tersebut dapat dilihat secara sederhana berikut:

AspekAgio SahamDisagio Saham
EkuitasMenambah ekuitas melalui tambahan modal disetorSecara konseptual menunjukkan pengurang ekuitas
Laba rugiTidak menjadi pendapatan operasionalTidak diperlakukan sebagai beban operasional
Sumber perubahanTransaksi penerbitan saham dengan harga di atas nilai nominalSelisih kurang antara harga penerbitan dan nilai nominal
Komponen ekuitasDapat disajikan sebagai tambahan modal disetor (share premium)Perlakuannya bergantung pada jenis transaksi dan ketentuan akuntansi yang berlaku

Dengan memahami dampaknya, perusahaan dapat membedakan perubahan ekuitas yang berasal dari transaksi modal dengan perubahan yang berasal dari aktivitas usaha. Hal ini juga membantu pembaca laporan keuangan memahami bahwa kenaikan ekuitas akibat agio saham tidak berarti perusahaan memperoleh laba dari kegiatan operasional.

Apakah Agio Saham Dapat Dibagikan sebagai Dividen?

Agio saham bukan merupakan laba perusahaan sehingga tidak dapat diperlakukan begitu saja sebagai laba yang kemudian dibagikan dalam bentuk dividen. Penjelasan Pasal 8 ayat (2) huruf c UU PT menyebutkan bahwa kelebihan pembayaran atas saham di atas nilai nominal dicatat sebagai agio dalam laporan keuangan.

Pembagian dividen berkaitan dengan laba bersih perusahaan. Sementara itu, kewajiban penyisihan cadangan wajib dalam Pasal 70 UU PT berasal dari laba bersih, bukan dari agio saham. Dengan demikian, agio tidak dapat langsung digunakan sebagai dasar pembagian dividen tunai kepada pemegang saham.

Meskipun demikian, agio saham dapat dikapitalisasi menjadi saham bonus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Saham bonus dapat berasal dari kapitalisasi agio saham dan/atau unsur ekuitas lainnya. Mekanisme ini berbeda dari pembagian dividen karena tidak dilakukan sebagai pembagian laba tunai kepada pemegang saham.

Dari sisi perpajakan, perlakuan saham bonus perlu diperhatikan secara terpisah. Saham bonus yang diberikan tanpa penyetoran, termasuk yang berasal dari kapitalisasi agio saham, dapat memiliki konsekuensi pajak sesuai ketentuan Pajak Penghasilan yang berlaku. Karena itu, perusahaan perlu membedakan antara pencatatan agio, kapitalisasi menjadi saham bonus, dan pembagian dividen ketika menentukan perlakuan pajaknya.

Perlakuan Pajak atas Agio dan Disagio Saham

Agio dan disagio saham memiliki perlakuan pajak yang berbeda dari pendapatan dan beban operasional perusahaan. Pasal 4 PP Nomor 94 Tahun 2010 mengatur bahwa agio saham yang timbul dari selisih lebih antara nilai pasar saham dan nilai nominalnya tidak termasuk objek Pajak Penghasilan. 

Dengan demikian, agio yang berasal dari setoran modal tidak diperlakukan sebagai penghasilan yang dikenai PPh.

Sebaliknya, disagio saham bukan merupakan pengurang penghasilan bruto sehingga selisih kurang antara nilai nominal dan nilai pasar saham tidak dapat digunakan sebagai biaya untuk mengurangi penghasilan kena pajak.

Jika agio saham dikapitalisasi menjadi saham bonus, perlakuan pajaknya perlu dilihat berdasarkan sumber agio dan kondisi pemegang saham. Ketentuan PPh memberikan pengecualian tertentu untuk saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham, sehingga konsekuensi pajaknya tidak dapat ditentukan hanya dari fakta bahwa saham bonus berasal dari agio.

Kelola Pencatatan Modal dan Ekuitas Bisnis dengan Mekari Jurnal

Transaksi modal dan perubahan ekuitas perlu tercatati agar posisi keuangan perusahaan dapat dipantau dengan lebih mudah. Ketika transaksi semakin banyak, pencatatan dan penyusunan laporan secara manual juga dapat membuat proses rekonsiliasi dan pemantauan saldo akun menjadi lebih kompleks.

Mekari Jurnal sebagai software akuntan berbasis AI membantu bisnis mencatat transaksi dan menyusun laporan keuangan secara lebih terstruktur. Melalui fitur Laporan Keuangan, Anda dapat mengakses laporan seperti neraca, buku besar, jurnal umum, serta berbagai laporan lainnya secara real-time.

Dengan fitur Laporan Keuangan Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Memantau posisi keuangan secara real-time: melihat perubahan aset, liabilitas, dan ekuitas melalui laporan neraca berdasarkan transaksi yang telah dicatat.
  • Menelusuri transaksi melalui jurnal umum dan buku besar: memeriksa rincian transaksi yang membentuk saldo akun sehingga pencatatan dan perubahan akun dapat ditelusuri dengan lebih mudah.
  • Mengakses lebih dari 80 laporan keuangan, manajemen, dan operasional: memperoleh informasi dari berbagai laporan untuk membantu memantau kondisi dan aktivitas bisnis secara lebih menyeluruh.
  • Membuat laporan sesuai kebutuhan bisnis dengan custom report: menyesuaikan laporan menggunakan filter, custom field, dan pengaturan tampilan untuk kebutuhan analisis tertentu.
  • Menganalisis laporan dengan bantuan AI: memperoleh insight dari laporan laba rugi, arus kas, dan neraca untuk membantu memahami kondisi keuangan dan menemukan informasi yang perlu diperhatikan.

Mekari Jurnal adalah aplikasi akuntansi dan operasional yang membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola laporan keuangan, pembukuan, hingga operasional bisnis; untuk mempercepat pertumbuhan bisnis.

Mekari Jurnal juga bagian dari ekosistem terpadu Mekari yang terintegrasi dengan Mekari POS, Mekari Desty, Mekari Klikpajak, Mekari Expense dan berbagai software lainnya. Integrasi dengan Mekari POS dapat mengotomasi laporan keuangan dari transaksi kasir. Ditambah dengan integrasi Mekari Desty yang dapat menyinkronkan stok dan penjualan marketplace langsung ke laporan keuangan.

Dengan klasifikasi biaya yang rapi, kontrol sebelum transaksi, dan pemantauan varians yang rutin, perusahaan bisa menekan biaya operasional tanpa mengorbankan pertumbuhan. 

Hentikan biaya over budget sebelum terjadi dengan Mekari Jurnal. 

Referensi

  • Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Pasal 8 ayat (2) huruf c beserta Penjelasannya, dan Pasal 70.
  • Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 27/POJK.04/2020 tentang Saham Bonus, Pasal 1 angka 1 dan Pasal 3.
  • Undang-Undang Pajak Penghasilan, Pasal 4 ayat (3) huruf c dan Pasal 4 ayat (1) huruf g.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2010, Pasal 4.
  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar Akuntansi Keuangan, PSAK 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan.

FAQ

1. Q: Apa yang dimaksud dengan agio saham?

1. Q: Apa yang dimaksud dengan agio saham?

A: Agio saham adalah selisih lebih antara harga jual saham dengan nilai nominalnya, yaitu kelebihan setoran pemegang saham di atas nilai nominal saham setelah dikurangi biaya emisi efek ekuitas sesuai POJK 27/2020.

2. Q: Apa yang dimaksud dengan disagio saham?

2. Q: Apa yang dimaksud dengan disagio saham?

A: Disagio saham adalah kebalikan dari agio, yaitu selisih kurang antara harga jual saham dengan nilai nominalnya, yang biasanya terjadi pada perusahaan yang menjual saham di bawah nilai pari karena kondisi keuangan yang kurang stabil.

3. Q: Apa perbedaan utama agio dan disagio saham?

3. Q: Apa perbedaan utama agio dan disagio saham?

A: Agio saham menambah ekuitas perusahaan dan dicatat di sisi kredit, sedangkan disagio saham mengurangi ekuitas dan dicatat di sisi debit sebagai akun kontra-ekuitas.

4. Q: Bolehkah agio saham dicatat atau dibagikan sebagai laba maupun dividen?

4. Q: Bolehkah agio saham dicatat atau dibagikan sebagai laba maupun dividen?

A: Tidak. Penjelasan Pasal 8 ayat (2) huruf c UU PT menegaskan bahwa kelebihan pembayaran saham wajib dicatat sebagai agio, bukan laba, sehingga tidak bisa langsung dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham.

5. Q: Apakah agio saham kena pajak?

5. Q: Apakah agio saham kena pajak?

A: Tidak. Berdasarkan Pasal 4 ayat (3) huruf c UU PPh dan PP 94/2010, agio saham bukan merupakan objek Pajak Penghasilan bagi perusahaan penerima setoran modal, kecuali jika dikapitalisasi menjadi saham bonus yang kemudian dikenakan pajak sebagai dividen.

6. Q: Apakah disagio saham bisa menjadi pengurang pajak?

6. Q: Apakah disagio saham bisa menjadi pengurang pajak?

A: Tidak. Disagio saham bukan merupakan pengurang penghasilan bruto perusahaan sesuai Pasal 4 PP 94/2010.

7. Q: Bagaimana cara mencatat jurnal agio dan disagio saham?

7. Q: Bagaimana cara mencatat jurnal agio dan disagio saham?

A: Agio saham dicatat dengan mendebit kas sebesar total penerimaan, lalu mengkredit modal saham sebesar nilai nominal dan agio saham sebesar selisihnya. Disagio saham dicatat dengan mendebit kas dan disagio saham sesuai selisihnya, lalu mengkredit modal saham sebesar nilai nominal.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami