Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
9 min read

Pengendalian Biaya Operasional: Cara Kontrol Biaya & Strategi Efisiensi Biaya beserta Rumus Rasio Perhitungan

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Angela Amanda
Mekari Jurnal Insight

  • Pengendalian biaya yang efektif dimulai dari klasifikasi biaya dan kontrol sebelum transaksi terjadi, bukan pemangkasan setelah laporan bulanan keluar.
  • Dua alat ukur utamanya adalah rasio biaya operasional dan varians antara anggaran dengan realisasi.
  • Mekari Jurnal membantu menyusun anggaran, menjalankan approval, dan membandingkan anggaran dengan realisasi biaya secara real-time.

Pengendalian biaya operasional adalah proses merencanakan, memantau, dan mengoreksi pengeluaran rutin perusahaan agar tetap sesuai anggaran dan memberi nilai bagi bisnis. Masalahnya, memangkas biaya lebih mudah direncanakan daripada dijalankan. 

Statistik

Survei Deloitte mencatat 82% perusahaan gagal mencapai target pengurangan biaya pada 2024. BCG juga menemukan rata-rata perusahaan hanya merealisasikan 48% target penghematannya.

Artikel ini membahas rumus, langkah, strategi, dan contoh kasus yang bisa langsung diterapkan.

Apa Itu Pengendalian Biaya Operasional?

Pengendalian biaya operasional atau operating cost control adalah rangkaian aktivitas untuk memastikan beban operasional perusahaan sesuai rencana. Prosesnya meliputi penyusunan anggaran, pemantauan realisasi, analisis selisih, dan tindakan korektif.

Biaya yang dikendalikan di sini adalah beban operasional, yaitu beban penjualan serta beban umum dan administrasi. 

Perbedaan Cost Control vs Cost Efficiency vs Cost Reduction

Cost control seringkali disamakan dengan penghematan dan cost reduction. Padahal, ketiganya punya tujuan berbeda:

AspekCost ControlCost ReductionCost Efficiency
TujuanMenjaga biaya sesuai anggaranMenurunkan level biaya secara permanenMenghasilkan output lebih besar dari biaya yang sama
FokusKepatuhan pada rencanaStruktur biayaProduktivitas
SifatBerkelanjutan dan rutinProyek atau inisiatifPerbaikan proses
ContohApproval sebelum pembelianMenutup gudang yang tidak produktifOtomatisasi rekap pengeluaran

Program yang sehat menggabungkan ketiganya. Cost control menjadi fondasi, karena tanpa pemantauan rutin, hasil cost reduction mudah kembali naik.

Pentingnya Pengendalian Biaya Operasional bagi Perusahaan

Ada tiga alasan penting mengapa pengendalian biaya perlu menjadi sistem di perusahaan, bukan inisiatif sesaat:

Melindungi margin dan arus kas

Beban operasional dibayar rutin, terlepas dari naik turunnya penjualan. Kenaikan kecil yang tidak terpantau di banyak pos bisa menggerus laba operasional lebih cepat daripada penurunan pendapatan.

Program penghematan sering gagal dijalankan 

Survei Deloitte 2026 menemukan hanya 14% eksekutif yang mencapai atau melampaui target penghematan programnya pada 2025. Deloitte menilai tata kelola yang disiplin dan akuntabilitas yang jelas menjadi kunci.

Standar pelaporan menuntut klasifikasi lebih rinci

IAI mengesahkan PSAK 118 yang mengadopsi IFRS 18. Standar ini berlaku efektif 1 Januari 2027 dan menggantikan PSAK 201. 

IFRS 18 tidak menganjurkan penggunaan label “lain-lain”. Perusahaan yang tetap memakai label ini wajib memberikan pengungkapan tambahan. Perusahaan yang menyajikan beban operasional berdasarkan fungsi juga wajib merincinya di catatan atas laporan keuangan

Artinya, setiap beban perlu dicatat ke akun yang spesifik sejak awal. Data biaya yang tertata rapi juga otomatis memudahkan pengendalian.

Jenis Biaya Operasional dan Cara Pengendaliannya

Setiap jenis biaya butuh cara kontrol yang berbeda. Karena itu, langkah pertama adalah mengelompokkan biaya dari tiga sudut pandang berikut:

Berdasarkan perilaku biaya

JenisKarakterContohPendekatan kontrol
Biaya tetapJumlahnya relatif sama berapa pun volume aktivitasSewa kantor, gaji staf tetap, langganan softwareNegosiasi kontrak, evaluasi utilisasi, audit berkala
Biaya variabelNaik turun mengikuti volume aktivitasBBM armada, komisi penjualan, lemburStandar biaya per unit, anggaran fleksibel, pemantauan mingguan
Biaya semi-variabelPunya komponen tetap dan variabelListrik, internet berbasis kuota, pemeliharaanPisahkan beban dasar dan pemakaian, pantau tren

Berdasarkan kewenangan pengendalian

Dalam akuntansi pertanggungjawaban, biaya juga dibedakan berdasarkan siapa yang berwenang mengendalikannya. Suatu biaya bisa dikendalikan atau tidak bergantung pada wewenang manajer dan jangka waktunya:

  • Controllable cost: biaya yang bisa diatur oleh seseorang sesuai wewenangnya dalam periode tertentu. Misalnya pemakaian material, lembur, atau biaya ATK yang dikendalikan kepala bagian umum.
  • Uncontrollable cost: biaya yang tidak bisa dipengaruhi oleh pemegang wewenang tertentu, misalnya harga dari pemasok, tarif upah, atau sewa gudang dengan kontrak tahunan dari sudut pandang kepala gudang.

Pembagian ini bersifat relatif. Biaya yang tidak bisa dikendalikan kepala gudang tetap bisa dikendalikan direksi, misalnya saat kontrak sewa diperpanjang.

Pembagian ini penting untuk akuntabilitas. Studi terhadap 509 manajer junior di Polandia menemukan bahwa semakin konsisten perusahaan menilai manajer hanya atas hal yang bisa mereka kendalikan, semakin rendah konflik dan kebingungan peran yang mereka alami. Hasilnya, kinerja manajerial ikut membaik.

Berdasarkan penyajian di laporan keuangan

Menurut PSAK 201 paragraf 99, beban dalam laporan laba rugi dapat disajikan berdasarkan:

  • Sifat: seperti gaji, penyusutan, transportasi.
  • Fungsi: seperti beban distribusi dan beban administrasi.

Untuk kebutuhan internal, kombinasi keduanya paling berguna. Sifat menunjukkan jenis biayanya, sedangkan fungsi atau pusat biaya menunjukkan siapa yang bertanggung jawab.

Rumus untuk Mengukur Pengendalian Biaya Operasional

Agar dapat mengukur berapa jumlah penghematan yang dihasilkan dari pengendalian biaya opex, berikut adalah 3 rumus yang paling aplikatif untuk diterapkan dalam beberapa skenario pengeluaran:

1. Rasio biaya operasional

Rasio Biaya Operasional = (Total Beban Operasional ÷ Pendapatan) × 100%

Rasio ini menunjukkan berapa rupiah beban operasional yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap Rp100 pendapatan. Semakin rendah, semakin efisien, selama kualitas layanan terjaga.

Contoh: beban operasional Rp290.000.000 dan pendapatan Rp1.200.000.000 menghasilkan rasio 24,2%.

2. Varians biaya

Varians Biaya = Realisasi − Anggaran

Persentase Varians = (Varians Biaya ÷ Anggaran) × 100%

Untuk pos biaya, varians positif berarti realisasi melebihi anggaran dan disebut unfavorable (U). Varians negatif berarti realisasi di bawah anggaran dan disebut favorable (F).

Contoh pengeluaran anggaran BBM sebesar Rp45.000.000, realisasi Rp58.000.000. Varians Rp13.000.000 atau 28,9% (U).

3. Anggaran fleksibel untuk biaya variabel

Anggaran Fleksibel = Biaya Tetap + (Biaya Variabel per Unit × Volume Aktual)

Anggaran statis sering menyesatkan saat volume berubah. Jika penjualan turun, biaya variabel seharusnya ikut turun. 

Anggaran fleksibel menyesuaikan target biaya dengan volume aktual, sehingga varians yang muncul benar-benar mencerminkan efisiensi, bukan sekadar perubahan volume.

Contohnya, biaya pengiriman dianggarkan Rp15.000 per karton. Jika bulan ini terkirim 3.000 karton, anggaran fleksibelnya Rp45.000.000, bukan angka anggaran awal.

6 Langkah Pengendalian Biaya Operasional di Perusahaan

Cost control dalam perusahaan pada dasarnya ditujukan untuk mencapai keuntungan yang maksimal dari pengeluaran yang optimal. 

Sehingga pada prosesnya, kontrol anggaran harus berangkat dari pengeluaran yang sudah atau sedang berjalan dengan beberapa tahapan berikut:

1. Petakan dan klasifikasikan seluruh biaya

Tarik data beban operasional minimal 6 sampai 12 bulan terakhir. Kelompokkan berdasarkan perilaku, pusat biaya, dan kewenangan. 

Pastikan setiap transaksi masuk ke akun yang spesifik dan serinci mungkin, bukan pos “lain-lain”.

2. Tetapkan baseline dan anggaran per pusat biaya

Gunakan rata-rata historis sebagai baseline, lalu sesuaikan dengan rencana bisnis. 

Tunjuk satu pemilik anggaran untuk setiap pusat biaya, misalnya kepala gudang untuk biaya gudang dan kepala logistik untuk biaya armada; hal ini ditujukan sebagai penanggung jawab atas baseline dan realisasi anggaran.

3. Pasang kontrol sebelum transaksi terjadi

Kontrol paling efektif bekerja sebelum uang keluar, disinilah pentingnya approval management:

  • Tetapkan jenjang approval berdasarkan nilai
  • Adakan alur approval untuk seluruh pengeluaran, khususnya pengeluaran di luar anggaran
  • Gunakan form dan sistem purchase order untuk pembelian rutin

4. Pantau anggaran dan realisasi secara berkala

Bandingkan anggaran dengan realisasi minimal setiap minggu atau tiap bulan, khususnya bagi pengeluaran rutin meskipun bernilai kecil. 

Pos variabel bernilai besar seperti BBM atau lembur sebaiknya dipantau mingguan agar penyimpangan terdeteksi sebelum menumpuk.

5. Analisis varians dan ambil tindakan korektif

Tetapkan ambang toleransi, misalnya varians di atas 10% wajib dijelaskan oleh pemilik anggaran. 

Jika terdeteksi adanya pengeluaran di atas ambang tersebut, cari akar masalahnya mulai dari harga naik, volume naik, atau pemborosan proses; karena setiap penyebab butuh tindakan berbeda.

6. Evaluasi dan reset anggaran

Di akhir kuartal, tinjau apakah anggaran masih realistis. Varians yang terus muncul karena kondisi permanen, seperti kenaikan upah minimum, sebaiknya dimasukkan ke anggaran baru, bukan terus dicatat sebagai penyimpangan.

7 Strategi Efisiensi Biaya untuk Menekan Biaya Operasional

Setelah sistem kontrol berjalan, perusahaan bisa masuk ke strategi penghematan yang lebih struktural. Berikut tujuh strategi yang berdampak jangka panjang.

1. Prioritaskan biaya berdasarkan nilai, bukan besar kecilnya

Pisahkan biaya menjadi tiga kelompok:

  • Biaya yang menggerakkan pendapatan
  • Biaya wajib untuk operasional dan kepatuhan
  • Biaya diskresioner

Kelompok terakhir menjadi sasaran pertama penghematan. Biaya penggerak pendapatan justru perlu dilindungi.

2. Konsolidasi dan renegosiasi vendor

Gabungkan pembelian sejenis dari banyak pemasok ke lebih sedikit vendor untuk mendapat harga volume. 

Jadwalkan renegosiasi kontrak utama seperti sewa, logistik, dan asuransi setidaknya setahun sekali.

3. Ubah sebagian biaya tetap menjadi biaya variabel

Biaya variabel lebih mudah menyesuaikan diri saat penjualan turun. Contohnya menggunakan jasa logistik pihak ketiga untuk rute dengan volume rendah, atau memilih langganan software berbasis pemakaian.

4. Otomatiskan pekerjaan manual yang berulang

Rekap pengeluaran, input tagihan rutin, dan rekonsiliasi manual memakan jam kerja dan rawan salah catat. 

Otomatisasi mengurangi lembur sekaligus mempercepat data biaya tersedia untuk dianalisis.

5. Audit langganan dan aset yang menganggur

Coba periksa langganan software, tools, dan layanan lain yang fungsinya tumpang tindih atau jarang dipakai. 

Lakukan hal yang sama untuk aset fisik seperti kendaraan, ruang, atau peralatan yang utilisasinya rendah; untuk melihat peluang penghematan.

6. Terapkan cost avoidance, bukan hanya cost cutting

Deloitte menyoroti bahwa perusahaan sering mengabaikan pencegahan kenaikan biaya di masa depan, seperti perpanjangan kontrak dan diskon yang akan berakhir. 

Idealnya, tim finance dapat membuat kalender kontrak secara berkala, agar negosiasi dilakukan sebelum jatuh tempo, bukan setelah tarif baru berlaku.

7. Bangun akuntabilitas pemilik anggaran

Penghematan bertahan jika ada yang bertanggung jawab. Kaitkan pencapaian anggaran dengan KPI pemilik pusat biaya dan bahas varians dalam rapat bulanan.

Satu catatan: metode yang populer belum tentu cocok untuk semua perusahaan. Survei global Deloitte menemukan tingkat kegagalan program penghematan justru lebih tinggi pada perusahaan yang menerapkan zero-based budgeting (65%) dibanding yang tidak (57%). Pilih metode yang sesuai kapasitas tim dan kualitas data Anda.

Kendalikan Biaya Operasional Lebih Mudah dengan Mekari Jurnal

Pengendalian biaya operasional bergantung pada satu hal: data biaya yang akurat dan tersedia tepat waktu. Tanpa itu, anggaran hanya menjadi dokumen tahunan dan analisis varians selalu terlambat.

 Fitur Biaya & Anggaran Mekari Jurnal membantu perusahaan menjalankan seluruh siklus pengendalian dalam satu sistem:

  • Anggaran bulanan otomatis: susun anggaran per periode agar biaya operasional terkendali dan arus kas terjaga.
  • Approval transaksi: hanya draft transaksi yang sudah disetujui yang berjalan, sehingga kontrol terjadi sebelum uang keluar.
  • Laporan anggaran vs realisasi: bandingkan anggaran dengan transaksi aktual untuk mengendalikan arus kas.
  • Tagging per proyek dan kategori: kelompokkan transaksi untuk melacak biaya per pusat biaya atau proyek.
  • Transaksi berulang dan duplikat: catat biaya rutin seperti sewa dan langganan tanpa input manual berulang.
  • Data biaya tersinkron dengan invoice: minimalkan risiko fraud lewat pencatatan yang terhubung langsung.
  • Dasbor ringkas: lihat total biaya per bulan hingga biaya yang belum dibayar dalam satu layar.
  • Integrasi Mekari Expense: rekap pengeluaran karyawan langsung masuk ke pembukuan.

Mekari Jurnal adalah aplikasi akuntansi dan operasional yang membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola laporan keuangan, pembukuan, hingga operasional bisnis; untuk mempercepat pertumbuhan bisnis.

Mekari Jurnal juga bagian dari ekosistem terpadu Mekari yang terintegrasi dengan Mekari POS, Mekari Desty, Mekari Klikpajak, Mekari Expense dan berbagai software lainnya. Integrasi dengan Mekari POS dapat mengotomasi laporan keuangan dari transaksi kasir. Ditambah dengan integrasi Mekari Desty yang dapat menyinkronkan stok dan penjualan marketplace langsung ke laporan keuangan.

Dengan klasifikasi biaya yang rapi, kontrol sebelum transaksi, dan pemantauan varians yang rutin, perusahaan bisa menekan biaya operasional tanpa mengorbankan pertumbuhan. 

Hentikan biaya over budget sebelum terjadi dengan Mekari Jurnal!

Referensi

  • Deloitte UK. (2025). Part 2: Cost resilience, “Find the money” phase.
  • Boston Consulting Group. (2025). One-Third of Corporate Leaders List Cost Management as Their Most Critical Priority for 2025. PR Newswire.
  • Deloitte. (2026). 2026 Enterprise Cost Transformation Survey. PR Newswire.
  • Deloitte. Cost management and improvement trends: Global Cost Survey.
  • Ikatan Akuntan Indonesia. (2025). DSAK Terkini Volume 07/XII/2025: Pengesahan PSAK 118.
  • DDTCNews. (2024). Cara Klasifikasi Beban dalam Laporan Laba Rugi Berdasarkan PSAK 201.

FAQ

1. Apa itu pengendalian biaya operasional?

1. Apa itu pengendalian biaya operasional?

Pengendalian biaya operasional adalah proses merencanakan, memantau, dan mengoreksi beban operasional perusahaan agar tetap sesuai anggaran dan memberi nilai bagi bisnis.

2. Apa perbedaan cost control dan cost reduction?

2. Apa perbedaan cost control dan cost reduction?

Cost control menjaga biaya tetap sesuai rencana secara berkelanjutan. Cost reduction adalah upaya menurunkan level biaya secara permanen dari posisi sebelumnya, biasanya lewat perubahan struktur atau proses.

3. Bagaimana cara menghitung varians biaya?

3. Bagaimana cara menghitung varians biaya?

Kurangi realisasi dengan anggaran. Untuk persentasenya, bagi varians dengan anggaran lalu kalikan 100%. Pada pos biaya, varians positif berarti realisasi melebihi anggaran (unfavorable).

4. Biaya apa yang sebaiknya tidak dipangkas?

4. Biaya apa yang sebaiknya tidak dipangkas?

Biaya yang langsung menggerakkan pendapatan, seperti pemasaran yang terbukti efektif, serta biaya yang menjaga kualitas produk, keselamatan kerja, dan kepatuhan regulasi.

5. Apakah software akuntansi membantu pengendalian biaya operasional?

5. Apakah software akuntansi membantu pengendalian biaya operasional?

Ya. Software seperti Mekari Jurnal membantu menyusun anggaran, menjalankan approval sebelum transaksi, dan menyajikan laporan anggaran vs realisasi secara real-time, sehingga varians bisa ditindaklanjuti lebih cepat.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami