Panduan Lengkap Beban Usaha untuk Mengurangi Beban Operasional Bisnis Highlights Beban usaha mengurangi laba kotor untuk menghasilkan laba usaha, sehingga besar kecilnya beban dapat memengaruhi profitabilitas operasional perusahaan. Tidak semua beban usaha dapat menjadi pengurang pajak. Pasal 6 UU PPh mengatur ketentuan biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto sebagai deductible expense. Mekari Jurnal membantu mengelompokkan beban usaha melalui Chart of Accounts yang dapat disesuaikan serta memantau pengeluaran secara real-time. Beban usaha merupakan salah satu komponen penting dalam laporan keuangan karena berkaitan langsung dengan biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan. Besarnya beban usaha akan memengaruhi laba usaha yang diperoleh dalam suatu periode.Namun, tidak semua pengeluaran perusahaan termasuk beban usaha. Biaya yang berkaitan dengan harga pokok penjualan maupun kegiatan di luar operasional memiliki klasifikasi yang berbeda dalam laporan keuangan. Karena itu, perusahaan perlu memahami jenis dan cara menghitung beban usaha agar pencatatannya tepat.Artikel ini membahas pengertian beban usaha, jenis-jenis, rumus dan cara menghitung, contoh perhitungan, hingga ketentuan pajak yang berkaitan dengan beban usaha. Apa Itu Beban Usaha?Beban usaha (operating expenses atau OPEX) adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasional sehari-hari, selain biaya yang secara langsung berkaitan dengan produksi atau perolehan barang dan jasa yang dijual. Beban ini diperlukan agar kegiatan bisnis dapat berjalan, meskipun tidak secara langsung membentuk produk atau jasa yang dijual kepada pelanggan.Contoh Beban UsahaContoh beban usaha meliputi biaya gaji karyawan bagian administrasi dan pemasaran, sewa kantor, utilitas, biaya iklan, serta biaya perlengkapan kantor. Jenis dan besarnya beban usaha dapat berbeda pada setiap perusahaan, tergantung pada kegiatan dan model bisnis yang dijalankan.Dalam laporan laba rugi, beban usaha dikurangkan dari laba kotor untuk menghasilkan laba usaha. Karena itu, pencatatan dan pengelompokan beban usaha yang tepat penting untuk menunjukkan kinerja operasional perusahaan secara lebih akurat.Beban usaha juga perlu dibedakan dari beberapa jenis biaya lainnya, terutama: Harga Pokok Penjualan (HPP): biaya yang berkaitan langsung dengan produksi atau perolehan barang atau jasa yang terjual. Biaya ini digunakan untuk menentukan harga pokok dan laba kotor, sehingga berbeda dari beban usaha. Beban di luar usaha: biaya atau kerugian yang tidak berasal dari aktivitas operasional utama perusahaan, seperti beban bunga pinjaman atau rugi penjualan aset tertentu. Dengan membedakan pos-pos tersebut, perusahaan dapat menyajikan laporan laba rugi secara lebih tepat dan mengetahui seberapa besar biaya yang digunakan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya. Baca juga: Beban dalam Akuntansi: Pengertian, Jenis, Cara Menghitung, dan Perbedaannya dengan Biaya Jenis-Jenis Beban UsahaBeban usaha dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi dan aktivitas yang menimbulkan biaya tersebut. Pengelompokan ini membantu perusahaan mengetahui penggunaan biaya untuk kegiatan penjualan, administrasi, maupun penggunaan aset dalam mendukung operasional. KategoriDefinisiContohBeban Penjualan dan Pemasaran Biaya yang berkaitan dengan kegiatan promosi dan penjualan produk atau jasa Biaya iklan, komisi penjualan, biaya event, dan biaya distribusi pemasaran Beban Administrasi dan UmumBiaya yang diperlukan untuk menjalankan fungsi administrasi dan mendukung operasional perusahaan Gaji staf non-produksi, sewa kantor, listrik dan internet, serta perlengkapan kantor Beban Penyusutan dan AmortisasiAlokasi biaya aset yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional selama masa manfaatnya Penyusutan kendaraan operasional dan peralatan kantor, amortisasi lisensi softwareDalam praktiknya, perusahaan dapat menggunakan pengelompokan akun yang lebih rinci sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik bisnis. Misalnya, biaya distribusi atau logistik dapat disajikan sebagai kategori tersendiri atau dimasukkan ke dalam beban penjualan dan pemasaran, tergantung pada fungsi biaya serta kebijakan penyajian perusahaan.Pengelompokan yang konsisten membantu perusahaan memantau sumber pengeluaran dan membandingkan beban usaha antarperiode dengan lebih mudah.Rumus Menghitung Beban UsahaBeban usaha dapat dihitung dengan menjumlahkan seluruh komponen biaya operasional yang termasuk dalam kelompok beban usaha. Jika perusahaan sudah memiliki data laba kotor dan laba usaha, beban usaha juga dapat dihitung secara tidak langsung dari laporan laba rugi.Rumus 1: Penjumlahan Seluruh Pos Beban UsahaCara paling sederhana adalah menjumlahkan setiap kategori beban usaha yang telah dicatat perusahaan.Beban Usaha = Beban Penjualan dan Pemasaran + Beban Administrasi dan Umum + Beban Penyusutan dan AmortisasiHasil perhitungan tersebut menunjukkan total biaya yang dikeluarkan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan selama satu periode.Rumus 2: Turunan dari Struktur Laporan Laba RugiBeban usaha juga dapat dihitung dari selisih antara laba kotor dan laba usaha. Dalam laporan laba rugi, laba usaha diperoleh setelah laba kotor dikurangi beban usaha.Laba Usaha = Laba Kotor − Beban UsahaJika nilai laba kotor dan laba usaha sudah diketahui, rumus tersebut dapat diturunkan menjadi:Beban Usaha = Laba Kotor − Laba UsahaSebagai contoh, jika perusahaan memiliki laba kotor sebesar Rp500.000.000 dan laba usaha sebesar Rp350.000.000, maka beban usaha yang tercatat adalah:Rp500.000.000 − Rp350.000.000 = Rp150.000.000Dengan kedua cara tersebut, perusahaan dapat menghitung total beban usaha berdasarkan rincian biaya maupun informasi yang tersedia dalam laporan laba rugi.Contoh Perhitungan dan Penyajian Beban UsahaUntuk memahami cara menghitung dan menyajikan beban usaha, perhatikan contoh berikut.PT Sejahtera Abadi merupakan distributor alat rumah tangga. Pada tahun berjalan, perusahaan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp2.000.000.000 dan HPP sebesar Rp1.100.000.000. Beban usaha yang dikeluarkan terdiri dari beban penjualan dan pemasaran sebesar Rp180.000.000, yang mencakup biaya iklan Rp100.000.000 dan komisi penjualan Rp80.000.000. Selain itu, terdapat beban administrasi dan umum sebesar Rp250.000.000 serta beban penyusutan dan amortisasi sebesar Rp70.000.000.Berdasarkan data tersebut, penyajian beban usaha dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut:KomponenJumlah (Rp)Pendapatan Bersih2.000.000.000Dikurangi: HPP(1.100.000.000)Laba Kotor900.000.000Beban Usaha:Beban Penjualan dan Pemasaran180.000.000Beban Administrasi dan Umum250.000.000Beban Penyusutan dan Amortisasi70.000.000Total Beban Usaha(500.000.000)Laba Usaha400.000.000Dari tabel tersebut, laba usaha PT Sejahtera Abadi sebesar Rp400.000.000 diperoleh setelah laba kotor Rp900.000.000 dikurangi total beban usaha Rp500.000.000.Salah satu komponen dalam beban penjualan dan pemasaran adalah biaya iklan sebesar Rp100.000.000. Jika biaya tersebut dibayar secara tunai, perusahaan mencatatnya dalam jurnal umum sebagai berikut:AkunDebitKreditBeban IklanRp100.000.000–Kas–Rp100.000.000Pencatatan tersebut menunjukkan bahwa setiap pengeluaran perlu diklasifikasikan sesuai jenis dan fungsinya sebelum disajikan dalam laporan laba rugi. Dengan menghitung dan mengelompokkan beban usaha secara tepat, perusahaan dapat mengetahui besarnya biaya operasional dan laba usaha yang diperoleh dalam suatu periode. Beban Usaha dan Kaitannya dengan Pajak (Deductible Expense)Mencatat beban usaha dengan benar tidak hanya penting untuk menyajikan laba rugi secara akurat, tetapi juga membantu menentukan biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dalam perhitungan Pajak Penghasilan (deductible expense). Berdasarkan Pasal 6 ayat (1) UU PPh, biaya yang dapat dikurangkan pada dasarnya merupakan biaya yang berkaitan dengan kegiatan usaha untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan.Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan biaya yang dapat menjadi deductible expense antara lain: Berkaitan dengan kegiatan usaha, baik secara langsung maupun tidak langsung. Digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang menjadi objek pajak. Memenuhi ketentuan perpajakan yang berlaku, termasuk ketentuan khusus untuk jenis biaya tertentu. Artinya, tidak semua beban usaha yang tercatat dalam laporan keuangan komersial otomatis menjadi pengurang penghasilan bruto untuk tujuan pajak. Beberapa contoh biaya yang tidak dapat dikurangkan antara lain pengeluaran untuk kepentingan pribadi pemilik, sanksi administrasi perpajakan, dan biaya atau sumbangan yang tidak memenuhi persyaratan perpajakan.Karena itu, perusahaan perlu mengidentifikasi biaya yang dapat dan tidak dapat dikurangkan sejak proses pencatatan. Pemisahan tersebut dapat membantu proses rekonsiliasi fiskal ketika perusahaan menyusun SPT Tahunan PPh Badan.Kelola dan Pantau Beban Usaha Secara Cepat dengan Mekari JurnalMencatat dan mengklasifikasikan beban usaha secara manual dapat meningkatkan risiko kesalahan, terutama ketika transaksi operasional semakin banyak dan berasal dari berbagai pos. Mekari Jurnal dapat membantu bisnis Anda dalam menyusun transaksi secara otomatis berdasarkan kategori akun, sehingga pencatatan dan pemantauan beban usaha menjadi lebih terstruktur.Untuk membantu mengevaluasi efisiensi beban usaha terhadap pendapatan, perusahaan juga dapat menggunakan opex ratio atau rasio beban operasional. Pembahasan lebih lengkap mengenai rasio ini dapat disimak di Memahami Rasio Biaya Operasional (BOPO).Dengan fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat: Mencatat transaksi secara otomatis, termasuk transaksi pendapatan dan beban, sehingga pencatatan lebih rapi dan mengurangi risiko kesalahan manual. Mengatur Chart of Accounts (CoA) untuk mengelompokkan beban penjualan, administrasi, penyusutan, dan akun lainnya sesuai kebutuhan bisnis. Menelusuri transaksi melalui general ledger sehingga detail setiap beban dapat diperiksa dengan lebih mudah. Memantau saldo dan laporan secara real-time karena data pembukuan dan laporan keuangan tersinkronisasi secara otomatis. Menyimpan bukti transaksi secara digital, sehingga dokumen pendukung pengeluaran lebih mudah ditelusuri ketika dibutuhkan. Dengan pencatatan yang lebih terstruktur, perusahaan dapat lebih mudah mengetahui ke mana beban usaha dialokasikan, memantau perubahan pengeluaran dari waktu ke waktu, dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap laba usaha. Data pembukuan yang tersusun secara real-time juga membantu perusahaan mengambil keputusan berdasarkan kondisi keuangan yang lebih terkini.Referensi Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), Pasal 6 ayat (1). Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar Akuntansi Keuangan, PSAK 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan. Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. Akuntansi Keuangan Menengah Edisi IFRS. Jakarta: Salemba Empat. Investopedia. Operating Expense (OPEX): Definition and How It Works. FAQ 1. Apa yang dimaksud dengan beban usaha? 1. Apa yang dimaksud dengan beban usaha? Beban usaha adalah seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan aktivitas operasional intinya sehari-hari, seperti pemasaran, administrasi, dan penyusutan aset operasional, terpisah dari harga pokok penjualan dan beban di luar usaha. 2. Apa perbedaan beban usaha dengan HPP? 2. Apa perbedaan beban usaha dengan HPP? HPP adalah biaya yang berkaitan langsung dengan produksi atau pembelian barang/jasa yang dijual, sedangkan beban usaha adalah biaya menjalankan operasional bisnis di luar proses produksi, seperti pemasaran dan administrasi kantor. 3. Apa saja jenis-jenis beban usaha? 3. Apa saja jenis-jenis beban usaha? Secara umum, beban usaha terbagi menjadi beban penjualan dan pemasaran, beban administrasi dan umum, serta beban penyusutan dan amortisasi aset operasional. 4. Apakah beban bunga termasuk beban usaha? 4. Apakah beban bunga termasuk beban usaha? Tidak. Beban bunga termasuk beban di luar usaha karena berasal dari aktivitas pendanaan, bukan dari kegiatan operasional inti perusahaan. 5. Bagaimana cara menghitung beban usaha? 5. Bagaimana cara menghitung beban usaha? Beban usaha dapat dihitung dengan menjumlahkan seluruh pos beban penjualan, administrasi, dan penyusutan, atau secara tidak langsung dengan mengurangkan laba usaha dari laba kotor pada laporan laba rugi. 6. Apakah semua beban usaha bisa dikurangkan dari pajak (deductible expense)? 6. Apakah semua beban usaha bisa dikurangkan dari pajak (deductible expense)? Tidak semua otomatis bisa. Beban usaha baru diakui sebagai deductible expense jika memenuhi tiga prinsip dalam Pasal 6 UU PPh, yaitu berhubungan dengan kegiatan usaha, ditujukan untuk memperoleh penghasilan kena pajak, dan bukan untuk kepentingan pribadi. 7. Bagaimana cara mengelola beban usaha agar tidak membengkak? 7. Bagaimana cara mengelola beban usaha agar tidak membengkak? Beberapa caranya adalah menyusun anggaran operasional secara berkala, meninjau efisiensi tiap pos beban, menegosiasikan ulang kontrak vendor, serta mencatat setiap transaksi secara otomatis melalui aplikasi akuntansi agar tren beban usaha mudah dipantau. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini. Kategori : Cost Accounting Artikel Sebelumnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Panduan Lengkap Beban Usaha untuk Mengurangi Beban Operasional Bisnis Highlights Beban usaha mengurangi laba kotor untuk menghasilkan laba usaha, sehingga besar kecilnya beban dapat memengaruhi profitabilitas operasional perusahaan. Tidak semua beban usaha dapat menjadi pengurang pajak. Pasal 6 UU PPh mengatur ketentuan biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto sebagai deductible expense. Mekari Jurnal membantu mengelompokkan beban usaha melalui Chart of Accounts yang dapat disesuaikan serta memantau pengeluaran secara real-time. Beban usaha merupakan salah satu komponen penting dalam laporan keuangan karena berkaitan langsung dengan biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan kegiatan operasional perusahaan. Besarnya beban usaha akan memengaruhi laba usaha yang diperoleh dalam suatu periode.Namun, tidak semua pengeluaran perusahaan termasuk beban usaha. Biaya yang berkaitan dengan harga pokok penjualan maupun kegiatan di luar operasional memiliki klasifikasi yang berbeda dalam laporan keuangan. Karena itu, perusahaan perlu memahami jenis dan cara menghitung beban usaha agar pencatatannya tepat.Artikel ini membahas pengertian beban usaha, jenis-jenis, rumus dan cara menghitung, contoh perhitungan, hingga ketentuan pajak yang berkaitan dengan beban usaha. Apa Itu Beban Usaha?Beban usaha (operating expenses atau OPEX) adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasional sehari-hari, selain biaya yang secara langsung berkaitan dengan produksi atau perolehan barang dan jasa yang dijual. Beban ini diperlukan agar kegiatan bisnis dapat berjalan, meskipun tidak secara langsung membentuk produk atau jasa yang dijual kepada pelanggan.Contoh Beban UsahaContoh beban usaha meliputi biaya gaji karyawan bagian administrasi dan pemasaran, sewa kantor, utilitas, biaya iklan, serta biaya perlengkapan kantor. Jenis dan besarnya beban usaha dapat berbeda pada setiap perusahaan, tergantung pada kegiatan dan model bisnis yang dijalankan.Dalam laporan laba rugi, beban usaha dikurangkan dari laba kotor untuk menghasilkan laba usaha. Karena itu, pencatatan dan pengelompokan beban usaha yang tepat penting untuk menunjukkan kinerja operasional perusahaan secara lebih akurat.Beban usaha juga perlu dibedakan dari beberapa jenis biaya lainnya, terutama: Harga Pokok Penjualan (HPP): biaya yang berkaitan langsung dengan produksi atau perolehan barang atau jasa yang terjual. Biaya ini digunakan untuk menentukan harga pokok dan laba kotor, sehingga berbeda dari beban usaha. Beban di luar usaha: biaya atau kerugian yang tidak berasal dari aktivitas operasional utama perusahaan, seperti beban bunga pinjaman atau rugi penjualan aset tertentu. Dengan membedakan pos-pos tersebut, perusahaan dapat menyajikan laporan laba rugi secara lebih tepat dan mengetahui seberapa besar biaya yang digunakan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya. Baca juga: Beban dalam Akuntansi: Pengertian, Jenis, Cara Menghitung, dan Perbedaannya dengan Biaya Jenis-Jenis Beban UsahaBeban usaha dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi dan aktivitas yang menimbulkan biaya tersebut. Pengelompokan ini membantu perusahaan mengetahui penggunaan biaya untuk kegiatan penjualan, administrasi, maupun penggunaan aset dalam mendukung operasional. KategoriDefinisiContohBeban Penjualan dan Pemasaran Biaya yang berkaitan dengan kegiatan promosi dan penjualan produk atau jasa Biaya iklan, komisi penjualan, biaya event, dan biaya distribusi pemasaran Beban Administrasi dan UmumBiaya yang diperlukan untuk menjalankan fungsi administrasi dan mendukung operasional perusahaan Gaji staf non-produksi, sewa kantor, listrik dan internet, serta perlengkapan kantor Beban Penyusutan dan AmortisasiAlokasi biaya aset yang digunakan untuk mendukung kegiatan operasional selama masa manfaatnya Penyusutan kendaraan operasional dan peralatan kantor, amortisasi lisensi softwareDalam praktiknya, perusahaan dapat menggunakan pengelompokan akun yang lebih rinci sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik bisnis. Misalnya, biaya distribusi atau logistik dapat disajikan sebagai kategori tersendiri atau dimasukkan ke dalam beban penjualan dan pemasaran, tergantung pada fungsi biaya serta kebijakan penyajian perusahaan.Pengelompokan yang konsisten membantu perusahaan memantau sumber pengeluaran dan membandingkan beban usaha antarperiode dengan lebih mudah.Rumus Menghitung Beban UsahaBeban usaha dapat dihitung dengan menjumlahkan seluruh komponen biaya operasional yang termasuk dalam kelompok beban usaha. Jika perusahaan sudah memiliki data laba kotor dan laba usaha, beban usaha juga dapat dihitung secara tidak langsung dari laporan laba rugi.Rumus 1: Penjumlahan Seluruh Pos Beban UsahaCara paling sederhana adalah menjumlahkan setiap kategori beban usaha yang telah dicatat perusahaan.Beban Usaha = Beban Penjualan dan Pemasaran + Beban Administrasi dan Umum + Beban Penyusutan dan AmortisasiHasil perhitungan tersebut menunjukkan total biaya yang dikeluarkan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan selama satu periode.Rumus 2: Turunan dari Struktur Laporan Laba RugiBeban usaha juga dapat dihitung dari selisih antara laba kotor dan laba usaha. Dalam laporan laba rugi, laba usaha diperoleh setelah laba kotor dikurangi beban usaha.Laba Usaha = Laba Kotor − Beban UsahaJika nilai laba kotor dan laba usaha sudah diketahui, rumus tersebut dapat diturunkan menjadi:Beban Usaha = Laba Kotor − Laba UsahaSebagai contoh, jika perusahaan memiliki laba kotor sebesar Rp500.000.000 dan laba usaha sebesar Rp350.000.000, maka beban usaha yang tercatat adalah:Rp500.000.000 − Rp350.000.000 = Rp150.000.000Dengan kedua cara tersebut, perusahaan dapat menghitung total beban usaha berdasarkan rincian biaya maupun informasi yang tersedia dalam laporan laba rugi.Contoh Perhitungan dan Penyajian Beban UsahaUntuk memahami cara menghitung dan menyajikan beban usaha, perhatikan contoh berikut.PT Sejahtera Abadi merupakan distributor alat rumah tangga. Pada tahun berjalan, perusahaan mencatat pendapatan bersih sebesar Rp2.000.000.000 dan HPP sebesar Rp1.100.000.000. Beban usaha yang dikeluarkan terdiri dari beban penjualan dan pemasaran sebesar Rp180.000.000, yang mencakup biaya iklan Rp100.000.000 dan komisi penjualan Rp80.000.000. Selain itu, terdapat beban administrasi dan umum sebesar Rp250.000.000 serta beban penyusutan dan amortisasi sebesar Rp70.000.000.Berdasarkan data tersebut, penyajian beban usaha dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut:KomponenJumlah (Rp)Pendapatan Bersih2.000.000.000Dikurangi: HPP(1.100.000.000)Laba Kotor900.000.000Beban Usaha:Beban Penjualan dan Pemasaran180.000.000Beban Administrasi dan Umum250.000.000Beban Penyusutan dan Amortisasi70.000.000Total Beban Usaha(500.000.000)Laba Usaha400.000.000Dari tabel tersebut, laba usaha PT Sejahtera Abadi sebesar Rp400.000.000 diperoleh setelah laba kotor Rp900.000.000 dikurangi total beban usaha Rp500.000.000.Salah satu komponen dalam beban penjualan dan pemasaran adalah biaya iklan sebesar Rp100.000.000. Jika biaya tersebut dibayar secara tunai, perusahaan mencatatnya dalam jurnal umum sebagai berikut:AkunDebitKreditBeban IklanRp100.000.000–Kas–Rp100.000.000Pencatatan tersebut menunjukkan bahwa setiap pengeluaran perlu diklasifikasikan sesuai jenis dan fungsinya sebelum disajikan dalam laporan laba rugi. Dengan menghitung dan mengelompokkan beban usaha secara tepat, perusahaan dapat mengetahui besarnya biaya operasional dan laba usaha yang diperoleh dalam suatu periode. Beban Usaha dan Kaitannya dengan Pajak (Deductible Expense)Mencatat beban usaha dengan benar tidak hanya penting untuk menyajikan laba rugi secara akurat, tetapi juga membantu menentukan biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dalam perhitungan Pajak Penghasilan (deductible expense). Berdasarkan Pasal 6 ayat (1) UU PPh, biaya yang dapat dikurangkan pada dasarnya merupakan biaya yang berkaitan dengan kegiatan usaha untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan.Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan biaya yang dapat menjadi deductible expense antara lain: Berkaitan dengan kegiatan usaha, baik secara langsung maupun tidak langsung. Digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang menjadi objek pajak. Memenuhi ketentuan perpajakan yang berlaku, termasuk ketentuan khusus untuk jenis biaya tertentu. Artinya, tidak semua beban usaha yang tercatat dalam laporan keuangan komersial otomatis menjadi pengurang penghasilan bruto untuk tujuan pajak. Beberapa contoh biaya yang tidak dapat dikurangkan antara lain pengeluaran untuk kepentingan pribadi pemilik, sanksi administrasi perpajakan, dan biaya atau sumbangan yang tidak memenuhi persyaratan perpajakan.Karena itu, perusahaan perlu mengidentifikasi biaya yang dapat dan tidak dapat dikurangkan sejak proses pencatatan. Pemisahan tersebut dapat membantu proses rekonsiliasi fiskal ketika perusahaan menyusun SPT Tahunan PPh Badan.Kelola dan Pantau Beban Usaha Secara Cepat dengan Mekari JurnalMencatat dan mengklasifikasikan beban usaha secara manual dapat meningkatkan risiko kesalahan, terutama ketika transaksi operasional semakin banyak dan berasal dari berbagai pos. Mekari Jurnal dapat membantu bisnis Anda dalam menyusun transaksi secara otomatis berdasarkan kategori akun, sehingga pencatatan dan pemantauan beban usaha menjadi lebih terstruktur.Untuk membantu mengevaluasi efisiensi beban usaha terhadap pendapatan, perusahaan juga dapat menggunakan opex ratio atau rasio beban operasional. Pembahasan lebih lengkap mengenai rasio ini dapat disimak di Memahami Rasio Biaya Operasional (BOPO).Dengan fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat: Mencatat transaksi secara otomatis, termasuk transaksi pendapatan dan beban, sehingga pencatatan lebih rapi dan mengurangi risiko kesalahan manual. Mengatur Chart of Accounts (CoA) untuk mengelompokkan beban penjualan, administrasi, penyusutan, dan akun lainnya sesuai kebutuhan bisnis. Menelusuri transaksi melalui general ledger sehingga detail setiap beban dapat diperiksa dengan lebih mudah. Memantau saldo dan laporan secara real-time karena data pembukuan dan laporan keuangan tersinkronisasi secara otomatis. Menyimpan bukti transaksi secara digital, sehingga dokumen pendukung pengeluaran lebih mudah ditelusuri ketika dibutuhkan. Dengan pencatatan yang lebih terstruktur, perusahaan dapat lebih mudah mengetahui ke mana beban usaha dialokasikan, memantau perubahan pengeluaran dari waktu ke waktu, dan mengevaluasi pengaruhnya terhadap laba usaha. Data pembukuan yang tersusun secara real-time juga membantu perusahaan mengambil keputusan berdasarkan kondisi keuangan yang lebih terkini.Referensi Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), Pasal 6 ayat (1). Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar Akuntansi Keuangan, PSAK 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan. Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. Akuntansi Keuangan Menengah Edisi IFRS. Jakarta: Salemba Empat. Investopedia. Operating Expense (OPEX): Definition and How It Works. FAQ 1. Apa yang dimaksud dengan beban usaha? 1. Apa yang dimaksud dengan beban usaha? Beban usaha adalah seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan aktivitas operasional intinya sehari-hari, seperti pemasaran, administrasi, dan penyusutan aset operasional, terpisah dari harga pokok penjualan dan beban di luar usaha. 2. Apa perbedaan beban usaha dengan HPP? 2. Apa perbedaan beban usaha dengan HPP? HPP adalah biaya yang berkaitan langsung dengan produksi atau pembelian barang/jasa yang dijual, sedangkan beban usaha adalah biaya menjalankan operasional bisnis di luar proses produksi, seperti pemasaran dan administrasi kantor. 3. Apa saja jenis-jenis beban usaha? 3. Apa saja jenis-jenis beban usaha? Secara umum, beban usaha terbagi menjadi beban penjualan dan pemasaran, beban administrasi dan umum, serta beban penyusutan dan amortisasi aset operasional. 4. Apakah beban bunga termasuk beban usaha? 4. Apakah beban bunga termasuk beban usaha? Tidak. Beban bunga termasuk beban di luar usaha karena berasal dari aktivitas pendanaan, bukan dari kegiatan operasional inti perusahaan. 5. Bagaimana cara menghitung beban usaha? 5. Bagaimana cara menghitung beban usaha? Beban usaha dapat dihitung dengan menjumlahkan seluruh pos beban penjualan, administrasi, dan penyusutan, atau secara tidak langsung dengan mengurangkan laba usaha dari laba kotor pada laporan laba rugi. 6. Apakah semua beban usaha bisa dikurangkan dari pajak (deductible expense)? 6. Apakah semua beban usaha bisa dikurangkan dari pajak (deductible expense)? Tidak semua otomatis bisa. Beban usaha baru diakui sebagai deductible expense jika memenuhi tiga prinsip dalam Pasal 6 UU PPh, yaitu berhubungan dengan kegiatan usaha, ditujukan untuk memperoleh penghasilan kena pajak, dan bukan untuk kepentingan pribadi. 7. Bagaimana cara mengelola beban usaha agar tidak membengkak? 7. Bagaimana cara mengelola beban usaha agar tidak membengkak? Beberapa caranya adalah menyusun anggaran operasional secara berkala, meninjau efisiensi tiap pos beban, menegosiasikan ulang kontrak vendor, serta mencatat setiap transaksi secara otomatis melalui aplikasi akuntansi agar tren beban usaha mudah dipantau. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini.