Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
14 min read

Cara Membuat Laporan Laba Rugi Laundry dan Contoh Perhitungannya 

Tayang
Ditulis oleh: Mekari Jurnal okky nugroho
Mekari Jurnal Highlights

Laporan laba rugi laundry adalah laporan yang membandingkan pendapatan jasa dengan seluruh beban usaha dalam satu periode untuk mengetahui keuntungan atau kerugian bisnis. Namun, menghitung laba tidak cukup hanya dengan mengurangi uang keluar dari uang masuk. Biaya seperti listrik, deterjen, gaji karyawan, dan penyusutan mesin juga perlu diperhitungkan agar keuntungan tidak terlihat lebih besar dari kondisi sebenarnya.

Lantas, bagaimana cara menyusun laporan laba rugi laundry yang tepat? Artikel ini membahas standar akuntansi, komponen, format, contoh perhitungan, hingga cara membuatnya.

Apa Itu Laporan Laba Rugi Laundry?

Laporan laba rugi laundry adalah laporan keuangan yang membandingkan pendapatan jasa dengan seluruh beban yang terkait dalam satu periode, biasanya satu bulan. Laporan ini membantu pemilik usaha mengetahui laba atau rugi yang diperoleh setelah seluruh pendapatan dan beban diperhitungkan.

Berbeda dari catatan kas harian, laporan laba rugi tidak hanya berfokus pada uang yang masuk dan keluar. 

Ada dua hal penting yang perlu diperhatikan.

  • Pertama: Pendapatan diakui ketika jasa telah diberikan, meskipun pelanggan belum membayar. Misalnya, pelanggan mengambil cucian pada akhir bulan, tetapi baru melunasi tagihan minggu berikutnya. Jika jasa sudah selesai diberikan dan memenuhi kriteria pengakuan pendapatan, transaksi tersebut tetap diakui pada periode jasa diberikan.
  • Kedua: Laporan laba rugi juga mencakup beban nonkas, seperti penyusutan mesin cuci dan pengering. Meskipun tidak ada uang yang keluar saat penyusutan dicatat, nilai aset yang digunakan untuk operasional tetap dialokasikan sebagai beban selama masa manfaatnya. Tanpa pencatatan ini, keuntungan laundry berisiko terlihat lebih besar daripada yang sebenarnya.

Standar Akuntansi yang Dipakai Usaha Laundry

Standar akuntansi yang digunakan usaha laundry bergantung pada karakteristik usaha dan kriteria penerapan standar tersebut. Di Indonesia, ada tiga standar yang relevan untuk dipahami.

StandarCocok untukKomponen laporan keuangan
SAK EMKMUsaha mikro, kecil, dan menengah yang memenuhi kriteriaLaporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan
SAK Entitas Privat (SAK EP)Entitas privat tanpa akuntabilitas publik yang memenuhi kriteriaLaporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan
SAK umum (PSAK)Entitas yang menerapkan standar akuntansi umumLaporan keuangan sesuai ketentuan standar yang berlaku

SAK EMKM

SAK EMKM dirancang untuk menyederhanakan pelaporan keuangan usaha mikro, kecil, dan menengah. Standar ini berlaku efektif sejak 1 Januari 2018 dan mengatur penyajian laporan laba rugi, termasuk pendapatan dan beban selama periode pelaporan.

SAK Entitas Privat (SAK EP)

SAK EP berlaku efektif sejak 1 Januari 2025 dan menggantikan SAK ETAP. Standar ini ditujukan bagi entitas privat tanpa akuntabilitas publik yang menyusun laporan keuangan untuk pengguna eksternal.

SAK Umum (PSAK)

SAK umum digunakan oleh entitas yang perlu menerapkan standar akuntansi umum sesuai ketentuan yang berlaku. Salah satu standar terkait penyajian laporan keuangan adalah PSAK 201, yang mengatur struktur dan persyaratan penyajian laporan keuangan.

Pemilihan standar tidak hanya ditentukan oleh skala usaha atau bentuk badan hukum, tetapi juga oleh kriteria penerapan dan kebutuhan pelaporan keuangan.

Komponen Laporan Laba Rugi Laundry

Laporan laba rugi laundry terdiri dari beberapa komponen yang disusun dari pendapatan hingga laba bersih. Setiap komponen membantu pemilik usaha mengetahui sumber pendapatan, biaya yang dikeluarkan, dan keuntungan yang diperoleh selama satu periode.

1. Pendapatan Jasa

Pendapatan dari layanan yang telah diberikan kepada pelanggan, seperti cuci kiloan, cuci satuan, setrika, layanan express, cuci bed cover dan sepatu, serta antar-jemput. Sebaiknya, pendapatan dicatat berdasarkan jenis layanan agar pemilik dapat membandingkan kontribusi masing-masing layanan terhadap keuntungan.

2. Potongan dan Diskon

Mencakup diskon member, promo kiloan, atau potongan harga yang diberikan kepada pelanggan. Potongan ini mengurangi pendapatan jasa untuk menghasilkan pendapatan bersih.

3. Harga Pokok Jasa

Biaya yang berkaitan langsung dengan proses pengerjaan cucian, antara lain:

  • Deterjen, pewangi, dan pelembut.
  • Plastik kemasan dan hanger.
  • Air dan energi untuk mesin cuci, pengering, serta setrika.
  • Gas untuk pengering, jika digunakan.
  • Gaji operator cuci dan setrika.
  • Penyusutan mesin cuci dan pengering.

4. Laba Kotor

Selisih antara pendapatan jasa bersih dan harga pokok jasa. Angka ini membantu pemilik menilai apakah tarif layanan sudah cukup untuk menutup biaya pengerjaan cucian.

5. Beban Operasional

Biaya untuk mendukung kegiatan usaha di luar proses pengerjaan cucian, seperti gaji admin atau kasir, sewa tempat, internet, aplikasi kasir, pemasaran, dan penyusutan peralatan nonproduksi. Biaya perawatan mesin serta transportasi antar-jemput diklasifikasikan berdasarkan fungsi dan kebijakan pencatatan usaha.

6. Laba Operasional

Laba kotor setelah dikurangi beban operasional. Komponen ini menunjukkan hasil usaha dari kegiatan utamanya sebelum memperhitungkan pos nonoperasional dan pajak.

7. Beban Keuangan

Biaya bunga pinjaman usaha atau pembiayaan pembelian mesin, jika ada. Untuk cicilan mesin, yang menjadi beban adalah bunga dan biaya terkait, bukan seluruh pembayaran pokok cicilan.

8. Beban Pajak

Beban pajak penghasilan yang diakui untuk periode pelaporan sesuai ketentuan yang berlaku.

9. Laba Bersih

Hasil akhir setelah pendapatan dikurangi seluruh beban yang relevan, termasuk beban keuangan dan pajak. Angka ini menunjukkan keuntungan atau kerugian usaha laundry selama periode tersebut.

Format Laporan Laba Rugi Laundry: Bertahap atau Langsung

Laporan laba rugi dapat disajikan dalam bentuk langsung (single-step) atau bertahap (multiple-step). Perbedaannya terletak pada cara pendapatan dan beban dikelompokkan serta tingkat detail informasi yang ditampilkan. Pemilihan format sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan analisis dan kompleksitas usaha laundry.

AspekBentuk langsung (single-step)Bentuk bertahap (multiple-step)
Cara hitungSeluruh pendapatan dikurangi total bebanPendapatan bersih dikurangi harga pokok jasa untuk memperoleh laba kotor, lalu dikurangi beban lainnya
Laba kotorTidak ditampilkan sebagai subtotal tersendiriDitampilkan sebagai subtotal tersendiri
KelebihanSederhana dan mudah disusunMembantu menilai margin jasa dan beban operasional secara terpisah
KekuranganInformasi tentang laba kotor tidak terlihat langsungMembutuhkan pengelompokan akun yang konsisten
Cocok untukUsaha yang membutuhkan penyajian ringkasLaundry dengan beragam layanan, karyawan, dan biaya operasional yang perlu dianalisis lebih detail

Bagi usaha laundry yang ingin mengevaluasi tarif per kilogram, bentuk bertahap umumnya lebih informatif karena memperlihatkan laba kotor sebelum beban operasional diperhitungkan. Pemilik dapat menilai apakah pendapatan jasa sudah cukup untuk menutup biaya pengerjaan cucian, kemudian melihat pengaruh sewa, gaji admin, dan biaya lainnya terhadap laba akhir.

Contoh Laporan Laba Rugi Laundry

Untuk memahami cara menyusun laporan laba rugi laundry, simak contoh perhitungan usaha Laundry Bersih Wangi, sebuah usaha perorangan di Yogyakarta yang memiliki dua mesin cuci, satu mesin pengering, dua operator, dan satu admin. Berikut data transaksi selama Agustus 2026.

Data Transaksi Agustus 2026

KeteranganNominal
Cuci kiloan (1.400 kg × Rp7.000)Rp9.800.000
Cuci satuan (bed cover, karpet, sepatu)Rp2.500.000
Jasa setrikaRp2.200.000
Biaya tambahan layanan expressRp1.000.000
Biaya antar-jemputRp500.000
Diskon member(Rp500.000)
Deterjen, pewangi, pelembutRp1.750.000
Plastik kemasan dan hangerRp350.000
AirRp450.000
Tagihan listrik (satu meteran)Rp2.400.000
Gas pengeringRp600.000
Gaji 2 operator cuci dan setrikaRp3.600.000
Gaji admin dan kasirRp1.800.000
Sewa tempatRp1.500.000
Internet dan langganan aplikasi kasirRp250.000
Perawatan mesinRp200.000
Bensin antar-jemputRp300.000
Cetak brosur dan promosiRp150.000
Bunga cicilan mesin pengeringRp150.000

Sebelum menyusun laporan laba rugi, ada tiga hal yang perlu dihitung, yaitu penyusutan aset, alokasi tagihan listrik, dan beban pajak. Ketiganya memengaruhi hasil akhir sehingga tidak boleh diabaikan.

Langkah 1: Menghitung Penyusutan Mesin dan Peralatan

Mesin cuci, mesin pengering, komputer kasir, dan etalase merupakan aset yang digunakan selama lebih dari satu periode. Biayanya tidak langsung dibebankan seluruhnya saat dibeli, tetapi dialokasikan sebagai penyusutan selama masa manfaat aset.

Dengan asumsi nilai residu nol dan metode garis lurus, perhitungan penyusutannya adalah sebagai berikut.

AsetHarga perolehanUmur manfaatPenyusutan per bulan
Mesin cuci 2 unitRp24.000.0004 tahun (48 bulan)Rp500.000
Mesin pengering 1 unitRp12.000.0004 tahun (48 bulan)Rp250.000
Total aset produksiRp36.000.000Rp750.000
Komputer kasir dan etalaseRp4.800.0004 tahun (48 bulan)Rp100.000

Penyusutan mesin cuci dan pengering sebesar Rp750.000 dimasukkan ke harga pokok jasa karena kedua jenis aset tersebut digunakan langsung untuk menghasilkan jasa laundry. Sementara itu, penyusutan komputer kasir dan etalase sebesar Rp100.000 dimasukkan ke beban operasional.

Langkah 2: Mengalokasikan Tagihan Listrik

Karena Laundry Bersih Wangi menggunakan satu meteran untuk area produksi dan area depan, tagihan listrik perlu dialokasikan sesuai penggunaannya. Untuk contoh ini, diasumsikan 70% listrik digunakan untuk mesin cuci, pengering, dan setrika, sedangkan 30% sisanya digunakan untuk lampu, kipas, komputer kasir, dan area tunggu.

AlokasiPersentaseNominalKlasifikasi
Listrik area produksi70%Rp1.680.000Harga pokok jasa
Listrik area depan dan kantor30%Rp720.000Beban operasional
Total tagihan100%Rp2.400.000

Persentase tersebut merupakan asumsi untuk contoh perhitungan, bukan ketentuan baku. Dalam praktiknya, pemilik usaha dapat menggunakan estimasi konsumsi listrik berdasarkan daya dan waktu pemakaian peralatan. Dasar alokasi sebaiknya didokumentasikan dan diterapkan secara konsisten agar perbandingan laporan antarperiode tetap relevan.

Langkah 3: Menentukan Beban Pajak

Laundry Bersih Wangi merupakan usaha perorangan dengan omzet kumulatif Januari hingga Agustus 2026 sebesar Rp121.000.000. Untuk contoh ini, diasumsikan pemilik memenuhi persyaratan penggunaan skema PPh Final UMKM.

Berdasarkan ketentuan PP 20/2026, tarif PPh Final UMKM sebesar 0,5% tetap berlaku bagi wajib pajak yang memenuhi kriteria. Khusus wajib pajak orang pribadi, bagian peredaran bruto usaha sampai dengan Rp500.000.000 dalam satu tahun pajak tidak dikenai PPh. 

Karena omzet kumulatif Laundry Bersih Wangi baru mencapai Rp121.000.000, beban PPh Final untuk Agustus 2026 dalam contoh ini adalah Rp0.

Apabila omzet kumulatif telah melewati Rp500.000.000 dan usaha masih memenuhi ketentuan skema PPh Final, bagian omzet yang berada di atas batas tersebut dikenai tarif 0,5%. Misalnya, jika seluruh omzet jasa bulan berjalan sebesar Rp16.000.000 sudah berada di atas ambang bebas pajak, PPh Final bulan tersebut adalah:

Rp16.000.000 × 0,5% = Rp80.000

Perlu diingat bahwa dasar penghitungan PPh Final adalah peredaran bruto yang dikenai pajak, bukan laba bersih. Penerapan pajak sebenarnya tetap bergantung pada status dan kelayakan wajib pajak serta ketentuan yang berlaku.

Laporan Laba Rugi Laundry Bersih Wangi

Periode: 1–31 Agustus 2026

KeteranganJumlah (Rp)
PENDAPATAN JASA
Cuci kiloan9.800.000
Cuci satuan2.500.000
Jasa setrika2.200.000
Layanan express1.000.000
Biaya antar-jemput500.000
Total pendapatan jasa16.000.000
Dikurangi: diskon member(500.000)
Pendapatan jasa bersih15.500.000
HARGA POKOK JASA
Deterjen, pewangi, pelembut1.750.000
Plastik kemasan dan hanger350.000
Air450.000
Listrik area produksi (70%)1.680.000
Gas pengering600.000
Gaji operator cuci dan setrika3.600.000
Penyusutan mesin cuci dan pengering750.000
Total harga pokok jasa(9.180.000)
LABA KOTOR6.320.000
BEBAN OPERASIONAL
Gaji admin dan kasir1.800.000
Sewa tempat1.500.000
Listrik area depan dan kantor (30%)720.000
Internet dan aplikasi kasir250.000
Perawatan mesin200.000
Transportasi antar-jemput300.000
Pemasaran150.000
Penyusutan peralatan kantor100.000
Total beban operasional(5.020.000)
LABA OPERASIONAL1.300.000
Beban bunga cicilan mesin(150.000)
LABA SEBELUM PAJAK1.150.000
Beban PPh Final0
LABA BERSIH1.150.000

Berdasarkan perhitungan tersebut, Laundry Bersih Wangi memperoleh laba bersih sebesar Rp1.150.000 pada Agustus 2026. Artinya, setelah harga pokok jasa, beban operasional, dan bunga diperhitungkan, keuntungan usaha hanya sekitar 7,4% dari pendapatan jasa bersih.

Angka ini berbeda dari selisih kas karena laporan laba rugi juga memperhitungkan beban nonkas. Dengan asumsi seluruh pendapatan jasa bersih telah diterima dan seluruh biaya selain penyusutan dibayar pada bulan yang sama, penerimaan kas bersih sebesar Rp15.500.000 dikurangi pengeluaran kas Rp13.500.000 menghasilkan selisih kas Rp2.000.000.

Sementara itu, total penyusutan mesin dan peralatan sebesar Rp850.000 tetap diakui sebagai beban meskipun tidak ada uang yang keluar pada bulan tersebut. Setelah penyusutan diperhitungkan, laba bersih menjadi Rp1.150.000. Inilah alasan pemilik laundry perlu melihat laporan laba rugi, bukan hanya mengandalkan catatan kas harian, untuk menilai keuntungan usaha secara lebih akurat.

Cara Membaca Laporan Laba Rugi Laundry

Laporan laba rugi tidak hanya menunjukkan apakah usaha laundry memperoleh keuntungan atau kerugian. Angkanya juga dapat digunakan untuk mengevaluasi tarif layanan, mengendalikan biaya, dan menentukan jumlah cucian yang perlu diproses agar usaha tidak merugi.

Margin Laba: Apakah Tarif Sudah Cukup?

Margin laba menunjukkan seberapa besar pendapatan yang tersisa setelah dikurangi biaya pada setiap tahap perhitungan. Berdasarkan laporan laba rugi Laundry Bersih Wangi pada Agustus 2026, berikut hasil analisisnya.

RasioPerhitunganHasilArtinya
Margin laba kotorRp6.320.000 ÷ Rp15.500.00040,8%Sekitar Rp41 dari setiap Rp100 pendapatan tersisa setelah harga pokok jasa dikurangi.
Margin laba operasionalRp1.300.000 ÷ Rp15.500.0008,4%Setelah beban operasional diperhitungkan, tersisa sekitar Rp8 untuk setiap Rp100 pendapatan.
Margin laba bersihRp1.150.000 ÷ Rp15.500.0007,4%Keuntungan akhir setelah beban bunga dan pajak adalah sekitar Rp7 dari setiap Rp100 pendapatan.

Margin laba kotor sebesar 40,8% menunjukkan bahwa pendapatan jasa bersih masih lebih besar daripada harga pokok jasa. Namun, margin laba operasional turun menjadi 8,4% karena beban operasional mencapai Rp5.020.000 atau sekitar 79,4% dari laba kotor.

Artinya, pemilik perlu mengevaluasi biaya seperti sewa tempat, gaji admin, dan pengeluaran operasional lainnya. Selain itu, tarif setiap layanan sebaiknya ditinjau berdasarkan biaya dan kontribusi labanya, bukan hanya dari total pendapatan laundry.

Menghitung Titik Impas per Kilogram

Titik impas atau break-even point (BEP) menunjukkan jumlah minimum layanan yang perlu dijual agar pendapatan dapat menutup seluruh biaya, tanpa menghasilkan laba atau rugi. Untuk usaha laundry, analisis ini dapat membantu memperkirakan volume cucian yang perlu diproses setiap bulan.

Misalkan Laundry Bersih Wangi memproses total 2.000 kg cucian dari berbagai jenis layanan selama Agustus 2026. Dengan menggunakan pendapatan jasa bersih Rp15.500.000 dan asumsi biaya variabel sebesar Rp4.830.000, perhitungannya adalah sebagai berikut.

KomponenPerhitunganHasil
Pendapatan rata-rata per kgRp15.500.000 ÷ 2.000 kgRp7.750
Biaya variabel per kgRp4.830.000 ÷ 2.000 kgRp2.415
Margin kontribusi per kgRp7.750 − Rp2.415Rp5.335

Margin kontribusi sebesar Rp5.335 per kg menunjukkan jumlah yang tersedia dari setiap kilogram cucian untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan laba. Namun, biaya tetap perlu dihitung secara konsisten dan tidak boleh memasukkan kembali biaya yang sudah dikategorikan sebagai biaya variabel.

Dalam contoh ini, angka BEP belum dapat ditetapkan secara akurat hanya dari data tersebut. Biaya seperti gaji operator, penyusutan mesin, dan beban operasional perlu dipisahkan berdasarkan perilakunya terhadap perubahan volume cucian. Setelah biaya tetap dan biaya variabel ditentukan, titik impas dapat dihitung dengan rumus:

BEP (kg) = Total biaya tetap ÷ Margin kontribusi per kg

Hasilnya dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah cucian minimum yang perlu diproses setiap bulan. Pemilik juga dapat membandingkan volume aktual dengan titik impas untuk menilai seberapa besar penurunan permintaan yang masih dapat ditoleransi sebelum usaha mengalami kerugian.

Cara Menyusun Laporan Laba Rugi Laundry

Agar laporan laba rugi laundry mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya, pemilik usaha perlu mencatat transaksi secara konsisten dan mengelompokkan pendapatan serta biaya dengan tepat. Berikut langkah-langkah yang dapat diterapkan setiap bulan.

1. Pisahkan Rekening Usaha dari Rekening Pribadi

Gunakan rekening dan pencatatan khusus untuk transaksi laundry agar pengeluaran pribadi tidak tercampur dengan biaya operasional. Dengan begitu, pendapatan dan beban usaha lebih mudah ditelusuri.

2. Catat Nota Harian Berdasarkan Jenis Layanan

Pisahkan transaksi cuci kiloan, cuci satuan, setrika, express, dan antar-jemput sejak awal. Pencatatan ini membantu pemilik mengetahui layanan yang memberikan kontribusi pendapatan terbesar.

3. Kelompokkan Biaya Sejak Awal

Catat pengeluaran berdasarkan fungsi, seperti harga pokok jasa untuk deterjen dan listrik mesin produksi, serta beban operasional untuk sewa tempat dan gaji admin. Pengelompokan yang konsisten memudahkan perhitungan laba kotor dan laba operasional.

4. Hitung Penyusutan Aset Setiap Bulan

Buat daftar mesin cuci, pengering, komputer, dan peralatan lain yang digunakan dalam usaha. Catat harga perolehan, tanggal mulai digunakan, nilai residu jika ada, serta umur manfaat untuk menghitung penyusutan sesuai metode yang diterapkan.

5. Akui Pendapatan Sesuai Periode Jasa Diberikan

Pendapatan umumnya diakui ketika jasa telah diberikan dan kriteria pengakuannya terpenuhi. Jika pelanggan membayar sebelum cucian selesai dikerjakan, pembayaran tersebut belum otomatis menjadi pendapatan. Bagian yang belum menjadi hak usaha dicatat sebagai liabilitas sesuai kondisi transaksinya.

6. Susun Laporan Laba Rugi pada Akhir Periode

Rekap pendapatan jasa, kurangi potongan, lalu hitung harga pokok jasa untuk memperoleh laba kotor. Setelah itu, kurangi beban operasional dan beban lainnya untuk mengetahui laba bersih.

7. Bandingkan Hasilnya dengan Periode Sebelumnya

Periksa perubahan pendapatan, biaya, dan margin setiap bulan. Perbandingan beberapa periode membantu pemilik mengidentifikasi kenaikan biaya, penurunan permintaan, atau layanan yang perlu dievaluasi.

Susun Laporan Laba Rugi Laundry Anda dengan Mekari Jurnal

Menyusun laporan laba rugi laundry bukan sekadar menghitung pendapatan dikurangi pengeluaran. Pemilik usaha juga perlu memisahkan harga pokok jasa dari beban operasional, mencatat penyusutan mesin, serta memantau perubahan margin agar dapat mengevaluasi kinerja bisnis secara berkala.

Mekari Jurnal membantu bisnis menyusun dan memantau laporan keuangan melalui fitur alporan keuangan, menyediakan layanan seperti:

  • Laporan laba rugi otomatis: Sajikan pendapatan dan beban berdasarkan transaksi yang tercatat untuk membantu memantau laba atau rugi usaha dalam periode tertentu.
  • Pencatatan penyusutan aset tetap: Catat aset seperti mesin cuci, pengering, dan peralatan operasional serta kelola penyusutannya secara otomatis sesuai pengaturan yang digunakan.
  • Lebih dari 80 laporan keuangan dan bisnis: Akses laporan laba rugi, neraca, arus kas, buku besar, hingga laporan manajemen untuk memahami kondisi usaha secara lebih menyeluruh.
  • Laporan real-time dan perbandingan antarperiode: Pantau perkembangan pendapatan serta beban berdasarkan data transaksi terbaru dan gunakan perbandingan periode untuk mengevaluasi kinerja bisnis.
  • Analisis laporan berbasis AI: Manfaatkan insight berbasis AI untuk membantu memahami perubahan laba rugi dan mengidentifikasi aspek keuangan yang perlu dievaluasi.
  • Laporan yang dapat dikustomisasi: Sesuaikan tampilan, filter, dan dimensi laporan dengan kebutuhan analisis bisnis..

Mekari Jurnal adalah sotware akuntansi berbasis AI yang membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola laporan keuangan, pembukuan, hingga operasional bisnis; untuk mempercepat pertumbuhan bisnis. 

Mekari Jurnal juga bagian dari ekosistem terpadu Mekari yang terintegrasi dengan Mekari POS, Mekari Desty, Mekari Klikpajak, Mekari Expense dan berbagai software lainnya. Integrasi dengan Mekari POS dapat mengotomasi laporan keuangan dari transaksi kasir. Ditambah dengan integrasi Mekari Desty yang dapat menyinkronkan stok dan penjualan marketplace langsung ke laporan keuangan 

FAQ

1. Apa itu laporan laba rugi laundry?

1. Apa itu laporan laba rugi laundry?

Laporan yang menyandingkan pendapatan jasa laundry dengan harga pokok jasa dan beban operasional dalam satu periode, untuk menunjukkan apakah usaha menghasilkan laba atau rugi.

2. Apa saja komponen laporan laba rugi usaha laundry?

2. Apa saja komponen laporan laba rugi usaha laundry?

Pendapatan jasa, harga pokok jasa, laba kotor, beban operasional, laba operasional, beban keuangan, beban pajak, dan laba bersih.

3. Apa bedanya harga pokok jasa dan beban operasional di laundry?

3. Apa bedanya harga pokok jasa dan beban operasional di laundry?

Harga pokok jasa adalah biaya yang naik turun mengikuti volume cucian, seperti deterjen dan listrik mesin. Beban operasional tetap harus dibayar meski tidak ada cucian masuk, seperti sewa tempat dan gaji admin.

4. Apakah penyusutan mesin cuci masuk laporan laba rugi laundry?

4. Apakah penyusutan mesin cuci masuk laporan laba rugi laundry?

Ya. Mesin cuci dan pengering adalah aset tetap yang disusutkan selama umur manfaatnya, dan beban penyusutannya masuk ke harga pokok jasa setiap bulan.

5. Bagaimana cara membagi biaya listrik laundry di laporan laba rugi?

5. Bagaimana cara membagi biaya listrik laundry di laporan laba rugi?

Pisahkan berdasarkan pemakaian: listrik mesin cuci, pengering, dan setrika masuk harga pokok jasa, sedangkan listrik area depan dan kantor masuk beban operasional.

6. Berapa pajak yang masuk laporan laba rugi usaha laundry?

6. Berapa pajak yang masuk laporan laba rugi usaha laundry?

Untuk wajib pajak orang pribadi dengan omzet sampai Rp4,8 miliar setahun, tarifnya PPh Final 0,5% dari peredaran bruto, dan bagian omzet sampai Rp500 juta pertama dalam satu tahun pajak tidak dikenai PPh sesuai PP 20/2026.

7. Standar akuntansi apa yang dipakai laporan keuangan laundry?

7. Standar akuntansi apa yang dipakai laporan keuangan laundry?

Laundry skala mikro dan kecil umumnya memakai SAK EMKM, sementara laundry berbadan hukum yang lebih besar memakai SAK Entitas Privat yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2025.

Kategori : Cost Accounting

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami