Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
8 min read

Cara Menghitung Biaya Penyimpanan Persediaan untuk Mengelola Stok Barang agar Lebih Efisien 

Tayang
Ditulis oleh: Mekari Jurnal okky nugroho
Mekari Jurnal Highlights
  • Biaya penyimpanan persediaan umumnya berkisar 20–30% dari nilai persediaan per tahun, termasuk biaya modal, pergudangan, dan penanganan barang.
  • Menurut PSAK 14, biaya penyimpanan umumnya diakui sebagai beban periode berjalan, kecuali biaya yang diperlukan dalam proses produksi untuk mencapai kondisi persediaan saat ini.
  • Mekari Jurnal membantu memantau stok, nilai persediaan, dan aktivitas gudang secara real-time melalui fitur manajemen persediaan 
  • Mekari Jurnal sebagai software akuntan no 1, dapat membantu memantau stok, nilai persediaan, dan aktivitas gudang secara real-time melalui fitur manajemen persediaan 

Persediaan yang menumpuk di gudang bukan hanya membuat modal tertahan, tetapi juga menambah biaya operasional. Mulai dari sewa gudang, tenaga kerja, hingga risiko barang rusak atau kedaluwarsa, semua pengeluaran ini dapat mengurangi keuntungan bisnis.

Menurut data yang dihimpun NetSuite dan MYOB, biaya penyimpanan dapat mencapai 20–30% dari nilai persediaan per tahun. Tanpa perhitungan yang tepat, biaya ini berisiko membebani bisnis.

Lalu, apa saja komponen biaya penyimpanan persediaan, bagaimana cara menghitungnya, dan bagaimana perlakuannya dalam akuntansi serta perpajakan? Simak pembahasannya berikut ini.

Apa Itu Biaya Penyimpanan Persediaan?

Biaya penyimpanan persediaan atau holding cost maupun inventory carrying cost adalah seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menyimpan dan mempertahankan stok yang belum terjual atau digunakan selama periode tertentu. Biaya ini muncul sejak barang diterima hingga dikeluarkan dari persediaan, baik untuk dijual maupun digunakan dalam operasional.

Komponen biaya penyimpanan dapat mencakup sewa dan pemeliharaan gudang, tenaga kerja, asuransi, serta biaya modal yang tertahan dalam persediaan. Perusahaan juga perlu memperhitungkan risiko barang rusak, kedaluwarsa, atau mengalami penurunan nilai. Besarnya biaya bergantung pada jenis barang, jumlah stok, lama penyimpanan, dan fasilitas yang dibutuhkan.

Biaya ini berbeda dari biaya pemesanan (ordering cost), yaitu biaya yang timbul setiap kali perusahaan memesan barang, seperti administrasi pembelian dan pengiriman dari pemasok. Biaya penyimpanan cenderung meningkat ketika stok disimpan dalam jumlah besar atau dalam waktu lama, sedangkan biaya pemesanan dapat meningkat ketika frekuensi pemesanan semakin tinggi.

Oleh karena itu, perusahaan perlu menyeimbangkan jumlah stok dan frekuensi pemesanan agar persediaan tetap tersedia tanpa menimbulkan biaya penyimpanan yang berlebihan

Komponen Biaya Penyimpanan Persediaan

Biaya penyimpanan persediaan terdiri dari beberapa komponen yang perlu diperhitungkan perusahaan untuk mengetahui total biaya dalam mempertahankan stok. Secara umum, komponen tersebut meliputi:

KomponenDefinisiContoh
Biaya Modal (Capital Cost)Biaya dari dana yang tertahan dalam persediaan dan tidak dapat digunakan untuk kebutuhan lainBunga pinjaman untuk membeli stok dan potensi keuntungan dari investasi lain yang tidak dilakukan
Biaya Ruang PenyimpananBiaya untuk menyediakan dan mengoperasikan tempat penyimpanan barangSewa gudang, listrik, air, dan pemeliharaan gudang
Biaya Tenaga Kerja dan PenangananBiaya untuk menerima, memindahkan, menyimpan, dan mengeluarkan barangGaji staf gudang dan penggunaan peralatan angkut
Biaya Asuransi dan PajakBiaya perlindungan persediaan serta pajak terkait aset penyimpananPremi asuransi kebakaran atau pencurian dan pajak properti gudang
Biaya Risiko PersediaanBiaya atau potensi kerugian akibat kondisi barang yang menurun selama penyimpananKerusakan, kedaluwarsa, pencurian (shrinkage), dan keusangan produk

Dari kelima komponen tersebut, biaya modal dapat menjadi salah satu komponen terbesar karena dana yang tertanam dalam stok tidak bisa digunakan untuk kebutuhan bisnis lain. Besarnya setiap komponen bergantung pada jenis persediaan, lama penyimpanan, dan cara perusahaan mengelola gudangnya.

Cara Menghitung Biaya Penyimpanan Persediaan Beserta Rumusnya

Biaya penyimpanan persediaan dapat dihitung dalam bentuk persentase untuk mengetahui besarnya biaya penyimpanan dibandingkan dengan nilai rata-rata stok selama periode tertentu.

Rumus biaya penyimpanan persediaan:

Biaya Penyimpanan (%) = (Total Biaya Penyimpanan ÷ Nilai Persediaan Rata-rata) × 100%

Nilai persediaan rata-rata dapat dihitung menggunakan rumus berikut:

Nilai Persediaan Rata-rata = (Persediaan Awal + Persediaan Akhir) ÷ 2

Berikut langkah-langkah perhitungannya:

  1. Kumpulkan seluruh biaya penyimpanan: Jumlahkan biaya modal, ruang penyimpanan, tenaga kerja, asuransi, pajak, dan risiko persediaan selama periode perhitungan.
  2. Hitung nilai persediaan rata-rata: Jumlahkan nilai persediaan awal dan akhir periode, kemudian bagi dua.
  3. Hitung persentase biaya penyimpanan: Bagi total biaya penyimpanan dengan nilai persediaan rata-rata, lalu kalikan 100%.

Contoh Perhitungan Sederhana

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki persediaan awal tahun sebesar Rp200.000.000 dan persediaan akhir sebesar Rp300.000.000. Total biaya penyimpanan selama setahun mencapai Rp50.000.000.

Nilai persediaan rata-rata:

(Rp200.000.000 + Rp300.000.000) ÷ 2 = Rp250.000.000

Persentase biaya penyimpanan:

(Rp50.000.000 ÷ Rp250.000.000) × 100% = 20%

Artinya, biaya penyimpanan perusahaan tersebut setara dengan 20% dari nilai persediaan rata-rata selama setahun.

Contoh Perhitungan Biaya Penyimpanan Persediaan

PT Sumber Elektronik Nusantara merupakan distributor peralatan elektronik dengan nilai persediaan awal tahun Rp700.000.000 dan persediaan akhir tahun Rp900.000.000. Dengan demikian, nilai persediaan rata-rata perusahaan adalah Rp800.000.000.

Selama satu tahun, perusahaan menanggung biaya penyimpanan sebagai berikut:

KomponenJumlah (Rp)
Biaya Modal (8% dari nilai persediaan rata-rata)64.000.000
Biaya Ruang Penyimpanan (sewa, listrik, air)60.000.000
Biaya Tenaga Kerja dan Penanganan40.000.000
Biaya Asuransi dan Pajak Persediaan16.000.000
Biaya Risiko Persediaan (penyusutan nilai dan kerusakan)20.000.000
Total Biaya Penyimpanan200.000.000

Berdasarkan data tersebut, persentase biaya penyimpanan dihitung sebagai berikut:

Biaya Penyimpanan (%) = (Rp200.000.000 ÷ Rp800.000.000) × 100% = 25%

Artinya, biaya penyimpanan PT Sumber Elektronik Nusantara setara dengan 25% dari nilai persediaan rata-rata selama setahun. Angka ini berada dalam kisaran 20–30% yang sering dijadikan acuan umum, tetapi kewajarannya tetap bergantung pada jenis barang dan karakteristik bisnis.

Apakah Biaya Penyimpanan Masuk ke Nilai Persediaan?

Perlakuan biaya penyimpanan persediaan menentukan apakah pengeluaran tersebut menambah nilai persediaan di neraca atau langsung diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi. Penentuan ini perlu mengacu pada standar akuntansi agar nilai persediaan dan laba perusahaan tidak disajikan secara keliru.

Berdasarkan PSAK 14 yang diubah menjadi PSAK 202 tentang Persediaan, biaya perolehan persediaan meliputi biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang diperlukan hingga persediaan berada di lokasi dan dalam kondisi saat ini. Namun, biaya penyimpanan pada umumnya tidak termasuk biaya perolehan persediaan, kecuali biaya tersebut diperlukan dalam proses produksi sebelum tahap produksi berikutnya.

Penerapannya dapat dibedakan sebagai berikut:

  • Penyimpanan barang jadi: Biaya sewa gudang distribusi, gaji staf gudang, dan asuransi stok umumnya diakui sebagai beban pada periode terjadinya, bukan ditambahkan ke nilai persediaan.
  • Penyimpanan yang diperlukan dalam produksi: Biaya penyimpanan tertentu dapat dimasukkan ke biaya persediaan apabila memang diperlukan sebelum proses produksi berikutnya. Perlakuan ini bergantung pada sifat dan fungsi biaya tersebut.

Sebagai contoh, perusahaan dagang membayar sewa gudang sebesar Rp5.000.000 untuk menyimpan barang yang siap dijual. Jika pembayaran tersebut merupakan beban sewa untuk periode berjalan, pencatatannya adalah:

AkunDebitKredit
Beban Sewa GudangRp5.000.000–
Kas–Rp5.000.000

Dengan pencatatan tersebut, biaya sewa memengaruhi laba rugi periode berjalan tanpa menambah nilai persediaan di neraca. Jika pembayaran dilakukan untuk periode mendatang, pengakuannya perlu disesuaikan sebagai biaya dibayar di muka dan dibebankan selama masa manfaatnya.

Dari sisi perpajakan, biaya penyimpanan yang berkaitan dengan kegiatan usaha berpotensi menjadi pengurang penghasilan bruto menurut Pasal 6 ayat (1) UU Pajak Penghasilan. Namun, biaya tersebut tetap harus memenuhi ketentuan perpajakan yang berlaku serta didukung bukti transaksi yang memadai.

Biaya Penyimpanan vs Biaya Pemesanan dalam Model EOQ

Dalam manajemen persediaan, biaya penyimpanan dan biaya pemesanan merupakan dua komponen utama dalam model Economic Order Quantity (EOQ). Model ini membantu perusahaan menentukan jumlah pemesanan optimal agar total biaya persediaan dapat ditekan.

Kedua biaya tersebut memiliki hubungan yang berlawanan. Memesan barang dalam jumlah besar sekaligus dapat mengurangi frekuensi pemesanan, tetapi meningkatkan biaya penyimpanan karena lebih banyak stok harus disimpan. Sebaliknya, pemesanan dalam jumlah kecil dan lebih sering dapat mengurangi rata-rata stok, tetapi meningkatkan biaya administrasi dan proses pemesanan.

EOQ membantu perusahaan menemukan keseimbangan antara kedua biaya tersebut. Dengan mempertimbangkan kebutuhan barang, biaya setiap pemesanan, dan biaya penyimpanan per unit, perusahaan dapat menentukan jumlah pesanan yang lebih efisien tanpa mengabaikan ketersediaan stok.

Cara Mengurangi Biaya Penyimpanan Persediaan

Perusahaan dapat menekan biaya penyimpanan dengan mengelola jumlah stok, mempercepat perputaran barang, dan meningkatkan efisiensi operasional gudang. 

Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan:

  • Optimalkan level persediaan: Sesuaikan jumlah pesanan dan safety stock dengan pola permintaan agar tidak terjadi penumpukan barang.
  • Percepat perputaran persediaan: Pantau inventory turnover ratio dan lakukan promosi atau bundling untuk produk yang lambat terjual.
  • Tingkatkan efisiensi tata letak gudang: Tempatkan produk dengan perputaran tinggi di lokasi yang mudah dijangkau untuk mengurangi waktu dan biaya penanganan.
  • Gunakan sistem manajemen persediaan: Pantau stok secara real-time agar keputusan pembelian lebih akurat dan risiko kelebihan stok dapat dikurangi.
  • Negosiasikan skema pengiriman dengan pemasok: Pertimbangkan waktu pengiriman yang lebih singkat atau pengiriman bertahap agar perusahaan tidak perlu menyimpan terlalu banyak barang sekaligus.

Strategi tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik bisnis agar biaya penyimpanan lebih efisien tanpa mengganggu ketersediaan barang.

Pantau dan Kelola Biaya Penyimpanan Persediaan dengan Mekari Jurnal

Mengelola biaya penyimpanan persediaan akan lebih mudah jika bisnis memiliki data stok dan pergerakan barang yang akurat. Tanpa sistem terintegrasi, perusahaan berisiko mengalami penumpukan stok, kesulitan memantau persediaan di berbagai gudang, hingga terlambat mengambil keputusan pengadaan.

Mekari Jurnal melalui fitur Manajemen Persediaan selalu bersedia membantu bisnis mengelola stok dan memantau aktivitas inventaris dalam satu sistem. Fitur yang tersedia meliputi:

  • Pemantauan stok real-time dan multigudang: Pantau barang masuk, barang keluar, serta perpindahan stok antar gudang untuk mengurangi risiko penumpukan atau kekurangan persediaan.
  • Perhitungan HPP otomatis: Gunakan metode Average, FIFO, atau LIFO untuk membantu menghitung harga pokok persediaan sesuai kebutuhan bisnis.
  • Pelacakan batch dan kedaluwarsa: Pantau masa simpan produk untuk membantu mengurangi risiko barang rusak atau kedaluwarsa.
  • Laporan inventaris dan perputaran stok: Gunakan data persediaan untuk mengidentifikasi produk yang lambat terjual dan mengevaluasi kebutuhan stok.
  • Integrasi dengan akuntansi: Hubungkan data inventaris dengan proses pembukuan dan laporan keuangan agar informasi bisnis lebih mudah dipantau.

Sebagai software akuntan terkemuka Mekari Jurnal merupakan aplikasi akuntansi dan operasional yang membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola laporan keuangan, pembukuan, hingga operasional bisnis; untuk mempercepat pertumbuhan bisnis.

Mekari Jurnal juga bagian dari ekosistem terpadu Mekari yang terintegrasi dengan Mekari POS, Mekari Desty, Mekari Klikpajak, Mekari Expense dan berbagai software lainnya. Integrasi dengan Mekari POS dapat mengotomasi laporan keuangan dari transaksi kasir. Ditambah dengan integrasi Mekari Desty yang dapat menyinkronkan stok dan penjualan marketplace langsung ke laporan keuangan 

Referensi

  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar Akuntansi Keuangan, PSAK 14 tentang Persediaan.
  • Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP), Pasal 6 ayat (1).
  • NetSuite (Oracle). Inventory Carrying Costs: What It Is & How to Calculate It.
  • MYOB. How to Calculate and Manage Inventory Carrying Costs.

FAQ

1. Q: Apa yang dimaksud dengan biaya penyimpanan persediaan?

1. Q: Apa yang dimaksud dengan biaya penyimpanan persediaan?

A: Biaya penyimpanan persediaan atau holding cost adalah seluruh biaya yang timbul dari menyimpan persediaan yang belum terjual, mencakup biaya modal, ruang penyimpanan, tenaga kerja, asuransi dan pajak, serta risiko persediaan.

2. Q: Apa saja komponen biaya penyimpanan persediaan?

2. Q: Apa saja komponen biaya penyimpanan persediaan?

A: Secara umum terdiri dari lima komponen, yaitu biaya modal, biaya ruang penyimpanan, biaya tenaga kerja dan penanganan, biaya asuransi dan pajak, serta biaya risiko persediaan seperti penyusutan dan kerusakan.

3. Q: Bagaimana rumus menghitung biaya penyimpanan persediaan?

3. Q: Bagaimana rumus menghitung biaya penyimpanan persediaan?

A: Rumusnya adalah total biaya penyimpanan dibagi nilai persediaan rata-rata, dikalikan 100 untuk mendapatkan persentase. Nilai persediaan rata-rata sendiri dihitung dari persediaan awal ditambah persediaan akhir, dibagi dua.

4. Q: Apakah biaya penyimpanan persediaan termasuk ke dalam nilai persediaan?

4. Q: Apakah biaya penyimpanan persediaan termasuk ke dalam nilai persediaan?

A: Umumnya tidak. Sesuai PSAK 14, biaya penyimpanan dikecualikan dari biaya perolehan persediaan dan diakui sebagai beban usaha pada periode terjadinya, kecuali biaya tersebut memang diperlukan sebagai bagian dari proses produksi sebelum tahap produksi berikutnya.

5. Q: Berapa persentase biaya penyimpanan yang dianggap wajar?

5. Q: Berapa persentase biaya penyimpanan yang dianggap wajar?

A: Berdasarkan data industri, biaya penyimpanan umumnya berkisar 20-30% dari total nilai persediaan per tahun, meski angka pastinya bervariasi tergantung jenis industri, ukuran bisnis, dan tingkat perputaran stok.

6. Q: Apa bedanya biaya penyimpanan dengan biaya pemesanan?

6. Q: Apa bedanya biaya penyimpanan dengan biaya pemesanan?

A: Biaya penyimpanan meningkat seiring bertambahnya jumlah dan lama waktu stok disimpan, sedangkan biaya pemesanan timbul setiap kali perusahaan melakukan pemesanan barang dan meningkat ketika frekuensi pemesanan lebih sering.

7. Q: Bagaimana cara mengurangi biaya penyimpanan persediaan?

7. Q: Bagaimana cara mengurangi biaya penyimpanan persediaan?

A: Beberapa caranya adalah mengoptimalkan level persediaan agar tidak berlebihan, mempercepat perputaran stok, menata ulang gudang agar lebih efisien, serta menggunakan sistem manajemen persediaan yang terintegrasi untuk memantau stok secara real-time.

Kategori : Cost Accounting

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami