Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Panduan Serialisasi Produk untuk Mempermudah Pelacakan Barang 

Tayang
Ditulis oleh: Mekari Jurnal okky nugroho
Mekari Jurnal Highlights
  • Serialisasi produk adalah pemberian kode unik pada setiap unit barang untuk memudahkan pelacakan riwayat produk, mulai dari penerimaan hingga penjualan.
  • Serialisasi berbeda dari batch number, SKU, dan barcode umum karena memungkinkan identifikasi setiap unit produk secara individual.
  • Mekari Jurnal selaku aplikasi akuntan no 1 dapat membantu bisnis mengelola persediaan dan melacak pergerakan barang melalui fitur manajemen inventaris yang terintegrasi, sehingga pemantauan stok lebih terstruktur.

Ketika barang hilang, tertukar, atau diduga palsu, apakah bisnis Anda bisa mengetahui riwayat unit produk tersebut secara spesifik? Jika pencatatan stok hanya berdasarkan nama atau kategori barang, proses penelusuran bisa memakan waktu dan meningkatkan risiko kesalahan.

Serialisasi produk membantu mengatasi masalah ini dengan memberikan identitas unik pada setiap unit barang, sehingga pergerakannya dapat dilacak secara individual. 

Lalu, apa perbedaannya dengan kode produk lain, apa saja manfaatnya, dan bagaimana penerapannya dalam bisnis? Simak pembahasannya berikut ini.

Apa Itu Serialisasi Produk?

Serialisasi produk adalah proses pemberian kode unik atau nomor seri pada setiap unit barang agar dapat diidentifikasi dan dilacak secara individual. Dengan cara ini, dua produk yang memiliki jenis, merek, dan model sama tetap dapat dibedakan berdasarkan identitas masing-masing.

Berbeda dari pencatatan stok barang berdasarkan kategori atau jumlahnya, serialisasi memungkinkan bisnis menelusuri riwayat setiap unit, mulai dari proses produksi atau penerimaan, perpindahan antargudang, hingga penjualan. Informasi ini membantu perusahaan mengetahui lokasi barang dan mempermudah penelusuran ketika terjadi kehilangan, kerusakan, atau dugaan pemalsuan.

Dalam praktiknya, serialisasi dapat digunakan pada produk bernilai tinggi atau yang memerlukan pengawasan ketat, seperti obat-obatan dan perangkat elektronik. Konsep ini juga berkaitan dengan standar identifikasi GS1, yang membedakan identitas suatu jenis produk melalui GTIN dan identitas unik setiap unit melalui nomor seri.

Serialisasi Produk vs Kode Identifikasi Lain (Batch Number, SKU, Barcode/QR)

Serialisasi produk sering disamakan dengan batch number, SKU, atau barcode karena semuanya digunakan untuk mengidentifikasi barang. Padahal, setiap kode memiliki fungsi dan tingkat identifikasi yang berbeda, mulai dari mengenali jenis produk hingga melacak satu unit secara individual.

AspekSerial NumberBatch NumberSKUBarcode/QR Code
DefinisiKode unik untuk satu unit produkKode untuk satu kelompok produksiKode internal untuk jenis atau varian produkFormat visual yang dapat dipindai untuk membaca data
Tingkat detailPer unit barangPer kelompok atau lot produksiPer jenis atau varian produkBergantung pada data yang dikodekan
Tujuan utamaMelacak riwayat setiap unit dan membantu verifikasi keaslianMelacak asal produksi dan informasi lot, termasuk kedaluwarsa jika relevanMengelola stok dan penjualan per varianMempercepat pemindaian dan pencatatan data
Contoh penerapanElektronik dan produk bernilai tinggiMakanan, minuman, obat, dan kosmetikRetail dan distribusiIdentifikasi produk, nomor seri, atau batch

Perbedaan utamanya terletak pada fungsi identifikasi. Serial number membedakan setiap unit, batch number mengelompokkan barang berdasarkan lot, sedangkan SKU membedakan jenis atau varian produk. Sementara itu, barcode dan QR code merupakan media untuk menyimpan atau menyajikan data agar dapat dipindai; data di dalamnya bisa berupa SKU, nomor seri, atau nomor batch.

Jenis-Jenis Serialisasi Produk

Penerapan serialisasi produk dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelacakan, keamanan, dan skala distribusi bisnis. Berikut empat pendekatan yang umum digunakan:

1. Serialisasi Linier (Linear Serialization)

Setiap produk diberi nomor unik secara berurutan, misalnya 00001, 00002, dan seterusnya. Metode ini relatif sederhana dan cocok untuk bisnis yang membutuhkan pelacakan dasar setiap unit barang.

2. Serialisasi Acak (Randomized Serialization)

Nomor seri dibuat secara acak sehingga lebih sulit ditebak dibandingkan nomor berurutan. Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan keamanan identifikasi produk, terutama untuk barang yang berisiko dipalsukan, seperti obat-obatan.

3. Serialisasi Hierarkis (Hierarchical Serialization)

Identitas produk dicatat pada beberapa tingkat kemasan, mulai dari unit individual hingga kotak dan palet pengiriman. Struktur ini membantu perusahaan menelusuri lokasi barang sekaligus mengelola distribusi dalam skala besar.

4. Serialisasi Agregasi (Aggregation Serialization)

Unit produk yang telah memiliki nomor seri masing-masing dikelompokkan ke dalam kemasan yang lebih besar, seperti karton atau palet. Sistem mencatat hubungan antara kode kemasan dan setiap unit di dalamnya sehingga proses penerimaan, pengiriman, dan pemeriksaan stok dapat dilakukan lebih efisien.

Keempat pendekatan tersebut dapat digunakan secara terpisah atau dikombinasikan, bergantung pada kebutuhan operasional dan tingkat ketertelusuran yang ingin dicapai bisnis.

Manfaat Serialisasi Produk bagi Bisnis

Serialisasi produk tidak hanya membantu mengidentifikasi barang, tetapi juga meningkatkan pengawasan stok dan ketertelusuran dalam rantai pasok. Berikut beberapa manfaatnya bagi bisnis:

  • Membantu mencegah pemalsuan: Identitas unik setiap unit dapat dicocokkan dengan data resmi produsen untuk membantu memverifikasi keaslian produk.
  • Mempercepat proses penarikan produk (recall): Bisnis dapat mengidentifikasi unit atau kelompok produk yang bermasalah sehingga penarikan stok bisa dilakukan lebih terarah.
  • Meningkatkan akurasi kontrol stok: Pergerakan setiap unit dapat ditelusuri, sehingga selisih persediaan lebih mudah diperiksa dan ditindaklanjuti.
  • Mendeteksi kehilangan atau pencurian: Riwayat perpindahan barang membantu perusahaan menemukan tahap distribusi ketika suatu unit tidak lagi terdata.
  • Mendukung kepatuhan regulasi: Pada industri tertentu, seperti farmasi, serialisasi membantu memenuhi persyaratan identifikasi dan ketertelusuran produk sesuai ketentuan yang berlaku.

Serialisasi Produk dan Regulasi BPOM di Indonesia

Di Indonesia, penerapan 2D barcode untuk pengawasan obat dan makanan diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 22 Tahun 2022, yang menggantikan Peraturan BPOM Nomor 33 Tahun 2018. Aturan ini mencakup obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan.

Peraturan tersebut membedakan dua metode penerapan 2D barcode:

  • Identifikasi: digunakan untuk memverifikasi legalitas produk berdasarkan nomor izin edar.
  • Otentikasi: digunakan untuk menelusuri dan memverifikasi informasi produk, termasuk nomor bets, tanggal kedaluwarsa, dan nomor seri.

Metode otentikasi berlaku untuk obat keras, produk biologi, narkotika, dan psikotropika, serta kategori tertentu lainnya berdasarkan kajian risiko. Dengan demikian, kewajiban serialisasi per unit tidak berlaku secara seragam untuk semua produk.

Ketentuan ini menunjukkan bahwa serialisasi berperan penting dalam meningkatkan ketertelusuran dan membantu pengawasan keaslian produk, khususnya di industri yang memiliki persyaratan regulasi khusus.

Cara Menerapkan Serialisasi Produk di Bisnis Anda

Penerapan serialisasi produk dapat dilakukan secara bertahap sesuai skala bisnis dan kebutuhan pelacakan barang. Bisnis retail maupun distributor tidak selalu membutuhkan mesin coding industri, tetapi perlu menyiapkan sistem pencatatan yang mampu menghubungkan nomor seri dengan informasi setiap unit produk.

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  • Tentukan produk prioritas: Mulai dari produk bernilai tinggi, rawan pemalsuan, atau sering mengalami klaim garansi, seperti perangkat elektronik.
  • Tentukan format nomor seri: Gunakan kode numerik atau alfanumerik yang unik untuk setiap unit dan pastikan tidak ada nomor yang digunakan berulang.
  • Cantumkan kode pada produk atau kemasan: Gunakan label atau barcode yang dapat dipindai sesuai kebutuhan operasional dan karakteristik produk.
  • Catat nomor seri dalam sistem inventaris: Hubungkan setiap kode dengan informasi pembelian, garansi, lokasi penyimpanan, dan riwayat perpindahan barang.
  • Lakukan pemindaian saat pergerakan stok: Catat nomor seri ketika barang diterima, dipindahkan, atau dikirim agar riwayat pergerakan setiap unit tetap terpantau.

Contoh penerapan: Toko elektronik Gadget Prima di Surabaya sebelumnya mencatat stok berdasarkan nama dan jumlah produk, sehingga kesulitan menelusuri unit tertentu ketika terjadi kehilangan atau barang tertukar. Untuk mengatasinya, toko mulai menerapkan serialisasi pada produk elektronik bernilai tinggi dengan mencatat nomor seri setiap unit dan menghubungkannya dengan data pembelian serta riwayat perpindahan gudang.

Misalnya, jika nilai stok yang menjadi dasar perhitungan mencapai Rp500.000.000 per bulan dan tingkat kehilangan stok (shrinkage) sebesar 2%, nilai kehilangan diperkirakan mencapai Rp10.000.000. Apabila setelah penerapan serialisasi tingkat tersebut turun menjadi 0,5%, nilai kehilangan menjadi Rp2.500.000, atau terdapat selisih Rp7.500.000. Angka ini merupakan ilustrasi, bukan jaminan hasil. Efektivitas serialisasi tetap bergantung pada konsistensi pencatatan, proses pemindaian, dan pengawasan stok.

Pantau Pelacakan Nomor Seri dan Kelola Stok dengan Mekari Jurnal

Semakin banyak produk yang dikelola, semakin penting bagi bisnis untuk memiliki sistem pencatatan yang mampu menelusuri identitas dan pergerakan setiap unit barang. Jika hanya mengandalkan pencatatan manual, proses pemeriksaan nomor seri, pembaruan stok, dan penelusuran riwayat barang dapat memakan waktu serta meningkatkan risiko kesalahan.

Melalui fitur Aplikasi Stok Barang dan Manajemen Inventaris Mekari Jurnal, bisnis dapat memanfaatkan beberapa fitur berikut:

  • Pelacakan nomor seri dan batch: Menelusuri produk berdasarkan nomor seri, nomor batch, dan tanggal kedaluwarsa untuk mendukung kontrol kualitas serta ketertelusuran barang.
  • Pengelolaan SKU, barcode, dan varian produk: Menyatukan data identifikasi produk agar pencatatan dan pemeriksaan barang lebih praktis serta mengurangi risiko kesalahan input.
  • Pemantauan stok real-time: Memantau barang masuk dan keluar dalam satu sistem sehingga informasi persediaan lebih mudah diperiksa.
  • Manajemen multi-gudang: Memantau pergerakan stok di berbagai lokasi penyimpanan tanpa harus mengandalkan pencatatan terpisah.
  • Integrasi inventaris dan operasional bisnis: Menyinkronkan data persediaan dengan proses bisnis terkait agar informasi stok lebih konsisten antardepartemen dan kanal penjualan.

Mekari Jurnal sebagai software akuntan terkemuka merupakan aplikasi akuntansi dan operasional yang membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola laporan keuangan, pembukuan, hingga operasional bisnis; untuk mempercepat pertumbuhan bisnis.

Mekari Jurnal juga bagian dari ekosistem terpadu Mekari yang terintegrasi dengan Mekari POS, Mekari Desty, Mekari Klikpajak, Mekari Expense dan berbagai software lainnya. Integrasi dengan Mekari POS dapat mengotomasi laporan keuangan dari transaksi kasir. Ditambah dengan integrasi Mekari Desty yang dapat menyinkronkan stok dan penjualan marketplace langsung ke laporan keuangan 

Referensi

  • Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) No. 33 Tahun 2018 tentang Penerapan 2D Barcode dalam Pengawasan Obat dan Makanan.
  • GS1. Standar Global Trade Item Number (GTIN) dan Serial Shipping Container Code (SSCC).
  • Investopedia. Serialization: Definition and How It Works in Business.

FAQ

1. Q: Apa yang dimaksud dengan serialisasi produk?

1. Q: Apa yang dimaksud dengan serialisasi produk?

A: Serialisasi produk adalah proses pemberian kode unik pada setiap unit produk individual, sehingga tiap item dapat diidentifikasi dan dilacak secara terpisah, berbeda dari pencatatan berbasis kategori atau kelompok produksi.

2. Q: Apa bedanya serialisasi produk dengan nomor batch?

2. Q: Apa bedanya serialisasi produk dengan nomor batch?

A: Nomor batch menandai satu kelompok produksi dari bahan baku dan waktu produksi yang sama, sedangkan serialisasi memberi kode unik pada tiap unit individual di dalam kelompok tersebut, sehingga tingkat detailnya jauh lebih tinggi.

3. Q: Apakah semua bisnis wajib menerapkan serialisasi produk?

3. Q: Apakah semua bisnis wajib menerapkan serialisasi produk?

A: Tidak. Kewajiban serialisasi biasanya berlaku untuk kategori produk berisiko tinggi sesuai regulasi, seperti obat keras dan psikotropika menurut Peraturan BPOM No. 33/2018. Bisnis lain dapat menerapkannya secara sukarela sebagai strategi kontrol stok dan pencegahan pemalsuan.

4. Q: Industri apa saja yang wajib menerapkan serialisasi sesuai aturan BPOM?

4. Q: Industri apa saja yang wajib menerapkan serialisasi sesuai aturan BPOM?

A: Berdasarkan metode otentifikasi dalam Peraturan BPOM No. 33/2018, kategori yang wajib mencantumkan nomor serial meliputi obat keras, produk biologi, narkotika, dan psikotropika.

5. Q: Apakah UMKM perlu menerapkan serialisasi produk?

5. Q: Apakah UMKM perlu menerapkan serialisasi produk?

A: Meski umumnya tidak diwajibkan regulasi, UMKM yang menjual produk bernilai tinggi atau rawan pemalsuan, seperti elektronik atau barang branded, dapat memperoleh manfaat dari serialisasi untuk mengontrol stok dan mempermudah klaim garansi.

6. Q: Alat apa saja yang dibutuhkan untuk menerapkan serialisasi produk?

6. Q: Alat apa saja yang dibutuhkan untuk menerapkan serialisasi produk?

A: Untuk skala kecil-menengah, bisnis cukup membutuhkan printer label atau barcode biasa dan software manajemen stok untuk mencatat serta melacak kode unik, tanpa perlu mesin cetak industrial seperti pada pabrik farmasi berskala besar.

7. Q: Bagaimana cara memantau data serialisasi produk secara efisien?

7. Q: Bagaimana cara memantau data serialisasi produk secara efisien?

A: Gunakan aplikasi manajemen inventaris yang dapat mencatat kode unik produk secara otomatis di setiap transaksi gudang, seperti Mekari Jurnal, sehingga riwayat pergerakan tiap unit barang lebih mudah ditelusuri tanpa rekap manual.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis