Cara Menyusun SOP Stock Opname yang Efektif beserta Contohnya Mekari Jurnal Highlights SOP stock opname mengatur penanggung jawab, jadwal, metode penghitungan, dan tindak lanjut selisih stok. PSAK 202 mengatur pengakuan kerugian persediaan sebagai beban pada periode terjadinya, sehingga hasil stock opname perlu ditindaklanjuti dengan pencatatan akuntansi yang sesuai. Mekari Jurnal membantu memantau pergerakan stok, mengelola persediaan multigudang, dan mencatat penyesuaian inventaris agar data stok lebih akurat dan selaras dengan pembukuan. SOP stock opname adalah prosedur tertulis yang mengatur proses pemeriksaan fisik persediaan, mulai dari persiapan, penentuan cut-off, penghitungan, rekonsiliasi, hingga penyesuaian pembukuan. Dokumen ini membantu memastikan setiap tahap dilakukan secara konsisten dan selisih stok dapat ditelusuri penyebabnya.Pentingnya prosedur ini terlihat dari riset DeHoratius dan Raman terhadap hampir 370.000 catatan persediaan di 37 toko ritel, yang menemukan bahwa 65% catatan tidak sesuai dengan stok fisik saat diaudit. Lalu, bagaimana menyusun SOP stock opname yang efektif dan memastikan hasil penghitungannya tercermin dalam laporan keuangan? Artikel ini membahas dasar akuntansi, struktur SOP, template siap pakai, contoh perhitungan selisih beserta jurnalnya, hingga kesalahan yang perlu dihindari.Apa Itu SOP Stock Opname?SOP stock opname adalah dokumen tertulis yang menjadi pedoman pelaksanaan pemeriksaan fisik persediaan di perusahaan. Dokumen ini mengatur tahapan penghitungan, pembagian tanggung jawab, jadwal pemeriksaan, metode yang digunakan, hingga prosedur penanganan selisih antara stok fisik dan catatan persediaan dalam sistem.Perlu dibedakan antara stock opname dan SOP stock opname. Stock opname merupakan kegiatan menghitung barang secara fisik dan mencocokkannya dengan catatan persediaan. Sementara itu, SOP menjadi pedoman agar proses tersebut berjalan konsisten, dapat ditelusuri, dan menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.Agar dapat diterapkan dengan baik, SOP stock opname setidaknya harus menjawab tiga pertanyaan berikut: Siapa yang bertanggung jawab? Menentukan petugas penghitung, pemeriksa hasil, dan pihak yang berwenang menyetujui penyesuaian stok. Kapan dan bagaimana penghitungan dilakukan? Menetapkan jadwal serta metode, baik penghitungan seluruh persediaan pada akhir periode maupun cycle counting secara berkala. Bagaimana selisih ditindaklanjuti? Mengatur pemeriksaan penyebab selisih, persetujuan koreksi, dan pencatatan penyesuaian persediaan dalam pembukuan. Tahap terakhir sangat penting karena selisih stok tidak cukup hanya diperbaiki dalam sistem. Perusahaan perlu mengetahui penyebabnya dan menyimpan dokumentasi penyesuaian agar masalah serupa dapat dicegah serta nilai persediaan dalam laporan keuangan tetap akurat. Dasar Akuntansi dan Regulasi Stock Opname SOP stock opname membantu perusahaan memastikan pemeriksaan persediaan dilakukan secara konsisten dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Kebutuhan ini berkaitan dengan standar akuntansi, prosedur audit, serta ketentuan perpajakan yang mengharuskan pencatatan persediaan mencerminkan kondisi sebenarnya.1. PSAK 202 tentang PersediaanPSAK 202, yang sebelumnya bernomor PSAK 14, mengatur pengukuran dan pengakuan persediaan dalam laporan keuangan. Persediaan umumnya diukur pada nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto.Paragraf 34 juga mengatur bahwa penurunan nilai persediaan dan kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Karena itu, barang yang hilang, rusak, atau kedaluwarsa perlu diidentifikasi dan ditindaklanjuti melalui pencatatan akuntansi yang sesuai.SOP stock opname membantu memastikan selisih tersebut diperiksa, disetujui, dan dicatat dengan benar sehingga nilai persediaan dalam laporan keuangan tidak menyimpang dari kondisi yang sebenarnya.2. Standar Audit 501Standar Audit (SA) 501 mengatur pertimbangan auditor atas unsur tertentu, termasuk persediaan. Jika persediaan material bagi laporan keuangan, auditor umumnya perlu menghadiri penghitungan fisik untuk mengevaluasi instruksi dan prosedur manajemen, mengobservasi penghitungan, serta menginspeksi dan menguji persediaan.Tanggung jawab pengelolaan dan penghitungan persediaan tetap berada pada manajemen. Oleh karena itu, prosedur yang jelas dan terdokumentasi membantu perusahaan menunjukkan bagaimana penghitungan dilakukan dan bagaimana hasilnya diverifikasi.SOP yang baik juga memudahkan penelusuran jika auditor menemukan perbedaan antara hasil penghitungan fisik dan catatan persediaan.3. Pasal 28 UU KUPDari sisi perpajakan, Pasal 28 Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) mengatur kewajiban pembukuan bagi wajib pajak yang diwajibkan menyelenggarakannya. Pembukuan harus dilakukan dengan iktikad baik dan mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya, termasuk pencatatan persediaan.Nilai persediaan akhir juga berpengaruh terhadap perhitungan harga pokok penjualan dan penghasilan kena pajak. Karena itu, ketidaksesuaian stok dapat memengaruhi ketepatan perhitungan pajak.Pasal 28 UU KUP juga mengatur penyimpanan buku, catatan, dan dokumen yang menjadi dasar pembukuan selama 10 tahun. Dokumentasi stock opname, termasuk berita acara dan kertas kerja penghitungan, perlu dikelola dengan baik sepanjang menjadi bagian dari dokumen pendukung pembukuan. Struktur Dokumen SOP Stock OpnameSOP stock opname yang baik perlu memuat informasi dasar, pembagian tanggung jawab, tahapan pemeriksaan, hingga dokumentasi hasil penghitungan. Struktur yang jelas membantu setiap petugas mengikuti prosedur yang sama dan memudahkan perusahaan menelusuri hasil pemeriksaan jika terjadi selisih stok.BagianIsiFungsiJudul dan nomor dokumenNama SOP, nomor, tanggal berlaku, dan versiMemastikan semua pihak menggunakan dokumen yang berlakuTujuanAlasan SOP disusunMenjelaskan hasil yang ingin dicapaiRuang lingkupGudang, cabang, dan jenis barang yang dicakupMenentukan batas pemeriksaan persediaanDefinisiIstilah seperti cut-off, selisih kurang, selisih lebih, dan blind countMenyamakan pemahaman antarpetugasReferensiPSAK 202, kebijakan akuntansi internal, dan SA 501 jika relevanMenjadi acuan penyusunan prosedurTanggung jawabPeran, tugas, dan kewenangan setiap pihakMenegaskan pihak yang menghitung, memverifikasi, dan menyetujui penyesuaianProsedurTahapan dari persiapan hingga pelaporanMenjadi panduan pelaksanaan stock opnameDokumen terkaitFormulir penghitungan, berita acara, dan laporan selisihMenyimpan bukti pelaksanaan dan hasil pemeriksaanPengesahan dan riwayat revisiNama penyusun, penyetuju, tanggal pengesahan, dan riwayat perubahanMenjaga kejelasan otorisasi dan pembaruan SOPDari sembilan bagian tersebut, prosedur, tanggung jawab, dan dokumen terkait menjadi bagian utama yang perlu dijabarkan secara jelas. Sementara itu, referensi dan riwayat revisi membantu memastikan SOP tetap relevan dengan kebijakan perusahaan dan dapat ditelusuri ketika diperlukan untuk keperluan audit.Pembagian Peran dan Tanggung JawabSalah satu prinsip penting dalam SOP stock opname adalah pemisahan tugas antara pihak yang mengelola persediaan, menghitung barang, memverifikasi hasil, dan menyetujui penyesuaian. Dengan pembagian ini, risiko kesalahan pencatatan dapat dikurangi dan hasil penghitungan lebih mudah dipertanggungjawabkan.PeranTanggung jawabKoordinator stock opnameMenyusun jadwal, membagi area, dan memastikan prosedur cut-off dijalankanTim penghitungMenghitung fisik barang dan mengisi formulir penghitunganTim verifikatorMemeriksa ulang hasil hitung, terutama untuk sampel atau barang bernilai tinggiSupervisor gudangMenyiapkan area dan membantu konfirmasi kondisi barang tanpa menjadi satu-satunya penghitungStaf akuntansiMencocokkan hasil hitung dengan catatan sistem dan menyiapkan jurnal penyesuaianManajemenMeninjau dan menyetujui penyesuaian sesuai batas kewenangan perusahaanAgar proses penghitungan lebih andal, SOP juga perlu menetapkan dua teknik berikut: Blind count: Tim penghitung tidak diberi tahu jumlah stok menurut sistem, sehingga hasil penghitungan didasarkan pada jumlah fisik yang ditemukan, bukan angka pembanding. Double count: Barang bernilai tinggi atau berisiko mengalami selisih dihitung oleh dua petugas atau tim berbeda. Jika hasilnya tidak sama, penghitungan ulang dilakukan sebelum jumlah akhir ditetapkan. Tahapan dalam SOP Stock OpnamePelaksanaan stock opname perlu mengikuti tahapan yang terstruktur agar penghitungan fisik, pencocokan data, dan penyesuaian persediaan berjalan dengan baik. Berikut lima tahap yang dapat dijadikan acuan dalam menyusun SOP.Tahap 1: PersiapanPersiapan dilakukan beberapa hari sebelum penghitungan untuk memastikan barang, petugas, dan dokumen sudah siap. Tetapkan jadwal dan area penghitungan: Tentukan tanggal, jam mulai, serta gudang atau area yang akan diperiksa. Bentuk tim dan bagi tugas: Tetapkan koordinator, penghitung, dan verifikator dengan memperhatikan pemisahan tanggung jawab. Rapikan tata letak gudang: Kelompokkan barang sejenis, pastikan label lokasi terbaca, dan pisahkan SKU agar mudah dihitung. Pisahkan barang di luar cakupan: Identifikasi barang konsinyasi milik pihak lain, barang rusak yang menunggu retur, serta barang terjual yang belum dikirim agar statusnya tidak keliru saat penghitungan. Siapkan dokumen dan alat bantu: Sediakan formulir blind count, alat tulis, barcode scanner jika tersedia, serta daftar area penghitungan. Informasikan jadwal kepada pihak terkait: Beri tahu pemasok, pelanggan, dan tim operasional jika penerimaan atau pengiriman barang perlu dihentikan sementara. Tahap 2: Cut-offCut-off adalah penetapan batas waktu transaksi yang diperhitungkan dalam saldo persediaan pada tanggal penghitungan. Tahap ini penting untuk mencegah transaksi yang terjadi selama stock opname menyebabkan stok fisik berbeda dari catatan sistem.Hal yang perlu diatur dalam SOP meliputi: Pembekuan pergerakan barang: Hentikan sementara penerimaan, pengeluaran, dan perpindahan barang selama penghitungan. Jika operasional harus tetap berjalan, catat pergerakan tersebut secara terpisah. Pencatatan nomor dokumen terakhir: Catat nomor surat jalan, bukti penerimaan, dan dokumen pengeluaran terakhir sebelum cut-off sebagai dasar penelusuran transaksi. Perlakuan barang in transit: Tentukan apakah barang yang sedang dikirim sudah menjadi persediaan perusahaan berdasarkan ketentuan kepemilikan dan pengiriman yang berlaku. Statusnya perlu didokumentasikan untuk menghindari barang terlewat atau dihitung dua kali. Perlakuan barang konsinyasi: Keluarkan barang titipan milik pihak lain dari persediaan perusahaan, tetapi tetap perhitungkan barang milik perusahaan yang dititipkan di lokasi lain jika masih memenuhi kriteria pengakuan persediaan. Tahap 3: Penghitungan FisikPenghitungan dilakukan berdasarkan area dan penugasan yang sudah ditetapkan. Setiap hasil perlu dicatat agar dapat diperiksa kembali. Hitung barang sesuai area tugas: Petugas menghitung jumlah fisik setiap barang dan mencatatnya pada formulir yang disediakan. Tandai barang yang sudah dihitung: Gunakan stiker, label, atau penanda lain untuk mencegah barang terhitung lebih dari sekali. Catat kondisi barang: Pisahkan informasi mengenai barang rusak, kedaluwarsa, atau memiliki kemasan tidak layak jual untuk evaluasi kondisi dan nilai persediaan. Lakukan penghitungan ulang: Hitung kembali barang yang bernilai tinggi, berisiko mengalami selisih, atau termasuk kriteria double count dalam SOP. Tahap 4: RekonsiliasiSetelah penghitungan selesai, hasil fisik dicocokkan dengan catatan persediaan dalam sistem untuk mengidentifikasi perbedaan. Bandingkan jumlah per SKU: Cocokkan hasil penghitungan fisik dengan saldo persediaan dalam sistem pada batas cut-off yang sama. Kelompokkan jenis selisih: Catat selisih kurang ketika jumlah fisik lebih sedikit daripada catatan, serta selisih lebih ketika jumlah fisik lebih banyak. Telusuri penyebab selisih: Periksa dokumen penerimaan dan pengeluaran, transaksi yang belum tercatat, kesalahan satuan, atau kemungkinan kehilangan. Gunakan ambang batas pemeriksaan sesuai kebijakan perusahaan. Dokumentasikan hasil rekonsiliasi: Catat hasil penelusuran, bukti pendukung, dan status selisih yang belum diketahui penyebabnya. Tahap 5: Penyesuaian dan PelaporanTahap akhir memastikan hasil stock opname ditindaklanjuti dalam pembukuan dan didokumentasikan sebagai bukti pengendalian persediaan. Ajukan penyesuaian stok: Buat usulan koreksi berdasarkan hasil rekonsiliasi dan sertakan alasan serta bukti pendukung. Minta persetujuan: Ajukan penyesuaian kepada pihak yang berwenang sesuai batas nilai dan ketentuan dalam SOP. Catat jurnal penyesuaian: Perbarui catatan persediaan dan lakukan pencatatan akuntansi sesuai penyebab selisih serta kebijakan yang berlaku. Susun berita acara: Dokumentasikan tanggal penghitungan, area yang diperiksa, hasil rekonsiliasi, selisih, dan keputusan penyesuaian. Dokumen ditandatangani oleh pihak terkait sesuai prosedur perusahaan. Arsipkan dokumen: Simpan formulir hitung, laporan selisih, bukti persetujuan, dan berita acara sesuai ketentuan retensi dokumen perusahaan. Baca juga: Cara Melakukan Stock Opname dengan Benar, Ini Langkahnya! Contoh SOP Stock Opname yang Bisa DiadaptasiBerikut contoh isi SOP stock opname yang dapat disalin dan disesuaikan dengan kondisi bisnis. Sesuaikan nama perusahaan, nomor dokumen, ruang lingkup pemeriksaan, serta nilai ambang batas selisih berdasarkan kebijakan internal.SOP STOCK OPNAME PERSEDIAANNomor Dokumen : SOP-GDG-01Versi : 1.0Tanggal Berlaku: 1 Januari 2026Disusun oleh : Manajer GudangDisetujui oleh : Direktur Operasional1. TUJUAN Memastikan jumlah dan kondisi persediaan yang tercatat dalam sistem sesuai dengan keadaan fisik di gudang, serta memastikan selisih yang ditemukan tercatat dengan benar dalam pembukuan.2. RUANG LINGKUP Berlaku atas seluruh persediaan barang dagang milik perusahaan di Gudang Pusat dan gudang cabang. Tidak mencakup aset tetap, perlengkapan kantor, dan barang konsinyasi milik pihak ketiga.3. DEFINISI 3.1 Stock opname: penghitungan fisik persediaan untuk dicocokkan dengan catatan akuntansi. 3.2 Cut-off: batas waktu transaksi yang diakui masuk periode penghitungan. 3.3 Selisih kurang: jumlah fisik lebih kecil dari catatan sistem. 3.4 Selisih lebih: jumlah fisik lebih besar dari catatan sistem. 3.5 Blind count: penghitungan tanpa menampilkan jumlah menurut sistem.4. REFERENSI 4.1 PSAK 202 tentang Persediaan. 4.2 Kebijakan Akuntansi Persediaan Perusahaan.5. TANGGUNG JAWAB 5.1 Koordinator opname: menyusun jadwal dan memastikan cut-off berjalan. 5.2 Tim penghitung: menghitung fisik dan mengisi formulir hitung. 5.3 Tim verifikator: menghitung ulang item bernilai tinggi. 5.4 Staf akuntansi: merekonsiliasi dan menyusun jurnal penyesuaian. 5.5 Direktur Operasional: menyetujui penyesuaian di atas Rp5.000.000.6. PROSEDUR 6.1 Persiapan (H-3) a. Koordinator menetapkan jadwal dan membagi area penghitungan. b. Supervisor gudang merapikan tata letak dan memberi label lokasi. c. Barang konsinyasi dan barang rusak dipisahkan ke area khusus. d. Formulir hitung dicetak tanpa kolom jumlah sistem. 6.2 Cut-off (H-0, sebelum penghitungan) a. Penerimaan dan pengeluaran barang dihentikan sementara. b. Nomor surat jalan dan nota penerimaan terakhir dicatat. c. Status barang in transit dan konsinyasi ditetapkan tertulis. 6.3 Penghitungan fisik a. Tim menghitung seluruh barang di area tugasnya. b. Barang yang telah dihitung diberi tanda. c. Barang rusak atau kedaluwarsa dicatat pada formulir terpisah. d. Item di atas Rp1.000.000 per SKU dihitung ulang oleh verifikator. 6.4 Rekonsiliasi a. Staf akuntansi membandingkan hasil fisik dengan catatan sistem. b. Selisih di atas 1% kuantitas ditelusuri penyebabnya. c. Hasil penelusuran didokumentasikan dalam laporan selisih. 6.5 Penyesuaian dan pelaporan a. Usulan penyesuaian diajukan beserta penjelasan penyebab. b. Penyesuaian dicatat setelah memperoleh persetujuan. c. Berita acara disusun dan ditandatangani seluruh pihak terkait.7. DOKUMEN TERKAIT 7.1 Formulir Hitung Fisik (FM-GDG-01). 7.2 Laporan Selisih Stock Opname (FM-GDG-02). 7.3 Berita Acara Stock Opname (FM-GDG-03).8. PENYIMPANAN DOKUMEN Seluruh dokumen hasil stock opname disimpan sekurang-kurangnya 10 tahun sesuai ketentuan penyimpanan dokumen dasar pembukuan.9. RIWAYAT REVISI Versi 1.0 – 1 Januari 2026 – Penerbitan awal.Contoh Perhitungan Selisih Stock Opname dan JurnalnyaStudi kasus: PT Sinar Niaga Perkasa, distributor consumer goods, melakukan stock opname pada 31 Desember. Berikut hasil penghitungan fisik atas lima SKU sampel.SKUCatatan sistem (unit)Hitung fisik (unit)Selisih (unit)Biaya perolehan per unitNilai selisihMinyak goreng 2L480472(8)Rp28.000(Rp224.000)Gula pasir 1kg6506500Rp14.000Rp0Sabun batang1.2001.215+15Rp3.500Rp52.500Susu kaleng 390g300288(12)Rp32.000(Rp384.000)Kopi sachet (dus)1501500Rp95.000Rp0Total nilai selisih(Rp555.500)Nilai persediaan menurut catatan sistem untuk kelima SKU tersebut adalah Rp50.590.000. Hasil pemeriksaan menunjukkan selisih kurang sebesar Rp608.000, berasal dari minyak goreng dan susu kaleng. Sementara itu, terdapat selisih lebih sebesar Rp52.500 pada sabun batang.Setelah memperhitungkan kedua jenis selisih tersebut, nilai persediaan fisik bersih Rp555.500 lebih rendah daripada catatan sistem. Selisih ini perlu ditelusuri penyebabnya, didokumentasikan, dan disetujui sebelum perusahaan melakukan penyesuaian pada catatan persediaan dan pembukuan.Jurnal PenyesuaianSesuai PSAK 202 paragraf 34, kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Oleh karena itu, selisih hasil stock opname perlu ditelusuri penyebabnya sebelum dicatat dalam jurnal penyesuaian.Jurnal selisih kurang Rp608.000:AkunDebitKreditKerugian Selisih PersediaanRp608.000—Persediaan Barang Dagang—Rp608.000Jurnal selisih lebih Rp52.500:Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa selisih lebih berasal dari kesalahan pencatatan sebelumnya dan penambahan persediaan memang memenuhi kriteria pengakuan, jurnal penyesuaiannya dapat dicatat sebagai berikut:AkunDebitKreditPersediaan Barang DagangRp52.500—Akun koreksi sesuai penyebab selisih—Rp52.500Akun kredit untuk selisih lebih perlu ditentukan berdasarkan hasil investigasi. Selisih tersebut tidak otomatis diakui sebagai pendapatan lain-lain karena dapat berasal dari kesalahan pencatatan, transaksi yang belum dibukukan, atau penyebab lainnya.Setelah kedua penyesuaian dicatat, nilai persediaan secara bersih berkurang Rp555.500. Dengan demikian, saldo persediaan dalam pembukuan mencerminkan hasil pemeriksaan setelah selisih ditindaklanjuti.Sementara itu, barang yang rusak atau kadaluarsa perlu dinilai secara terpisah. Jika nilai realisasi netonya lebih rendah daripada biaya perolehan, persediaan diturunkan ke nilai realisasi neto sesuai PSAK 202. Penurunan nilai tersebut diakui sebagai beban pada periode terjadinya.Pengelolaan Stock Opname Bisnis Jadi Lebih Akurat dan Cepat dengan Mekari JurnalSOP stock opname yang terstruktur akan lebih mudah diterapkan jika didukung sistem pencatatan persediaan yang terintegrasi. Sebaliknya, pencatatan yang tersebar di beberapa file dapat menyulitkan tim saat mencocokkan stok fisik dengan data sistem, menelusuri selisih per SKU, dan memperbarui nilai persediaan dalam pembukuan.Melalui fitur Manajemen Persediaan Mekari Jurnal, bisnis dapat mengelola stok sekaligus memantau pergerakan barang dalam satu sistem. Fitur ini membantu mendukung proses stock opname melalui beberapa kemampuan berikut: Pemantauan stok secara real-time dan multigudang: Pantau jumlah serta pergerakan barang masuk, keluar, dan antar gudang untuk membantu tim mengidentifikasi perbedaan stok dan menentukan area yang perlu diperiksa. Pencatatan dan penelusuran pergerakan persediaan: Telusuri riwayat transaksi persediaan sebagai bahan rekonsiliasi ketika jumlah fisik berbeda dari catatan sistem. Pengelolaan nilai persediaan dan HPP: Dukung pencatatan nilai persediaan dan perhitungan harga pokok penjualan sesuai metode yang tersedia, sehingga data persediaan lebih mudah ditinjau untuk kebutuhan akuntansi. Laporan inventaris dan perputaran stok: Gunakan informasi persediaan untuk mengevaluasi barang yang bergerak lambat, mengidentifikasi potensi penumpukan stok, dan menentukan prioritas pemeriksaan berkala. Integrasi dengan pembukuan: Hubungkan pengelolaan persediaan dengan pencatatan akuntansi agar dampak transaksi terhadap nilai persediaan dan laporan keuangan lebih mudah ditelusuri. Mekari Jurnal telah banyak membantu pelaku bisnis dalam mengelola laporan keuangan, pembukuan, hingga operasional bisnis; untuk mempercepat pertumbuhan bisnis. Mekari Jurnal juga bagian dari ekosistem terpadu Mekari yang terintegrasi dengan Mekari POS, Mekari Desty, Mekari Klikpajak, Mekari Expense dan berbagai software lainnya. Integrasi dengan Mekari POS dapat mengotomasi laporan keuangan dari transaksi kasir. Ditambah dengan integrasi Mekari Desty yang dapat menyinkronkan stok dan penjualan marketplace langsung ke laporan keuangan Referensi Ikatan Akuntan Indonesia. PSAK 202: Persediaan. Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar Audit 501: Bukti Audit — Pertimbangan Spesifik atas Unsur Pilihan. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah, Pasal 28. DeHoratius, N. dan Raman, A. Inventory Record Inaccuracy: An Empirical Analysis. Management Science, 2008. FAQ 1. Apa itu SOP stock opname? 1. Apa itu SOP stock opname? SOP stock opname adalah dokumen tertulis yang mengatur tahapan penghitungan fisik persediaan, mulai dari persiapan, cut-off, penghitungan, rekonsiliasi, hingga penyesuaian pembukuan, lengkap dengan pembagian peran dan kewenangannya. 2. Apa bedanya SOP stock opname dengan stock opname? 2. Apa bedanya SOP stock opname dengan stock opname? Stock opname adalah kegiatan menghitung fisik barang, sedangkan SOP stock opname adalah dokumen yang mengatur bagaimana kegiatan itu dijalankan agar hasilnya konsisten siapa pun pelaksananya. 3. Berapa kali stock opname sebaiknya dilakukan dalam setahun? 3. Berapa kali stock opname sebaiknya dilakukan dalam setahun? Minimal sekali setahun sebagai basis penyusunan laporan keuangan. Banyak perusahaan menambah cycle count bulanan atau mingguan untuk barang bernilai tinggi dan bergerak cepat. 4. Apa itu cut-off dalam stock opname dan kenapa penting? 4. Apa itu cut-off dalam stock opname dan kenapa penting? Cut-off adalah penetapan batas waktu transaksi yang diakui masuk periode penghitungan. Tanpa cut-off yang jelas, barang yang masuk atau keluar saat penghitungan berlangsung akan menimbulkan selisih yang sebenarnya hanya soal waktu pencatatan 5. Siapa yang sebaiknya melakukan penghitungan fisik? 5. Siapa yang sebaiknya melakukan penghitungan fisik? Tim penghitung yang terpisah dari penanggung jawab harian barang tersebut, dengan verifikator yang menghitung ulang item bernilai tinggi. Pemisahan ini menjaga objektivitas hasil hitung. 6. Bagaimana cara mencatat selisih stock opname di pembukuan? 6. Bagaimana cara mencatat selisih stock opname di pembukuan? Selisih kurang dicatat dengan mendebit akun kerugian selisih persediaan dan mengkredit persediaan barang dagang. Selisih lebih dicatat sebaliknya, mendebit persediaan dan mengkredit pendapatan lain-lain. 7. Apakah stock opname tetap perlu kalau sudah pakai sistem perpetual? 7. Apakah stock opname tetap perlu kalau sudah pakai sistem perpetual? Tetap perlu. Sistem perpetual mencatat pergerakan stok secara terus-menerus, tapi tidak bisa mendeteksi kehilangan, kerusakan, atau salah input. Penghitungan fisik adalah satu-satunya cara memverifikasi catatan tersebut. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini. Kategori : Supply Chain Management Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Cara Menyusun SOP Stock Opname yang Efektif beserta Contohnya Mekari Jurnal Highlights SOP stock opname mengatur penanggung jawab, jadwal, metode penghitungan, dan tindak lanjut selisih stok. PSAK 202 mengatur pengakuan kerugian persediaan sebagai beban pada periode terjadinya, sehingga hasil stock opname perlu ditindaklanjuti dengan pencatatan akuntansi yang sesuai. Mekari Jurnal membantu memantau pergerakan stok, mengelola persediaan multigudang, dan mencatat penyesuaian inventaris agar data stok lebih akurat dan selaras dengan pembukuan. SOP stock opname adalah prosedur tertulis yang mengatur proses pemeriksaan fisik persediaan, mulai dari persiapan, penentuan cut-off, penghitungan, rekonsiliasi, hingga penyesuaian pembukuan. Dokumen ini membantu memastikan setiap tahap dilakukan secara konsisten dan selisih stok dapat ditelusuri penyebabnya.Pentingnya prosedur ini terlihat dari riset DeHoratius dan Raman terhadap hampir 370.000 catatan persediaan di 37 toko ritel, yang menemukan bahwa 65% catatan tidak sesuai dengan stok fisik saat diaudit. Lalu, bagaimana menyusun SOP stock opname yang efektif dan memastikan hasil penghitungannya tercermin dalam laporan keuangan? Artikel ini membahas dasar akuntansi, struktur SOP, template siap pakai, contoh perhitungan selisih beserta jurnalnya, hingga kesalahan yang perlu dihindari.Apa Itu SOP Stock Opname?SOP stock opname adalah dokumen tertulis yang menjadi pedoman pelaksanaan pemeriksaan fisik persediaan di perusahaan. Dokumen ini mengatur tahapan penghitungan, pembagian tanggung jawab, jadwal pemeriksaan, metode yang digunakan, hingga prosedur penanganan selisih antara stok fisik dan catatan persediaan dalam sistem.Perlu dibedakan antara stock opname dan SOP stock opname. Stock opname merupakan kegiatan menghitung barang secara fisik dan mencocokkannya dengan catatan persediaan. Sementara itu, SOP menjadi pedoman agar proses tersebut berjalan konsisten, dapat ditelusuri, dan menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.Agar dapat diterapkan dengan baik, SOP stock opname setidaknya harus menjawab tiga pertanyaan berikut: Siapa yang bertanggung jawab? Menentukan petugas penghitung, pemeriksa hasil, dan pihak yang berwenang menyetujui penyesuaian stok. Kapan dan bagaimana penghitungan dilakukan? Menetapkan jadwal serta metode, baik penghitungan seluruh persediaan pada akhir periode maupun cycle counting secara berkala. Bagaimana selisih ditindaklanjuti? Mengatur pemeriksaan penyebab selisih, persetujuan koreksi, dan pencatatan penyesuaian persediaan dalam pembukuan. Tahap terakhir sangat penting karena selisih stok tidak cukup hanya diperbaiki dalam sistem. Perusahaan perlu mengetahui penyebabnya dan menyimpan dokumentasi penyesuaian agar masalah serupa dapat dicegah serta nilai persediaan dalam laporan keuangan tetap akurat. Dasar Akuntansi dan Regulasi Stock Opname SOP stock opname membantu perusahaan memastikan pemeriksaan persediaan dilakukan secara konsisten dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Kebutuhan ini berkaitan dengan standar akuntansi, prosedur audit, serta ketentuan perpajakan yang mengharuskan pencatatan persediaan mencerminkan kondisi sebenarnya.1. PSAK 202 tentang PersediaanPSAK 202, yang sebelumnya bernomor PSAK 14, mengatur pengukuran dan pengakuan persediaan dalam laporan keuangan. Persediaan umumnya diukur pada nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto.Paragraf 34 juga mengatur bahwa penurunan nilai persediaan dan kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Karena itu, barang yang hilang, rusak, atau kedaluwarsa perlu diidentifikasi dan ditindaklanjuti melalui pencatatan akuntansi yang sesuai.SOP stock opname membantu memastikan selisih tersebut diperiksa, disetujui, dan dicatat dengan benar sehingga nilai persediaan dalam laporan keuangan tidak menyimpang dari kondisi yang sebenarnya.2. Standar Audit 501Standar Audit (SA) 501 mengatur pertimbangan auditor atas unsur tertentu, termasuk persediaan. Jika persediaan material bagi laporan keuangan, auditor umumnya perlu menghadiri penghitungan fisik untuk mengevaluasi instruksi dan prosedur manajemen, mengobservasi penghitungan, serta menginspeksi dan menguji persediaan.Tanggung jawab pengelolaan dan penghitungan persediaan tetap berada pada manajemen. Oleh karena itu, prosedur yang jelas dan terdokumentasi membantu perusahaan menunjukkan bagaimana penghitungan dilakukan dan bagaimana hasilnya diverifikasi.SOP yang baik juga memudahkan penelusuran jika auditor menemukan perbedaan antara hasil penghitungan fisik dan catatan persediaan.3. Pasal 28 UU KUPDari sisi perpajakan, Pasal 28 Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) mengatur kewajiban pembukuan bagi wajib pajak yang diwajibkan menyelenggarakannya. Pembukuan harus dilakukan dengan iktikad baik dan mencerminkan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya, termasuk pencatatan persediaan.Nilai persediaan akhir juga berpengaruh terhadap perhitungan harga pokok penjualan dan penghasilan kena pajak. Karena itu, ketidaksesuaian stok dapat memengaruhi ketepatan perhitungan pajak.Pasal 28 UU KUP juga mengatur penyimpanan buku, catatan, dan dokumen yang menjadi dasar pembukuan selama 10 tahun. Dokumentasi stock opname, termasuk berita acara dan kertas kerja penghitungan, perlu dikelola dengan baik sepanjang menjadi bagian dari dokumen pendukung pembukuan. Struktur Dokumen SOP Stock OpnameSOP stock opname yang baik perlu memuat informasi dasar, pembagian tanggung jawab, tahapan pemeriksaan, hingga dokumentasi hasil penghitungan. Struktur yang jelas membantu setiap petugas mengikuti prosedur yang sama dan memudahkan perusahaan menelusuri hasil pemeriksaan jika terjadi selisih stok.BagianIsiFungsiJudul dan nomor dokumenNama SOP, nomor, tanggal berlaku, dan versiMemastikan semua pihak menggunakan dokumen yang berlakuTujuanAlasan SOP disusunMenjelaskan hasil yang ingin dicapaiRuang lingkupGudang, cabang, dan jenis barang yang dicakupMenentukan batas pemeriksaan persediaanDefinisiIstilah seperti cut-off, selisih kurang, selisih lebih, dan blind countMenyamakan pemahaman antarpetugasReferensiPSAK 202, kebijakan akuntansi internal, dan SA 501 jika relevanMenjadi acuan penyusunan prosedurTanggung jawabPeran, tugas, dan kewenangan setiap pihakMenegaskan pihak yang menghitung, memverifikasi, dan menyetujui penyesuaianProsedurTahapan dari persiapan hingga pelaporanMenjadi panduan pelaksanaan stock opnameDokumen terkaitFormulir penghitungan, berita acara, dan laporan selisihMenyimpan bukti pelaksanaan dan hasil pemeriksaanPengesahan dan riwayat revisiNama penyusun, penyetuju, tanggal pengesahan, dan riwayat perubahanMenjaga kejelasan otorisasi dan pembaruan SOPDari sembilan bagian tersebut, prosedur, tanggung jawab, dan dokumen terkait menjadi bagian utama yang perlu dijabarkan secara jelas. Sementara itu, referensi dan riwayat revisi membantu memastikan SOP tetap relevan dengan kebijakan perusahaan dan dapat ditelusuri ketika diperlukan untuk keperluan audit.Pembagian Peran dan Tanggung JawabSalah satu prinsip penting dalam SOP stock opname adalah pemisahan tugas antara pihak yang mengelola persediaan, menghitung barang, memverifikasi hasil, dan menyetujui penyesuaian. Dengan pembagian ini, risiko kesalahan pencatatan dapat dikurangi dan hasil penghitungan lebih mudah dipertanggungjawabkan.PeranTanggung jawabKoordinator stock opnameMenyusun jadwal, membagi area, dan memastikan prosedur cut-off dijalankanTim penghitungMenghitung fisik barang dan mengisi formulir penghitunganTim verifikatorMemeriksa ulang hasil hitung, terutama untuk sampel atau barang bernilai tinggiSupervisor gudangMenyiapkan area dan membantu konfirmasi kondisi barang tanpa menjadi satu-satunya penghitungStaf akuntansiMencocokkan hasil hitung dengan catatan sistem dan menyiapkan jurnal penyesuaianManajemenMeninjau dan menyetujui penyesuaian sesuai batas kewenangan perusahaanAgar proses penghitungan lebih andal, SOP juga perlu menetapkan dua teknik berikut: Blind count: Tim penghitung tidak diberi tahu jumlah stok menurut sistem, sehingga hasil penghitungan didasarkan pada jumlah fisik yang ditemukan, bukan angka pembanding. Double count: Barang bernilai tinggi atau berisiko mengalami selisih dihitung oleh dua petugas atau tim berbeda. Jika hasilnya tidak sama, penghitungan ulang dilakukan sebelum jumlah akhir ditetapkan. Tahapan dalam SOP Stock OpnamePelaksanaan stock opname perlu mengikuti tahapan yang terstruktur agar penghitungan fisik, pencocokan data, dan penyesuaian persediaan berjalan dengan baik. Berikut lima tahap yang dapat dijadikan acuan dalam menyusun SOP.Tahap 1: PersiapanPersiapan dilakukan beberapa hari sebelum penghitungan untuk memastikan barang, petugas, dan dokumen sudah siap. Tetapkan jadwal dan area penghitungan: Tentukan tanggal, jam mulai, serta gudang atau area yang akan diperiksa. Bentuk tim dan bagi tugas: Tetapkan koordinator, penghitung, dan verifikator dengan memperhatikan pemisahan tanggung jawab. Rapikan tata letak gudang: Kelompokkan barang sejenis, pastikan label lokasi terbaca, dan pisahkan SKU agar mudah dihitung. Pisahkan barang di luar cakupan: Identifikasi barang konsinyasi milik pihak lain, barang rusak yang menunggu retur, serta barang terjual yang belum dikirim agar statusnya tidak keliru saat penghitungan. Siapkan dokumen dan alat bantu: Sediakan formulir blind count, alat tulis, barcode scanner jika tersedia, serta daftar area penghitungan. Informasikan jadwal kepada pihak terkait: Beri tahu pemasok, pelanggan, dan tim operasional jika penerimaan atau pengiriman barang perlu dihentikan sementara. Tahap 2: Cut-offCut-off adalah penetapan batas waktu transaksi yang diperhitungkan dalam saldo persediaan pada tanggal penghitungan. Tahap ini penting untuk mencegah transaksi yang terjadi selama stock opname menyebabkan stok fisik berbeda dari catatan sistem.Hal yang perlu diatur dalam SOP meliputi: Pembekuan pergerakan barang: Hentikan sementara penerimaan, pengeluaran, dan perpindahan barang selama penghitungan. Jika operasional harus tetap berjalan, catat pergerakan tersebut secara terpisah. Pencatatan nomor dokumen terakhir: Catat nomor surat jalan, bukti penerimaan, dan dokumen pengeluaran terakhir sebelum cut-off sebagai dasar penelusuran transaksi. Perlakuan barang in transit: Tentukan apakah barang yang sedang dikirim sudah menjadi persediaan perusahaan berdasarkan ketentuan kepemilikan dan pengiriman yang berlaku. Statusnya perlu didokumentasikan untuk menghindari barang terlewat atau dihitung dua kali. Perlakuan barang konsinyasi: Keluarkan barang titipan milik pihak lain dari persediaan perusahaan, tetapi tetap perhitungkan barang milik perusahaan yang dititipkan di lokasi lain jika masih memenuhi kriteria pengakuan persediaan. Tahap 3: Penghitungan FisikPenghitungan dilakukan berdasarkan area dan penugasan yang sudah ditetapkan. Setiap hasil perlu dicatat agar dapat diperiksa kembali. Hitung barang sesuai area tugas: Petugas menghitung jumlah fisik setiap barang dan mencatatnya pada formulir yang disediakan. Tandai barang yang sudah dihitung: Gunakan stiker, label, atau penanda lain untuk mencegah barang terhitung lebih dari sekali. Catat kondisi barang: Pisahkan informasi mengenai barang rusak, kedaluwarsa, atau memiliki kemasan tidak layak jual untuk evaluasi kondisi dan nilai persediaan. Lakukan penghitungan ulang: Hitung kembali barang yang bernilai tinggi, berisiko mengalami selisih, atau termasuk kriteria double count dalam SOP. Tahap 4: RekonsiliasiSetelah penghitungan selesai, hasil fisik dicocokkan dengan catatan persediaan dalam sistem untuk mengidentifikasi perbedaan. Bandingkan jumlah per SKU: Cocokkan hasil penghitungan fisik dengan saldo persediaan dalam sistem pada batas cut-off yang sama. Kelompokkan jenis selisih: Catat selisih kurang ketika jumlah fisik lebih sedikit daripada catatan, serta selisih lebih ketika jumlah fisik lebih banyak. Telusuri penyebab selisih: Periksa dokumen penerimaan dan pengeluaran, transaksi yang belum tercatat, kesalahan satuan, atau kemungkinan kehilangan. Gunakan ambang batas pemeriksaan sesuai kebijakan perusahaan. Dokumentasikan hasil rekonsiliasi: Catat hasil penelusuran, bukti pendukung, dan status selisih yang belum diketahui penyebabnya. Tahap 5: Penyesuaian dan PelaporanTahap akhir memastikan hasil stock opname ditindaklanjuti dalam pembukuan dan didokumentasikan sebagai bukti pengendalian persediaan. Ajukan penyesuaian stok: Buat usulan koreksi berdasarkan hasil rekonsiliasi dan sertakan alasan serta bukti pendukung. Minta persetujuan: Ajukan penyesuaian kepada pihak yang berwenang sesuai batas nilai dan ketentuan dalam SOP. Catat jurnal penyesuaian: Perbarui catatan persediaan dan lakukan pencatatan akuntansi sesuai penyebab selisih serta kebijakan yang berlaku. Susun berita acara: Dokumentasikan tanggal penghitungan, area yang diperiksa, hasil rekonsiliasi, selisih, dan keputusan penyesuaian. Dokumen ditandatangani oleh pihak terkait sesuai prosedur perusahaan. Arsipkan dokumen: Simpan formulir hitung, laporan selisih, bukti persetujuan, dan berita acara sesuai ketentuan retensi dokumen perusahaan. Baca juga: Cara Melakukan Stock Opname dengan Benar, Ini Langkahnya! Contoh SOP Stock Opname yang Bisa DiadaptasiBerikut contoh isi SOP stock opname yang dapat disalin dan disesuaikan dengan kondisi bisnis. Sesuaikan nama perusahaan, nomor dokumen, ruang lingkup pemeriksaan, serta nilai ambang batas selisih berdasarkan kebijakan internal.SOP STOCK OPNAME PERSEDIAANNomor Dokumen : SOP-GDG-01Versi : 1.0Tanggal Berlaku: 1 Januari 2026Disusun oleh : Manajer GudangDisetujui oleh : Direktur Operasional1. TUJUAN Memastikan jumlah dan kondisi persediaan yang tercatat dalam sistem sesuai dengan keadaan fisik di gudang, serta memastikan selisih yang ditemukan tercatat dengan benar dalam pembukuan.2. RUANG LINGKUP Berlaku atas seluruh persediaan barang dagang milik perusahaan di Gudang Pusat dan gudang cabang. Tidak mencakup aset tetap, perlengkapan kantor, dan barang konsinyasi milik pihak ketiga.3. DEFINISI 3.1 Stock opname: penghitungan fisik persediaan untuk dicocokkan dengan catatan akuntansi. 3.2 Cut-off: batas waktu transaksi yang diakui masuk periode penghitungan. 3.3 Selisih kurang: jumlah fisik lebih kecil dari catatan sistem. 3.4 Selisih lebih: jumlah fisik lebih besar dari catatan sistem. 3.5 Blind count: penghitungan tanpa menampilkan jumlah menurut sistem.4. REFERENSI 4.1 PSAK 202 tentang Persediaan. 4.2 Kebijakan Akuntansi Persediaan Perusahaan.5. TANGGUNG JAWAB 5.1 Koordinator opname: menyusun jadwal dan memastikan cut-off berjalan. 5.2 Tim penghitung: menghitung fisik dan mengisi formulir hitung. 5.3 Tim verifikator: menghitung ulang item bernilai tinggi. 5.4 Staf akuntansi: merekonsiliasi dan menyusun jurnal penyesuaian. 5.5 Direktur Operasional: menyetujui penyesuaian di atas Rp5.000.000.6. PROSEDUR 6.1 Persiapan (H-3) a. Koordinator menetapkan jadwal dan membagi area penghitungan. b. Supervisor gudang merapikan tata letak dan memberi label lokasi. c. Barang konsinyasi dan barang rusak dipisahkan ke area khusus. d. Formulir hitung dicetak tanpa kolom jumlah sistem. 6.2 Cut-off (H-0, sebelum penghitungan) a. Penerimaan dan pengeluaran barang dihentikan sementara. b. Nomor surat jalan dan nota penerimaan terakhir dicatat. c. Status barang in transit dan konsinyasi ditetapkan tertulis. 6.3 Penghitungan fisik a. Tim menghitung seluruh barang di area tugasnya. b. Barang yang telah dihitung diberi tanda. c. Barang rusak atau kedaluwarsa dicatat pada formulir terpisah. d. Item di atas Rp1.000.000 per SKU dihitung ulang oleh verifikator. 6.4 Rekonsiliasi a. Staf akuntansi membandingkan hasil fisik dengan catatan sistem. b. Selisih di atas 1% kuantitas ditelusuri penyebabnya. c. Hasil penelusuran didokumentasikan dalam laporan selisih. 6.5 Penyesuaian dan pelaporan a. Usulan penyesuaian diajukan beserta penjelasan penyebab. b. Penyesuaian dicatat setelah memperoleh persetujuan. c. Berita acara disusun dan ditandatangani seluruh pihak terkait.7. DOKUMEN TERKAIT 7.1 Formulir Hitung Fisik (FM-GDG-01). 7.2 Laporan Selisih Stock Opname (FM-GDG-02). 7.3 Berita Acara Stock Opname (FM-GDG-03).8. PENYIMPANAN DOKUMEN Seluruh dokumen hasil stock opname disimpan sekurang-kurangnya 10 tahun sesuai ketentuan penyimpanan dokumen dasar pembukuan.9. RIWAYAT REVISI Versi 1.0 – 1 Januari 2026 – Penerbitan awal.Contoh Perhitungan Selisih Stock Opname dan JurnalnyaStudi kasus: PT Sinar Niaga Perkasa, distributor consumer goods, melakukan stock opname pada 31 Desember. Berikut hasil penghitungan fisik atas lima SKU sampel.SKUCatatan sistem (unit)Hitung fisik (unit)Selisih (unit)Biaya perolehan per unitNilai selisihMinyak goreng 2L480472(8)Rp28.000(Rp224.000)Gula pasir 1kg6506500Rp14.000Rp0Sabun batang1.2001.215+15Rp3.500Rp52.500Susu kaleng 390g300288(12)Rp32.000(Rp384.000)Kopi sachet (dus)1501500Rp95.000Rp0Total nilai selisih(Rp555.500)Nilai persediaan menurut catatan sistem untuk kelima SKU tersebut adalah Rp50.590.000. Hasil pemeriksaan menunjukkan selisih kurang sebesar Rp608.000, berasal dari minyak goreng dan susu kaleng. Sementara itu, terdapat selisih lebih sebesar Rp52.500 pada sabun batang.Setelah memperhitungkan kedua jenis selisih tersebut, nilai persediaan fisik bersih Rp555.500 lebih rendah daripada catatan sistem. Selisih ini perlu ditelusuri penyebabnya, didokumentasikan, dan disetujui sebelum perusahaan melakukan penyesuaian pada catatan persediaan dan pembukuan.Jurnal PenyesuaianSesuai PSAK 202 paragraf 34, kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Oleh karena itu, selisih hasil stock opname perlu ditelusuri penyebabnya sebelum dicatat dalam jurnal penyesuaian.Jurnal selisih kurang Rp608.000:AkunDebitKreditKerugian Selisih PersediaanRp608.000—Persediaan Barang Dagang—Rp608.000Jurnal selisih lebih Rp52.500:Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa selisih lebih berasal dari kesalahan pencatatan sebelumnya dan penambahan persediaan memang memenuhi kriteria pengakuan, jurnal penyesuaiannya dapat dicatat sebagai berikut:AkunDebitKreditPersediaan Barang DagangRp52.500—Akun koreksi sesuai penyebab selisih—Rp52.500Akun kredit untuk selisih lebih perlu ditentukan berdasarkan hasil investigasi. Selisih tersebut tidak otomatis diakui sebagai pendapatan lain-lain karena dapat berasal dari kesalahan pencatatan, transaksi yang belum dibukukan, atau penyebab lainnya.Setelah kedua penyesuaian dicatat, nilai persediaan secara bersih berkurang Rp555.500. Dengan demikian, saldo persediaan dalam pembukuan mencerminkan hasil pemeriksaan setelah selisih ditindaklanjuti.Sementara itu, barang yang rusak atau kadaluarsa perlu dinilai secara terpisah. Jika nilai realisasi netonya lebih rendah daripada biaya perolehan, persediaan diturunkan ke nilai realisasi neto sesuai PSAK 202. Penurunan nilai tersebut diakui sebagai beban pada periode terjadinya.Pengelolaan Stock Opname Bisnis Jadi Lebih Akurat dan Cepat dengan Mekari JurnalSOP stock opname yang terstruktur akan lebih mudah diterapkan jika didukung sistem pencatatan persediaan yang terintegrasi. Sebaliknya, pencatatan yang tersebar di beberapa file dapat menyulitkan tim saat mencocokkan stok fisik dengan data sistem, menelusuri selisih per SKU, dan memperbarui nilai persediaan dalam pembukuan.Melalui fitur Manajemen Persediaan Mekari Jurnal, bisnis dapat mengelola stok sekaligus memantau pergerakan barang dalam satu sistem. Fitur ini membantu mendukung proses stock opname melalui beberapa kemampuan berikut: Pemantauan stok secara real-time dan multigudang: Pantau jumlah serta pergerakan barang masuk, keluar, dan antar gudang untuk membantu tim mengidentifikasi perbedaan stok dan menentukan area yang perlu diperiksa. Pencatatan dan penelusuran pergerakan persediaan: Telusuri riwayat transaksi persediaan sebagai bahan rekonsiliasi ketika jumlah fisik berbeda dari catatan sistem. Pengelolaan nilai persediaan dan HPP: Dukung pencatatan nilai persediaan dan perhitungan harga pokok penjualan sesuai metode yang tersedia, sehingga data persediaan lebih mudah ditinjau untuk kebutuhan akuntansi. Laporan inventaris dan perputaran stok: Gunakan informasi persediaan untuk mengevaluasi barang yang bergerak lambat, mengidentifikasi potensi penumpukan stok, dan menentukan prioritas pemeriksaan berkala. Integrasi dengan pembukuan: Hubungkan pengelolaan persediaan dengan pencatatan akuntansi agar dampak transaksi terhadap nilai persediaan dan laporan keuangan lebih mudah ditelusuri. Mekari Jurnal telah banyak membantu pelaku bisnis dalam mengelola laporan keuangan, pembukuan, hingga operasional bisnis; untuk mempercepat pertumbuhan bisnis. Mekari Jurnal juga bagian dari ekosistem terpadu Mekari yang terintegrasi dengan Mekari POS, Mekari Desty, Mekari Klikpajak, Mekari Expense dan berbagai software lainnya. Integrasi dengan Mekari POS dapat mengotomasi laporan keuangan dari transaksi kasir. Ditambah dengan integrasi Mekari Desty yang dapat menyinkronkan stok dan penjualan marketplace langsung ke laporan keuangan Referensi Ikatan Akuntan Indonesia. PSAK 202: Persediaan. Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar Audit 501: Bukti Audit — Pertimbangan Spesifik atas Unsur Pilihan. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah, Pasal 28. DeHoratius, N. dan Raman, A. Inventory Record Inaccuracy: An Empirical Analysis. Management Science, 2008. FAQ 1. Apa itu SOP stock opname? 1. Apa itu SOP stock opname? SOP stock opname adalah dokumen tertulis yang mengatur tahapan penghitungan fisik persediaan, mulai dari persiapan, cut-off, penghitungan, rekonsiliasi, hingga penyesuaian pembukuan, lengkap dengan pembagian peran dan kewenangannya. 2. Apa bedanya SOP stock opname dengan stock opname? 2. Apa bedanya SOP stock opname dengan stock opname? Stock opname adalah kegiatan menghitung fisik barang, sedangkan SOP stock opname adalah dokumen yang mengatur bagaimana kegiatan itu dijalankan agar hasilnya konsisten siapa pun pelaksananya. 3. Berapa kali stock opname sebaiknya dilakukan dalam setahun? 3. Berapa kali stock opname sebaiknya dilakukan dalam setahun? Minimal sekali setahun sebagai basis penyusunan laporan keuangan. Banyak perusahaan menambah cycle count bulanan atau mingguan untuk barang bernilai tinggi dan bergerak cepat. 4. Apa itu cut-off dalam stock opname dan kenapa penting? 4. Apa itu cut-off dalam stock opname dan kenapa penting? Cut-off adalah penetapan batas waktu transaksi yang diakui masuk periode penghitungan. Tanpa cut-off yang jelas, barang yang masuk atau keluar saat penghitungan berlangsung akan menimbulkan selisih yang sebenarnya hanya soal waktu pencatatan 5. Siapa yang sebaiknya melakukan penghitungan fisik? 5. Siapa yang sebaiknya melakukan penghitungan fisik? Tim penghitung yang terpisah dari penanggung jawab harian barang tersebut, dengan verifikator yang menghitung ulang item bernilai tinggi. Pemisahan ini menjaga objektivitas hasil hitung. 6. Bagaimana cara mencatat selisih stock opname di pembukuan? 6. Bagaimana cara mencatat selisih stock opname di pembukuan? Selisih kurang dicatat dengan mendebit akun kerugian selisih persediaan dan mengkredit persediaan barang dagang. Selisih lebih dicatat sebaliknya, mendebit persediaan dan mengkredit pendapatan lain-lain. 7. Apakah stock opname tetap perlu kalau sudah pakai sistem perpetual? 7. Apakah stock opname tetap perlu kalau sudah pakai sistem perpetual? Tetap perlu. Sistem perpetual mencatat pergerakan stok secara terus-menerus, tapi tidak bisa mendeteksi kehilangan, kerusakan, atau salah input. Penghitungan fisik adalah satu-satunya cara memverifikasi catatan tersebut. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini.