Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Cycle Counting: Cara Menghitung dengan Rumus dan Metode

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Angela Amanda
Mekari Jurnal Insight

  • Cycle counting membagi penghitungan stok menjadi porsi kecil yang terjadwal, sehingga gudang tetap beroperasi normal.
  • Metode ABC memprioritaskan barang bernilai tinggi untuk dihitung lebih sering daripada barang bernilai rendah.
  • Setiap selisih perlu dijurnal sebagai penyesuaian persediaan, dan Mekari Jurnal mencatat melalui manajemen inventory otomatis untuk kebutuhan audit.

Cycle counting adalah metode penghitungan fisik sebagian item persediaan secara rutin dan terjadwal, tanpa menghentikan operasional gudang. Metode ini penting karena data stok jarang benar-benar bersih. 

Riset IHL Group mencatat 78% peritel menghadapi ketidakakuratan data persediaan setiap minggu atau bulan. Jika selisih baru ditemukan saat stok opname tahunan, nilai persediaan di neraca dan HPP di laporan laba rugi sudah telanjur keliru berbulan-bulan. 

Artikel ini membahas metode cycle counting, perbedaannya dengan stok opname, contoh perhitungan, dan cara menerapkannya di gudang.

Memahami Cycle Counting

Cycle counting adalah prosedur audit persediaan yang menghitung sebagian kecil item setiap hari atau setiap minggu. Penghitungan berjalan bergiliran sampai seluruh item terhitung dalam satu siklus. Satu siklus bisa berlangsung sebulan, satu kuartal, atau satu tahun, tergantung kebijakan perusahaan.

Tujuan utamanya adalah menjaga kecocokan antara stok fisik dan catatan di sistem. Selisih yang ditemukan lebih awal lebih mudah ditelusuri penyebabnya, karena transaksi terkait masih segar.

Dari sisi akuntansi, akurasi ini berdampak langsung pada laporan keuangan. PSAK 202 tentang Persediaan mengatur bahwa persediaan diukur pada nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Standar yang sama mewajibkan kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Artinya, barang yang hilang atau rusak tidak boleh terus tercatat sebagai aset.

Metode Cycle Counting

Ada beberapa metode cycle counting yang umum dipakai. Perusahaan dapat memilih satu atau mengombinasikannya.

1. Analisis ABC

Item dikelompokkan berdasarkan kontribusi nilainya. Kelas A berisi sedikit item dengan nilai terbesar. Kelas C berisi banyak item dengan nilai kecil. Kelas A dihitung paling sering, kelas C paling jarang. Metode ini paling populer karena fokus pada risiko finansial terbesar.

2. Control group

Sekelompok kecil item dihitung berulang kali dalam waktu singkat. Tujuannya menguji prosedur penghitungan itu sendiri. Metode ini cocok untuk tahap awal sebelum program dijalankan penuh.

3. Random sample

Item dipilih secara acak setiap hari. Setiap item punya peluang sama untuk terhitung. Metode ini cocok untuk gudang dengan item yang nilainya relatif seragam.

4. Berbasis frekuensi transaksi

Item yang paling sering keluar masuk dihitung lebih sering, berapa pun nilainya. Logikanya sederhana. Semakin sering barang disentuh, semakin besar peluang salah catat.

5. Berbasis lokasi atau zona

Penghitungan bergerak dari satu rak, lorong, atau zona ke zona berikutnya. Metode ini mudah diawasi dan sekaligus menemukan barang yang salah lokasi.

6. Opportunity based

Penghitungan dipicu oleh kejadian tertentu. Contohnya saat stok menyentuh titik pemesanan ulang, saat stok sistem nol, atau saat barang baru diterima. Jumlah barang yang sedikit membuat penghitungan lebih cepat.

MetodeDasar pemilihan itemCocok untuk
Analisis ABCNilai persediaanDistributor dan ritel dengan variasi nilai besar
Control groupKelompok uji tetapTahap awal penerapan
Random sampleAcakItem dengan nilai seragam
Frekuensi transaksiJumlah pergerakanGudang fast moving
Lokasi atau zonaPosisi fisikGudang besar dengan banyak rak
Opportunity basedKejadian pemicuPelengkap metode lain

Perbedaan Cycle Counting dan Stok Opname

Keduanya sama-sama mencocokkan stok fisik dengan catatan. Perbedaannya terletak pada cakupan dan ritme pelaksanaan.

AspekCycle CountingStok Opname
CakupanSebagian item per sesiSeluruh item sekaligus
FrekuensiHarian atau mingguanTahunan, semesteran, atau kuartalan
Dampak operasionalGudang tetap berjalanAktivitas gudang biasanya dihentikan
Kebutuhan tenagaTim kecil, rutinTim besar, sering lembur
Deteksi selisihCepat, dalam hitungan hariLambat, menunggu jadwal opname
Tujuan utamaMenjaga akurasi berkelanjutanMemvalidasi saldo persediaan akhir periode
Cocok untukBisnis dengan banyak SKU dan transaksi tinggiBisnis dengan SKU sedikit atau kebutuhan tutup buku

Cycle counting dan stok opname saling melengkapi. Cycle counting menjaga data tetap bersih sepanjang tahun. Stok opname memberi konfirmasi menyeluruh saat tutup buku atau audit. Perusahaan dengan program cycle counting yang disiplin biasanya menyelesaikan stok opname jauh lebih cepat, karena selisihnya sudah kecil.

Rumus Perhitungan Cycle Counting

Ada dua rumus yang paling sering dipakai dalam program cycle counting.

Jumlah hitungan per hari:

Hitungan per hari = Total hitungan setahun ÷ Jumlah hari kerja setahun

Inventory record accuracy (IRA):

IRA = (Jumlah SKU yang cocok ÷ Jumlah SKU yang dihitung) × 100%

Cara Cycle Counting di Gudang

Berikut langkah penerapan cycle counting di gudang secara berurutan:

  1. Rapikan master data dan lokasi: pastikan setiap SKU punya kode, satuan, dan lokasi rak yang jelas. Data yang berantakan membuat hasil hitung tidak bisa dibandingkan.
  2. Klasifikasikan item: kelompokkan SKU ke kelas A, B, dan C berdasarkan nilai atau frekuensi transaksi.
  3. Susun jadwal hitung: tentukan frekuensi per kelas, lalu bagi menjadi daftar hitung harian. Pilih jam dengan aktivitas gudang paling rendah.
  4. Tetapkan cut-off: selesaikan pencatatan penerimaan dan pengeluaran untuk SKU terkait sebelum dihitung. Tahan pergerakan barang di lokasi tersebut selama penghitungan.
  5. Lakukan blind count: penghitung hanya menerima daftar SKU dan lokasi, tanpa angka stok sistem. Cara ini mencegah penghitung sekadar menyalin angka.
  6. Bandingkan dan hitung ulang: cocokkan hasil dengan catatan sistem. Jika ada selisih di luar toleransi, hitung ulang oleh petugas berbeda.
  7. Telusuri akar penyebab: periksa transaksi terakhir, salah lokasi, salah satuan, kerusakan, atau indikasi kehilangan.
  8. Sesuaikan dan jurnal: buat penyesuaian stok setelah disetujui pihak berwenang. Pastikan penyesuaian tercatat di akuntansi dan terdokumentasi.

Setelah itu, pantau IRA setiap bulan. Tren IRA yang naik menandakan proses gudang semakin tertib.

Tips Meningkatkan Akurasi Cycle Counting

Agar kesesuaian jumlah stok dan laporan keuangan menjadi lebih sinkron, berikut adalah beberapa tips tambahan untuk meningkatkan akurasi dalam proses cycle counting:

  • Gunakan barcode: pemindaian mengurangi salah baca kode dan salah input jumlah.
  • Tetapkan batas toleransi: misalnya selisih di bawah nilai tertentu cukup disetujui kepala gudang, di atasnya perlu persetujuan keuangan.
  • Pisahkan fungsi: petugas yang menghitung sebaiknya bukan petugas yang mencatat penyesuaian.
  • Pantau IRA per kelas: target kelas A sebaiknya lebih ketat daripada kelas C.
  • Integrasikan stok dengan akuntansi: penyesuaian stok seharusnya otomatis memperbarui nilai persediaan dan laporan keuangan.

Jaga Akurasi Stok dengan Aplikasi Inventory Mekari Jurnal

Cycle counting hanya efektif jika catatan sistem bisa diandalkan sebagai pembanding. Pencatatan manual membuat daftar hitung, perbandingan, dan jurnal penyesuaian memakan waktu. Hasilnya, program sering berhenti di tengah jalan.

Aplikasi inventory Mekari Jurnal membantu bisnis menjaga data stok tetap akurat sekaligus terhubung ke pembukuan.

  • Stok real-time multigudang: penerimaan, pengiriman, dan transfer antargudang tercatat otomatis dalam satu sistem.
  • Penyesuaian inventaris terdokumentasi: setiap koreksi stok tercatat lengkap untuk mendukung transparansi dan kepatuhan audit.
  • Barcode terintegrasi SKU: pemindaian mempercepat pencatatan dan mengurangi human error.
  • 40+ laporan inventaris: mencakup stock opname, perputaran stok, aging, dan pergerakan stok per gudang.
  • HPP otomatis: perhitungan dengan metode average, FIFO, atau LIFO langsung terhubung ke laporan keuangan.
  • Akses mobile: pantau stok dan persetujuan langsung dari aplikasi Mekari Jurnal di Android dan iOS.

Dengan data stok yang selalu terbarui, tim gudang cukup fokus menghitung dan menelusuri selisih. Nilai persediaan di neraca pun mencerminkan kondisi fisik yang sebenarnya.

Kelola stok lebih akurat dan siap audit dengan aplikasi inventory Mekari Jurnal

Referensi

  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar Akuntansi Keuangan: PSAK 202 Persediaan.
  • IHL Group. Key Research Findings and Retail Technology Statistics.
  • Brooks, R. B. dan Wilson, L. W. Inventory Record Accuracy: Unleashing the Power of Cycle Counting. John Wiley & Sons.

FAQ

1. Apa itu cycle counting?

1. Apa itu cycle counting?

Cycle counting adalah metode penghitungan fisik sebagian item persediaan secara rutin dan terjadwal. Seluruh item akan terhitung dalam satu siklus tanpa perlu menghentikan operasional gudang.

2. Apa perbedaan cycle counting dan stok opname?

2. Apa perbedaan cycle counting dan stok opname?

Cycle counting menghitung sebagian item secara rutin sepanjang tahun. Stok opname menghitung seluruh item sekaligus pada waktu tertentu dan biasanya menghentikan aktivitas gudang.

3. Apa saja metode cycle counting?

3. Apa saja metode cycle counting?

Metode yang umum dipakai adalah analisis ABC, control group, random sample, berbasis frekuensi transaksi, berbasis lokasi, dan opportunity based.

4. Seberapa sering cycle counting dilakukan?

4. Seberapa sering cycle counting dilakukan?

Umumnya setiap hari atau setiap minggu dalam porsi kecil. Frekuensi per item mengikuti kelasnya. Item kelas A bisa dihitung bulanan, kelas B per kuartal, dan kelas C per semester.

5. Apakah cycle counting bisa menggantikan stok opname tahunan?

5. Apakah cycle counting bisa menggantikan stok opname tahunan?

Tergantung kebijakan perusahaan dan kebutuhan auditor. Banyak perusahaan tetap menjalankan stok opname akhir tahun sebagai konfirmasi, tetapi dengan waktu yang jauh lebih singkat.

6. Bagaimana mencatat selisih hasil cycle counting?

6. Bagaimana mencatat selisih hasil cycle counting?

Selisih kurang dicatat dengan mendebit beban selisih persediaan dan mengkredit persediaan. Selisih lebih dicatat sebaliknya, yaitu mendebit persediaan dan mengkredit pendapatan lain-lain. Penyesuaian perlu disetujui pihak berwenang.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami