Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

ABC Analysis Inventory: Cara Hitung dengan Rumus dan Contoh

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Angela Amanda
Mekari Jurnal Insight

  • Kelas A biasanya hanya 10-20% jumlah SKU, tetapi layak mendapat stock opname paling sering karena nilainya dominan.
  • Biaya per unit dalam perhitungan memakai biaya perolehan, sejalan dengan pengukuran persediaan di PSAK 202.
  • Data pemakaian dan HPP per SKU bisa ditarik langsung dari laporan inventaris Mekari Jurnal.

ABC analysis inventory adalah metode klasifikasi persediaan yang membagi barang ke dalam kelas A, B, dan C berdasarkan nilai pemakaian tahunannya. 

Prinsipnya sederhana. Pengawasan paling ketat diberikan pada sedikit barang yang menyerap modal paling besar. Tanpa prioritas ini, stok mudah menumpuk di satu sisi dan kosong di sisi lain. 

Apa Itu ABC Analysis Inventory?

ABC analysis inventory atau analisis ABC persediaan adalah cara mengurutkan barang dari nilai pemakaian tahunan terbesar hingga terkecil, lalu membaginya menjadi tiga kelas. ASCM Supply Chain Dictionary menyebutnya ABC classification. Nilai pemakaian tahunan dihitung dari harga per unit dikali volume pemakaian.

Metode ini sering disebut metode Pareto persediaan karena mengikuti prinsip Pareto atau aturan 80/20. Sebagian kecil barang biasanya menyumbang sebagian besar nilai. Sisanya banyak secara jumlah, tetapi kecil secara nilai.

Ada dua hal yang perlu diluruskan sejak awal:

  • Bukan metode penilaian persediaan: analisis ABC adalah alat pengendalian manajerial. Nilai persediaan di laporan keuangan tetap dihitung dengan FIFO atau rata-rata tertimbang.
  • Bukan activity-based costing: keduanya sama-sama disingkat ABC. Activity-based costing adalah metode pembebanan biaya overhead, bukan klasifikasi stok.

Klasifikasi Barang ABC: Kriteria Tiap Kelas

Klasifikasi barang ABC tidak memiliki batas baku. Setiap perusahaan menetapkan batasnya sendiri. Dua acuan berikut paling sering dipakai.

KelasPorsi jumlah item (ASCM)Porsi nilai pemakaian (ASCM)Batas kumulatif yang umum dipakai
A10-20%50-70%Sampai 80%
BSekitar 20%Sekitar 20%Di atas 80% sampai 95%
CSekitar 50% atau lebih10-30%Di atas 95% sampai 100%

Karakter tiap kelas:

  • Kelas A: jumlah itemnya sedikit, nilainya paling besar. Kesalahan kecil pada kelas ini langsung terasa di arus kas.
  • Kelas B: nilai menengah. Pengawasannya moderat dan dievaluasi berkala.
  • Kelas C: jumlah itemnya paling banyak, nilainya paling kecil. Pengawasannya dibuat sederhana agar tidak memakan waktu tim gudang.

Rumus Analisis ABC Persediaan

Perhitungan analisis ABC persediaan memakai tiga rumus berurutan.

1. Nilai pemakaian tahunan

Nilai Pemakaian Tahunan = Jumlah Unit Terpakai atau Terjual per Tahun × Biaya Perolehan per Unit

2. Persentase nilai per item

Persentase Nilai = (Nilai Pemakaian Tahunan Item ÷ Total Nilai Pemakaian Tahunan) × 100%

3. Persentase kumulatif

Persentase Kumulatif = Persentase Nilai Item + Persentase Kumulatif Item Sebelumnya

Biaya per unit memakai biaya perolehan, bukan harga jual. Menurut PSAK 202 Persediaan, biaya perolehan mencakup biaya pembelian dan biaya lain yang timbul sampai persediaan siap dijual. 

Pakai rumus biaya yang sama dengan pembukuan Anda, yaitu FIFO atau rata-rata tertimbang, agar hasil klasifikasi selaras dengan nilai persediaan di neraca.

Contoh Perhitungan dan Studi Kasus Analisis ABC

Untuk memahami bagaimana analisis ABC ini diterapkan, simak studi kasus pada perusahaan distributor berikut untuk melihat cara perhitungannya.

PT Sinar Elektrik Nusantara adalah distributor alat listrik dengan 10 SKU. Tim keuangan menarik data penjualan Januari sampai Desember 2025 dan biaya perolehan rata-rata per unit.

Langkah 1: Hitung nilai pemakaian tahunan

SKUUnit terjual per tahunBiaya per unitNilai pemakaian tahunan
Panel Listrik 3 Phase100Rp4.200.000Rp420.000.000
Kabel NYY 4×16 mm (roll)140Rp2.500.000Rp350.000.000
MCB 3 Phase 32A400Rp200.000Rp80.000.000
Lampu LED Industri 100W200Rp250.000Rp50.000.000
Kontaktor 25A100Rp300.000Rp30.000.000
Stopkontak Industri500Rp46.000Rp23.000.000
Kabel NYM 2×1,5 mm (roll)30Rp500.000Rp15.000.000
Saklar Tunggal1.000Rp14.000Rp14.000.000
Pipa Conduit 20 mm1.200Rp9.000Rp10.800.000
Isolasi Listrik1.800Rp4.000Rp7.200.000
TotalRp1.000.000.000

Langkah 2: Urutkan, lalu hitung persentase kumulatif

Batas kelas yang dipakai: A sampai 80%, B di atas 80% sampai 95%, C di atas 95%.

PeringkatSKUNilai pemakaian tahunanPersentase nilaiPersentase kumulatifKelas
1Panel Listrik 3 PhaseRp420.000.00042,00%42,00%A
2Kabel NYY 4×16 mmRp350.000.00035,00%77,00%A
3MCB 3 Phase 32ARp80.000.0008,00%85,00%B
4Lampu LED Industri 100WRp50.000.0005,00%90,00%B
5Kontaktor 25ARp30.000.0003,00%93,00%B
6Stopkontak IndustriRp23.000.0002,30%95,30%C
7Kabel NYM 2×1,5 mmRp15.000.0001,50%96,80%C
8Saklar TunggalRp14.000.0001,40%98,20%C
9Pipa Conduit 20 mmRp10.800.0001,08%99,28%C
10Isolasi ListrikRp7.200.0000,72%100,00%C

Langkah 3: Rangkum per kelas

KelasJumlah SKUPorsi jumlah SKUNilai pemakaian tahunanPorsi nilai
A220%Rp770.000.00077%
B330%Rp160.000.00016%
C550%Rp70.000.0007%
Total10100%Rp1.000.000.000100%

Hasilnya, dua SKU saja menyerap 77% nilai pemakaian. Isolasi listrik terjual 1.800 unit, paling banyak di antara semua SKU, tetapi masuk kelas C. Jadi volume tidak menentukan kelas. Yang menentukan adalah nilai.

Dampak ke pembukuan: selisih stock opname kelas A

Karena masuk kelas A, panel listrik dihitung fisik setiap bulan. Pada stock opname Maret 2026, tim menemukan kekurangan 1 unit panel. Selisih dicatat sebesar biaya perolehannya.

TanggalAkunDebitKredit
31 Maret 2026Beban Selisih PersediaanRp4.200.000
Persediaan Barang DagangRp4.200.000

Satu unit panel yang hilang setara dengan 1.050 unit isolasi listrik (Rp4.200.000 ÷ Rp4.000). Inilah alasan frekuensi penghitungan dibedakan per kelas.

Baca Juga: Penurunan Nilai Persediaan: Pengertian, Penyebab, Cara Menghitung, dan Pencatatannya

Kebijakan Pengendalian untuk Tiap Kelas

Klasifikasi baru berguna jika diikuti kebijakan yang berbeda. Praktik yang umum dirujuk dalam literatur manajemen operasi (Heizer, Render & Munson) adalah sebagai berikut.

AspekKelas AKelas BKelas C
Frekuensi stock opnameBulananTriwulananSemesteran atau tahunan
Safety stockRendah, dihitung per SKUModeratLonggar
Pola pemesananSering dalam jumlah kecil, berbasis peramalanBerkala dengan reorder pointJarang dalam jumlah besar
Otorisasi pembelianManajer atau pimpinanSupervisorStaf gudang
Hubungan pemasokKontrak dan evaluasi rutinEvaluasi berkalaPemasok standar

Sesuaikan frekuensi dengan kapasitas tim. Yang penting, kelas A selalu mendapat porsi perhatian terbesar.

ABC Analysis vs XYZ vs FSN vs VED

Analisis ABC hanya melihat nilai. Untuk sudut pandang lain, ada beberapa metode klasifikasi pelengkap.

MetodeDasar klasifikasiPertanyaan yang dijawabCocok untuk
ABCNilai pemakaian tahunanBarang mana yang menyerap modal terbesar?Semua bisnis dengan banyak SKU
XYZVariabilitas permintaanBarang mana yang permintaannya sulit diprediksi?Perencanaan safety stock
FSNKecepatan pergerakan (fast, slow, non-moving)Barang mana yang mengendap di gudang?Identifikasi dead stock
VEDTingkat kekritisan (vital, essential, desirable)Barang mana yang tidak boleh kosong?Suku cadang, farmasi, rumah sakit

Banyak perusahaan menggabungkan ABC dengan XYZ. Barang AX (nilai tinggi, permintaan stabil) bisa dikelola dengan stok tipis. Barang AZ (nilai tinggi, permintaan tidak menentu) butuh perhatian paling besar.

Cara Menerapkan ABC Analysis Inventory di Bisnis Anda

Penerapan analisis ABC tidak membutuhkan alat khusus. Anda cukup memiliki data pemakaian dan biaya per unit yang akurat, lalu mengikuti enam langkah berikut secara berurutan:

  1. Tarik data pemakaian 12 bulan per SKU: gunakan laporan penjualan atau pemakaian bahan dari sistem.
  2. Ambil biaya perolehan per unit: pakai metode yang sama dengan pembukuan.
  3. Hitung dan urutkan nilai pemakaian tahunan: dari terbesar ke terkecil.
  4. Tetapkan batas kelas: misalnya 80% dan 95% kumulatif, lalu dokumentasikan sebagai kebijakan.
  5. Bedakan kebijakan tiap kelas: frekuensi stock opname, safety stock, dan otorisasi.
  6. Tinjau ulang minimal setahun sekali: lebih sering jika harga atau permintaan cepat berubah.

Terapkan Analisis ABC Lebih Cepat dengan Mekari Jurnal

Bagian paling berat dari analisis ABC adalah mengumpulkan data yang akurat. Jika pemakaian dan biaya per unit masih tersebar di banyak spreadsheet, klasifikasi sulit diperbarui secara rutin.

Aplikasi inventory Mekari Jurnal menyediakan data tersebut dalam satu sistem yang terhubung dengan pembukuan:

  • 40+ laporan inventaris: mencakup produk terlaris, stock opname, perputaran stok, aging, dan profitabilitas produk sebagai bahan klasifikasi.
  • HPP otomatis: biaya per unit dihitung dengan metode average atau FIFO, termasuk alokasi landed cost ke nilai stok.
  • Stok real-time multigudang: penerimaan, pengiriman, dan transfer antargudang tercatat otomatis.
  • Notifikasi AI saat stok menipis: membantu menjaga ketersediaan barang kelas A.
  • Barcode dan SKU terintegrasi: mempercepat stock opname dan mengurangi salah input.
  • Penyesuaian inventaris terdokumentasi: selisih stock opname tercatat rapi untuk kebutuhan audit.

Dengan data yang selalu terbarui, klasifikasi A, B, dan C bisa ditinjau kapan saja, bukan hanya di akhir tahun.

Kelola stok bernilai tinggi dengan data akurat dan terintegrasi ke laporan keuangan melalui Mekari Jurnal

Referensi

  • ASCM. ASCM Supply Chain Dictionary, 18th edition.
  • Supply Chain Management Review. ABC Classification.
  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Buletin Implementasi Volume 4, pembahasan PSAK 202 Persediaan.
  • Heizer, J., Render, B., & Munson, C. Operations Management: Sustainability and Supply Chain Management. Pearson.

FAQ

1. Apa itu ABC analysis inventory?

1. Apa itu ABC analysis inventory?

ABC analysis inventory adalah metode klasifikasi persediaan yang membagi barang menjadi kelas A, B, dan C berdasarkan nilai pemakaian tahunannya. Kelas A bernilai paling besar dan diawasi paling ketat.

2. Apa hubungan analisis ABC dengan metode Pareto persediaan?

2. Apa hubungan analisis ABC dengan metode Pareto persediaan?

Analisis ABC adalah penerapan prinsip Pareto pada persediaan. Sebagian kecil barang menyumbang sebagian besar nilai. Analisis ABC lalu membaginya menjadi tiga kelas agar perlakuannya bisa dibedakan.

3. Berapa batas persentase kelas A, B, dan C?

3. Berapa batas persentase kelas A, B, dan C?

Tidak ada batas baku. Acuan yang umum adalah kelas A sampai 80% nilai kumulatif, kelas B sampai 95%, dan sisanya kelas C. ASCM menyebut kelas A biasanya 10-20% item dengan 50-70% nilai.

4. Seberapa sering klasifikasi barang ABC perlu diperbarui?

4. Seberapa sering klasifikasi barang ABC perlu diperbarui?

Minimal setahun sekali. Bisnis dengan harga atau permintaan yang cepat berubah sebaiknya meninjau setiap triwulan atau semester.

5. Apakah analisis ABC sama dengan activity-based costing?

5. Apakah analisis ABC sama dengan activity-based costing?

Tidak. Analisis ABC adalah klasifikasi persediaan. Activity-based costing adalah metode pembebanan biaya overhead ke produk berdasarkan aktivitas.

6. Apakah analisis ABC memengaruhi laporan keuangan?

6. Apakah analisis ABC memengaruhi laporan keuangan?

Tidak secara langsung. Nilai persediaan tetap diukur sesuai PSAK 202. Dampaknya tidak langsung, yaitu selisih stock opname lebih cepat ditemukan dan modal kerja di persediaan lebih terkendali.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami