Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
8 min read

Panduan Line Item Budgeting dan Cara Menyusunnya untuk Anggaran Perusahaan 

Tayang
Ditulis oleh: Mekari Jurnal okky nugroho
Highlights
  • Line item budgeting adalah metode anggaran yang menyusun pendapatan dan pengeluaran berdasarkan pos.
  • Metode ini mudah disusun dan dipantau, tetapi kurang mengaitkan anggaran dengan hasil atau kinerja.
  • Mekari Jurnal membantu memantau anggaran dan realisasi setiap pos biaya secara real-time.

Bagi pelaku usaha, menyusun anggaran membantu merencanakan pemasukan dan pengeluaran serta mengalokasikan biaya sesuai kebutuhan bisnis. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah line item budgeting, yaitu metode yang menyusun anggaran berdasarkan pos pendapatan dan pengeluaran.

Line item budgeting relatif mudah diterapkan karena setiap biaya dicatat dan dipantau berdasarkan posnya. Namun, metode ini lebih berfokus pada pengendalian pengeluaran daripada menghubungkan anggaran dengan hasil atau target bisnis.

Artikel ini membahas karakteristik, komponen, kelebihan dan kekurangan, perbandingan dengan metode lain, hingga contoh penerapan line item budgeting dalam bisnis.

Apa Itu Line Item Budgeting?

Line item budgeting atau anggaran item baris adalah metode penganggaran yang mencatat setiap pos pendapatan dan pengeluaran secara terpisah dalam kategori atau baris (line) tersendiri. Penyusunannya umumnya menggunakan anggaran atau realisasi periode sebelumnya sebagai dasar, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan pada periode berjalan.

Dalam penerapannya, setiap pengeluaran dapat dikelompokkan berdasarkan departemen, fungsi, atau pusat biaya. Pengelompokan tersebut membantu perusahaan melihat alokasi dana pada setiap pos serta membandingkan anggaran dan realisasinya dengan periode sebelumnya. Dengan cara ini, perusahaan dapat lebih mudah memantau perubahan pengeluaran dari satu periode ke periode berikutnya.

Line item budgeting juga sering disebut sebagai anggaran tradisional (traditional budgeting) karena termasuk salah satu pendekatan penganggaran yang telah lama digunakan, terutama dalam sektor publik. Karena penyusunannya relatif sederhana, metode ini kemudian banyak diterapkan dalam bisnis untuk membantu mengelola anggaran operasional.

Namun, fokus utama line item budgeting adalah mengatur besaran dana berdasarkan setiap pos pengeluaran. Metode ini belum secara langsung menghubungkan alokasi biaya dengan target atau hasil kinerja yang ingin dicapai.

Karakteristik Line Item Budgeting

Sebagai metode penganggaran tradisional, line item budgeting memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari pendekatan penganggaran berbasis kinerja. Ciri-ciri tersebut dapat dilihat dari cara penyusunan anggaran, fokus penggunaan dana, hingga pengelompokan setiap pos pengeluaran.

1. Bersifat Incremental

Anggaran periode berjalan umumnya disusun berdasarkan anggaran atau realisasi periode sebelumnya, kemudian ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan. Penyesuaian dapat dilakukan menggunakan nominal atau persentase tertentu, misalnya menaikkan anggaran 10% dari periode sebelumnya.

2. Berorientasi pada Input

Fokus utamanya adalah jumlah dan jenis sumber daya yang dibutuhkan atau dibelanjakan, seperti gaji, sewa, listrik, dan perlengkapan. Metode ini lebih menekankan pengendalian besarnya pengeluaran daripada menghubungkan biaya tersebut dengan hasil atau output yang ingin dicapai.

3. Menekankan Kontrol dan Akuntabilitas

Setiap pos anggaran dipantau secara terpisah agar penggunaan dana dapat dikendalikan dan dipertanggungjawabkan. Perbandingan antara anggaran dan realisasi juga membantu perusahaan mengidentifikasi penyimpangan pada masing-masing pos pengeluaran.

4. Struktur Berdasarkan Sifat atau Kategori Pengeluaran

Pos anggaran dikelompokkan berdasarkan jenis biaya, departemen, fungsi, atau kategori pengeluaran dan pendapatan. Struktur ini berbeda dari performance budgeting yang mengaitkan alokasi anggaran dengan program, aktivitas, serta target atau hasil yang ingin dicapai.

Komponen Utama Line Item Budgeting

Untuk menyusun line item budgeting, terdapat beberapa komponen utama yang perlu disiapkan agar setiap pos anggaran dapat direncanakan, dipantau, dan dibandingkan dengan realisasinya.

KomponenPenjelasan
Daftar pos pendapatan dan pengeluaranKelompokkan pos yang sejenis, seperti gaji karyawan, sewa tempat, pemasaran, dan perlengkapan kantor, masing-masing pada baris tersendiri.
Data anggaran atau realisasi periode sebelumnyaMenjadi acuan untuk menentukan dan menyesuaikan nominal anggaran pada periode berjalan.
Anggaran periode berjalan per posMenunjukkan nominal yang dialokasikan untuk setiap pos pada periode berjalan.
Kolom realisasi dan selisihMenunjukkan perbandingan antara anggaran dan pengeluaran aktual, termasuk apakah realisasi sesuai, melebihi, atau berada di bawah anggaran yang ditetapkan.

Kolom realisasi dan selisih membantu perusahaan tidak hanya menyusun daftar anggaran, tetapi juga memantau penggunaan dana pada setiap pos. Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi penyimpangan antara anggaran dan realisasi serta menjadi bahan evaluasi pengelolaan biaya.

Kelebihan dan Kekurangan Line Item Budgeting

Seperti metode anggaran lainnya, line item budgeting memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum diterapkan. Metode ini relatif sederhana untuk disusun dan dikontrol, tetapi memiliki keterbatasan dalam menghubungkan alokasi biaya dengan hasil yang ingin dicapai.

KelebihanKekurangan
Mudah disusun dan dipahami, termasuk oleh pihak yang tidak berlatar belakang keuanganCenderung tidak menghubungkan pengeluaran dengan output atau hasil kinerja yang dicapai
Memudahkan kontrol dan pelacakan pengeluaran karena setiap pos dicatat secara terpisahBerisiko mempertahankan pengeluaran yang kurang efisien karena anggaran periode sebelumnya menjadi salah satu dasar penyusunan anggaran baru
Mempermudah perbandingan antarperiode, misalnya antara anggaran tahun lalu dan tahun berjalanKurang menunjukkan prioritas antarpos ketika kebutuhan atau tingkat kepentingan setiap aktivitas berbeda
Cocok untuk bisnis dengan struktur biaya yang relatif stabil dan berulangKurang fleksibel untuk bisnis yang tumbuh cepat atau sering mengalami perubahan struktur biaya

Line Item Budgeting vs Incremental Budgeting vs Zero-Based Budgeting

Line item budgeting sering disamakan dengan incremental budgeting, padahal keduanya menekankan hal yang berbeda. Line item budgeting berkaitan dengan struktur anggaran, yaitu bagaimana pendapatan dan pengeluaran dikelompokkan ke dalam pos-pos terpisah. Sementara itu, incremental budgeting berkaitan dengan cara menentukan nominal anggaran, yaitu dengan menyesuaikan anggaran periode sebelumnya. Dalam praktiknya, kedua pendekatan ini dapat digunakan secara bersamaan.

AspekLine Item BudgetingIncremental BudgetingZero-Based Budgeting
Dasar penyusunanAnggaran atau realisasi periode sebelumnya yang dikelompokkan ke dalam pos atau kategoriAnggaran periode sebelumnya yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan periode berjalanDimulai dari nol, setiap pos atau aktivitas perlu dijustifikasi berdasarkan kebutuhan periode berjalan
FokusInput dan kontrol pengeluaran berdasarkan pos atau kategoriPerubahan nominal anggaran dari periode sebelumnyaKebutuhan dan manfaat setiap aktivitas atau pengeluaran
Waktu penyusunanRelatif cepat karena menggunakan struktur pos yang sudah adaRelatif cepat karena menggunakan anggaran periode sebelumnya sebagai dasarLebih lama karena setiap pos atau aktivitas perlu dianalisis dan dijustifikasi kembali
Risiko utamaKurang menunjukkan hubungan antara pengeluaran dan hasil atau prioritas aktivitasPola pengeluaran yang kurang efisien dapat terus terbawa dari periode sebelumnyaMembutuhkan waktu, analisis, dan sumber daya yang lebih besar dalam proses penyusunan

Contoh Line Item Budgeting: Anggaran vs Realisasi

Toko Elektronik Cahaya Mandiri menyusun line item budgeting untuk biaya operasional bulan Juni berdasarkan penyesuaian dari realisasi periode sebelumnya.

Pos BiayaAnggaranRealisasiSelisih
Gaji KaryawanRp45.000.000Rp45.000.000Rp0
Sewa TempatRp15.000.000Rp15.000.000Rp0
Listrik dan InternetRp5.000.000Rp6.200.000(Rp1.200.000)
Pemasaran dan IklanRp10.000.000Rp7.500.000Rp2.500.000
ATK dan Perlengkapan KantorRp3.000.000Rp3.400.000(Rp400.000)
TotalRp78.000.000Rp77.100.000Rp900.000

Dari tabel tersebut, terlihat bahwa biaya listrik dan internet serta ATK melebihi anggaran yang telah ditetapkan, masing-masing sebesar Rp1.200.000 dan Rp400.000. Sebaliknya, realisasi biaya pemasaran dan iklan berada Rp2.500.000 di bawah anggaran. Secara total, realisasi pengeluaran masih Rp900.000 di bawah anggaran, tetapi manajemen tetap perlu menelusuri penyebab kenaikan biaya pada pos tertentu untuk menentukan apakah selisih tersebut bersifat sementara atau perlu diantisipasi pada periode berikutnya.

Contoh ini menunjukkan bagaimana line item budgeting dapat digunakan sebagai alat kontrol dengan membandingkan anggaran dan realisasi pada setiap pos. Dari perbandingan tersebut, manajemen dapat mengidentifikasi penyimpangan dan menjadikannya bahan evaluasi untuk penyusunan anggaran periode berikutnya.

Kapan Bisnis Sebaiknya Menggunakan Line Item Budgeting?

Line item budgeting dapat menjadi pilihan bagi bisnis yang membutuhkan struktur anggaran sederhana untuk merencanakan dan mengontrol pemasukan maupun pengeluaran. 

Metode ini terutama relevan ketika perusahaan memiliki pola biaya yang relatif mudah diprediksi dan perlu memantau penggunaan dana berdasarkan setiap pos secara terpisah. 

Beberapa karakteristik bisnis yang sesuai dengan pendekatan ini antara lain:

  • Struktur biaya yang relatif stabil dan berulang setiap periode, seperti toko ritel, kantor jasa, atau bisnis dengan operasional rutin.
  • Membutuhkan kontrol pengeluaran berdasarkan kategori, terutama ketika perusahaan perlu memantau anggaran dan realisasi setiap pos secara terpisah.
  • Memiliki tim atau pemilik bisnis yang belum tentu berlatar belakang keuangan, karena format line item budgeting relatif sederhana dan mudah dipahami.

Sebaliknya, bisnis yang tumbuh cepat, sering meluncurkan produk baru, atau perlu mengaitkan anggaran secara langsung dengan target kinerja dapat mempertimbangkan penggunaan metode lain atau mengombinasikannya dengan pendekatan seperti zero-based budgeting atau performance budgeting. Pendekatan tersebut dapat membantu perusahaan menilai kembali kebutuhan setiap pengeluaran atau menghubungkan alokasi biaya dengan hasil yang ingin dicapai.

Susun dan Pantau Line Item Budgeting Lebih Akurat dengan Mekari Jurnal

Semakin banyak pos biaya yang dikelola, semakin penting bagi bisnis untuk mengetahui berapa anggaran yang telah dialokasikan dan berapa dana yang benar-benar digunakan. Pemantauan per pos juga membantu perusahaan melihat selisih antara rencana dan realisasi sebelum perbedaan tersebut memengaruhi pengendalian biaya secara keseluruhan.

Mekari Jurnal membantu bisnis mencatat dan memantau anggaran serta pengeluaran secara lebih terstruktur. Melalui fitur Biaya & Anggaran, bisnis dapat membuat anggaran per periode, melacak biaya berdasarkan kategori, dan membandingkan anggaran dengan transaksi aktual melalui laporan anggaran.

Dengan fitur Biaya & Anggaran Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Membuat anggaran per periode, sehingga setiap kebutuhan biaya dapat direncanakan dan dipantau sesuai periode yang ditentukan.
  • Membandingkan anggaran dengan transaksi aktual, sehingga selisih antara rencana dan realisasi pengeluaran dapat diketahui melalui laporan anggaran.
  • Memantau biaya berdasarkan kategori, sehingga penggunaan dana pada setiap kelompok pengeluaran dapat terlihat lebih jelas.
  • Menganalisis biaya berdasarkan proyek atau aktivitas menggunakan fitur tag, sehingga transaksi yang berkaitan dengan proyek tertentu dapat dikelompokkan dan ditelusuri.
  • Mengelola transaksi dan pembayaran berulang, sehingga pencatatan biaya rutin dapat dilakukan lebih praktis.
  • Memantau pembaruan biaya secara real-time, sehingga informasi pengeluaran yang digunakan untuk mengevaluasi anggaran tetap mengikuti transaksi terbaru.

Dengan pengelolaan anggaran dan realisasi yang lebih terstruktur, bisnis dapat memantau setiap pos biaya dengan lebih mudah dan menggunakan informasi tersebut sebagai bahan evaluasi untuk periode berikutnya.

Referensi

  • Mardiasmo. Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Penerbit Andi.
  • AccountingTools. Line Item Budget.
  • Indonesian Treasury Review, Kementerian Keuangan Republik Indonesia. The Utilization of Standard Costs in Performance-Based Budgeting System in Indonesian Government Institutions.
  • Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan line item budgeting?

1. Apa yang dimaksud dengan line item budgeting?

Line item budgeting adalah metode penganggaran yang mencatat setiap pos pendapatan dan pengeluaran secara terpisah dalam kategori atau baris tersendiri, biasanya disusun dengan menyesuaikan angka anggaran atau realisasi periode sebelumnya.

2. Apa bedanya line item budgeting dengan incremental budgeting?

2. Apa bedanya line item budgeting dengan incremental budgeting?

Line item budgeting menekankan struktur, yaitu bagaimana pos-pos anggaran disusun secara terpisah per kategori, sedangkan incremental budgeting menekankan filosofi penyesuaian, yaitu bagaimana nominal tiap pos ditentukan dengan menambah atau mengurangi angka periode sebelumnya. Keduanya sering diterapkan bersamaan dalam praktik.

3. Apa kelebihan utama line item budgeting dibanding metode anggaran lain?

3. Apa kelebihan utama line item budgeting dibanding metode anggaran lain?

Kelebihan utamanya adalah kemudahan penyusunan dan pemahaman, kontrol pengeluaran yang ketat per kategori, serta kemudahan membandingkan anggaran antarperiode, sehingga cocok untuk bisnis dengan struktur biaya yang stabil.

4. Apa kelemahan line item budgeting?

4. Apa kelemahan line item budgeting?

Kelemahan utamanya adalah lemahnya keterkaitan antara anggaran dengan hasil atau output kinerja, potensi pemborosan karena anggaran tahun lalu otomatis jadi dasar tanpa dikaji ulang kebutuhannya, serta kurang fleksibel untuk bisnis yang struktur biayanya sering berubah.

5. Apakah line item budgeting masih relevan digunakan bisnis saat ini?

5. Apakah line item budgeting masih relevan digunakan bisnis saat ini?

Masih relevan, terutama untuk bisnis kecil-menengah dengan struktur biaya rutin dan stabil. Namun untuk bisnis yang butuh mengaitkan anggaran dengan target kinerja tertentu, line item budgeting sebaiknya dikombinasikan dengan metode lain seperti performance budgeting atau zero-based budgeting.

6. Bagaimana cara membuat line item budgeting untuk bisnis kecil?

6. Bagaimana cara membuat line item budgeting untuk bisnis kecil?

Caranya adalah mengelompokkan pos pendapatan dan pengeluaran ke dalam kategori terpisah, menggunakan data anggaran atau realisasi periode sebelumnya sebagai acuan, menetapkan anggaran periode berjalan per pos, lalu menambahkan kolom realisasi dan selisih untuk memantau penyimpangan.

7. Kapan sebaiknya bisnis beralih dari line item budgeting ke zero-based budgeting?

7. Kapan sebaiknya bisnis beralih dari line item budgeting ke zero-based budgeting?

Sebaiknya dipertimbangkan ketika bisnis tumbuh cepat, sering mengubah model bisnis atau lini produk, atau ketika anggaran tahun lalu dirasa sudah tidak lagi mencerminkan kebutuhan riil, sehingga tiap pos perlu dijustifikasi ulang dari nol.

Kategori : Cost Accounting

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami