Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

PSAK 72: Pengertian, 5 Tahapan, dan Poin Penting yang Harus Diperhatikan

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • PSAK 72 menjadi standar tunggal pengakuan pendapatan yang menyatukan berbagai metode berbasis kontrak untuk mencerminkan realitas ekonomi secara lebih akurat
  • PSAK 72 meningkatkan kualitas pelaporan dengan mengubah timing pengakuan pendapatan dan memperkenalkan konsep liabilitas kontrak
  • Melalui penerapan standar akuntansi ini, mendorong perusahaan untuk menganalisis  kontrak secara lebih dalam, seperti menghitung harga transaksi serta memisahkan kewajiban pelaksanaan

Ikatan Akuntan Indonesia mengeluarkan PSAK 72 tentang Pendapatan dari Kontrak Pelanggan sebagai adopsi dari IFRS 15 tentang Revenue from Contracts with Customers.

Melalui adanya standar akuntansi ini, perusahaan akan menerapkan cara pengakuan pendapatan kontrak berbasis prinsip dengan lebih konsisten, khususnya dalam sektor konstruksi, retail, telekomunikasi, dan manufaktur yang sering menjalankan bisnis berbasis kontrak berjangka panjang.

Keberadaan PSAK 72 juga bertujuan agar tim keuangan perusahaan dapat memastikan laporan laba rugi mencerminkan kinerja ekonomi perusahaan yang sesungguhnya.

Walaupun berdasarkan nomenklatur terbaru Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Indonesia bahwa PSAK 72 kini efektif menjadi PSAK 115, substansi model pengakuan pendapatannya tetap sama.

Untuk memahami bagaimana pendapatan dicatat dan diakui dengan tepat berdasarkan PSAK 72/PSAK 115, simak selengkapnya dalam artikel Mekari Jurnal berikut ini.

Apa Itu PSAK 72?

Ikatan Akuntansi Indonesia menjelaskan PSAK 72 adalah standar akuntansi berdasarkan adopsi IFRS 15 yang mengatur tentang pendapatan dari kontrak dengan pelanggan dari berbagai prinsip pengakuan menjadi satu model tunggal yang komprehensif.

Inti dari pengakuan pendapatannya mengacu pada prinsip bahwa entitas harus mengakui pendapatan untuk menggambarkan pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan.

Apakah PSAK 72 dan PSAK 115 Sama?

Dalam struktur SAK terbaru, seiring dengan pemutakhiran penomoran oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), standar ini bertransformasi menjadi PSAK 115.

Namun, PSAK 72 tetap menjadi rujukan utama yang paling sering digunakan untuk mendiskusikan mekanisme pengakuan pendapatan berbasis kontrak, karena tidak ada perbedaan yang substansial dalam prinsip akuntansi, dan dasar perubahannya karena sekadar revisi administratif saja.

Mengapa PSAK 72 Penting?

Salah satu alasan utama standar ini wajib diterapkan adalah untuk mendorong perusahaan untuk menganalisis isi kontrak mereka secara lebih dalam.

Hal ini dikarenakan banyak perusahaan yang mengakui pendapatan secara pukul rata, yang sering kali tidak mencerminkan realitas progres pekerjaan sebelum standar ini diberlakukan.

Beberapa alasan lain mengapa PSAK 72 penting untuk diterapkan adalah:

  • Agar laporan keuangan perusahaan Indonesia menerapkan prinsip yang konsisten dan setara dengan perusahaan global
  • Memudahkan investor dalam melakukan analisis komparatif
  • Membantu pengguna laporan keuangan memahami kapan pendapatan benar-benar didapat dan seberapa besar ketidakpastian arus kas dari kontrak tersebut
  • Agar kontrak jangka panjang atau kompleks dapat berjalan lebih transparan

Lima Tahapan dalam PSAK 72

Lima Tahapan dalam PSAK 72

PSAK 72 menjadi standar tunggal untuk pengakuan pendapatan dalam kontrak dengan pelanggan yang dijalankan oleh perusahaan.

Dalam prosesnya, terdapat lima langkah utama yang harus diimplementasi ketika mengakui pendapatan, yaitu:

  1. Identifikasi Kontrak dengan Pelanggan
  2. Identifikasi Kewajiban Pelaksanaan
  3. Menentukan Harga Transaksi
  4. Mengalokasikan Harga Transaksi
  5. Mengakui Pendapatan

Untuk penjelasannya yang komprehensif dari setiap tahapan, akan dipaparkan sebagai berikut:

1. Identifikasi Kontrak dengan Pelanggan

Pengakuan pendapatan dimulai dari kontrak dengan pelanggan, yang tidak harus berbentuk dokumen formal, selama memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Kontrak dianggap sah menurut PSAK 72 jika komitmen disepakati, hak dan pembayaran jelas, memiliki substansi komersial, serta imbalan kemungkinan besar tertagih.Tanpa memenuhi kriteria ini, penerimaan uang belum dapat diakui sebagai pendapatan.

2. Identifikasi Kewajiban Pelaksanaan dalam Kontrak

Selanjutnya adalah menentukan apa saja janji yang ada di dalam kontrak tersebut dan menjadi pelaksanaan yang wajib dalam ketentuan PSAK 72.

Perusahaan harus menilai apakah barang atau jasa bersifat terpisah (distinct), sehingga penjualan seperti mobil dengan paket servis mencakup dua kewajiban, yaitu (1) penyerahan barang dan (2) pemberian jasa.

Pemisahan ini penting karena waktu pengakuan pendapatan untuk kedua hal tersebut bisa berbeda.

3. Menentukan Harga Transaksi

Setelah mengetahui apa yang dijanjikan, langkah selanjutnya adalah menentukan harga transaksi PSAK 72.

Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan akan diterima perusahaan, namun angkanya tidak selalu sama dengan di label karena terdapat komponen variabel lain, seperti diskon, rabat, bonus kinerja, atau penalti.

Oleh karena itu, perusahaan harus mengestimasikannya dengan akurat agar pendapatan tidak mengalami pembalikkan di masa depan.

4. Mengalokasikan Harga Transaksi ke Kewajiban Pelaksanaan dalam Kontrak

Jika sebuah kontrak memiliki lebih dari satu kewajiban pelaksanaan (seperti contoh mobil dan servis tadi), maka total harga transaksi harus dialokasikan ke masing-masing kewajiban tersebut.

Dasar alokasi yang paling umum adalah harga jual berdiri sendiri (stand-alone selling price). Langkah ini memastikan bahwa pendapatan untuk mobil diakui saat mobil diserahkan, sementara pendapatan untuk servis diakui secara bertahap selama periode servis berlangsung.

5.  Mengakui Pendapatan ketika Entitas Menyelesaikan Kewajiban Pelaksanaan

Yang terakhir tentunya adalah mengakui pendapatan ketika entitas telah menyelesaikan kewajiban pelaksanaan.

Terdapat dua pola pengakuan, yaitu:

  • Pada suatu titik waktu (Point in Time): Biasanya untuk penjualan barang di mana kontrol berpindah saat serah terima fisik
  • Sepanjang waktu (Over Time): Umumnya berlaku untuk jasa konstruksi atau layanan berlangganan, di mana manfaat diterima secara bertahap selama layanan diberikan

Poin Penting yang Harus Diperhatikan dalam PSAK 72

Dala praktiknya, seringkali banyak aspek yang ditemukan dan menimbulkan kesalahpahaman, baik dapat pencatatan maupun mengintepretasikannya.

Oleh karena itu, terdapat beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam PSAK 72 sewaktu diimplementasi di perusahaan, mulai dari:

1. Dokumentasi Kontrak adalah Kunci

Pastikan setiap perubahan atau modifikasi kontrak didokumentasikan dengan baik, tanpa adanya hak, kewajiban, payment terms, atau probabilitas yang memadai, bisa memengaruhi alokasi harga transaksi secara keseluruhan.

2. Kewajiban Pelaksanaan harus Dipisahkan dengan Tepat

Satu kontrak dapat memiliki lebih dari satu janji barang atau jasa, tetapi aktivitas pemenuhan kontrak belum tentu menjadi kewajiban pelaksanaan.

Jika salah dalam mengidentifikasi dapat menyebabkan pendapatan diakui terlalu cepat atau terlalu lambat.

3. Pertimbangan Imbalan Variabel

Jika Anda mencantumkan bonus, penalti, diskon, atau kompensansi bisa memengaruhi angka penndapatan yang berbeda dari nilai invoice kotor.

4. Biaya Mendapatkan Kontrak

PSAK 72 juga mengatur bahwa biaya tambahan untuk mendapatkan kontrak (seperti komisi penjualan) sering kali harus dikapitalisasi dan diamortisasi, bukan langsung dibebankan seluruhnya.

Hubungan PSAK 72 dengan Pendapatan Diterima di Muka dan Liabilitas Kontrak

Bila dilihat dari aspek terminologi, perubahan signifikan terlihat pada perlakuannya terhadap uang muka, di mana dalam akuntansi tradisional disebut sebagai pendapatan diterima dimuka, namun dalam PSAK 72 menjadi akun liabilitas kontrak.

Logikanya sangat sederhana: ketika pelanggan membayar di depan sebelum barang atau jasa diserahkan, perusahaan memiliki kewajiban (liability) untuk melakukan sesuatu.

Uang tersebut baru boleh dipindahkan dari pos liabilitas ke pos pendapatan setelah perusahaan memenuhi kewajiban pelaksanaannya

Contoh Sederhana Penerapan PSAK 72

Terkait contoh penerapannya dalam konteks praktik bisnis, simak dalam studi kasus dalam perusahaan teknologi berikut ini.

Sebuah perusahaan teknologi bernama PT Solusi Digital menjual satu paket kontrak senilai Rp120.000.000 yang terdiri dari lisensi software akuntansi dan layanan support selama 12 bulan, adapun pelanggan membayar di awal.

Berdasarkan contoh ini, lisensi dan support adalah dua kewajiban pelaksanaan yang disticnt dan stand-alone selling price masing-masing Rp90.000.000 untuk lisensi dan Rp36.000.000 untuk support tahunan.

Berdasarkan PSAK 72 mengharuskan harga transaksi dialokasikan berdasarkan relative stand-alone selling price sementara dari sisi waktu pengakuan, lisensi right-to-use yang tidak bergantung pada aktivitas lanjutan entitas cenderung diakui pada titik waktu, sedangkan support berkelanjutan diakui sepanjang waktu.

Komponen Stand-alone Selling Price Alokasi dari Harga Kontrak Rp120.000.000 Pola Pengakuan
Lisensi software Rp90.000.000 Rp85.714.286 Pada titik waktu saat kendali
lisensi berpindah
Support untuk 12 bulan Rp36.000.000 Rp34.285.714 Sepanjang waktu, sekitar
Rp2.857.143 per bulan

Berdasarkan asumsi pelanggan membayar di awal, maka pencatatan jurnal akan dibaca sebagai berikut:

Saat kas diterima:

Debit Kas 120.000.000
Kredit Liabilitas Kontrak 120.000.000

Saat lisensi diserahkan:

Debit Liabilitas Kontrak 85.714.286
Kredit Pendapatan Lisensi 85.714.286

Setiap akhir bulan selama masa support:

Debit Liabilitas Kontrak 2.857.143
Kredit Pendapatan Support 2.857.143

Kasus yang dijelaskan di atas pada dasarnya masih yang masih sederhana. Dalam praktik nyata, tim keuangan masih harus menilai fakta kontrak yang lebih detail.

Ada beberapa pertanyaan dasar yang bisa Anda gunakan menjadi acuan penilaian, yaitu:

  • Apakah lisensi benar-benar distinct?
  • Apakah support hanya stand-ready service?
  • Apakah ada service level credit atau diskon variabel?
  • Apakah ada modifikasi kontrak?
  • Apakah fee awal tertentu sebenarnya hanya aktivitas set-up?

Kesalahan Umum saat Menerapkan PSAK 72

Jika melihat dari buletin implementasi IAI, terdapat beberapa kesalahan yang sering terjadi di lapangan, mulai dari:

  • Mengakui seluruh kas sebagai pendapatan tanpa mempertimbangkan prinsip akrual yang berlaku
  • Gagal mengidentifikasi barang atau jasa terpisah dalam kontrak bundling kompleks
  • Salah menentukan waktu pengakuan pendapatan antara sepanjang waktu atau titik waktu
  • Tidak memperhitungkan nilai waktu uang pada kontrak dengan pembayaran tertunda

Kesimpulan

PSAK 72 saat ini pada dasarnya telah beralih menjadi PSAK 115 karena adanya perubahan penomoran atau revisi administratif, namun subtansi yang terkandung di dalamnya masih sama.

Jika aktivitas bisnis inti Anda sering berinterasi dengan kontrak pelanggan yang kompleks dan berjangka panjang, memahami PSAK 72 bisa menjadi wawasan penting agar pengakuan pendapatan tidak salah waktu dan tidak salah jumlah.

Agar lebih mudah dalam mengelola dan menerapkan PSAK 72 dalam pelaporan keuangan perusahaan, Anda bisa memanfaatkan sistem akuntansi terintegrasi berbasis cloud.

Dengan software akuntansi online seperti Mekari Jurnal, pencatatan kontrak, invoice, pembayaran, dan laporan keuangan dapat dikelola lebih rapi sehingga proses analisis pengakuan pendapatan juga lebih mudah ditelusuri.

Coba GRATIS sekarang juga dan rasakan manfaatnya!

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

PWC, “PSAK 72 – Revenue from Contracts with Customers”.

DSI, “Perbedaan Standar Akuntansi Baru PSAK 71, 72, dan 73 yang Berlaku Mulai Tahun 2020”.

IBIK, “Tinjauan atas Pengakuan, Pencatatan dan Pelaporan Pendapatan Berdasarkan PSAK 72 pada PT ABC”.

Jurnal Vokasi Indonesia, “Analisis Dampak Penerapan Psak 72 Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan: Studi Kasus Pada Dua Perusahaan Properti Di Indonesia”.

FAQ Tentang Sewa Operasi vs Sewa Pembiayaan dalam Akuntansi

Apa itu PSAK 72 dalam akuntansi?

Apa itu PSAK 72 dalam akuntansi?

PSAK 72 adalah standar akuntansi yang mengatur pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, berbasis prinsip transfer barang atau jasa.

Apakah PSAK 72 sama dengan PSAK 115?

Apakah PSAK 72 sama dengan PSAK 115?

Ya, PSAK 115 merupakan pembaruan penomoran dari PSAK 72 tanpa perubahan substansi dalam prinsip pengakuan pendapatan.

Mengapa PSAK 72 penting bagi perusahaan?

Mengapa PSAK 72 penting bagi perusahaan?

PSAK 72 membantu perusahaan mencatat pendapatan secara lebih akurat, meningkatkan transparansi laporan keuangan, dan memudahkan analisis oleh investor.

Apa yang dimaksud kewajiban pelaksanaan (performance obligation)?

Apa yang dimaksud kewajiban pelaksanaan (performance obligation)?

Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa kepada pelanggan yang harus dipenuhi oleh entitas.

Kapan pendapatan diakui menurut PSAK 72?

Kapan pendapatan diakui menurut PSAK 72?

Pendapatan diakui saat kewajiban pelaksanaan terpenuhi, baik pada satu titik waktu (point in time) atau sepanjang waktu (over time).

Apa itu liabilitas kontrak dalam PSAK 72?

Apa itu liabilitas kontrak dalam PSAK 72?

Liabilitas kontrak adalah kewajiban perusahaan ketika menerima pembayaran sebelum barang atau jasa diserahkan kepada pelanggan.

Bagaimana cara menentukan harga transaksi dalam PSAK 72?

Bagaimana cara menentukan harga transaksi dalam PSAK 72?

Harga transaksi ditentukan berdasarkan estimasi imbalan yang akan diterima, termasuk mempertimbangkan diskon, bonus, atau penalti.

Apa dampak PSAK 72 terhadap laporan keuangan?

Apa dampak PSAK 72 terhadap laporan keuangan?

PSAK 72 mengubah waktu pengakuan pendapatan, memperkenalkan liabilitas kontrak, dan meningkatkan akurasi serta transparansi laporan keuangan.

Apakah semua kontrak harus dianalisis dalam PSAK 72?

Apakah semua kontrak harus dianalisis dalam PSAK 72?

Ya, setiap kontrak perlu dianalisis untuk memastikan pengakuan pendapatan sesuai dengan substansi ekonomi dan kewajiban pelaksanaan.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami