Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
10 min read

Arus Kas Operasi: Pengertian, Manfaat, Cara Penyajian, Rumus, dan Cara Menghitungnya

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Tidak seperti laba bersih yang bisa bias akuntansi, arus kas operasi menunjukkan kemampuan bisnis menghasilkan kas riil dari aktivitas inti
  • Bisnis bisa terlihat untung di laporan laba rugi, tetapi tetap mengalami krisis likuiditas karena kas tidak benar-benar tersedia
  • Dengan memantau arus kas operasi, perusahaan dapat mendeteksi masalah modal kerja, efisiensi operasional, hingga kualitas laba secara lebih akurat

Terdapat kesalahpahaman yang sering ditemui pada kalangan pemilik bisnis dan bahkan beberapa staf keuangan, yaitu bahwa laba yang terlihat di laporan laba rugi adalah cerminan langsung dari kas yang dimiliki perusahaan.

Padahal, kenyataannya bisa berbanding terbalik, di mana perbedaan bukan karena aspek teknik akuntansi yang diterapkan, namun karena adanya selisih antara kondisi bisnis yang sehat dengan bisnis yang sedang menghadapi krisis likuiditas tanpa menyadarinya.

Bayangkan sebuah perusahaan distribusi yang mencatat laba bersih Rp200 juta, namun karena penjualan kredit, persediaan menumpuk, dan kewajiban jatuh tempo, kas tetap menipis meski terlihat untung.

Inilah mengapa arus kas operasi menjadi sebuah indikator yang penting dalam mengukur kesehatan bisnis.

Agar Anda dapat memahami cara memantau dan menganalisis arus kas operasi secara berkala, simak artikel dari Mekari Jurnal berikut ini yang akan mengulasnya secara mendalam.

Apa Itu Arus Kas Operasi?

Berdasarkan IAS 7 tentang Statement of Cash Flows mengemukakan bahwa arus kas operasi adalah indikator utama dalam menilai apakah operasi perusahaan mampu menghasilkan kas yang cukup untuk menjalankan bisnis utamanya tanpa penghasilan dari aktivitas investasi maupun pendanaan.

Ini mencakup membayar pinjaman, mempertahankan kemampuan operasional, membayar dividen, dan mendanai investasi baru tanpa harus terus bergantung pada pendanaan eksternal.

Arus kas operasi sendiri merupakan salah satu dari tiga kelompok aktivitas operasi yang telah diatur dalam struktur laporan arus kas pada PSAK 2 (kini menjadi PSAK 207), yaitu arus kas operasi, investasi, dan pendanaan.

Apa Saja yang Termasuk Arus Kas Operasi?

Apa Saja yang Termasuk Arus Kas Operasi?

Terdapat berbagai komponen yang termasuk ke dua kelompok utama arus kas operasi di dalam laporan arus kas dan berdampak pada laba rugi operasional perusahaan.

Memahami komponen arus kas operasi penting agar tidak terjadi kesalahan klasifikasi dalam laporan keuangan.

1. Sumber Kas Masuk (Inflows)

Sumber kas masuk dari aktivitas operasi mencakup:

  • Penerimaan kas dari pelanggan atas penjualan barang atau jasa
  • Penerimaan dari royalti, komisi, dan pendapatan operasional lain
  • Beberapa kasus tertentu penerimaan bunga dan dividen yang diklasifikasikan sebagai operasional

2. Sumber Kas Keluar (Outflows)

Sumber kas keluar dari aktivitas operasi mencakup:

  • Pembayaran kas kepada pemasok atas barang dan jasa yang diterima
  • Pembayaran gaji dan tunjangan karyawan
  • Pembayaran pajak penghasilan (kecuali yang bisa diidentifikasi langsung sebagai aktivitas pendanaan atau investasi)
  • Pembayaran utang usaha yang timbul dari transaksi operasional
  • Pengeluaran operasional lain seperti sewa, utilitas, dan biaya pemasaran

Mengapa Arus Kas Operasi Itu Penting?

Bagi seorang finance supervisor atau pemilik usaha, operating cash flow berfungsi sebagai “nadi” yang menunjukkan daya tahan bisnis dengan menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas untuk membiayai aktivitas intinya.

Jika ingin memahami lebih dalam, terdapat empat alasan mengapa penting untuk menganalisis keuangan bisnis:

1. Menunjukkan Kemampuan Menghasilkan Kas

Arus kas operasi menjadi indikator utama dalam menunjukkan kemampuan bisnis untuk bertahan mandiri tanpa terus-menerus bergantung pada sumber eksternal, seperti pinjaman baru atau suntikan modal.

2. Melihat Kualitas Laba

Laba bersih di laporan laba rugi bisa dipengaruhi oleh berbagai kebijakan akuntansi, seperti metode penyusutan, pengakuan pendapatan, atau cadangan piutang.

Sedangkan arus kas operasi mencerminkan pergerakan kas yang nyata, sehingga ketika arus kas operasi konsisten lebih rendah dari laba bersih secara berturut-turut, menjadi sinyal kuat bahwa kualitas laba sedang bermasalah.

3. Indikator Efisiensi Operasional

Arus kas operasi bisa membantu mendeteksi masalah modal kerja lebih awal. Setelah Anda menemukan bahwa arus kas sering kali menurun, perlu evaluasi dini dengan mengidentifikasi piutang yang sulit tertagih, persediaan yang menumpuk, tekanan syarat dari pihak eksternal.

Mendeteksi ini dari laporan arus kas memungkinkan manajemen mengambil tindakan korektif sebelum masalah menjadi krisis.

4. Daya Tahan Tanpa Utang

Arus kas operasi menjadi fondasi utama dalam mengnalisis keuangan tingkat lanjut, dengan banyak metrik penting seperti free cash flow, cash flow coverage ratio, hingga operating cash flow margin.

Manfaat dari Arus Kas Operasi

Memahami komponen pengisi arus kas operasi akan memudahkan proses analisis dan mendapatkan pandangan lebih dalam terkait strategi kesehatan keuangan jangka panjang.

1. Menilai Kesehatan Operasional

Angka yang keluar setelah menilai kesehatan operasional bisnis secara objektif merupakan jawaban atas pertanyaan yang paling fundamental dan dicari, yaitu “apakah bisnis yang dijalankan sehari-hari benar-benar menghasilkan kas?“.

Penilaian ini penting karena banyak bisnis terlihat sehat dari sisi laporan laba rugi, tetapi arus kas operasi yang terus negatif selama beberapa kuartal adalah tanda peringatan yang tidak bisa diabaikan.

2. Mengukur Kemampuan Bayar Kewajiban

Kreditur dan investor menggunakan arus kas operasi untuk menilai apakah perusahaan mampu memenuhi kewajibannya tanpa harus menjual aset atau mencari pendanaan baru.

Analisis rasio keuangan yang sering digunakan dalam analisis kredit adalah cash flow coverage ratio, yang dihitung dari arus kas operasi dibagi total kewajiban.

3. Dasar Perencanaan dan Ekspansi

Arus kas operasi bisa menjadi dasar perencanaan kas dan ekspansi dengan menghitung berapa arus kas operasi rata-rata per kuartal.

Selanjutnya, manajemen dapat menentukan waktu ekspansi, besaran investasi dari kas internal, dan kebutuhan pendanaan eksternal secara lebih terukur.

4. Menilai Kualitas Laba

Perbandingan antara arus kas operasi dan laba bersih dalam beberapa periode memberikan gambaran tentang seberapa dapat dipercaya angka laba yang dilaporkan.

Laba yang tinggi tetapi arus kas operasi yang rendah sering kali mengindikasikan bahwa sebagian besar “laba” masih mengendap dalam piutang yang belum tertagih atau persediaan yang belum terjual.

Bagaimana Cara Menyajikan Arus Kas Operasi?

Cara penyajian arus kas operasi dalam laporan keuangan telah diatur secara terstruktur dalam PSAK 207 yang mengacu pada IAS 7.

Dalam standar akuntansi ini, perusahaan bisa memilih salah satu dari dua metode penyajian, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung.

Perbedaannya terletak pada cara penyajian dan tingkat transparansi informasi yang diberikan kepada pengguna laporan.

Idealnya, IAS 7 menganjurkan metode langsung karena memberikan informasi yang lebih berguna untuk mengestimasi arus kas masa depan, namun dalam praktik bisnis di Indonesia maupun secara global, metode tidak langsung jauh lebih umum digunakan karena lebih mudah disusun.

Penyajian Arus Kas Operasi dengan Metode Langsung

Metode langsung menyajikan arus kas operasi dengan mengungkapkan secara eksplisit kelompok utama penerimaan kas bruto dan pembayaran kas bruto dari aktivitas operasi.

Ini berarti laporan langsung menampilkan berapa kas yang diterima dari pelanggan, berapa kas yang dibayarkan kepada pemasok, berapa kas yang keluar untuk gaji, berapa pajak yang dibayar secara tunai, dan seterusnya.

Metode ini memiliki kelebihan dari segi transparansi, di mana pengguna laporan bisa langsung melihat dari mana sumber kas operasional berasal dan digunakan.

Walaupun begitu, terdapat kelemahan yang harus diketahui, yaitu membutuhkan data yang lebih granular, di mana memerlukan sistem pencatatan yang mampu memisahkan setiap penerimaan dan pengeluaran kas berdasarkan kategori operasional dengan akurat.

Penyajian Arus Kas Operasi dengan Metode Tidak Langsung

Metode tidak langsung dimulai dari laba bersih (atau laba/rugi operasi) kemudian melakukan serangkaian penyesuaian untuk sampai ke angka kas bersih dari aktivitas operasi.

Penyusunan dimulai dari angka laba bersih (atau laba operasi) yang kemudian disesuaikan dengan transaksi-transaksi non-kas.

Jika melihat berdasarkan IAS 7, maka penyesuaian dilakukan pada:

  • Penyusutan atau depresiasi (biaya non-kas)
  • Perubahan dalam akun modal kerja seperti persediaan, piutang usaha, dan utang usaha
  • Item lain yang dampak kasnya termasuk dalam kategori investasi atau pendanaan

Tabel perbandingan metode arus kas operasi langsung dan tidak langsung

Rumus dan Cara Menghitung Arus Kas Operasi

Untuk memahami rumus dan cara menghitung arus kas operasi, Anda perlu menyiapkan data dari laporan laba rugi dan neraca komparatif.

Selanjutnya tentukan salah satu dari dua pendekatan yang sering digunakan, yaitu arus kas operasi metode langsung dan metode tidak langsung.

Untuk rumus metode langsung cukup sederhana, yaitu:

Arus Kas Operasi = Total Kas Masuk dari Aktivitas Operasi − Total Kas Keluar dari Aktivitas Operasi

Sedangkan rumus untuk metode tidak langsung, adalah:

Arus Kas Operasi = Laba Bersih + Beban Non-Kas – Kenaikan Modal Kerja

Sebelum menghitung, siapkan dua dokumen penting berikut:

  • Laporan laba rugi untuk laba bersih dan beban penyusutan/amortisasi
  • Neraca komparatif dua periode untuk menghitung perubahan piutang usaha, persediaan, utang usaha, dan komponen modal kerja lainnya.

Setelah Anda menyiapkan dua dokumen laporan keuangan tersebut, hitung mulai dari laba bersih, kemudian tambahkan beban penyusutan dan amortisasi (non-kas).

Setelah itu, sesuaikan untuk perubahan modal kerja: kurangi kenaikan piutang usaha, kurangi kenaikan persediaan, tambahkan kenaikan utang usaha, dan sesuaikan komponen modal kerja lainnya sesuai arah perubahannya.

Hasil akhirnya adalah arus kas bersih dari aktivitas operasi.

Contoh Sederhana Menghitung Arus Kas Operasi

Berdasarkan urutan langkah perhitungan yang sudah dijelaskan sebelumnya, di bawah ini terdapat contoh implementasinya dalam konteks bisnis nyata yang tersaji dalam bentuk ilustrasi.

1. Contoh Perhitungan Metode Langsung

Mari kita gunakan data dari laporan keuangan PT Maju Sejahtera, berikut ini:

  1. Laba bersih sebesar Rp100.000.000
  2. Beban penyusutan sebesar Rp10.000.000
  3. Piutang usaha mengalami kenaikan sebesar Rp5.000.000

Maka, perhitungannya akan tersaji sebagai berikut:

Arus Kas Operasi = Rp100.000.000 + Rp10.000.000 − Rp5.000.000

Arus Kas Operasi = Rp105.000.000

Hasil interpretasi:

Meskipun laba bersih Rp100 juta, arus kas operasi sesungguhnya adalah Rp105 juta karena beban penyusutan tidak melibatkan pengeluaran kas nyata, meskipun sebagian dari laba masih “tertahan” dalam piutang yang belum tertagih.

2. Contoh Perhitungan Metode Tidak Langsung

Data kas yang tersedia dari catatan transaksi PT Cipta Distribusi selama bulan Oktober adalah sebagai berikut:

  1. Kas yang diterima dari pelanggan sebesar Rp350.000.000
  2. Kas yang dibayarkan untuk gaji karyawan sebesar Rp60.000.000
  3. Kas yang dibayarkan kepada pemasok sebesar Rp75.000.000
  4. Kas yang dibayarkan untuk pajak sebesar Rp30.000.000

Untuk menghitung metode tidak langsung, akan tersaji sebagai berikut:

Arus Kas Operasi = Rp350.000.000 − Rp60.000.000 − Rp75.000.000 − Rp30.000.000

Arus Kas Operasi = Rp185.000.000

Cara Membaca Hasil Arus Kas Operasi

Setelah Anda berhasil mendapatkan angka akhir dari perhitungannya, langkah selanjutnya adalah menginterpretasi arti dari angka yang dihasilkan.

Terdapat dua kondisi yang menjadi output dari hasil analisis, yaitu analisis arus kas operasi positif dan negatif.

Arus kas operasi positif merupakan kondisi yang diinginkan, di mana berarti aktivitas bisnis inti perusahaan menghasilkan kas lebih banyak dari yang dikeluarkan. Semakin konsisten maka semakin kuat fondasi finansial dari bisnis tersebut.

Lalu terdapat juga arus kas negatif, yang membutuhkan perhatian lebih untuk pengendaliannya.

Pada bisnis yang sedang dalam fase pertumbuhan cepat, arus kas operasi negatif untuk satu atau dua kuartal bisa wajar karena modal kerja meningkat seiring ekspansi.

Namun, arus kas operasi negatif yang berlangsung terus-menerus pada bisnis yang sudah berkembang bisa jadi tanda adanya masalah di dalam operasional yang perlu dianalisis lebih dalam.

Kesalahan Umum saat Menghitung atau Membaca Arus Kas Operasi

Dalam menghitung dan menganalisis arus kas operasi perusahaan, beberapa praktisi juga sering menghadapi beberapa kesalahan yang patut diwaspadai, mulai dari:

  • Mengira laba bersih otomatis sama dengan arus kas operasi
  • Lupa menambahkan kembali beban non-kas saat menggunakan metode tidak langsung
  • Tidak memperhatikan perubahan piutang, persediaan, dan utang usaha
  • Hanya melihat saldo kas akhir tanpa memeriksa sumbernya
  • Tidak membandingkan arus kas operasi dengan kualitas laba secara berkala

Kesimpulan

Arus kas operasi adalah salah satu indikator kesehatan bisnis yang informatif dan objektif, di mana mampu menjawab pertanyaan mengenai apakah aktivitas bisnis yang dijalankan sehari-hari benar-benar menghasilkan kas yang nyata.

Agar penyajiannya mudah dipahami, standar akuntansi telah menetapkan beberapa metode agar menghasilkan angka yang transparan, tidak rumit, dan mudah dipahami.

Hal yang lebih penting selain menghitungnya adalah menganalisisnya, arus kas operasi perlu dibandingkan dengan laba bersih untuk menilai kualitas laba, dipantau secara berkala, dan di analisis lebih mendalam menggunakan beberapa rasio keuangan yang relevan.

Untuk memudahkan proses itu semua, Anda dapat memanfaatkan software akuntansi modern berbasis cloud yang bisa Anda akses di mana saja dan kapan.

Dengan software akuntansi Mekari Jurnal, laporan arus kas dapat disusun lebih rapi dan real-time sehingga analisis kas bisnis jadi lebih cepat dan akurat.

Coba GRATIS sekarang juga dan rasakan manfaatnya!

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

IFRS, “IAS 7 Statement of Cash Flows”.

IAI, “Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 207”.

CFI, “Operating Cash Flow”.

Allianz, “Operating Cash Flow: Overview, Formula, and How to Protect It”.

Investopedia, “What Is Operating Cash Flow (OCF)?”.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami