PSAK 45 Sudah Tidak Berlaku: Pengganti, Perbedaan, dan Cara Menyesuaikan Laporan Keuangan Nonlaba Highlights PSAK 45 sudah tidak berlaku sejak periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020 Pengganti PSAK 45 adalah ISAK 35 tentang penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba Organisasi seperti yayasan, lembaga pendidikan, lembaga sosial, organisasi keagamaan, dan entitas nonlaba lain perlu menyesuaikan laporan keuangannya Penyesuaian laporan dapat dilakukan dengan memperbarui terminologi, klasifikasi aset neto, template laporan, serta sistem akuntansi yang digunakan Bagi Anda yang mengelola yayasan, lembaga pendidikan, atau organisasi sosial, mungkin masih sering mendengar istilah psak 45. Namun, apakah Anda tahu bahwa saat ini, PSAK 45 sudah tidak lagi berlaku?PSAK 45 selama lebih dari dua dekade memang menjadi standar umum yang diterapkan ketika menyusun laporan keuangan entitas nirlaba di Indonesia.Hal ini menjadi masalah ketika sebuah organisasi masih menggunakan format atau istilah lama tanpa menyadari ada perubahan standar yang signifikan.Laporan yang disusun bisa salah rujukan, terminologi yang dipakai tidak sesuai dengan ketentuan terkini, dan dalam situasi audit, inkonsistensi seperti ini bisa menimbulkan masalah dalam menyampaikan tujuan dari pelaporan keuangan itu sendiri, yaitu transparansi dan akuntabilitas.Oleh karena itu, penting bagi pengelola keuangan nirlaba untuk memahami bahwa PSAK 45 sudah tidak berlaku dan standar akuntansi apa yang menggantikannya. Apa Itu PSAK 45?Mengacu pada halaman resmi Ikatan Akuntan Indonesia menjelaskan bahwa PSAK 45 adalah Standar Akuntansi Keuangan yang khusus mengatur tentang pelaporan keuangan entitas nirlaba di Indonesia.Selama bertahun-tahun, standar ini telah menjadi acuan tunggal bagi organisasi nonlaba di Indonesia dalam menyusun laporan keuangan mereka, seperti bagaimana mencatat pendapatan dari donasi dan aset neto diklasifikasikan.Apakah PSAK 45 Sudah Tidak Berlaku?Iya, saat ini PSAK 45 sudah resmi tidak lagi berlaku melalui PPSAK 13 yaitu Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan nomor 13 sekaligus pengesahan ISAK 35 dan amendemen PSAK 1 pada April 2019.Adapun tanggal efektif pencabutan adalah untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020.PSAK 45 Diganti dengan Apa?Pengganti resmi PSAK 45 adalah Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 35 tentang Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba.ISAK 35/ ISAK 335 sendiri merupakan hasil interpretasi atas PSAK 1/ PSAK 201 dan menggantikan PSAK 45 dalam mengatur pelaporan keuangan entitas nirlaba yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2024 tanpa mengubah substansi pengaturannya.Kenapa PSAK 45 Dicabut?Pada dasarnya, alasan pencabutan PSAK 45 bukan karena standar di dalamnya sudah tidak berguna, namun terdapat dua standar penyajian yang berbeda dalam satu tier standar yang sama.Dalam hal ini, yaitu PSAK 1 untuk entitas umum dan PSAK 45 untuk entitas nonlaba, sehingga menciptakan potensi inkonsistensi dan ketidakjelasan batas ruang lingkup.Melalui dokumen Post-Implementation Review ISAK 335 yang diterbitkan DSAK IAI tahun 2025 menjelaskan bahwa penyajian laporan keuangan entitas nonlaba secara substansi ditampung melalui interpretasi khusus PSAK 1.Sehingga, IAI menyederhanakan struktur standar sekaligus memastikan konsistensi antara pelaporan entitas komersial dan nonlaba dalam satu kerangka yang terpadu.Apa yang Diatur ISAK 35?ISAK 35 secara spesifik mengatur penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba dengan fokus terhadap format penyajian, komponen laporan yang wajib ada, dan penyesuaian deskripsi pos-pos tertentu yang mencerminkan karakteristik entitas nonlaba.Perlu digarisbawahi bahwa standar ini tidak mengatur bagaimana Anda mengakui transaksi atau bagaimana Anda mengukur nilai sebuah aset, karena semua itu tetap merujuk ke standar yang menjadi basis pelaporan entitas.Perbedaan PSAK 45 dan ISAK 35Ada perbedaan mendasar yang perlu dipahami antara PSAK 45 dan ISAK 35 agar transisi sewaktu pelaporan keuangan semakin mudah dilakukan.Untuk beberapa perbedaan yang signifikan dapat terlihat dalam tabel komparatif berikut ini. Aspek PSAK 45 (Lama) ISAK 35/ ISAK 335 (Baru) Status Sudah Dicabut (PPSAK 13) Berlaku Efektif Sejak 1 Jan 2020 Dasar Standar Standar Mandiri Interpretasi atas PSAK 1 (PSAK 201) Fokus Pengaturan Pelaporan Keuangan Nirlaba Penyajian Laporan Keuangan Nonlaba Istilah ekuitas/ dana Aktiva Neto Aset Neto Klasifikasi Dana Terikat Temporel, Terikat Permanen, Tidak Terikat Dengan Pembatasan, Tanpa Pembatasan Judul Laporan Laporan Aktivitas Laporan Penghasilan Komprehensif Hubungan dengan PSAK 1 Terpisah, standar tersendiri Terintegrasi sebagai interpretasi Penomoran Terbaru Tidak Ada ISAK 335 (Efektif 2024) Komponen Laporan Keuangan Menurut ISAK 35Organisasi nonlaba kini wajib menyajikan setidaknya lima komponen laporan keuangan yang lengkap, yaitu:1. Laporan Posisi KeuanganLaporan posisi keuangan menyajikan aset, liabilitas, dan aset neto entitas pada tanggal tertentu. Berbeda dari neraca entitas komersial yang menampilkan “ekuitas,” di sini bagian bawah laporan menampilkan “aset neto” yang terbagi atas aset neto dengan pembatasan dan aset neto tanpa pembatasan.2. Laporan Penghasilan KomprehensifLaporan penghasilan komprehensif menyajikan seluruh penghasilan yang diterima dan beban yang dikeluarkan entitas selama periode tertentu, termasuk pos-pos penghasilan komprehensif lain jika ada.Ini menggantikan peran “laporan aktivitas” dari era PSAK 45, meski dengan cakupan dan istilah yang disesuaikan.3. Laporan Perubahan Aset NetoLaporan perubahan aset neto adalah komponen yang paling khas dan paling membedakan laporan keuangan nonlaba dari laporan keuangan entitas bisnis.Laporan ini menyajikan rekonsiliasi saldo aset neto dari awal hingga akhir periode, memperlihatkan bagaimana penghasilan, beban, dan transfer antar kategori mempengaruhi masing-masing kelompok aset neto.4. Laporan Arus KasLaporan arus kas tetap menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang dikelompokkan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan agar konsisten dengan format yang berlaku secara umum.5. Catatan atas Laporan KeuanganCatatan atas laporan keuangan melengkapi keempat laporan di atas dengan mengungkapkan kebijakan akuntansi signifikan, penjelasan atas pos-pos tertentu, dan informasi kontekstual yang diperlukan agar pengguna laporan bisa membaca angka-angka utama secara lebih akurat.Entitas Apa Saja yang Terdampak Perubahan dari PSAK 45 ke ISAK 35?Perubahan dari PSAK 45 ke ISAK 35 berdampak luas pada berbagai organisasi di Indonesia yang tidak berorientasi pada laba. Beberapa di antaranya meliputi: Yayasan Pendidikan: Mulai dari PAUD, sekolah menengah, hingga universitas swasta. Organisasi Sosial dan Amal: Lembaga amil zakat, panti asuhan, dan LSM. Lembaga Keagamaan: Pengelola tempat ibadah dan organisasi dakwah atau pelayanan keagamaan. Entitas Nonlaba Lainnya: Klub hobi, asosiasi profesi, dan organisasi masyarakat yang mengelola dana pihak ketiga. Bagi sebuah yayasan pendidikan ISAK 35 menjadi instrumen vital dalam melaporkan dana BOS, beasiswa, hingga dana abadi dari alumni secara akuntabel.Cara Menyesuaikan Laporan Keuangan Setelah PSAK 45 Tidak BerlakuBagi organisasi yang masih menggunakan format lama berbasis PSAK 45, penyesuaian ke standar terbaru seperti ISAK 35 perlu dilakukan secara sistematis agar laporan tetap relevan, akurat, dan compliant.Langkah – langkah praktis berikut akan membantu organisasi Anda tetap patuh pada aturan:Langkah 1: Audit Standar Acuan yang DigunakanMulai dengan meninjau laporan keuangan terakhir organisasi. Identifikasi apakah masih terdapat istilah seperti “aktiva neto” atau “laporan aktivitas,” serta pembagian dana ke dalam tiga kategori (terikat permanen, terikat temporer, tidak terikat).Jika masih ditemukan, maka laporan tersebut masih mengacu pada PSAK 45 dan perlu diperbarui.Langkah 2: Perbarui Terminologi dan Judul LaporanLakukan penyesuaian istilah agar sesuai dengan standar terbaru. “Aktiva neto” diganti menjadi “aset neto,” dan “laporan aktivitas” diganti menjadi “laporan penghasilan komprehensif”.Selain itu, tambahkan laporan baru yaitu laporan perubahan aset neto sebagai bagian dari set laporan keuangan.Penyesuaian ini krusial untuk menjaga konsistensi dan kesesuaian dengan standar akuntansi yang berlaku.Langkah 3: Sesuaikan Klasifikasi Aset NetoPerubahan utama terletak pada klasifikasi aset neto. Jika sebelumnya dibagi menjadi tiga kategori, kini disederhanakan menjadi dua: aset neto tanpa pembatasan dan aset neto dengan pembatasan.Kategori “terikat permanen” dan “terikat temporer” digabung dalam satu kelompok. Penyesuaian ini harus diikuti dengan perubahan pada chart of accounts serta metode pencatatan transaksi.Langkah 4: Perbarui Template Laporan Secara MenyeluruhPastikan tidak hanya nama laporan yang berubah, tetapi juga struktur dan format penyajiannya. Template laporan harus disesuaikan dengan contoh yang mengacu pada ISAK 35, termasuk susunan akun dan format penyajian yang lebih sistematis.Organisasi dapat membuat ulang template internal atau menggunakan referensi template yang sudah tersedia sebagai acuan.Langkah 5: Gunakan Software Akuntansi yang Mendukung ISAK 35Untuk efisiensi jangka panjang, penggunaan software akuntansi menjadi langkah strategis. Sistem yang mendukung ISAK 35 memungkinkan pemisahan akun berdasarkan pembatasan secara otomatis, penyusunan laporan perubahan aset neto tanpa rekonsiliasi manual, serta konsistensi laporan antar periode.Implementasi teknologi ini juga mengurangi risiko human error dan meningkatkan transparansi pelaporan keuangan.Kesalahan Umum saat Membahas PSAK 45 dan ISAK 35Banyak praktisi yang terjebak dalam kekeliruan saat menghadapi perubahan standar ini. Salah satu kesalahan yang paling sering ditemui adalah menganggap PSAK 45 masih berlaku hanya karena mereka belum mendapatkan teguran dari pihak eksternal. Padahal, secara regulasi IAI, standar tersebut sudah mati.Kesalahan lainnya adalah mengira bahwa ISAK 35 mengatur segala hal tentang akuntansi yayasan. Ingatlah kembali bahwa ISAK 35 adalah interpretasi penyajian.Jika Anda mencari panduan teknis seperti pencatatan penyusutan aset tetap, hal tersebut tidak diatur dalam ISAK 35, melainkan mengacu pada standar dasar seperti SAK EP atau SAK EMKM, selain itu, jika Anda menemui penyebutan ISAK 335, tidak perlu ragu karena perbedaan nomor tersebut hanya kekeliruan penulisan dan tetap merujuk pada substansi yang sama.KesimpulanSingkatnya, era PSAK 45 telah berakhir dan digantikan oleh ISAK 35 (yang kadang juga ditulis sebagai ISAK 335), guna menciptakan sistem pelaporan yang lebih konsisten, transparan, dan selaras dengan praktik internasional.Fokus utama dari standar pengganti ini adalah pada cara organisasi nonlaba menyajikan informasi keuangannya agar lebih mudah dipahami oleh donatur dan publik.Jika yayasan atau organisasi nonlaba Anda masih memakai format lama berbasis PSAK 45, sekarang saatnya beralih ke penyajian laporan yang sesuai standar terbaru.Dengan software akuntansi seperti Mekari Jurnal, proses penyesuaian laporan keuangan nonlaba dapat dilakukan dengan lebih rapi, transparan, dan efisien.Coba GRATIS sekarang juga!Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Frequently asked questions Apa itu PSAK 45? Apa itu PSAK 45? PSAK 45 adalah standar akuntansi yang dahulu digunakan untuk mengatur pelaporan keuangan entitas nirlaba di Indonesia. Standar ini mengatur penyajian laporan keuangan organisasi seperti yayasan, lembaga sosial, dan organisasi nonlaba lainnya. PSAK 45 diganti dengan apa? PSAK 45 diganti dengan apa? PSAK 45 digantikan oleh ISAK 35 tentang Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba sebagai acuan terbaru untuk penyajian laporan keuangan organisasi nonlaba. Apa itu ISAK 35? Apa itu ISAK 35? ISAK 35 adalah interpretasi standar akuntansi yang mengatur penyajian laporan keuangan yang berfokus pada format laporan, komponen laporan, dan penyesuaian istilah yang sesuai untuk entitas nonlaba. Mengapa PSAK 45 dicabut? Mengapa PSAK 45 dicabut? PSAK 45 dicabut untuk menyederhanakan struktur standar akuntansi dan menghindari adanya dua standar penyajian dalam satu tier standar yang sama. Apa saja laporan keuangan menurut ISAK 35? Apa saja laporan keuangan menurut ISAK 35? Laporan keuangan menurut ISAK 35 meliputi laporan posisi keuangan, laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset neto, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Siapa saja yang perlu menerapkan ISAK 35? Siapa saja yang perlu menerapkan ISAK 35? ISAK 35 perlu diterapkan oleh entitas berorientasi nonlaba, seperti yayasan pendidikan, lembaga sosial, organisasi keagamaan, LSM, asosiasi profesi, dan organisasi masyarakat. Apa itu aset neto dengan pembatasan? Apa itu aset neto dengan pembatasan? Aset neto dengan pembatasan adalah aset neto yang penggunaannya dibatasi oleh pemberi dana, donatur, atau pihak tertentu, biasanya hanya boleh digunakan untuk tujuan, program, atau periode tertentu. Apa itu aset neto tanpa pembatasan? Apa itu aset neto tanpa pembatasan? Aset neto tanpa pembatasan adalah aset neto yang penggunaannya tidak dibatasi oleh pihak pemberi dana, sehingga organisasi dapat menggunakan aset ini untuk mendukung operasional dan kebutuhan umum sesuai kebijakan internal. Apa kesalahan umum saat menerapkan ISAK 35? Apa kesalahan umum saat menerapkan ISAK 35? Kesalahan umum saat menerapkan ISAK 35 adalah masih memakai istilah PSAK 45, tidak menambahkan laporan perubahan aset neto, dan salah mengklasifikasikan aset neto. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
PSAK 45 Sudah Tidak Berlaku: Pengganti, Perbedaan, dan Cara Menyesuaikan Laporan Keuangan Nonlaba Highlights PSAK 45 sudah tidak berlaku sejak periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020 Pengganti PSAK 45 adalah ISAK 35 tentang penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba Organisasi seperti yayasan, lembaga pendidikan, lembaga sosial, organisasi keagamaan, dan entitas nonlaba lain perlu menyesuaikan laporan keuangannya Penyesuaian laporan dapat dilakukan dengan memperbarui terminologi, klasifikasi aset neto, template laporan, serta sistem akuntansi yang digunakan Bagi Anda yang mengelola yayasan, lembaga pendidikan, atau organisasi sosial, mungkin masih sering mendengar istilah psak 45. Namun, apakah Anda tahu bahwa saat ini, PSAK 45 sudah tidak lagi berlaku?PSAK 45 selama lebih dari dua dekade memang menjadi standar umum yang diterapkan ketika menyusun laporan keuangan entitas nirlaba di Indonesia.Hal ini menjadi masalah ketika sebuah organisasi masih menggunakan format atau istilah lama tanpa menyadari ada perubahan standar yang signifikan.Laporan yang disusun bisa salah rujukan, terminologi yang dipakai tidak sesuai dengan ketentuan terkini, dan dalam situasi audit, inkonsistensi seperti ini bisa menimbulkan masalah dalam menyampaikan tujuan dari pelaporan keuangan itu sendiri, yaitu transparansi dan akuntabilitas.Oleh karena itu, penting bagi pengelola keuangan nirlaba untuk memahami bahwa PSAK 45 sudah tidak berlaku dan standar akuntansi apa yang menggantikannya. Apa Itu PSAK 45?Mengacu pada halaman resmi Ikatan Akuntan Indonesia menjelaskan bahwa PSAK 45 adalah Standar Akuntansi Keuangan yang khusus mengatur tentang pelaporan keuangan entitas nirlaba di Indonesia.Selama bertahun-tahun, standar ini telah menjadi acuan tunggal bagi organisasi nonlaba di Indonesia dalam menyusun laporan keuangan mereka, seperti bagaimana mencatat pendapatan dari donasi dan aset neto diklasifikasikan.Apakah PSAK 45 Sudah Tidak Berlaku?Iya, saat ini PSAK 45 sudah resmi tidak lagi berlaku melalui PPSAK 13 yaitu Pernyataan Pencabutan Standar Akuntansi Keuangan nomor 13 sekaligus pengesahan ISAK 35 dan amendemen PSAK 1 pada April 2019.Adapun tanggal efektif pencabutan adalah untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020.PSAK 45 Diganti dengan Apa?Pengganti resmi PSAK 45 adalah Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 35 tentang Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba.ISAK 35/ ISAK 335 sendiri merupakan hasil interpretasi atas PSAK 1/ PSAK 201 dan menggantikan PSAK 45 dalam mengatur pelaporan keuangan entitas nirlaba yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2024 tanpa mengubah substansi pengaturannya.Kenapa PSAK 45 Dicabut?Pada dasarnya, alasan pencabutan PSAK 45 bukan karena standar di dalamnya sudah tidak berguna, namun terdapat dua standar penyajian yang berbeda dalam satu tier standar yang sama.Dalam hal ini, yaitu PSAK 1 untuk entitas umum dan PSAK 45 untuk entitas nonlaba, sehingga menciptakan potensi inkonsistensi dan ketidakjelasan batas ruang lingkup.Melalui dokumen Post-Implementation Review ISAK 335 yang diterbitkan DSAK IAI tahun 2025 menjelaskan bahwa penyajian laporan keuangan entitas nonlaba secara substansi ditampung melalui interpretasi khusus PSAK 1.Sehingga, IAI menyederhanakan struktur standar sekaligus memastikan konsistensi antara pelaporan entitas komersial dan nonlaba dalam satu kerangka yang terpadu.Apa yang Diatur ISAK 35?ISAK 35 secara spesifik mengatur penyajian laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba dengan fokus terhadap format penyajian, komponen laporan yang wajib ada, dan penyesuaian deskripsi pos-pos tertentu yang mencerminkan karakteristik entitas nonlaba.Perlu digarisbawahi bahwa standar ini tidak mengatur bagaimana Anda mengakui transaksi atau bagaimana Anda mengukur nilai sebuah aset, karena semua itu tetap merujuk ke standar yang menjadi basis pelaporan entitas.Perbedaan PSAK 45 dan ISAK 35Ada perbedaan mendasar yang perlu dipahami antara PSAK 45 dan ISAK 35 agar transisi sewaktu pelaporan keuangan semakin mudah dilakukan.Untuk beberapa perbedaan yang signifikan dapat terlihat dalam tabel komparatif berikut ini. Aspek PSAK 45 (Lama) ISAK 35/ ISAK 335 (Baru) Status Sudah Dicabut (PPSAK 13) Berlaku Efektif Sejak 1 Jan 2020 Dasar Standar Standar Mandiri Interpretasi atas PSAK 1 (PSAK 201) Fokus Pengaturan Pelaporan Keuangan Nirlaba Penyajian Laporan Keuangan Nonlaba Istilah ekuitas/ dana Aktiva Neto Aset Neto Klasifikasi Dana Terikat Temporel, Terikat Permanen, Tidak Terikat Dengan Pembatasan, Tanpa Pembatasan Judul Laporan Laporan Aktivitas Laporan Penghasilan Komprehensif Hubungan dengan PSAK 1 Terpisah, standar tersendiri Terintegrasi sebagai interpretasi Penomoran Terbaru Tidak Ada ISAK 335 (Efektif 2024) Komponen Laporan Keuangan Menurut ISAK 35Organisasi nonlaba kini wajib menyajikan setidaknya lima komponen laporan keuangan yang lengkap, yaitu:1. Laporan Posisi KeuanganLaporan posisi keuangan menyajikan aset, liabilitas, dan aset neto entitas pada tanggal tertentu. Berbeda dari neraca entitas komersial yang menampilkan “ekuitas,” di sini bagian bawah laporan menampilkan “aset neto” yang terbagi atas aset neto dengan pembatasan dan aset neto tanpa pembatasan.2. Laporan Penghasilan KomprehensifLaporan penghasilan komprehensif menyajikan seluruh penghasilan yang diterima dan beban yang dikeluarkan entitas selama periode tertentu, termasuk pos-pos penghasilan komprehensif lain jika ada.Ini menggantikan peran “laporan aktivitas” dari era PSAK 45, meski dengan cakupan dan istilah yang disesuaikan.3. Laporan Perubahan Aset NetoLaporan perubahan aset neto adalah komponen yang paling khas dan paling membedakan laporan keuangan nonlaba dari laporan keuangan entitas bisnis.Laporan ini menyajikan rekonsiliasi saldo aset neto dari awal hingga akhir periode, memperlihatkan bagaimana penghasilan, beban, dan transfer antar kategori mempengaruhi masing-masing kelompok aset neto.4. Laporan Arus KasLaporan arus kas tetap menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang dikelompokkan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan agar konsisten dengan format yang berlaku secara umum.5. Catatan atas Laporan KeuanganCatatan atas laporan keuangan melengkapi keempat laporan di atas dengan mengungkapkan kebijakan akuntansi signifikan, penjelasan atas pos-pos tertentu, dan informasi kontekstual yang diperlukan agar pengguna laporan bisa membaca angka-angka utama secara lebih akurat.Entitas Apa Saja yang Terdampak Perubahan dari PSAK 45 ke ISAK 35?Perubahan dari PSAK 45 ke ISAK 35 berdampak luas pada berbagai organisasi di Indonesia yang tidak berorientasi pada laba. Beberapa di antaranya meliputi: Yayasan Pendidikan: Mulai dari PAUD, sekolah menengah, hingga universitas swasta. Organisasi Sosial dan Amal: Lembaga amil zakat, panti asuhan, dan LSM. Lembaga Keagamaan: Pengelola tempat ibadah dan organisasi dakwah atau pelayanan keagamaan. Entitas Nonlaba Lainnya: Klub hobi, asosiasi profesi, dan organisasi masyarakat yang mengelola dana pihak ketiga. Bagi sebuah yayasan pendidikan ISAK 35 menjadi instrumen vital dalam melaporkan dana BOS, beasiswa, hingga dana abadi dari alumni secara akuntabel.Cara Menyesuaikan Laporan Keuangan Setelah PSAK 45 Tidak BerlakuBagi organisasi yang masih menggunakan format lama berbasis PSAK 45, penyesuaian ke standar terbaru seperti ISAK 35 perlu dilakukan secara sistematis agar laporan tetap relevan, akurat, dan compliant.Langkah – langkah praktis berikut akan membantu organisasi Anda tetap patuh pada aturan:Langkah 1: Audit Standar Acuan yang DigunakanMulai dengan meninjau laporan keuangan terakhir organisasi. Identifikasi apakah masih terdapat istilah seperti “aktiva neto” atau “laporan aktivitas,” serta pembagian dana ke dalam tiga kategori (terikat permanen, terikat temporer, tidak terikat).Jika masih ditemukan, maka laporan tersebut masih mengacu pada PSAK 45 dan perlu diperbarui.Langkah 2: Perbarui Terminologi dan Judul LaporanLakukan penyesuaian istilah agar sesuai dengan standar terbaru. “Aktiva neto” diganti menjadi “aset neto,” dan “laporan aktivitas” diganti menjadi “laporan penghasilan komprehensif”.Selain itu, tambahkan laporan baru yaitu laporan perubahan aset neto sebagai bagian dari set laporan keuangan.Penyesuaian ini krusial untuk menjaga konsistensi dan kesesuaian dengan standar akuntansi yang berlaku.Langkah 3: Sesuaikan Klasifikasi Aset NetoPerubahan utama terletak pada klasifikasi aset neto. Jika sebelumnya dibagi menjadi tiga kategori, kini disederhanakan menjadi dua: aset neto tanpa pembatasan dan aset neto dengan pembatasan.Kategori “terikat permanen” dan “terikat temporer” digabung dalam satu kelompok. Penyesuaian ini harus diikuti dengan perubahan pada chart of accounts serta metode pencatatan transaksi.Langkah 4: Perbarui Template Laporan Secara MenyeluruhPastikan tidak hanya nama laporan yang berubah, tetapi juga struktur dan format penyajiannya. Template laporan harus disesuaikan dengan contoh yang mengacu pada ISAK 35, termasuk susunan akun dan format penyajian yang lebih sistematis.Organisasi dapat membuat ulang template internal atau menggunakan referensi template yang sudah tersedia sebagai acuan.Langkah 5: Gunakan Software Akuntansi yang Mendukung ISAK 35Untuk efisiensi jangka panjang, penggunaan software akuntansi menjadi langkah strategis. Sistem yang mendukung ISAK 35 memungkinkan pemisahan akun berdasarkan pembatasan secara otomatis, penyusunan laporan perubahan aset neto tanpa rekonsiliasi manual, serta konsistensi laporan antar periode.Implementasi teknologi ini juga mengurangi risiko human error dan meningkatkan transparansi pelaporan keuangan.Kesalahan Umum saat Membahas PSAK 45 dan ISAK 35Banyak praktisi yang terjebak dalam kekeliruan saat menghadapi perubahan standar ini. Salah satu kesalahan yang paling sering ditemui adalah menganggap PSAK 45 masih berlaku hanya karena mereka belum mendapatkan teguran dari pihak eksternal. Padahal, secara regulasi IAI, standar tersebut sudah mati.Kesalahan lainnya adalah mengira bahwa ISAK 35 mengatur segala hal tentang akuntansi yayasan. Ingatlah kembali bahwa ISAK 35 adalah interpretasi penyajian.Jika Anda mencari panduan teknis seperti pencatatan penyusutan aset tetap, hal tersebut tidak diatur dalam ISAK 35, melainkan mengacu pada standar dasar seperti SAK EP atau SAK EMKM, selain itu, jika Anda menemui penyebutan ISAK 335, tidak perlu ragu karena perbedaan nomor tersebut hanya kekeliruan penulisan dan tetap merujuk pada substansi yang sama.KesimpulanSingkatnya, era PSAK 45 telah berakhir dan digantikan oleh ISAK 35 (yang kadang juga ditulis sebagai ISAK 335), guna menciptakan sistem pelaporan yang lebih konsisten, transparan, dan selaras dengan praktik internasional.Fokus utama dari standar pengganti ini adalah pada cara organisasi nonlaba menyajikan informasi keuangannya agar lebih mudah dipahami oleh donatur dan publik.Jika yayasan atau organisasi nonlaba Anda masih memakai format lama berbasis PSAK 45, sekarang saatnya beralih ke penyajian laporan yang sesuai standar terbaru.Dengan software akuntansi seperti Mekari Jurnal, proses penyesuaian laporan keuangan nonlaba dapat dilakukan dengan lebih rapi, transparan, dan efisien.Coba GRATIS sekarang juga!Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Frequently asked questions Apa itu PSAK 45? Apa itu PSAK 45? PSAK 45 adalah standar akuntansi yang dahulu digunakan untuk mengatur pelaporan keuangan entitas nirlaba di Indonesia. Standar ini mengatur penyajian laporan keuangan organisasi seperti yayasan, lembaga sosial, dan organisasi nonlaba lainnya. PSAK 45 diganti dengan apa? PSAK 45 diganti dengan apa? PSAK 45 digantikan oleh ISAK 35 tentang Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba sebagai acuan terbaru untuk penyajian laporan keuangan organisasi nonlaba. Apa itu ISAK 35? Apa itu ISAK 35? ISAK 35 adalah interpretasi standar akuntansi yang mengatur penyajian laporan keuangan yang berfokus pada format laporan, komponen laporan, dan penyesuaian istilah yang sesuai untuk entitas nonlaba. Mengapa PSAK 45 dicabut? Mengapa PSAK 45 dicabut? PSAK 45 dicabut untuk menyederhanakan struktur standar akuntansi dan menghindari adanya dua standar penyajian dalam satu tier standar yang sama. Apa saja laporan keuangan menurut ISAK 35? Apa saja laporan keuangan menurut ISAK 35? Laporan keuangan menurut ISAK 35 meliputi laporan posisi keuangan, laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset neto, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Siapa saja yang perlu menerapkan ISAK 35? Siapa saja yang perlu menerapkan ISAK 35? ISAK 35 perlu diterapkan oleh entitas berorientasi nonlaba, seperti yayasan pendidikan, lembaga sosial, organisasi keagamaan, LSM, asosiasi profesi, dan organisasi masyarakat. Apa itu aset neto dengan pembatasan? Apa itu aset neto dengan pembatasan? Aset neto dengan pembatasan adalah aset neto yang penggunaannya dibatasi oleh pemberi dana, donatur, atau pihak tertentu, biasanya hanya boleh digunakan untuk tujuan, program, atau periode tertentu. Apa itu aset neto tanpa pembatasan? Apa itu aset neto tanpa pembatasan? Aset neto tanpa pembatasan adalah aset neto yang penggunaannya tidak dibatasi oleh pihak pemberi dana, sehingga organisasi dapat menggunakan aset ini untuk mendukung operasional dan kebutuhan umum sesuai kebijakan internal. Apa kesalahan umum saat menerapkan ISAK 35? Apa kesalahan umum saat menerapkan ISAK 35? Kesalahan umum saat menerapkan ISAK 35 adalah masih memakai istilah PSAK 45, tidak menambahkan laporan perubahan aset neto, dan salah mengklasifikasikan aset neto.