Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
11 min read

Laporan Laba Rugi Tersegmentasi: Pengertian, Format, Cara Menyusun, dan Contohnya

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Laporan laba rugi tersegmentasi membantu perusahaan melihat profitabilitas setiap produk, cabang, wilayah, atau lini bisnis secara lebih detail
  • Laporan ini fokus pada margin kontribusi, biaya tetap tertelusur, dan laba per segmen untuk mengetahui segmen mana yang menjadi sumber laba, mana yang impas, dan mana yang justru membebani perusahaan
  • Penyusunan laporan perlu memisahkan pendapatan, biaya variabel, biaya tetap tertelusur, dan biaya tetap umum agar hasil analisis lebih akurat
  • Laporan laba rugi tersegmentasi berguna untuk mendukung keputusan strategis seperti ekspansi, efisiensi, restrukturisasi, atau penghentian segmen tertentu

Sebuah perusahaan yang menjalankan tiga lini produk sekaligus bisa saja mencatatkan laba bersih yang positif di laporan keuangannya.

Tapi angka total itu menyembunyikan sebuah pertanyaan yang jauh lebih penting bagi manajemen: dari ketiga produk tersebut, mana yang benar-benar menghasilkan laba, mana yang impas, dan mana yang justru membebani perusahaan?

Perusahaan umumnya mengenal laporan laba rugi konvensional, namun pertanyaan ini tidak akan bisa dijawab dengan baik karena laporan ini menampilkan gambaran total perusahaan.

Maka dari itu, jenis laporan keuangan yang cocok sebagai landasan pengambilan keputusan ini mengarah pada laporan laba rugi tersegmentasi.

Dengan menggunakan laporan laba rugi tersegmentasi, manajemen dapat mengidentifikasi area mana yang menjadi mesin uang dan mana yang justru membebani profitabilitas secara keseluruhan.

Pahami selengkapnya mengenai jenis laporan laba rugi ini dan pentingnya dalam sebuah bisnis yang membutuhkannya!

Apa Itu Laporan Laba Rugi Tersegmentasi?

Standar akuntansi internasional menekankan dalam IFRS 8 mengenai pelaporan segmen operasi, termasuk informasi yang berkaitan dengan laporan laba rugi tersegmentasi sebagai laporan keuangan yang menyajikan informasi pendapatan dan beban yang dipecah berdasarkan segmen tertentu dalam organisasi.

Jika dikupas lebih dalam, IFRS 8 menjelaskan aspek yang berfokus pada identifikasi segmen operasi, dasar pengukuran yang digunakan manajemen, serta pengungkapan pendapatan, laba/ rugi, aset, dan informasi lain untuk tiap segmen.

Berbeda dengan laporan laba rugi umum yang bertujuan memberikan gambaran total entitas untuk pihak eksternal, laporan ini lebih bersifat internal dan dirancang khusus untuk kebutuhan analisis manajemen.

Laporan laba rugi tersegmentasi juga sering dikaitkan erat dengan segmented income statement dalam literatur akuntansi biaya.

Mengapa Laporan Laba Rugi Tersegmentasi Penting?

Ada beberapa alasan mengapa laporan laba rugi per segmen menjadi sangat penting, di antaranya:

1. Menilai Profitabilitas Segmen

Laporan laba rugi tersegmentasi membantu manajemen melihat segmen bisnis mana yang memberikan kontribusi keuntungan paling besar.

Melalui analisis margin kontribusi, perusahaan dapat menilai apakah harga jual sudah optimal atau biaya produksi masih perlu ditekan agar profitabilitas tetap terjaga.

2. Mempermudah Evaluasi Kinerja dan Strategi Bisnis

Pemisahan biaya per segmen membuat evaluasi kinerja manajer menjadi lebih objektif karena penilaian dilakukan berdasarkan komponen yang berada dalam kendali masing-masing unit.

Selain itu, laporan ini juga mendukung keputusan strategis seperti ekspansi pasar, penghentian produk, hingga alokasi sumber daya ke segmen yang paling produktif dan menguntungkan.

Segmen Apa Saja yang Bisa Dipakai?

Pertanyaan ini dapat mengacu pada standar yang telah ditetapkan dalam IFRS 8 yang menyebut bahwa informasi segmen dapat berkaitan dengan produk dan jasa, wilayah geografis, maupun pelanggan utama.

1. Segmen Produk atau Lini Produk

Segmen ini umumnya ditemukan pada perusahaan manufaktur atau FMCG yang memiliki beberapa kategori produk dengan struktur biaya yang berbeda, bertujuan untuk memisahkan kinerja berdasarkan kategori produk yang memiliki karakter pendapatan dan biaya berbeda.

2. Segmen Cabang atau Lokasi

Segmen cabang atau lokasi dipakai ketika perusahaan ingin mengevaluasi performa dari setiap gerai, kantor, atau fasilitas operasional secara terpisah.

3. Segmen Wilayah Geografis

Segmen ini relevan bagi perusahaan yang beroperasi di beberapa wilayah untuk menganalisis perbedaan kinerja bisnis di berbagai kota, provinsi, atau negara.

4. Segmen Lini Bisnis

Segmen lini bisnis dipakai ketika satu perusahaan menjalankan beberapa jenis karakter operasional yang berbeda, misalnya memiliki unit properti, unit ritel, dan unit logistik sekaligus.

5. Segmen Pelanggan

Segmen pelanggan atau kelompok pelanggan dipakai dalam analisis profitabilitas pelanggan (customer profitability analysis), di mana perusahaan ingin mengetahui segmen pelanggan mana yang paling menguntungkan setelah memperhitungkan semua biaya yang dikeluarkan untuk melayani mereka.

Komponen Utama Laporan Laba Rugi Tersegmentasi

Format laporan laba rugi tersegmentasi yang paling umum menggunakan pendekatan margin kontribusi karena pendekatan ini memisahkan biaya variabel dari biaya tetap.

Pendekatan ini merupakan yang paling tepat diimplementasi karena bertujuan untuk mengevaluasi profitabilitas per segmen secara adil.

Komponen Penjelasan
Penjualan per Segmen Pendapatan bruto yang dihasilkan langsung oleh segmen, produk, atau unit bisnis tertentu
Biaya Variabel per Segmen Biaya yang berubah mengikuti volume aktivitas, seperti bahan baku langsung dan komisi penjualan
Margin Kontribusi per Segmen Selisih antara penjualan dan biaya variabel yang menunjukkan kemampuan segmen menutup biaya tetap
Biaya Tetap Tertelusur Biaya tetap yang hanya muncul karena keberadaan segmen tertentu dan akan hilang jika segmen ditutup
Laba Segmen Hasil pengurangan margin kontribusi dengan biaya tetap tertelusur untuk menilai profitabilitas segmen
Biaya Tetap Umum Biaya tetap yang mendukung lebih dari satu segmen dan tidak dapat dialokasikan langsung secara objektif
Laba Operasi Perusahaan Laba akhir perusahaan setelah seluruh biaya tetap umum dikurangi dari total laba segmen

Karakteristik Laporan Laba Rugi Tersegmentasi

Ada beberapa karakteristik yang membuat laporan laba rugi tersegmentasi jauh lebih bernilai untuk analisis internal dibanding laporan laba rugi konvensional, mari kita bedah sebagai berikut.

1. Fokus pada Performa Setiap Segmen

Fokus utamanya bukan hanya pada total laba perusahaan, melainkan pada performa setiap segmen bisnis secara terpisah.

Dengan pendekatan ini, manajemen dapat membandingkan kinerja antar produk, cabang, atau lini usaha secara lebih objektif dan detail.

2. Margin Kontribusi sebagai Indikator Utama

Laporan ini juga menempatkan margin kontribusi sebagai indikator utama karena angka tersebut menunjukkan seberapa besar kemampuan tiap segmen dalam menutup biaya tetapnya sendiri.

Selain itu, biaya tetap tertelusur dipisahkan dari biaya tetap umum agar tidak terjadi pembebanan biaya yang membuat performa suatu segmen terlihat lebih buruk atau lebih baik dari kondisi sebenarnya.

3. Mengidentifikasi dan Menilai Segmen secara Lebih Detail

Hal yang paling penting dalam laporan ini adalah membantu perusahaan mengenali segmen yang benar benar sehat, segmen yang mulai melemah, hingga unit bisnis yang diam diam membebani profit perusahaan. Detail seperti ini sering tersembunyi dalam laporan laba rugi total.

Perbedaan Laporan Laba Rugi Biasa dan Laporan Laba Rugi Tersegmentasi

Memahami perbedaan antara kedua laporan ini membantu Anda menempatkan data pada fungsi yang tepat.

Laporan laba rugi biasa cenderung kaku dan mengikuti standar akuntansi keuangan untuk kepentingan audit. Berikut adalah perbandingan singkatnya dalam tabel.

Aspek Laporan Laba Rugi Biasa Laporan Laba Rugi Tersegmentasi
Tujuan laporan Pelaporan kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan Analisis profitabilitas per segmen, produk, atau unit usaha
Tingkat detail Satu kolom untuk seluruh perusahaan Beberapa kolom per segmen ditambah kolom total
Pengguna utama Investor, kreditur, regulator, manajemen puncak Manajemen internal, manajer unit, tim perencanaan
Fokus analisis Laba bersih perusahaan Margin kontribusi dan laba per segmen
Komponen biaya Biaya per fungsi atau per jenis Biaya variabel, biaya tetap tertelusur, biaya tetap umum
Output keputusan Evaluasi kinerja perusahaan secara agregat Keputusan ekspansi, efisiensi, penghentian, atau investasi per segmen

Format Laporan Laba Rugi Tersegmentasi yang Disarankan

Format paling praktis adalah tabel dengan kolom per segmen dan kolom total perusahaan.

Untuk gambarannya struktur formatnya tersendiri akan terlihat sebagai berikut:

Deskripsi Segmen A Segmen B Segmen C Total Perusahaan
Penjualan Rp XXX Rp XXX Rp XXX Rp XXX
Biaya Variabel (Rp XXX) (Rp XXX) (Rp XXX) (Rp XXX)
Margin Kontribusi Rp XXX Rp XXX Rp XXX Rp XXX
Biaya Tetap Tertelusur (Rp XXX) (Rp XXX) (Rp XXX) (Rp XXX)
Laba Segmen Rp XXX Rp XXX Rp XXX Rp XXX
Biaya Tetap Umum (Rp XXX)
Laba Operasi Bersih Rp XXX

Cara Menyusun Laporan Laba Rugi Tersegmentasi

Menyusun laporan laba rugi segmen bisnis membutuhkan ketelitian dalam klasifikasi biaya.

Langkah-langkah berikut dapat Anda ikuti untuk memastikan laporan yang dihasilkan akurat dan bermanfaat.

Langkah 1: Tentukan Basis Segmentasi

Tentukan terlebih dahulu dasar segmentasi yang paling relevan bagi perusahaan, apakah berdasarkan produk, cabang, wilayah, atau lini bisnis tertentu.

Pemilihan basis segmentasi harus mengikuti bagaimana manajemen memantau dan mengevaluasi performa bisnis secara internal agar laporan benar benar berguna dalam pengambilan keputusan.

Langkah 2: Kelompokkan Pendapatan per Segmen

Pisahkan seluruh pendapatan sesuai segmen masing masing sehingga kontribusi setiap unit dapat terlihat dengan jelas.

Dalam proses ini, perusahaan juga perlu memastikan tidak ada transaksi internal antar segmen yang tercatat ganda karena hal tersebut dapat membuat angka penjualan terlihat lebih besar dari kondisi sebenarnya.

Langkah 3: Identifikasi Biaya Variabel per Segmen

Kelompokkan biaya yang berubah mengikuti volume aktivitas seperti bahan baku, ongkos kirim, komisi penjualan, atau biaya kemasan.

Jika satu jenis biaya digunakan bersama beberapa segmen, gunakan metode alokasi yang konsisten dan masuk akal agar hasil analisis tetap objektif.

Langkah 4: Hitung Margin Kontribusi per Segmen

Margin kontribusi diperoleh dengan mengurangi penjualan menggunakan total biaya variabel setiap segmen.

Angka ini penting karena menunjukkan kemampuan segmen dalam menghasilkan kontribusi untuk menutup biaya tetap dan mendukung profit perusahaan secara keseluruhan.

Langkah 5: Identifikasi Biaya Tetap Tertelusur

Pisahkan biaya tetap yang secara langsung muncul karena keberadaan suatu segmen, seperti sewa cabang, gaji manajer unit, atau biaya operasional khusus divisi tertentu.

Biaya ini hanya dibebankan ke segmen terkait karena akan hilang jika segmen tersebut dihentikan operasinya.

Langkah 6: Pisahkan Biaya Tetap Umum

Biaya tetap umum seperti gaji direksi, biaya administrasi kantor pusat, atau biaya audit perusahaan tidak boleh dipaksakan masuk ke satu segmen tertentu.

Penyajian terpisah membuat analisis profitabilitas menjadi lebih adil dan membantu manajemen melihat performa asli tiap unit bisnis tanpa distorsi alokasi biaya.

Langkah 7: Hitung Laba Segmen dan Laba Operasi

Laba segmen dihitung dari margin kontribusi setelah dikurangi biaya tetap tertelusur yang berkaitan langsung dengan segmen tersebut.

Setelah seluruh laba segmen dijumlahkan dan dikurangi biaya tetap umum perusahaan, hasil akhirnya akan menunjukkan laba operasi perusahaan secara keseluruhan.

Contoh Sederhana Laporan Laba Rugi Tersegmentasi

Mari kita lihat sebuah studi kasus sederhana untuk memberikan gambaran nyata. PT Maju Jaya memiliki dua lini produk utama, yaitu Produk Tas dan Produk Sepatu.

Data operasional bulanan adalah sebagai berikut.

  • Produk Tas: Penjualan Rp 500.000.000, Biaya Variabel Rp 200.000.000, Biaya Tetap Tertelusur Rp 100.000.000
  • Produk Sepatu: Penjualan Rp 300.000.000, Biaya Variabel Rp 180.000.000, Biaya Tetap Tertelusur Rp 50.000.000
  • Biaya Tetap Umum Perusahaan: Rp 80.000.000 (biaya administrasi pusat)

Berdasarkan data tersebut, maka laporan yang dibuat akan tersusun sebagai berikut:

Produk Tas Produk Sepatu Total Perusahaan
Penjualan Rp 500.000.000 Rp 300.000.000 Rp 800.000.000
Biaya Variabel (Rp 200.000.000) (Rp 180.000.000) (Rp 380.000.000)
Margin Kontribusi Rp 300.000.000 Rp 120.000.000 Rp 420.000.000
Biaya Tetap Tertelusur (Rp 100.000.000) (Rp 50.000.000) (Rp 150.000.000)
Laba Segmen Rp 200.000.000 Rp 70.000.000 Rp 270.000.000
Biaya Tetap Umum (Rp 80.000.000)
Laba Operasi Bersih Rp 190.000.000

Dari contoh di atas, manajemen dapat melihat bahwa Produk Tas memberikan kontribusi laba jauh lebih besar dibandingkan Produk Sepatu.

Analisis lebih lanjut bisa dilakukan untuk menekan biaya variabel Produk Sepatu yang memakan porsi 60 persen dari penjualannya agar profitabilitas meningkat.

Selain contoh sederhana di atas, terdapat juga beberapa contoh segmentasi dalam laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan secara terbuka.

Laporan Keuangan Tersegmentansi dalam sebuah perusahaan
Sumber: Laporan Keuangan PT Unilever Indonesia Tbk 2023

Kapan Laporan Laba Rugi Tersegmentasi Paling Dibutuhkan?

Tidak semua bisnis membutuhkan laporan laba rugi tersegmentasi yang detail sejak awal. Namun, ketika perusahaan mulai berkembang dan operasional menjadi lebih kompleks, laporan ini berubah dari sekadar alat analisis menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kualitas pengambilan keputusan.

Kondisi pertama muncul saat bisnis memiliki banyak lini produk dengan struktur biaya dan margin yang berbeda sehingga setiap produk memerlukan analisis profitabilitas yang berbeda.

Kondisi berikutnya adalah ketika perusahaan mulai beroperasi di banyak cabang atau wilayah geografis, sehingga membutuhkan segmentasi karena biaya dan performa tiap lokasi bisa sangat berbeda meski omzetnya terlihat mirip di laporan konsolidasi.

Laporan ini juga sangat berguna ketika perusahaan ingin melakukan efisiensi atau restrukturisasi bisnis. Melalui segmentasi yang jelas, manajemen dapat melihat unit mana yang benar benar produktif, mana yang mulai melemah, dan mana yang justru menggerus profit segmen lain tanpa disadari.

Kesalahan Umum saat Menyusun Laporan Laba Rugi Tersegmentasi

Keakuratan laporan laba rugi tersegmentasi sangat ditentukan oleh ketepatan klasifikasi biayanya.

Sayangnya, banyak perusahaan masih melakukan kesalahan mendasar yang membuat hasil analisis terlihat bias dan kurang mencerminkan kondisi bisnis sebenarnya.

Beberapa kesalahan yang paling sering terjadi adalah sebagai berikut:

  • Mengalokasikan biaya tetap umum ke segmen secara sembarang dapat membuat laba segmen terlihat bias dan menyesatkan pengambilan keputusan
  • Tidak memisahkan biaya variabel dan biaya tetap membuat margin kontribusi per segmen tidak dapat dihitung dengan akurat
  • Menggabungkan segmen dengan struktur biaya yang berbeda hanya akan menyembunyikan masalah profitabilitas yang sebenarnya
  • Fokus pada omzet tanpa melihat margin kontribusi dapat membuat perusahaan salah menentukan prioritas bisnis
  • Membuat segmentasi yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat mengurangi efektivitas analisis dan menyulitkan evaluasi kinerja segmen

Kesimpulan

Laporan laba rugi tersegmentasi adalah alat analisis profitabilitas yang sangat berguna bagi bisnis multi-produk, multi-cabang, atau yang beroperasi melalui beberapa profit center.

Format terbaiknya adalah dengan memisahkan biaya variabel dari biaya tetap, dan memisahkan biaya tetap tertelusur dari biaya tetap umum sehingga kontribusi nyata setiap segmen terhadap laba perusahaan bisa terlihat dengan jelas.

Laporan ini bukan pengganti laporan laba rugi konvensional, melainkan pelengkapnya untuk kebutuhan analisis internal.

Jika bisnis memiliki banyak lini produk, cabang, atau unit usaha, laporan laba rugi tersegmentasi membantu melihat segmen mana yang benar-benar menghasilkan laba dan mana yang perlu dievaluasi.

Dengan software akuntansi Mekari Jurnal, proses penyusunan laporan keuangan dan analisis profitabilitas dapat dilakukan secara lebih rapi, cepat, dan strategis melalui data yang terintegrasi secara real-time dari seluruh unit bisnis.

Coba GRATIS sekarang juga!

Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!

FAQ Tentang Laporan Laba Rugi Tersegmentasi

Apa itu laporan laba rugi tersegmentasi?

Apa itu laporan laba rugi tersegmentasi?

Laporan laba rugi tersegmentasi adalah laporan keuangan yang menyajikan pendapatan, biaya, margin kontribusi, dan laba berdasarkan segmen tertentu dalam bisnis.

Apa fungsi laporan laba rugi tersegmentasi dalam bisnis?

Apa fungsi laporan laba rugi tersegmentasi dalam bisnis?

Fungsi laporan laba rugi tersegmentasi adalah membantu perusahaan menilai profitabilitas setiap segmen secara lebih detail, seperti mengetahui segmen mana yang untung, impas, atau merugi.

Mengapa perusahaan perlu membuat laporan laba rugi tersegmentasi?

Mengapa perusahaan perlu membuat laporan laba rugi tersegmentasi?

Perusahaan perlu membuat laporan laba rugi tersegmentasi karena laporan laba rugi biasa hanya menampilkan kinerja bisnis secara keseluruhan.

Dengan laporan ini, manajemen bisa mengambil keputusan berdasarkan data per segmen yang lebih akurat.

Apa perbedaan laporan laba rugi biasa dan laporan laba rugi tersegmentasi?

Apa perbedaan laporan laba rugi biasa dan laporan laba rugi tersegmentasi?

Laporan laba rugi biasa menampilkan laba perusahaan secara total, sedangkan laporan laba rugi tersegmentasi memecah laba berdasarkan produk, cabang, wilayah, atau unit bisnis.

Segmen apa saja yang bisa digunakan dalam laporan laba rugi tersegmentasi?

Segmen apa saja yang bisa digunakan dalam laporan laba rugi tersegmentasi?

Segmen yang bisa digunakan meliputi produk, lini produk, cabang, lokasi, wilayah geografis, lini bisnis, atau kelompok pelanggan.

Apa itu margin kontribusi dalam laporan laba rugi tersegmentasi?

Apa itu margin kontribusi dalam laporan laba rugi tersegmentasi?

Margin kontribusi adalah selisih antara penjualan dan biaya variabel. Dalam laporan tersegmentasi, margin kontribusi menunjukkan kemampuan suatu segmen untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan laba.

Apa itu biaya tetap tertelusur?

Apa itu biaya tetap tertelusur?

Biaya tetap tertelusur adalah biaya tetap yang dapat dikaitkan langsung dengan satu segmen tertentu. Contohnya adalah sewa cabang, gaji manajer unit, atau biaya operasional khusus divisi.

Apakah laporan laba rugi tersegmentasi wajib dibuat oleh semua perusahaan?

Apakah laporan laba rugi tersegmentasi wajib dibuat oleh semua perusahaan?

Tidak semua perusahaan wajib membuat laporan ini, namun sangat disarankan bagi bisnis yang memiliki banyak segmen agar keputusan manajemen lebih tepat.

Apa kesalahan umum dalam menyusun laporan laba rugi tersegmentasi?

Apa kesalahan umum dalam menyusun laporan laba rugi tersegmentasi?

Kesalahan umum dalam menyusun laporan laba rugi tersegmentasi adalah tidak memisahkan biaya variabel dan biaya tetap, serta mengalokasikan biaya tetap umum secara sembarangan.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami