Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Utang Lancar dalam Laporan Keuangan: Jenis dan Contohnya

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Adelia Vita. A
Highlights
  • Utang lancar adalah kewajiban yang diperkirakan diselesaikan dalam siklus operasi normal atau jatuh tempo dalam 12 bulan sejak tanggal pelaporan.
  • Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun wajib direklasifikasi menjadi utang lancar sesuai standar akuntansi.
  • Utang lancar menjadi dasar perhitungan current ratio dan quick ratio untuk menilai kemampuan bisnis memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Saat membaca laporan posisi keuangan, banyak orang hanya melihat total utang tanpa memperhatikan kewajiban yang harus segera dibayar. Padahal, utang lancar merupakan salah satu indikator penting untuk menilai kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dan menjaga kelancaran operasional bisnis.

Memahami utang lancar tidak hanya membantu menyusun laporan keuangan yang lebih akurat, tetapi juga memudahkan Anda mengevaluasi likuiditas perusahaan.

Artikel ini membahas apa itu utang lancar, jenis-jenisnya, dasar klasifikasinya menurut standar akuntansi, serta cara menghitung rasio likuiditas yang berkaitan dengan utang lancar.

Apa itu Utang Lancar dalam Laporan Keuangan?

Utang lancar atau liabilitas jangka pendek adalah kewajiban perusahaan yang diperkirakan akan diselesaikan dalam siklus operasi normal atau dalam waktu 12 bulan setelah periode pelaporan.

Sesuai PSAK 1/PSAK 201 tentang Penyajian Laporan Keuangan, liabilitas yang memenuhi kriteria tersebut diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek, sedangkan sisanya sebagai liabilitas jangka panjang.

Dalam laporan posisi keuangan, utang lancar disajikan pada bagian liabilitas sebelum liabilitas jangka panjang karena jatuh temponya lebih dekat.

Jenis-Jenis Utang Lancar yang Umum Ditemukan

Dalam praktiknya, utang lancar dapat terdiri dari beberapa jenis berikut.

  • Utang usaha (utang dagang), yaitu kewajiban kepada pemasok atas pembelian barang atau jasa secara kredit.
  • Utang pajak, yaitu kewajiban pajak yang belum disetorkan, seperti PPh Pasal 21 atau PPN keluaran.
  • Beban yang masih harus dibayar (accrued expenses), yaitu beban yang sudah terjadi tetapi belum dibayarkan, misalnya gaji atau bunga yang masih terutang.
  • Pendapatan diterima di muka, yaitu pembayaran yang telah diterima dari pelanggan, tetapi barang atau jasa belum diserahkan sehingga masih menjadi kewajiban perusahaan.
  • Wesel bayar jangka pendek, yaitu utang yang didukung surat perjanjian tertulis dan jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun.
  • Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun, yaitu porsi utang jangka panjang yang harus dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

Baca Juga: Quick Ratio: Contoh, Rumus, dan Cara Menghitungnya

Utang Lancar yang Pasti vs Utang Lancar yang Ditaksir  Provisi

Tidak semua utang lancar memiliki jumlah dan waktu penyelesaian yang sudah pasti sejak awal. Sebagian kewajiban memiliki nilai yang jelas berdasarkan transaksi yang telah terjadi, sementara sebagian lainnya masih berupa estimasi.

  • Utang lancar yang pasti memiliki jumlah dan jatuh tempo yang telah diketahui, seperti utang usaha, utang pajak, dan pendapatan diterima di muka. Nilainya umumnya mengacu pada faktur, perjanjian, atau dokumen transaksi lainnya.
  • Provisi adalah liabilitas yang waktu atau jumlah penyelesaiannya masih belum pasti, misalnya kewajiban garansi produk atau biaya restorasi lingkungan.

Sesuai PSAK 57 provisi tetap diakui sebagai liabilitas apabila perusahaan memiliki kewajiban kini, kemungkinan besar harus mengeluarkan sumber daya untuk menyelesaikannya, dan jumlahnya dapat diestimasi secara andal.

Memahami perbedaan keduanya penting agar perusahaan tidak menyamakan kewajiban yang nilainya sudah pasti dengan kewajiban yang masih berupa estimasi. 

Dengan demikian, laporan keuangan dapat memberikan gambaran kondisi keuangan yang lebih akurat dan sesuai standar akuntansi.

Cara Membaca Utang Lancar dalam Laporan Posisi Keuangan

Untuk menemukan informasi utang lancar sebuah entitas, langkah paling langsung adalah membuka laporan posisi keuangan (neraca) dan melihat bagian liabilitas jangka pendek, yang biasanya disajikan sebelum liabilitas jangka panjang dan ekuitas.

Dalam laporan yang disusun sesuai PSAK 1, setiap pos utang lancar umumnya dirinci per jenisnya, seperti utang usaha, utang pajak, dan beban yang masih harus dibayar, kemudian dijumlahkan menjadi total liabilitas jangka pendek. 

Rincian tambahan mengenai sifat dan jangka waktu masing-masing pos utang lancar juga sering dijelaskan lebih lanjut dalam catatan atas laporan keuangan, terutama untuk pos-pos yang nilainya material.

Baca Juga: Contoh Klasifikasi Liabilitas Jangka Panjang: Pengertian, Kriteria, Jenis, dan Penyajiannya

Rasio Keuangan yang Menggunakan Utang Lancar

Utang lancar bukan hanya angka pasif dalam neraca, melainkan komponen penting dalam menilai likuiditas bisnis, yaitu kemampuan bisnis membayar kewajiban jangka pendeknya.

Dua rasio yang paling umum digunakan untuk mengukur likuiditas berdasarkan utang lancar adalah sebagai berikut: 

1. Current Ratio (Rasio Lancar)

Rasio ini mengukur kemampuan bisnis melunasi kewajiban jangka pendeknya menggunakan seluruh aset lancar yang dimiliki, termasuk persediaan.

Rumus:

Current Ratio = Aset Lancar ÷ Utang Lancar

 

2. Quick Ratio (Rasio Cepat)

Rasio ini lebih ketat karena mengeluarkan persediaan dari perhitungan, mengingat persediaan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicairkan menjadi kas dibanding aset lancar lain seperti kas atau piutang.

Rumus:

Quick Ratio = (Aset Lancar − Persediaan) ÷ Utang Lancar

 

Contoh Perhitungan Utang Lancar dan Analisis Likuiditas

Berikut ilustrasi utang lancar PT Sumber Rejeki per 31 Desember 2025: 

Jenis Utang Lancar Nilai
Utang Usaha Rp45.000.000
Utang Pajak (PPh 21 dan PPN) Rp8.000.000
Beban yang Masih Harus Dibayar (Gaji) Rp5.000.000
Pendapatan Diterima Dimuka Rp12.000.000
Bagian Utang Bank Jangka Panjang yang Jatuh Tempo 1 Tahun Rp10.000.000
Provisi Garansi Produk Rp3.000.000
Total Utang Lancar Rp83.000.000

Sementara itu, aset lancar PT Sumber Rejeki pada tanggal yang sama terdiri dari Kas Rp30.000.000, Piutang Usaha Rp25.000.000, dan Persediaan Rp40.000.000, sehingga Total Aset Lancar = Rp95.000.000.

  • Current Ratio = Rp95.000.000 ÷ Rp83.000.000 = 1,14 kali
  • Quick Ratio = (Rp95.000.000 − Rp40.000.000) ÷ Rp83.000.000 = Rp55.000.000 ÷ Rp83.000.000 = 0,66 kali

Dari kedua angka ini terlihat perbedaan penting. Current ratio sebesar 1,14 kali menunjukkan aset lancar PT Sumber Rejeki secara total masih lebih besar dari utang lancarnya. 

Namun, quick ratio sebesar 0,66 kali menunjukkan bahwa tanpa mengandalkan penjualan persediaan, aset lancar yang benar-benar likuid sebenarnya belum cukup untuk menutupi seluruh utang lancarnya. 

Perbedaan ini menjadi sinyal bahwa PT Sumber Rejeki cukup bergantung pada kecepatan penjualan persediaannya untuk menjaga likuiditasnya.

Kesalahan Umum dalam Mengklasifikasikan Utang Lancar

Beberapa kesalahan berikut sering ditemukan dalam praktik pengklasifikasian utang lancar.

1. Lupa mereklasifikasi bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun

Kesalahan ini membuat total utang lancar tersaji lebih kecil dari kondisi sebenarnya, sehingga current ratio yang dihitung terlihat lebih baik dari kondisi riil.

2. Menyamakan provisi dengan utang biasa yang nilainya pasti

Padahal provisi memerlukan estimasi dan pertimbangan khusus sesuai PSAK 57, berbeda dari utang usaha yang nilainya sudah jelas sejak transaksi terjadi.

3. Hanya menghitung current ratio tanpa quick ratio

Mengandalkan satu rasio saja bisa memberi gambaran likuiditas yang terlalu optimistis, terutama jika sebagian besar aset lancar berupa persediaan yang lambat terjual.

4. Tidak memperbarui pendapatan diterima dimuka setelah barang atau jasa diserahkan

Uang muka yang sudah “ditunaikan” kewajibannya seharusnya dipindahkan menjadi pendapatan, bukan tetap tercatat sebagai utang lancar.

Baca Juga: Current Ratio: Pengertian, Batasan, dan Contoh Cara Menghitung

Pantau Utang Lancar dan Likuiditas Bisnis Anda dengan Mekari Jurnal

Mengelola berbagai jenis utang lancar secara manual, mulai dari utang usaha hingga bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo, membutuhkan ketelitian tinggi agar tidak ada kewajiban yang salah klasifikasi atau terlewat dicatat.

Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu bisnis mencatat setiap kewajiban secara otomatis dan konsisten, sehingga utang lancar dan rasio likuiditas dapat dipantau kapan saja tanpa perlu dihitung manual.

Dengan fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Mencatat transaksi secara otomatis dan terintegrasi ke laporan keuangan, sehingga setiap utang usaha, utang pajak, maupun beban yang masih harus dibayar langsung tercermin dalam laporan posisi keuangan.
  • Menyusun bagan akun (chart of accounts) yang konsisten, termasuk memisahkan utang lancar dari utang jangka panjang secara jelas sejak awal.
  • Menghasilkan lebih dari 55 jenis laporan keuangan, manajemen, dan operasional, termasuk laporan yang mendukung analisis rasio likuiditas seperti current ratio dan quick ratio.
  • Memantau jatuh tempo kewajiban secara lebih terstruktur, sehingga bagian utang jangka panjang yang mendekati jatuh tempo tidak terlewat direklasifikasi menjadi utang lancar.

Kelola utang lancar bisnis Anda secara lebih rapi,dan akurat dengan Mekari Jurnal!

Coba Gratis Sekarang!

 

Referensi

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “PSAK 1 (kini PSAK 201): Penyajian Laporan Keuangan.”

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “PSAK 57 (kini PSAK 237): Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi.”

Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. “Intermediate Accounting IFRS Edition.

FAQ

Apa perbedaan utang lancar dan utang tidak lancar?

Apa perbedaan utang lancar dan utang tidak lancar?

Utang lancar adalah kewajiban yang diselesaikan dalam siklus operasi normal atau jatuh tempo dalam 12 bulan sejak tanggal pelaporan, sedangkan utang tidak lancar adalah kewajiban yang jatuh temponya lebih dari 12 bulan.

Apa itu bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun?

Apa itu bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun?

Ini adalah bagian dari utang jangka panjang, misalnya cicilan utang bank, yang jatuh temponya kurang dari 12 bulan ke depan. Bagian ini wajib direklasifikasi dan disajikan sebagai utang lancar, meski sisa utangnya tetap disajikan sebagai utang jangka panjang.

Apa perbedaan utang lancar biasa dan provisi?

Apa perbedaan utang lancar biasa dan provisi?

Utang lancar biasa, seperti utang usaha, memiliki nilai dan waktu penyelesaian yang sudah pasti. Provisi, seperti utang garansi produk, adalah liabilitas yang waktu atau jumlahnya masih belum pasti dan perlu diestimasi sesuai PSAK 57.

Bagaimana cara menghitung current ratio dari utang lancar?

Bagaimana cara menghitung current ratio dari utang lancar?

Current ratio dihitung dengan membagi total aset lancar dengan total utang lancar. Semakin tinggi angkanya, semakin besar kemampuan bisnis menutupi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset lancar yang dimiliki.

Kenapa current ratio dan quick ratio bisa memberi hasil yang berbeda?

Kenapa current ratio dan quick ratio bisa memberi hasil yang berbeda?

Karena quick ratio mengeluarkan persediaan dari perhitungan aset lancar. Jika sebagian besar aset lancar berupa persediaan yang lambat terjual, current ratio bisa terlihat baik, sementara quick ratio menunjukkan kondisi likuiditas yang sebenarnya lebih ketat.

Mekari Jurnal

Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus.

Pelajari lebih lanjut

Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, 
Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti :

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • Customer
  • People
  • Services
  • Operasional & digitalisasi

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami