Akuntansi Eksternal: Pengertian, Fungsi, Contoh, dan Perbedaannya dengan Akuntansi Internal Highlights Akuntansi eksternal memastikan transparansi keuangan perusahaan untuk membangun kepercayaan investor, kreditor, dan regulator Laporan keuangan eksternal terdiri dari laba rugi, neraca, arus kas, perubahan ekuitas, dan CaLK sebagai dasar pengambilan keputusan Pengguna utama akuntansi eksternal meliputi investor, bank, regulator, auditor, hingga mitra bisnis yang membutuhkan informasi terstandarisasi Penerapan standar SAK dan kesiapan audit menjadi kunci agar laporan keuangan kredibel dan mendukung ekspansi serta pendanaan bisnis Dunia bisnis saat ini sudah mendorong setiap entitas untuk tidak hanya pandai dalam mengelola operasional harian, namun juga andal dalam menyajikan potret keuangan perusahaan secara menyeluruh kepada pihak luar yang membutuhkannya.Transparansi keuangan ini termasuk ke dalam pengelolaan akuntansi eksternal yang menjadi penentu apakah sebuah perusahaan layak mendapatkan suntikan modal, kepercayaan perbankan, atau validasi dari regulator.Oleh karena itu, memahami bagaimana mengimplementasi akuntansi eksternal dengan efektif dan optimal menjadi krusial bagi perusahaan yang sedang dalam tahap ekspansi, mencari pendanaan serius, dan bersiap menghadapi proses audit formal untuk pertama kalinya.Studi menarik dari klien kami menemukan bahwa dengan memanfaatkan software akuntansi meningkatkan akurasi laporan hingga 100%.Berikut artikel dari Mekari Jurnal akan memberikan panduan secara menyeluruh, mulai dari fungsi, siapa saja penggunanya, laporan apa yang dihasilkan, hingga perbedaan dengan akuntansi internal. Apa Itu Akuntansi Eksternal?Akuntansi eksternal adalah cabang praktik akuntansi yang berorientasi pada pencatatan, penyusunan, dan penyajian informasi dalam laporan keuangan untuk pihak-pihak di luar perusahaan.Fokus utama dari manajemen akuntansi ini adalah “eksternal” yang berarti seluruh informasi yang tersaji tidak akan dirancang untuk konsumsi manajerial internal, namun memenuhi kebutuhan informasi pihak luar yang memiliki kepentingan, seperti pemodal, pemberi pinjaman, mitra bisnis, maupun pengawas regulasi.Ada tiga karakteristik utama yang membedakan akuntansi eksternal dari bentuk pelaporan keuangan lainnya: Formalitas dan standarisasi: laporan keuangan eksternal harus disusun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku, dalam hal ini adalah Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang diterbitkan oleh IAI Orientasi historis: laporan eksternal biasanya merangkum informasi keuangan dari periode yang telah lewat, memberikan gambaran tentang apa yang sudah terjadi Tujuan umum: laporan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan informasi dari berbagai jenis pengguna sekaligus, bukan hanya satu pihak spesifik Fungsi dan Tujuan Akuntansi EksternalKeberadaan akuntansi eksternal penting untuk menciptakan komunikasi keuangan yang andal antara perusahaan dan dunia luarnya atas usaha untuk menjaga keberlangsungan usaha.Selain itu, laporan yang dihasilkan juga menjadi instrumen bagi pihak luar untuk menilai apakah perusahaan bisa menjadi mitra bisnis atau tujuan investasi yang sehat.Adapun fungsi dan tujuan utama lain dari akuntansi eksternal mencakup: Menyampaikan posisi keuangan dan kinerja bisnis agar pihak luar memahami seberapa besar aset yang dimiliki perusahaan, seberapa besar utangnya, seberapa menguntungkan operasinya, dan seberapa sehat arus kasnya Menjadi dasar keputusan bagi pemakai informasi akuntansi, seperti investor, pemberi pinjaman, dan kreditor, dalam menilai prospek arus kas bersih masa depan dan membuat keputusan tentang alokasi sumber daya Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dengan konsisten menyusun dan mempublikasikan laporan keuangan yang berkualitas kepada pasar Mendukung kesiapan audit melalui laporan keuangan eksternal yang disusun dengan standar yang benar sebagai syarat umum yang diminta oleh investor institusional dan lembaga keuangan besar Siapa Saja Pengguna Akuntansi Eksternal?Jika mengacu pada kerangka konseptual IFRS, pengguna akuntansi eksternal secara jelas mengacu pada: “existing and potential investors, lenders, and other creditors“.Baik investor yang sudah ada atau potensial, pemberi pinjaman, maupun kreditor merupakan pengguna yang tidak bisa meminta informasi secara khusus sesuai kebutuhan mereka, sehingga hanya mengacu pada laporan yang dipublikasikan.Jika mengacu pada praktik bisnis di Indonesia, para pengguna akuntansi eksternal mencakup: Investor dan calon investor yang menggunakan kualitas informasi laporan eksternal untuk menilai perusahaan dari sisi keuntungan, efisiensi, dan prospek jangka panjang Bank dan lembaga keuangan ketika mengajukan kredit modal kerja atau kredit investasi, di mana bank akan meminta laporan keuangan minimal dua hingga tiga tahun terakhir sebagai bagian dari analisis kelayakan Pemerintah dan regulator untuk berbagai keperluan, seperti verifikasi kewajiban pajak hingga pemantauan kepatuhan seperti perbankan, asuransi, dan pasar modal Auditor independen untuk menelaah apakah laporan tersebut menyajikan posisi keuangan secara wajar dan sesuai standar Mitra bisnis, pemasok, dan pelanggan besar terkadang juga menggunakan laporan keuangan untuk menilai stabilitas dan keandalan perusahaan sebagai mitra jangka panjang Laporan yang Dihasilkan dalam Akuntansi EksternalSumber: kilaskorporasi.kontan.co.idUntuk membentuk seperangkat laporan keuangan yang terstandarisasi dan gambaran yang utuh tentang kinerja perusahaan, terdapat beberapa jenis laporan keuangan yang dibuat:1. Laporan Laba RugiLaporan laba rugi menyajikan ringkasan pendapatan, beban, dan laba atau rugi bersih selama suatu periode dan paling sering pertama kali dicari oleh investor dan analis karena langsung menunjukkan profitabilitas bisnis.2. Laporan Posisi KeuanganLaporan posisi keuangan atau neraca memberikan gambaran tentang apa yang dimiliki perusahaan, apa yang menjadi kewajibannya, dan berapa nilai bersih kepemilikan pemilik pada satu titik waktu tertentu dalam bentuk aset, liabilitas, dan ekuitas.3. Laporan Arus KasLaporan arus kas menjelaskan dari mana kas masuk dan ke mana kas keluar selama periode pelaporan, dikelompokkan ke dalam tiga kategori: aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.Laporan ini sangat penting karena profitabilitas tinggi tidak selalu berarti likuiditas yang baik dan pengguna eksternal perlu memahami keduanya.4. Laporan Perubahan EkuitasLaporan perubahan ekuitas menunjukkan pergerakan nilai ekuitas selama periode berjalan termasuk laba yang ditahan, dividen yang dibagikan, dan perubahan modal lainnya.Laporan ini melengkapi gambaran tentang bagaimana kekayaan bersih perusahaan berubah dari waktu ke waktu.5. Catatan atas laporan keuanganCaLK adalah komponen yang sering dianggap pelengkap karena menjelaskan detail informasi yang terdapat dibalik angka-angka yang tercantum dalam laporan keuangan.Mulai dari kebijakan akuntansi yang digunakan dijelaskan, asumsi penting diungkapkan, dan informasi tambahan yang tidak bisa ditangkap akan dipaparkan secara naratif.Selain seperangkat laporan keuangn formal tersebut, perusahaan khususnya dengan status publik atau berukuran besar, juga rutin menerbitkan laporan keuangan tahunan (annual report) yang menggabungkan laporan keuangan dengan analisis manajemen, informasi tentang tata kelola perusahaan, dan narasi strategis tentang arah bisnis ke depan.Untuk melihat bagaimana gambaran contoh laporan keuangannya, simak publikasi laporan keuangan dari Bank BRI berikut ini.Download PDF Laporan Keuangan KonsolidasianBaca Juga: Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan: Pengertian, Fungsi, dan TujuanPerbedaan Akuntansi Eksternal dan Akuntansi InternalWalaupun informasi yang disajikan berbasis data transaksi yang sama, akuntansi eksternal dan internal memiliki orientasi yang bertolak belakang pada informasi yang disajikan.Pada dasarnya, akuntansi eksternal berfokus pada pengendalian operasional, sedangkan akuntansi eksternal fokus pada pelaporan hasil akhir kepada pengguna diluar perusahaan.Untuk lebih jelasnya, simak tabel perbandingan antara akuntansi eksternal dan akuntansi internal berikut ini: Aspek Akuntansi Eksternal Akuntansi Internal Tujuan Laporan Komunikasi keuangan kepada pihak luar Mendukung pengambilan keputusan manajerial Pengguna Utama Investor, kreditor, regulator, auditor Manajemen, direktur, kepala divisi Tingkat Detail Ringkasan kinerja dan posisi keuangan periode tertentu Bisa sangat rinci: per produk, divisi, atau proyek Standar yang Digunakan SAK/PSAK (standar wajib) Tidak ada standar baku, disesuaikan kebutuhan Frekuensi Laporan Berkala dan terjadwal (bulanan, kuartalan, tahunan) Fleksibel, sesuai kebutuhan manajemen Fokus Utama Pelaporan historis yang andal dan terstandarisasi Analisis, proyeksi, dan pengendalian ke depan Hubungan dengan Audit Sering diaudit oleh auditor independen Biasanya tidak diaudit secara eksternal Memahami karakteristik dan perbedaan dari keduanya membantu bisnis dalam membangun sistem pelaporan yang proporsional, di mana satu sisi untuk navigasi internal yang gesit, dan sisi lain untuk komunikasi eksternal yang solid.Baca Juga: Memahami Akuntansi Internal: Definisi, Manfaat, dan Penerapan dalam PerusahaanStandar Akuntansi dalam Akuntansi EksternalStandar akuntansi yang diterapkan menjadi salah karakteristik utama yang membedakan cara pengelolaannya akuntansi eksternal dengan akuntansi internal.Standar perlu diterapkan agar memudahkan proses komparasi yang dilakukan oleh pengguna informasi laporan keuangan pada dua perusahaan di industri yang sama.Oleh karena itu, perusahaan harus mengacu pada standar akuntansi yang diterapkan, di mana untuk Indonesia mengacu pada standar yang disusun dan diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).SAK di Indonesia terbagi ke dalam beberapa jenis sesuai jenis dan skala entitasnya, di antaranya: SAK yang mengacu pada IFRS berlaku untuk entitas dengan akuntabilitas publik, seperti perusahaan publik dan lembaga keuangan SAK ETAP (Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik), yang kini berkembang menjadi SAK Entitas Privat untuk entitas yang menerbitkan laporan keuangan tujuan umum SAK EMKM (Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah) untuk UMKM yang membutuhkan standar yang lebih sederhana Hubungan Akuntansi Eksternal dengan Audit EksternalDua istilah tersebut memang seringkali tertukar, antara akutnansi eksternal dengan audit eksternal, namun keduanya memang saling berkaitan dalam menjaga informasi yang disampaikan dalam laporan keuangan bernilai tinggi.Jika akuntansi eksternal berfungsi untuk “memasak” laporan, maka audit eksternal berfungsi untuk “mencicipi dan menilai”-nya untuk memastikan kualitasnya.Itu artinya, proses akuntansi eksternal dilakukan sebelum proses audit, di mana menjalankan proses mencatat transaksi, menyusun jurnal, dan menyajikan laporan keuangan sesuai standar.Lalu, selanjutnya audit eksternal dilakukan untuk mengevaluasi apakah laporan keuangan yang sudah disusun menyajikan posisi keuangan secara wajar dan sesuai standar akuntansi yang berlaku.Dari perspektif pengguna laporan, opini audit adalah tolok ukur kepercayaan tambahan yang sangat berharga karena memiliki kredibilitas yang jauh lebih tinggi di mata investor dan kreditur.Kesalahan Umum saat Memahami Akuntansi EksternalTerakhir, Anda juga harus mengetahui bahwa terdapat beberapa kesalahan umum yang sering terjadi apabila membahas proses akuntansi eksternal.Selain akuntansi eksternal yang sering disalah artikan dengan audit eksternal, masih banyak juga yang mengira bahwa akuntansi eksternal berarti outsourcing akuntansi, yang merujuk pada jasa akuntansi dari pihak ketiga yang disewa perusahaan.Kesalahan yang kedua adalah tidak bisa membedakan antara kebutuhan laporan internal dan eksternal. Pasalnya, kebutuhan yang disajikan berbeda karena manajemen internal membutuhkan informasi yang jauh lebih rinci dan fleksibel.Terakhir, ada beberapa bisnis yang mengabaikan standar akuntansi dalam penyusunan laporan serta terlalu fokus pada pencatatan, tetapi mengabaikan penyajian.Mencatat transaksi memang fondasi untuk informasi akuntansi, namun akuntansi eksternal menuntut lebih dari itu, di mana adanya kebutuhan laporan harus disajikan dalam format yang benar dan dalam bahasa keuangan yang bisa dibaca dengan standar yang sama oleh berbagai pengguna.KesimpulanAkuntansi eksternal menjadi jembatan keuangan antara perusahaan dengan pengguna dari luar manajemen untuk menilai apakah bisnis layak untuk mendapatkan modal kredit yang layak atau agar regulator bisa memverifikasi bahwa perusahaan memenuhi kewajibannya.Dalam ekosistem bisnis modern, tuntutan transparansi semakin tinggi dan kemampuan untuk menyusun laporan keuangan eksternal yang berkualitas menjadi gambaran bagi setiap bisnis yang ingin tumbuh dan berkembang.Oleh karena itu, penting bagi perusahaan unutk mengelola akuntansi eksternal yang rapi untuk membangun kepercayaan di mata investor, kreditor, dan auditor.Agar lebih efektif, Anda bisa memanfaatkan sistem akuntansi modern terintegrasi yang menghubungkan seluruh proses dalam satu platform.Mekari Jurnal adalah software akuntansi berbasis cloud yang menyediakan proses pencatatan transaksi, penjurnalan, hingga penyusunan laporan keuangan formal dapat dilakukan secara otomatis dan real-time.Melalui fitur-fitur ini, bisnis dapat menyajikan berbagai jenis laporan keuangan sesuai standar akuntansi keuangan yang diterapkan di Indonesia untuk keperluan pengajuan kredit, due diligence investor, atau pemeriksaan auditor independen.Coba GRATIS sekarang juga dan rasakan manfaatnya!Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:Kilaskorporasi, “Laporan Keuangan Bank BRI Triwulan ke 2 Tahun 2025”.CFI, “Internal vs External Financial Reporting”.Nscpolteksby, “Scope of External Reporting”.Accounting Coach, “What are external financial statements?”. FAQ Tentang Manajemen Akuntansi Eksternal Apa yang dimaksud dengan akuntansi eksternal? Apa yang dimaksud dengan akuntansi eksternal? Akuntansi eksternal adalah proses pencatatan, penyusunan, dan penyajian laporan keuangan untuk pihak luar seperti investor, kreditor, dan regulator dengan mengikuti standar akuntansi yang berlaku. Apa tujuan utama akuntansi eksternal bagi perusahaan? Apa tujuan utama akuntansi eksternal bagi perusahaan? Tujuan utamanya adalah menyediakan informasi keuangan yang transparan dan andal agar pihak luar dapat menilai kinerja, posisi keuangan, dan kelayakan bisnis. Siapa saja pengguna laporan akuntansi eksternal? Siapa saja pengguna laporan akuntansi eksternal? Pengguna utamanya meliputi investor, calon investor, bank, lembaga keuangan, regulator, auditor independen, serta mitra bisnis seperti supplier dan pelanggan besar. Apa saja laporan yang dihasilkan dalam akuntansi eksternal? Apa saja laporan yang dihasilkan dalam akuntansi eksternal? Laporan utama meliputi laporan laba rugi, laporan posisi keuangan (neraca), laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan (CaLK). Mengapa laporan arus kas penting bagi pengguna eksternal? Mengapa laporan arus kas penting bagi pengguna eksternal? Karena laporan arus kas menunjukkan likuiditas perusahaan, yaitu kemampuan menghasilkan dan mengelola kas, yang tidak selalu tercermin dari laba. Apa perbedaan akuntansi eksternal dan akuntansi internal? Apa perbedaan akuntansi eksternal dan akuntansi internal? Akuntansi eksternal berfokus pada pelaporan untuk pihak luar dengan standar baku, sedangkan akuntansi internal digunakan manajemen untuk pengambilan keputusan operasional yang lebih detail dan fleksibel. Standar apa yang digunakan dalam akuntansi eksternal di Indonesia? Standar apa yang digunakan dalam akuntansi eksternal di Indonesia? Perusahaan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), termasuk SAK berbasis IFRS, SAK ETAP, dan SAK EMKM. Mengapa akuntansi eksternal penting untuk mendapatkan pendanaan? Mengapa akuntansi eksternal penting untuk mendapatkan pendanaan? Karena investor dan kreditor menggunakan laporan keuangan untuk menilai risiko, profitabilitas, dan kemampuan perusahaan dalam mengembalikan investasi atau pinjaman. Apa kesalahan umum dalam memahami akuntansi eksternal? Apa kesalahan umum dalam memahami akuntansi eksternal? Kesalahan umum meliputi menganggapnya sama dengan audit atau outsourcing, tidak membedakan dengan akuntansi internal, serta mengabaikan standar penyajian laporan keuangan. Bagaimana cara mengoptimalkan akuntansi eksternal di perusahaan? Bagaimana cara mengoptimalkan akuntansi eksternal di perusahaan? Perusahaan dapat menggunakan software akuntansi terintegrasi, memastikan kepatuhan terhadap standar SAK, serta menjaga konsistensi dan kualitas penyajian laporan keuangan. Salah satu rekomendasi software akuntansi lokal berbasis cloud adalah Mekari Jurnal. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Akuntansi Eksternal: Pengertian, Fungsi, Contoh, dan Perbedaannya dengan Akuntansi Internal Highlights Akuntansi eksternal memastikan transparansi keuangan perusahaan untuk membangun kepercayaan investor, kreditor, dan regulator Laporan keuangan eksternal terdiri dari laba rugi, neraca, arus kas, perubahan ekuitas, dan CaLK sebagai dasar pengambilan keputusan Pengguna utama akuntansi eksternal meliputi investor, bank, regulator, auditor, hingga mitra bisnis yang membutuhkan informasi terstandarisasi Penerapan standar SAK dan kesiapan audit menjadi kunci agar laporan keuangan kredibel dan mendukung ekspansi serta pendanaan bisnis Dunia bisnis saat ini sudah mendorong setiap entitas untuk tidak hanya pandai dalam mengelola operasional harian, namun juga andal dalam menyajikan potret keuangan perusahaan secara menyeluruh kepada pihak luar yang membutuhkannya.Transparansi keuangan ini termasuk ke dalam pengelolaan akuntansi eksternal yang menjadi penentu apakah sebuah perusahaan layak mendapatkan suntikan modal, kepercayaan perbankan, atau validasi dari regulator.Oleh karena itu, memahami bagaimana mengimplementasi akuntansi eksternal dengan efektif dan optimal menjadi krusial bagi perusahaan yang sedang dalam tahap ekspansi, mencari pendanaan serius, dan bersiap menghadapi proses audit formal untuk pertama kalinya.Studi menarik dari klien kami menemukan bahwa dengan memanfaatkan software akuntansi meningkatkan akurasi laporan hingga 100%.Berikut artikel dari Mekari Jurnal akan memberikan panduan secara menyeluruh, mulai dari fungsi, siapa saja penggunanya, laporan apa yang dihasilkan, hingga perbedaan dengan akuntansi internal. Apa Itu Akuntansi Eksternal?Akuntansi eksternal adalah cabang praktik akuntansi yang berorientasi pada pencatatan, penyusunan, dan penyajian informasi dalam laporan keuangan untuk pihak-pihak di luar perusahaan.Fokus utama dari manajemen akuntansi ini adalah “eksternal” yang berarti seluruh informasi yang tersaji tidak akan dirancang untuk konsumsi manajerial internal, namun memenuhi kebutuhan informasi pihak luar yang memiliki kepentingan, seperti pemodal, pemberi pinjaman, mitra bisnis, maupun pengawas regulasi.Ada tiga karakteristik utama yang membedakan akuntansi eksternal dari bentuk pelaporan keuangan lainnya: Formalitas dan standarisasi: laporan keuangan eksternal harus disusun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku, dalam hal ini adalah Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang diterbitkan oleh IAI Orientasi historis: laporan eksternal biasanya merangkum informasi keuangan dari periode yang telah lewat, memberikan gambaran tentang apa yang sudah terjadi Tujuan umum: laporan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan informasi dari berbagai jenis pengguna sekaligus, bukan hanya satu pihak spesifik Fungsi dan Tujuan Akuntansi EksternalKeberadaan akuntansi eksternal penting untuk menciptakan komunikasi keuangan yang andal antara perusahaan dan dunia luarnya atas usaha untuk menjaga keberlangsungan usaha.Selain itu, laporan yang dihasilkan juga menjadi instrumen bagi pihak luar untuk menilai apakah perusahaan bisa menjadi mitra bisnis atau tujuan investasi yang sehat.Adapun fungsi dan tujuan utama lain dari akuntansi eksternal mencakup: Menyampaikan posisi keuangan dan kinerja bisnis agar pihak luar memahami seberapa besar aset yang dimiliki perusahaan, seberapa besar utangnya, seberapa menguntungkan operasinya, dan seberapa sehat arus kasnya Menjadi dasar keputusan bagi pemakai informasi akuntansi, seperti investor, pemberi pinjaman, dan kreditor, dalam menilai prospek arus kas bersih masa depan dan membuat keputusan tentang alokasi sumber daya Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dengan konsisten menyusun dan mempublikasikan laporan keuangan yang berkualitas kepada pasar Mendukung kesiapan audit melalui laporan keuangan eksternal yang disusun dengan standar yang benar sebagai syarat umum yang diminta oleh investor institusional dan lembaga keuangan besar Siapa Saja Pengguna Akuntansi Eksternal?Jika mengacu pada kerangka konseptual IFRS, pengguna akuntansi eksternal secara jelas mengacu pada: “existing and potential investors, lenders, and other creditors“.Baik investor yang sudah ada atau potensial, pemberi pinjaman, maupun kreditor merupakan pengguna yang tidak bisa meminta informasi secara khusus sesuai kebutuhan mereka, sehingga hanya mengacu pada laporan yang dipublikasikan.Jika mengacu pada praktik bisnis di Indonesia, para pengguna akuntansi eksternal mencakup: Investor dan calon investor yang menggunakan kualitas informasi laporan eksternal untuk menilai perusahaan dari sisi keuntungan, efisiensi, dan prospek jangka panjang Bank dan lembaga keuangan ketika mengajukan kredit modal kerja atau kredit investasi, di mana bank akan meminta laporan keuangan minimal dua hingga tiga tahun terakhir sebagai bagian dari analisis kelayakan Pemerintah dan regulator untuk berbagai keperluan, seperti verifikasi kewajiban pajak hingga pemantauan kepatuhan seperti perbankan, asuransi, dan pasar modal Auditor independen untuk menelaah apakah laporan tersebut menyajikan posisi keuangan secara wajar dan sesuai standar Mitra bisnis, pemasok, dan pelanggan besar terkadang juga menggunakan laporan keuangan untuk menilai stabilitas dan keandalan perusahaan sebagai mitra jangka panjang Laporan yang Dihasilkan dalam Akuntansi EksternalSumber: kilaskorporasi.kontan.co.idUntuk membentuk seperangkat laporan keuangan yang terstandarisasi dan gambaran yang utuh tentang kinerja perusahaan, terdapat beberapa jenis laporan keuangan yang dibuat:1. Laporan Laba RugiLaporan laba rugi menyajikan ringkasan pendapatan, beban, dan laba atau rugi bersih selama suatu periode dan paling sering pertama kali dicari oleh investor dan analis karena langsung menunjukkan profitabilitas bisnis.2. Laporan Posisi KeuanganLaporan posisi keuangan atau neraca memberikan gambaran tentang apa yang dimiliki perusahaan, apa yang menjadi kewajibannya, dan berapa nilai bersih kepemilikan pemilik pada satu titik waktu tertentu dalam bentuk aset, liabilitas, dan ekuitas.3. Laporan Arus KasLaporan arus kas menjelaskan dari mana kas masuk dan ke mana kas keluar selama periode pelaporan, dikelompokkan ke dalam tiga kategori: aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.Laporan ini sangat penting karena profitabilitas tinggi tidak selalu berarti likuiditas yang baik dan pengguna eksternal perlu memahami keduanya.4. Laporan Perubahan EkuitasLaporan perubahan ekuitas menunjukkan pergerakan nilai ekuitas selama periode berjalan termasuk laba yang ditahan, dividen yang dibagikan, dan perubahan modal lainnya.Laporan ini melengkapi gambaran tentang bagaimana kekayaan bersih perusahaan berubah dari waktu ke waktu.5. Catatan atas laporan keuanganCaLK adalah komponen yang sering dianggap pelengkap karena menjelaskan detail informasi yang terdapat dibalik angka-angka yang tercantum dalam laporan keuangan.Mulai dari kebijakan akuntansi yang digunakan dijelaskan, asumsi penting diungkapkan, dan informasi tambahan yang tidak bisa ditangkap akan dipaparkan secara naratif.Selain seperangkat laporan keuangn formal tersebut, perusahaan khususnya dengan status publik atau berukuran besar, juga rutin menerbitkan laporan keuangan tahunan (annual report) yang menggabungkan laporan keuangan dengan analisis manajemen, informasi tentang tata kelola perusahaan, dan narasi strategis tentang arah bisnis ke depan.Untuk melihat bagaimana gambaran contoh laporan keuangannya, simak publikasi laporan keuangan dari Bank BRI berikut ini.Download PDF Laporan Keuangan KonsolidasianBaca Juga: Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan: Pengertian, Fungsi, dan TujuanPerbedaan Akuntansi Eksternal dan Akuntansi InternalWalaupun informasi yang disajikan berbasis data transaksi yang sama, akuntansi eksternal dan internal memiliki orientasi yang bertolak belakang pada informasi yang disajikan.Pada dasarnya, akuntansi eksternal berfokus pada pengendalian operasional, sedangkan akuntansi eksternal fokus pada pelaporan hasil akhir kepada pengguna diluar perusahaan.Untuk lebih jelasnya, simak tabel perbandingan antara akuntansi eksternal dan akuntansi internal berikut ini: Aspek Akuntansi Eksternal Akuntansi Internal Tujuan Laporan Komunikasi keuangan kepada pihak luar Mendukung pengambilan keputusan manajerial Pengguna Utama Investor, kreditor, regulator, auditor Manajemen, direktur, kepala divisi Tingkat Detail Ringkasan kinerja dan posisi keuangan periode tertentu Bisa sangat rinci: per produk, divisi, atau proyek Standar yang Digunakan SAK/PSAK (standar wajib) Tidak ada standar baku, disesuaikan kebutuhan Frekuensi Laporan Berkala dan terjadwal (bulanan, kuartalan, tahunan) Fleksibel, sesuai kebutuhan manajemen Fokus Utama Pelaporan historis yang andal dan terstandarisasi Analisis, proyeksi, dan pengendalian ke depan Hubungan dengan Audit Sering diaudit oleh auditor independen Biasanya tidak diaudit secara eksternal Memahami karakteristik dan perbedaan dari keduanya membantu bisnis dalam membangun sistem pelaporan yang proporsional, di mana satu sisi untuk navigasi internal yang gesit, dan sisi lain untuk komunikasi eksternal yang solid.Baca Juga: Memahami Akuntansi Internal: Definisi, Manfaat, dan Penerapan dalam PerusahaanStandar Akuntansi dalam Akuntansi EksternalStandar akuntansi yang diterapkan menjadi salah karakteristik utama yang membedakan cara pengelolaannya akuntansi eksternal dengan akuntansi internal.Standar perlu diterapkan agar memudahkan proses komparasi yang dilakukan oleh pengguna informasi laporan keuangan pada dua perusahaan di industri yang sama.Oleh karena itu, perusahaan harus mengacu pada standar akuntansi yang diterapkan, di mana untuk Indonesia mengacu pada standar yang disusun dan diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).SAK di Indonesia terbagi ke dalam beberapa jenis sesuai jenis dan skala entitasnya, di antaranya: SAK yang mengacu pada IFRS berlaku untuk entitas dengan akuntabilitas publik, seperti perusahaan publik dan lembaga keuangan SAK ETAP (Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik), yang kini berkembang menjadi SAK Entitas Privat untuk entitas yang menerbitkan laporan keuangan tujuan umum SAK EMKM (Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah) untuk UMKM yang membutuhkan standar yang lebih sederhana Hubungan Akuntansi Eksternal dengan Audit EksternalDua istilah tersebut memang seringkali tertukar, antara akutnansi eksternal dengan audit eksternal, namun keduanya memang saling berkaitan dalam menjaga informasi yang disampaikan dalam laporan keuangan bernilai tinggi.Jika akuntansi eksternal berfungsi untuk “memasak” laporan, maka audit eksternal berfungsi untuk “mencicipi dan menilai”-nya untuk memastikan kualitasnya.Itu artinya, proses akuntansi eksternal dilakukan sebelum proses audit, di mana menjalankan proses mencatat transaksi, menyusun jurnal, dan menyajikan laporan keuangan sesuai standar.Lalu, selanjutnya audit eksternal dilakukan untuk mengevaluasi apakah laporan keuangan yang sudah disusun menyajikan posisi keuangan secara wajar dan sesuai standar akuntansi yang berlaku.Dari perspektif pengguna laporan, opini audit adalah tolok ukur kepercayaan tambahan yang sangat berharga karena memiliki kredibilitas yang jauh lebih tinggi di mata investor dan kreditur.Kesalahan Umum saat Memahami Akuntansi EksternalTerakhir, Anda juga harus mengetahui bahwa terdapat beberapa kesalahan umum yang sering terjadi apabila membahas proses akuntansi eksternal.Selain akuntansi eksternal yang sering disalah artikan dengan audit eksternal, masih banyak juga yang mengira bahwa akuntansi eksternal berarti outsourcing akuntansi, yang merujuk pada jasa akuntansi dari pihak ketiga yang disewa perusahaan.Kesalahan yang kedua adalah tidak bisa membedakan antara kebutuhan laporan internal dan eksternal. Pasalnya, kebutuhan yang disajikan berbeda karena manajemen internal membutuhkan informasi yang jauh lebih rinci dan fleksibel.Terakhir, ada beberapa bisnis yang mengabaikan standar akuntansi dalam penyusunan laporan serta terlalu fokus pada pencatatan, tetapi mengabaikan penyajian.Mencatat transaksi memang fondasi untuk informasi akuntansi, namun akuntansi eksternal menuntut lebih dari itu, di mana adanya kebutuhan laporan harus disajikan dalam format yang benar dan dalam bahasa keuangan yang bisa dibaca dengan standar yang sama oleh berbagai pengguna.KesimpulanAkuntansi eksternal menjadi jembatan keuangan antara perusahaan dengan pengguna dari luar manajemen untuk menilai apakah bisnis layak untuk mendapatkan modal kredit yang layak atau agar regulator bisa memverifikasi bahwa perusahaan memenuhi kewajibannya.Dalam ekosistem bisnis modern, tuntutan transparansi semakin tinggi dan kemampuan untuk menyusun laporan keuangan eksternal yang berkualitas menjadi gambaran bagi setiap bisnis yang ingin tumbuh dan berkembang.Oleh karena itu, penting bagi perusahaan unutk mengelola akuntansi eksternal yang rapi untuk membangun kepercayaan di mata investor, kreditor, dan auditor.Agar lebih efektif, Anda bisa memanfaatkan sistem akuntansi modern terintegrasi yang menghubungkan seluruh proses dalam satu platform.Mekari Jurnal adalah software akuntansi berbasis cloud yang menyediakan proses pencatatan transaksi, penjurnalan, hingga penyusunan laporan keuangan formal dapat dilakukan secara otomatis dan real-time.Melalui fitur-fitur ini, bisnis dapat menyajikan berbagai jenis laporan keuangan sesuai standar akuntansi keuangan yang diterapkan di Indonesia untuk keperluan pengajuan kredit, due diligence investor, atau pemeriksaan auditor independen.Coba GRATIS sekarang juga dan rasakan manfaatnya!Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:Kilaskorporasi, “Laporan Keuangan Bank BRI Triwulan ke 2 Tahun 2025”.CFI, “Internal vs External Financial Reporting”.Nscpolteksby, “Scope of External Reporting”.Accounting Coach, “What are external financial statements?”. FAQ Tentang Manajemen Akuntansi Eksternal Apa yang dimaksud dengan akuntansi eksternal? Apa yang dimaksud dengan akuntansi eksternal? Akuntansi eksternal adalah proses pencatatan, penyusunan, dan penyajian laporan keuangan untuk pihak luar seperti investor, kreditor, dan regulator dengan mengikuti standar akuntansi yang berlaku. Apa tujuan utama akuntansi eksternal bagi perusahaan? Apa tujuan utama akuntansi eksternal bagi perusahaan? Tujuan utamanya adalah menyediakan informasi keuangan yang transparan dan andal agar pihak luar dapat menilai kinerja, posisi keuangan, dan kelayakan bisnis. Siapa saja pengguna laporan akuntansi eksternal? Siapa saja pengguna laporan akuntansi eksternal? Pengguna utamanya meliputi investor, calon investor, bank, lembaga keuangan, regulator, auditor independen, serta mitra bisnis seperti supplier dan pelanggan besar. Apa saja laporan yang dihasilkan dalam akuntansi eksternal? Apa saja laporan yang dihasilkan dalam akuntansi eksternal? Laporan utama meliputi laporan laba rugi, laporan posisi keuangan (neraca), laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan (CaLK). Mengapa laporan arus kas penting bagi pengguna eksternal? Mengapa laporan arus kas penting bagi pengguna eksternal? Karena laporan arus kas menunjukkan likuiditas perusahaan, yaitu kemampuan menghasilkan dan mengelola kas, yang tidak selalu tercermin dari laba. Apa perbedaan akuntansi eksternal dan akuntansi internal? Apa perbedaan akuntansi eksternal dan akuntansi internal? Akuntansi eksternal berfokus pada pelaporan untuk pihak luar dengan standar baku, sedangkan akuntansi internal digunakan manajemen untuk pengambilan keputusan operasional yang lebih detail dan fleksibel. Standar apa yang digunakan dalam akuntansi eksternal di Indonesia? Standar apa yang digunakan dalam akuntansi eksternal di Indonesia? Perusahaan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), termasuk SAK berbasis IFRS, SAK ETAP, dan SAK EMKM. Mengapa akuntansi eksternal penting untuk mendapatkan pendanaan? Mengapa akuntansi eksternal penting untuk mendapatkan pendanaan? Karena investor dan kreditor menggunakan laporan keuangan untuk menilai risiko, profitabilitas, dan kemampuan perusahaan dalam mengembalikan investasi atau pinjaman. Apa kesalahan umum dalam memahami akuntansi eksternal? Apa kesalahan umum dalam memahami akuntansi eksternal? Kesalahan umum meliputi menganggapnya sama dengan audit atau outsourcing, tidak membedakan dengan akuntansi internal, serta mengabaikan standar penyajian laporan keuangan. Bagaimana cara mengoptimalkan akuntansi eksternal di perusahaan? Bagaimana cara mengoptimalkan akuntansi eksternal di perusahaan? Perusahaan dapat menggunakan software akuntansi terintegrasi, memastikan kepatuhan terhadap standar SAK, serta menjaga konsistensi dan kualitas penyajian laporan keuangan. Salah satu rekomendasi software akuntansi lokal berbasis cloud adalah Mekari Jurnal.