Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Neraca Aktiva dan Pasiva: Perbedaan dan Cara Menghitung

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Adelia Vita. A
Direview oleh: Mekari Jurnal reviewer Devi Priyanti S.E
Highlights
  • Aktiva (aset) menunjukkan sumber daya yang dimiliki bisnis, sedangkan pasiva menunjukkan sumber pendanaannya yang berasal dari liabilitas dan ekuitas.
  • Sejak SAK Indonesia mengadopsi IFRS pada 2015, istilah resmi dalam PSAK berubah dari aktiva dan pasiva menjadi aset, liabilitas, dan ekuitas.
  • Total aset harus selalu sama dengan total liabilitas dan ekuitas sesuai persamaan dasar akuntansi, sehingga keseimbangan laporan posisi keuangan tetap terjaga.

Istilah “aktiva” dan “pasiva” masih sering digunakan dalam dunia bisnis, terutama oleh pelaku UMKM dan praktisi yang telah lama berkecimpung di bidang akuntansi. 

Padahal, dalam standar akuntansi yang berlaku saat ini, kedua istilah tersebut telah diperbarui menjadi aset, liabilitas, dan ekuitas.

Perubahan ini tidak mengubah konsep dasarnya, tetapi hanya penyesuaian istilah agar selaras dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang mengadopsi IFRS. 

Karena itu, penting memahami hubungan antara istilah lama dan istilah yang digunakan saat ini agar tidak keliru saat menyusun maupun membaca laporan keuangan.

Artikel ini akan membahas pengertian aktiva dan pasiva, perbedaannya dengan istilah resmi dalam PSAK, komponen penyusunnya, hingga contoh penyajian dalam laporan posisi keuangan.

Apa itu Neraca Aktiva dan Pasiva?

Aktiva dan pasiva adalah dua sisi dalam neraca atau laporan posisi keuangan yang saling berkaitan. 

Aktiva menunjukkan seluruh aset yang dimiliki atau dikuasai perusahaan, sedangkan pasiva menunjukkan sumber pendanaan atas aset tersebut, baik yang berasal dari liabilitas maupun ekuitas.

Sederhananya, aktiva menjawab pertanyaan “apa yang dimiliki perusahaan?”, sedangkan pasiva menjawab “dari mana aset tersebut dibiayai?”. Oleh karena itu, total aktiva harus selalu sama dengan total pasiva karena setiap aset pasti berasal dari pendanaan melalui utang atau modal.

Menurut buku Intermediate Accounting Edisi IFRS, sisi aktiva menunjukkan sumber daya yang dikuasai entitas dan diharapkan memberikan manfaat ekonomi di masa depan, sedangkan sisi pasiva menunjukkan sumber pendanaan atas sumber daya tersebut, baik yang berasal dari liabilitas maupun ekuitas. 

Kenapa Istilah “Aktiva” dan “Pasiva” Berbeda dari PSAK yang Berlaku Saat Ini?

Jika Anda membaca buku akuntansi lama, istilah aktiva dan pasiva masih sering digunakan. Namun, ketika membaca Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) terbaru, Anda akan menemukan istilah aset, liabilitas, dan ekuitas.

Perbedaan ini terjadi karena Indonesia telah melakukan konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS). 

Berdasarkan sejarah perkembangan Standar Akuntansi Keuangan yang diterbitkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), sejak 1 Januari 2015 PSAK menggunakan istilah yang selaras dengan IFRS. 

Karena itu, istilah aktiva berubah menjadi aset, sedangkan pasiva tidak lagi digunakan sebagai satu istilah, melainkan dipisahkan menjadi liabilitas dan ekuitas.

Meskipun demikian, istilah aktiva dan pasiva masih banyak digunakan dalam dunia usaha, buku akuntansi lama, maupun percakapan sehari-hari. 

Keduanya tetap merujuk pada konsep yang sama, hanya berbeda dari istilah resmi yang digunakan dalam standar akuntansi saat ini.

Baca Juga: Neraca Keuangan: Pengertian, Bentuk, Jenis, Contoh

Komponen Aktiva: Aktiva Lancar dan Aktiva Tetap

Banyak orang menganggap aktiva hanya terdiri dari aktiva lancar dan aktiva tetap. Padahal, dalam laporan posisi keuangan, aset tidak lancar mencakup lebih dari sekadar aktiva tetap.

Secara umum, berdasarkan PSAK 1/PSAK 201, aset dikelompokkan menjadi aset lancar dan aset tidak lancar.

1. Aktiva Lancar (Aset Lancar)

Aktiva lancar adalah aset yang diperkirakan akan direalisasikan, dijual, atau digunakan dalam siklus operasi normal perusahaan atau dalam waktu 12 bulan setelah periode pelaporan.

Contohnya meliputi:

  • Kas dan setara kas
  • Piutang usaha
  • Persediaan
  • Beban dibayar di muka

2. Aktiva Tidak Lancar (Aset Tidak Lancar)

Aktiva tidak lancar adalah aset yang digunakan atau dimiliki untuk jangka waktu lebih dari satu tahun. Kelompok ini tidak hanya terdiri dari aktiva tetap, tetapi juga mencakup:

  • Aktiva tetap, seperti tanah, bangunan, mesin, dan kendaraan.
  • Investasi jangka panjang, misalnya investasi pada entitas lain atau deposito berjangka yang jatuh tempo lebih dari satu tahun.
  • Aset tak berwujud, seperti hak paten, lisensi, merek dagang, dan goodwill.

Karena itu, menyamakan seluruh aktiva tidak lancar dengan aktiva tetap kurang tepat. Aset seperti investasi jangka panjang maupun aset tak berwujud juga merupakan bagian dari kekayaan perusahaan dan perlu disajikan secara terpisah dalam laporan posisi keuangan.

Baca Juga: Cara Mengatasi Neraca Saldo Tidak Seimbang (Balance)

Komponen Pasiva: Kewajiban dan Ekuitas

Pasiva menunjukkan sumber pendanaan yang digunakan perusahaan untuk memperoleh aset. Secara umum, pasiva terdiri dari liabilitas dan ekuitas.

1. Liabilitas (Kewajiban)

Liabilitas adalah kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang harus diselesaikan di kemudian hari. Berdasarkan PSAK 1/PSAK 201, liabilitas dikelompokkan menjadi:

  • Liabilitas jangka pendek, yaitu kewajiban yang diperkirakan akan diselesaikan dalam siklus operasi normal atau dalam waktu 12 bulan setelah periode pelaporan, seperti utang usaha dan utang pajak.
  • Liabilitas jangka panjang, yaitu kewajiban yang jatuh temponya lebih dari 12 bulan, seperti utang bank jangka panjang atau obligasi.

2. Ekuitas

Ekuitas adalah hak pemilik atas aset perusahaan setelah dikurangi seluruh liabilitas. Komponen ini umumnya terdiri dari modal yang disetor pemilik dan laba ditahan yang berasal dari keuntungan perusahaan.

Cara Menghitung dan Contoh Neraca Aktiva Pasiva

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana penyusunan komponen neraca CV Makmur Sejahtera per 31 Desember 2025.

Aktiva

Aktiva Lancar

Akun Nilai
Kas Rp20.000.000
Piutang Usaha Rp10.000.000
Persediaan Rp15.000.000
Total Aktiva Lancar Rp45.000.000

Aktiva Tidak Lancar

Akun Nilai
Peralatan Rp30.000.000
Akumulasi Penyusutan Peralatan (Rp6.000.000)
Investasi Jangka Panjang Rp8.000.000
Aset Tak Berwujud (Hak Merek) Rp3.000.000
Total Aktiva Tidak Lancar Rp35.000.000

Total Aktiva = Rp45.000.000 + Rp35.000.000 = Rp80.000.000

Pasiva

Liabilitas Jangka Pendek

Akun Nilai
Utang Usaha Rp12.000.000
Utang Pajak Rp3.000.000
Total Liabilitas Jangka Pendek Rp15.000.000

Liabilitas Jangka Panjang

Akun Nilai
Utang Bank Rp25.000.000
Total Liabilitas Jangka Panjang Rp25.000.000

Total Liabilitas = Rp15.000.000 + Rp25.000.000 = Rp40.000.000

Ekuitas

Akun Nilai
Modal Rp35.000.000
Laba Ditahan Rp5.000.000
Total Ekuitas Rp40.000.000

Total Pasiva = Total Liabilitas + Total Ekuitas = Rp40.000.000 + Rp40.000.000 = Rp80.000.000

Verifikasi

Total aktiva sebesar Rp80.000.000 sama dengan total pasiva sebesar Rp80.000.000, sehingga neraca telah memenuhi persamaan dasar akuntansi:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Dari contoh tersebut juga terlihat bahwa aset tidak lancar tidak hanya terdiri atas aktiva tetap, tetapi juga dapat mencakup investasi jangka panjang dan aset tak berwujud. 

Oleh karena itu, penting untuk mengelompokkan setiap akun sesuai karakteristiknya agar laporan posisi keuangan memberikan informasi yang lebih lengkap dan akurat.

Contoh Neraca Aktiva dan Pasiva CV Makmur Sejahtera 

Berikut ini adalah contoh dari neraca aktiva dan pasiva untuk CV makmur sejahtera:

Contoh-Neraca-Aktiva-dan-Pasiva-CV-Makmur-Sejahtera

Kesalahan Umum Memahami Aktiva dan Pasiva

Saat menyusun atau membaca neraca, masih banyak kesalahan yang sering terjadi. Berikut beberapa di antaranya.

  • Menganggap aktiva tetap sama dengan seluruh aset tidak lancar. Padahal, aset tidak lancar juga mencakup investasi jangka panjang dan aset tak berwujud, seperti hak paten atau merek dagang.
  • Mengira pasiva hanya berisi utang. Sebenarnya, pasiva terdiri dari dua komponen, yaitu liabilitas (kewajiban) dan ekuitas, yang mencakup modal pemilik serta laba ditahan.
  • Menganggap istilah “aset” dan “liabilitas” berbeda dengan “aktiva” dan “pasiva”. Padahal, perbedaannya hanya pada istilah. Sejak SAK Indonesia mengadopsi IFRS, istilah resmi yang digunakan dalam PSAK adalah aset, liabilitas, dan ekuitas.
  • Salah mengelompokkan liabilitas jangka pendek dan jangka panjang. Kesalahan klasifikasi ini dapat membuat analisis kondisi keuangan, terutama tingkat likuiditas perusahaan, menjadi kurang akurat.

Baca Juga: Menilai Baiknya Suatu Anggaran Neraca Lewat Karakteristiknya

Susun Neraca Aktiva dan Pasiva dengan Lebih Mudah Menggunakan Mekari Jurnal

Menyusun neraca aktiva dan pasiva secara manual membutuhkan ketelitian, mulai dari mencatat transaksi, mengelompokkan akun, hingga memastikan total aset sama dengan total liabilitas dan ekuitas. Seiring bertambahnya transaksi, proses ini juga menjadi lebih memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan.

Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu mengotomatisasi proses pembukuan sehingga penyusunan laporan posisi keuangan dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan real-time.

Dengan fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Mencatat transaksi secara otomatis yang langsung terposting ke jurnal dan buku besar.
  • Mengelola chart of accounts (bagan akun) agar aset, liabilitas, dan ekuitas tercatat secara konsisten.
  • Menyusun laporan posisi keuangan secara real-time beserta puluhan laporan keuangan lainnya tanpa proses manual.
  • Melakukan rekonsiliasi bank sehingga saldo kas lebih mudah dicocokkan dengan mutasi rekening.

Kelola pembukuan bisnis dengan lebih praktis dengan Mekari Jurnal

Coba Gratis Sekarang!

Referensi

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “PSAK 1 (kini PSAK 201): Penyajian Laporan Keuangan.”

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “Sejarah Perkembangan SAK.”

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “Tentang SAK EMKM.”

Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. “Intermediate Accounting Edisi IFRS.

FAQ

Apa perbedaan aktiva dan aset?

Apa perbedaan aktiva dan aset?

 Tidak ada perbedaan konsep. Aktiva adalah istilah lama, sedangkan aset merupakan istilah resmi yang digunakan dalam PSAK saat ini. Keduanya sama-sama mengacu pada sumber daya yang memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan.

Apa perbedaan pasiva dan liabilitas?

Apa perbedaan pasiva dan liabilitas?

 Pasiva merupakan istilah lama yang mencakup liabilitas dan ekuitas. Dalam PSAK, kedua komponen tersebut dipisahkan sehingga istilah yang digunakan adalah liabilitas dan ekuitas.

Apakah aktiva tetap sama dengan aset tidak lancar?

Apakah aktiva tetap sama dengan aset tidak lancar?

 Tidak. Aktiva tetap hanyalah salah satu jenis aset tidak lancar. Selain itu, aset tidak lancar juga mencakup aset tak berwujud, investasi jangka panjang, dan aset lainnya.

Apa saja yang termasuk dalam pasiva?

Apa saja yang termasuk dalam pasiva?

 Pasiva terdiri dari dua komponen, yaitu liabilitas (utang) dan ekuitas (modal pemilik beserta laba ditahan).

Mengapa jumlah aktiva harus sama dengan jumlah pasiva?

Mengapa jumlah aktiva harus sama dengan jumlah pasiva?

Karena laporan keuangan mengikuti persamaan dasar akuntansi: Aset = Liabilitas + Ekuitas. Jika jumlahnya tidak sama, berarti terdapat kesalahan dalam pencatatan transaksi.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami