Seiring berkembangnya zaman, semakin banyak pula orang yang menginginkan semuanya serba instan, seperti halnya dalam bidang makanan. Saat ini, banyak pasangan muda yang sibuk bekerja maupun ibu rumah tangga yang merasa lebih terbantu dengan adanya bisnis katering di sekitar rumah tinggal mereka. Mereka menganggap adanya bisnis katering ini adalah cara instan untuk memenuhi kebutuhan makan mereka tanpa perlu repot.

 

Dengan adanya fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa sebuah bisnis katering merupakan sebuah peluang emas yang bisa berkembang dengan pesat di masa depan jika Anda sebagai pemilik bisnis katering bisa mengelolanya dengan baik, termasuk dalam bidang keuangan. Mengatur keuangan bisnis katering meskipun terlihat mudah, ternyata juga memiliki kompleksitas yang harus diperhatikan dengan cermat agar tidak jatuh pada pengelolaan yang salah. Di bawah ini akan kita bahas beberapa tips mengelola keuangan bisnis katering agar dapat berkembang secara pesat dan terhindar dari masalah keuangan.

 

Mengumpulkan & Mencatat Transaksi

Kuitansi atau nota merupakan bukti pembayaran sah yang digunakan dalam transaksi jual-beli. Sebagai pemilik katering, Anda harus selalu meminta maupun membuat bukti ini setiap kali transaksi. Bukti pengeluaran maupun pemasukan uang ini kemudian dicatat dalam pembukuan untuk laporan keuangan.

 

Aplikasi Jurnal Snap dari Jurnal memungkinkan Anda untuk menyimpan semua bukti transaksi secara online tanpa takut kehilangan nota pembayaran, kemudian dengan dukungan aplikasi Jurnal Anda bisa memasukkan setiap transaksi dari bisnis katering Anda dengan mudah, kapan saja dan dimana saja.

 

Miliki Laporan Keuangan

Ada beberapa laporan keuangan maupun pembukuan yang penting untuk Anda miliki untuk mengelola bisnis katering diantaranya adalah sebagai berikut:

a. Buku Stok Barang

Hal utama dalam bisnis katering adalah stok barang yang digunakan untuk produksi. Semua bahan makanan yang Anda olah menjadi makanan maupun minuman dalam usaha haruslah dicatat dengan rapi dan jelas. Pencatatan ini dipisahkan dari masing-masing itemnya. Dengan buku ini Anda bisa langsung mengetahui seberapa besar stok yang Anda miliki setiap saat. Dalam buku stok, Anda harus menuliskan nama barang, tanggal, keterangan, jumlah masuk, jumlah keluar, dan jumlah stok yang ada. Setelah Anda memiliki buku ini, Anda bisa melakukan penghitungan stok secara fisik setiap bulan sekali atau tergantung kebutuhan.

Contoh Buku Stok Barang

 

BUKU STOK BARANG

KATERING ZIGZAG

 

Nama Barang: Daging ayam                                                      Kode: A 01

NO

URAIAN/ KETERANGAN

TANGGAL

BARANG MASUK

BARANG KELUAR

STOK BARANG

1

Sisa stok tanggal 7/5/2017

8/5/2017

 

 

25 kg

2

Pesanan bu Dona

9/5/2017

 

10 kg

15 kg

 

b. Buku Pemasukan

Tips mengelola keuangan selanjutnya adalah membuat buku pemasukan. Buku ini digunakan untuk mencatat semua pemasukan usaha. Catat semua pemasukan yang Anda dapatkan dilampiri dengan kuitansi yang Anda miliki sehingga ketika terjadi suatu kesalahan Anda dapat dengan mudah menemukanya. Pencatatan ini dilakukan setiap kali transaksi, jangan sampai Anda menumpuk kuiansi atau nota karena bisa hilang ataupun lupa. Dalam pencatatan buku ini, Anda harus menulis nomor urut, tanggal, keterangan dan berapa besar uangnya.

c. Buku Pengeluaran

Selain buku pemasukan, Anda juga perlu menyiapkan buku pengeluaran. Buku ini digunakan khusus untuk mencatat semua transaksi pengeluaran yang terjadi. Sama halnya dengan buku pemasukan, catatan ini juga perlu dilengkapi dengan nota atau kuitansi sebagai bukti. Untuk mengelola keuangan yang baik, Anda harus mencatat semua transaksi ini segera setelah transaksi selesai. Dengan demikian Anda dapat mengetahui biaya apa saja yang sudah Anda keluarkan. Selain itu, Anda juga bisa membuat perhitungan berapa besar pengeluaran rutin dan biaya mana yang bisa dikurangi.

 

Contoh Buku Pengeluaran

 

BUKU PENGELUARAN

KATERING ZIGZAG

NO

TANGGAL

KETERANGAN

JUMLAH

1

7/5/2017

Dibeli 30 kg daging ayam @30.000

900.000

2

7/5/2017

Dibeli 5 kg bawang puting @20.000

100.000

 

d. Buku Laba Rugi

Secara sederhana buku laba rugi merupakan buku yang menunjukkan seberapa besar profit bisnis atau seberapa besar rugi yang dialami. Cara menghitung laba atau rugi perusahaan adalah dengan menghitung semua penerimaan dikurangi semua pengeluaran dan semua beban yang ditanggung.

 

Pisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha

Meskipun bisnis katering cenderung menjadi bisnis rumahan, namun bukan berarti keuangannya harus selalu menjadi satu dengan keuangan pribadi yang Anda miliki. Pisahkan keuangan bisnis katering dengan keuangan pribadi agar pengeluaran yang terjadi semakin mudah teridentifikasi. Gunakan rekening yang berbeda untuk menerima pembayaran dan melakukan pembiayaan. Dengan memisahkan keuangan, Anda akan lebih mudah melakukan pencatatan dan menilai arus kas usaha.

 

Meskipun semua tips untuk mengelola keuangan sebuah bisnis katering di atas terlihat sederhana, namun pada kenyataannya diperlukan proses yang cukup panjang dan ketelitian untuk mencatat dan menghasilkan sebuah laporan keuangan yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan. Untuk mempermudah bisnis katering Anda memiliki pengelolaan keuangan yang handal, Anda bisa mulai menggunakan software akuntansi online, Jurnal.

Jurnal merupakan sistem akuntansi  online yang menawarkan pengalaman membuat laporan keuangan secara instan dengan mudah dan cepat. Jurnal juga memiliki layanan pembayaran terintegrasi  atau sistem POS yang akan membuat pengelolaan keuangan bisnis katering Anda semakin menyenangkan. Dapatkan semua informasi tentang Jurnal, di sini.

Author