Contoh Pembukuan Sederhana Usaha Catering Summary Fondasi utama pengelolaan keuangan bisnis katering adalah pencatatan transaksi yang disiplin. Artikel menekankan bahwa setiap pemasukan dan pengeluaran harus didukung kuitansi atau nota, lalu segera dicatat ke pembukuan agar laporan keuangan akurat dan mudah ditelusuri. Sebelum menyusun pembukuan, pemilik katering perlu memahami struktur biaya usahanya secara utuh. Artikel memberi contoh komponen biaya seperti bahan baku, transportasi, kemasan, gaji karyawan, dan biaya operasional, lalu membandingkannya dengan pendapatan untuk menilai hasil usaha. Ada empat pembukuan dasar yang paling relevan untuk usaha katering: buku stok barang, buku pemasukan, buku pengeluaran, dan buku laba rugi. Artikel juga menekankan perlunya stock count fisik secara berkala agar catatan persediaan tetap sesuai dengan kondisi nyata. Pemisahan keuangan pribadi dan usaha adalah langkah penting, terutama karena bisnis katering sering dimulai dari rumah. Artikel menyarankan penggunaan rekening yang berbeda untuk bisnis agar arus kas lebih mudah dipantau, pencatatan lebih rapi, dan evaluasi kesehatan usaha lebih jelas. Prinsip ini juga sejalan dengan panduan SBA untuk usaha kecil. Catatan penting: contoh hitungan pada artikel tampak tidak konsisten. Berdasarkan angka yang ditulis, total pengeluaran Rp3.350.000 dan total pendapatan Rp3.000.000 seharusnya menunjukkan rugi Rp350.000, bukan laba Rp650.000. Ini justru menegaskan pentingnya pembukuan yang teliti sebelum mengambil keputusan harga, biaya, atau ekspansi. Bagaimana cara membuat pembukuan dan contoh laporan keuangan lengkap untuk usaha atau bisnis catering dengan bantuan excel? Baca terus artikel di Mekari Jurnal ini!Seiring berkembangnya zaman, semakin banyak pula orang yang menginginkan semuanya serba instan, seperti halnya dalam bidang makanan.Saat ini, banyak pasangan muda yang sibuk bekerja maupun ibu rumah tangga yang merasa lebih terbantu dengan adanya bisnis catering di sekitar rumah tinggal mereka.Mereka menganggap adanya bisnis catering ini adalah cara instan untuk memenuhi kebutuhan makan mereka tanpa perlu repot.Dengan adanya fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa sebuah bisnis catering merupakan sebuah peluang emas yang bisa berkembang dengan pesat di masa depan jika Anda sebagai pemilik bisnis catering bisa mengelolanya dengan baik, termasuk dalam bidang keuangan.Walaupun terlihat mudah, mengatur keuangan bisnis catering memiliki kompleksibilitas yang perlu banyak perhatian lebih dalam pengelolaannya.Di bawah ini akan kita bahas beberapa contoh pembukuan sederhana bisnis catering yang membantu berkembang secara pesat dan terhindar dari masalah keuangan. Apa Saja Yang Harus Dikumpulkan & Dicatat untuk Pembukuan Catering?Kuitansi atau nota merupakan bukti pembayaran sah yang digunakan dalam transaksi jual-beli.Sebagai pemilik catering, Anda harus selalu meminta maupun membuat bukti ini setiap kali transaksi dilakukan.Bukti pengeluaran maupun pemasukan uang ini kemudian dicatat dalam pembukuan untuk laporan keuangan.Untuk pembukuan catering, Anda perlu mengumpulkan bukti transaksi seperti kuitansi, nota, dan invoice, serta mencatat secara rinci pemasukan, pengeluaran, stok, dan laba rugi.Dokumen yang DikumpulkanKumpulkan kuitansi/nota pembelian bahan baku, nota catering penjualan (termasuk rincian pesanan, tanggal, nama pelanggan, jumlah, harga, dan metode pembayaran), serta bukti pengeluaran seperti gaji karyawan dan transportasi.Simpan semua dokumen ini secara digital atau fisik untuk bukti sah, termasuk nomor unik nota, tanda tangan, dan cap perusahaan.Buku Pencatatan Utama Buku Stok Barang: Catat nama barang, tanggal, keterangan, jumlah masuk/keluar, dan sisa stok; lakukan hitung fisik bulanan. Buku Pemasukan: Nomor urut, tanggal, keterangan (misalnya paket menu), dan jumlah uang dari penjualan. Buku Pengeluaran: Tanggal, keterangan (bahan baku, gaji, operasional seperti listrik/gas), dan jumlah, dilampiri nota. Buku Laba Rugi: Hitung pendapatan dikurangi HPP, biaya operasional, dan beban untuk lihat profit. Contoh Rincian Biaya Kategori Contoh yang Dicatat Bahan Baku Harga per paket menu (Rp15.000-25.000/orang), total untuk 50 orang Rp1.250.000 Pengeluaran Transport Rp300.000, kemasan Rp150.000, gaji Rp1.100.000 Pendapatan Total penjualan Rp3.000.000 dari berbagai paket Selain itu, aplikasi Jurnal Snap dari Mekari Jurnal memungkinkan Anda untuk menyimpan semua bukti transaksi secara online tanpa takut kehilangan nota pembayara.Kemudian dengan dukungan aplikasi catering Anda bisa memasukkan setiap transaksi dari bisnis catering Anda dengan mudah, kapan saja dan di mana saja.Coba Fitur Laporan Keuangan dan Bisnis untuk Keputusan Bisnis Lebih Cepat dan AkuratSaya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!atauSaya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!Baca juga: 5 Kebiasaan Penganggaran Bulanan Cerdas Bagi Pemilik Bisnis KecilContoh Perhitungan Usaha Catering Rumahan Sebelum Lakukan PembukuanBerikut ini adalah contoh perhitungan usaha catering rumahan:Biaya Bahan Baku Paket menu A (nasi, ayam goreng, sayur asem, tahu tempe, kerupuk) = Rp 15.000/orang Paket menu B (nasi, sate ayam, sayur lodeh, tahu tempe, kerupuk) = Rp 20.000/orang Paket menu C (nasi, rendang, sayur lodeh, tahu tempe, kerupuk) = Rp 25.000/orang Total biaya bahan baku untuk 50 orang (dari masing-masing paket menu) = Rp 1.250.000 Biaya Transportasi Ongkos antar jemput makanan untuk 50 orang = Rp 300.000 Biaya Kemasan Kotak makanan, plastik pembungkus, dan sendok garpu untuk 50 orang = Rp 150.000 Gaji Karyawan 1 orang koki = Rp 500.000 2 orang pelayan = Rp 300.000/orang Total gaji karyawan = Rp 1.100.000 Biaya Operasional Biaya listrik, air, dan gas = Rp 250.000 Biaya internet dan telepon = Rp 100.000 Biaya lain-lain (pembersihan ruangan, parkir, dan sebagainya) = Rp 200.000 Total biaya operasional = Rp 550.000 Pendapatan Paket menu A (50 orang x Rp 15.000) = Rp 750.000 Paket menu B (50 orang x Rp 20.000) = Rp 1.000.000 Paket menu C (50 orang x Rp 25.000) = Rp 1.250.000 Total pendapatan = Rp 3.000.000 Dari perhitungan tersebut, didapatkan bahwa total pengeluaran untuk usaha catering rumahan adalah sebesar Rp 3.350.000.Sementara itu, total pendapatan yang didapatkan adalah sebesar Rp 3.000.000.Oleh karena itu, keuntungan yang diperoleh adalah sebesar Rp 650.000.Namun, perhitungan tersebut masih dapat berubah tergantung pada berbagai faktor seperti harga bahan baku, jumlah pesanan, lokasi, dan sebagainya.Jenis-Jenis Pembukuan Yang Cocok untuk Bisnis Catering AndaAda beberapa laporan keuangan maupun pembukuan yang penting untuk Anda miliki dalam mengelola bisnis catering, yaitu:a. Buku Stok Barang Pada Pembukuan Usaha Catering RumahanHal utama dalam bisnis catering adalah stok barang yang digunakan untuk produksi. Semua bahan makanan yang Anda olah menjadi makanan maupun minuman dalam usaha haruslah dicatat dengan rapi dan jelas.Pencatatan ini dipisahkan dari masing-masing itemnya, dengan buku ini Anda bisa langsung mengetahui seberapa besar stok yang Anda miliki setiap saat.Dalam buku stok barang, Anda harus menuliskan nama barang, tanggal, keterangan, jumlah masuk, jumlah keluar, dan jumlah stok yang ada.Setelah Anda memiliki buku ini, Anda bisa melakukan penghitungan stok secara fisik setiap bulan sekali atau tergantung kebutuhan.Contoh Buku Stok Barang dalam Pembukuan Usaha Catering SederhanaBaca juga: Contoh Pembukuan Excel, Download File dan Langkahnyab. Buku Pemasukan Pada Pembukuan Usaha Catering RumahanTips mengelola keuangan selanjutnya adalah membuat buku pemasukan. Buku ini digunakan untuk mencatat semua pemasukan usaha.Catat semua pemasukan yang Anda dapatkan dilampiri dengan kuitansi yang Anda miliki sehingga ketika terjadi suatu kesalahan Anda dapat dengan mudah menemukanya.Pencatatan ini dilakukan setiap kali transaksi, jangan sampai Anda menumpuk kuiansi atau nota karena bisa hilang ataupun lupa.Dalam pencatatan buku ini, Anda harus menulis nomor urut, tanggal, keterangan dan berapa besar uangnya.c. Buku Pengeluaran Pada Pembukuan Usaha Catering RumahanSelain buku pemasukan, Anda juga perlu menyiapkan buku pengeluaran.Buku ini digunakan khusus untuk mencatat semua transaksi pengeluaran yang terjadi.Sama halnya dengan buku pemasukan, catatan ini juga perlu dilengkapi dengan nota atau kuitansi sebagai bukti.Untuk mengelola keuangan yang baik, Anda harus mencatat semua transaksi ini segera setelah transaksi selesai.Dengan demikian Anda dapat mengetahui biaya apa saja yang sudah Anda keluarkan.Selain itu, Anda juga bisa membuat perhitungan berapa besar pengeluaran rutin dan biaya mana yang bisa dikurangi.Contoh Buku Pengeluaran dalam Pembukuan Usaha Catering Sederhanad. Buku Laba Rugi Pada Pembukuan Usaha Catering RumahanSecara sederhana buku laba rugi merupakan buku yang menunjukkan seberapa besar profit bisnis atau seberapa besar rugi yang dialami.Cara menghitung laba atau rugi perusahaan adalah dengan menghitung semua penerimaan dikurangi semua pengeluaran dan semua beban yang ditanggung.Sudah diberikan beberapa contoh laporan keuangan sederhana excel dan jenis pembukuan usaha catering.Baca Juga: Contoh Pembukuan Usaha Pemasukan dan PengeluaranPisahkan Keuangan Pribadi Dan UsahaBisnis catering cenderung menjadi bisnis rumahan.Namun, bukan berarti keuangannya harus selalu menjadi satu dengan keuangan pribadi yang Anda miliki.Pisahkan keuangan bisnis catering dengan keuangan pribadi agar pengeluaran yang terjadi semakin mudah teridentifikasi.Gunakan rekening yang berbeda untuk menerima pembayaran dan melakukan pembiayaan.Dengan memisahkan keuangan, Anda akan lebih mudah melakukan pencatatan dan menilai arus kas usaha.Lakukan Pencatatan Pembukuan Bisnis Catering dengan Mekari JurnalMeskipun semua tips untuk mengelola keuangan sebuah bisnis catering di atas terlihat sederhana, namun pada kenyataannya diperlukan proses yang cukup panjang dan ketelitian untuk mencatat dan menghasilkan sebuah laporan keuangan yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan.Untuk mempermudah bisnis catering Anda memiliki pengelolaan keuangan yang handal, Anda bisa mulai menggunakan software akuntansi online terbaik, Mekari Jurnal.Mekari Jurnal merupakan sistem akuntansi online yang menawarkan pengalaman membuat laporan keuangan secara instan dengan mudah dan cepat.Memiliki layanan pembayaran terintegrasi atau sistem POS yang akan membuat pengelolaan keuangan bisnis catering Anda semakin menyenangkan.Dapatkan semua informasi tentang Mekari Jurnal melalui software invoice.Mekari Jurnal juga menyediakan fitur aplikasi stok barang android, untuk mengakses dan mengelola stok barang Anda dimana pun dan kapan pun.Segera manfaatkan aplikasi sistem informasi akuntansi ini untuk akselerasi bisis Anda.Jalankan usaha mikro & kecil lebih mudah lewat bantuan Aplikasi Akuntansi UKM Mekari Jurnal. Temukan berbagai fitur lengkap lainnya di laman website fitur Mekari Jurnal!Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!atauSaya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!Itulah beberapa contoh pembukuan dan laporan keuangan usaha catering sederhana dengan menggunakan input excel.Gunakan software akuntansi seperti Mekari Jurnal untuk memudahkan proses pembukuan keuangan.Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat.Ikuti media sosial Mekari Jurnal untuk informasi lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi.Referensi: Badan Pusat Statistik. “Statistik Penyediaan Makanan Minuman 2024.” BPS. Diakses 27 April 2026. (Badan Pusat Statistik Indonesia) Ikatan Akuntan Indonesia. “Tentang SAK EMKM.” IAI Global. Diakses 27 April 2026. (Ikatan Akuntan Indonesia) IFRS Foundation. “IAS 7 Statement of Cash Flows.” IFRS. Diakses 27 April 2026. (IFRS) Internal Revenue Service. “What kind of records should I keep.” IRS. Diakses 27 April 2026. (IRS) U.S. Small Business Administration. “Manage your finances.” SBA.gov. Diakses 27 April 2026. (Small Business Administration) U.S. Small Business Administration. “5 Ways to Separate Your Personal and Business Finances.” SBA.gov. Diakses 27 April 2026. (Small Business Administration) FAQ Seputar Mengelola Keuangan Bisnis Katering Apa yang dimaksud dengan pengelolaan keuangan bisnis katering? Apa yang dimaksud dengan pengelolaan keuangan bisnis katering? Pengelolaan keuangan bisnis katering adalah proses mengatur pemasukan, pengeluaran, dan arus kas agar operasional bisnis berjalan lancar serta menghasilkan keuntungan yang optimal. Mengapa pengelolaan keuangan penting dalam bisnis katering? Mengapa pengelolaan keuangan penting dalam bisnis katering? Pengelolaan keuangan penting untuk menjaga stabilitas arus kas, menghindari kerugian, serta memastikan bisnis tetap berjalan meskipun menghadapi fluktuasi permintaan. Apa saja komponen utama keuangan bisnis katering? Apa saja komponen utama keuangan bisnis katering? Komponen utama meliputi: Pemasukan (penjualan catering) Pengeluaran (bahan baku, gaji, operasional) Arus kas (cash flow) Laba dan rugi Bagaimana cara mencatat keuangan bisnis katering dengan benar? Bagaimana cara mencatat keuangan bisnis katering dengan benar? Cara yang tepat adalah dengan membuat buku pemasukan dan buku pengeluaran, serta mencatat setiap transaksi secara rutin lengkap dengan bukti seperti nota atau kuitansi. Apa itu arus kas dalam bisnis katering? Apa itu arus kas dalam bisnis katering? Arus kas adalah aliran uang masuk dan keluar dalam bisnis katering yang mencerminkan kemampuan bisnis dalam memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari. Apa kesalahan umum dalam mengelola keuangan usaha katering? Apa kesalahan umum dalam mengelola keuangan usaha katering? Beberapa kesalahan umum: Tidak mencatat transaksi secara rutin Mencampur keuangan pribadi dan bisnis Tidak mengontrol biaya bahan baku Tidak membuat laporan keuangan Bagaimana cara mengontrol pengeluaran dalam bisnis katering? Bagaimana cara mengontrol pengeluaran dalam bisnis katering? Beberapa cara efektif: Membuat anggaran (budgeting) Mengontrol pembelian bahan baku Menghindari pemborosan Melakukan evaluasi biaya secara berkala Mengapa pencatatan pemasukan dan pengeluaran penting? Mengapa pencatatan pemasukan dan pengeluaran penting? Pencatatan yang rapi membantu pemilik usaha mengetahui kondisi keuangan secara real-time, memudahkan analisis biaya, dan mencegah kesalahan atau kehilangan data transaksi. Bagaimana cara menentukan keuntungan bisnis katering? Bagaimana cara menentukan keuntungan bisnis katering? Keuntungan dihitung dengan mengurangi total pemasukan dengan total biaya operasional. Jika hasilnya positif, bisnis memperoleh laba. Apa manfaat membuat laporan keuangan untuk bisnis katering? Apa manfaat membuat laporan keuangan untuk bisnis katering? Manfaatnya antara lain: Mengetahui kondisi keuangan Mengontrol arus kas Membantu perencanaan bisnis Menjadi dasar pengambilan keputusan Bagaimana cara menjaga arus kas tetap sehat? Bagaimana cara menjaga arus kas tetap sehat? Cara menjaga arus kas agar tetap sehat: Memantau pemasukan dan pengeluaran secara rutin Menyusun anggaran yang realistis Menyediakan dana cadangan Mengelola stok bahan baku dengan baik Apa peran pembukuan dalam bisnis katering? Apa peran pembukuan dalam bisnis katering? Pembukuan berfungsi sebagai sistem pencatatan transaksi keuangan yang membantu pemilik usaha memahami kinerja bisnis dan mengelola keuangan secara lebih terstruktur. Apakah bisnis katering kecil perlu laporan keuangan? Apakah bisnis katering kecil perlu laporan keuangan? Ya. Bahkan usaha katering skala kecil perlu laporan keuangan untuk memantau profit, mengontrol biaya, dan memastikan bisnis berkembang secara berkelanjutan. Bagaimana teknologi membantu mengelola keuangan katering? Bagaimana teknologi membantu mengelola keuangan katering? Sistem POS dan software akuntansi untuk bisnis katering dapat membantu mencatat transaksi secara otomatis, memantau arus kas secara real-time, serta menghasilkan laporan keuangan yang akurat. Apa strategi terbaik untuk meningkatkan profit bisnis katering? Apa strategi terbaik untuk meningkatkan profit bisnis katering? Strategi yang dapat dilakukan: Mengontrol food cost dan bahan baku Menentukan harga jual yang tepat Meningkatkan efisiensi operasional Mengelola keuangan secara disiplin Kategori : AkuntansiFinancial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Contoh Pembukuan Sederhana Usaha Catering Summary Fondasi utama pengelolaan keuangan bisnis katering adalah pencatatan transaksi yang disiplin. Artikel menekankan bahwa setiap pemasukan dan pengeluaran harus didukung kuitansi atau nota, lalu segera dicatat ke pembukuan agar laporan keuangan akurat dan mudah ditelusuri. Sebelum menyusun pembukuan, pemilik katering perlu memahami struktur biaya usahanya secara utuh. Artikel memberi contoh komponen biaya seperti bahan baku, transportasi, kemasan, gaji karyawan, dan biaya operasional, lalu membandingkannya dengan pendapatan untuk menilai hasil usaha. Ada empat pembukuan dasar yang paling relevan untuk usaha katering: buku stok barang, buku pemasukan, buku pengeluaran, dan buku laba rugi. Artikel juga menekankan perlunya stock count fisik secara berkala agar catatan persediaan tetap sesuai dengan kondisi nyata. Pemisahan keuangan pribadi dan usaha adalah langkah penting, terutama karena bisnis katering sering dimulai dari rumah. Artikel menyarankan penggunaan rekening yang berbeda untuk bisnis agar arus kas lebih mudah dipantau, pencatatan lebih rapi, dan evaluasi kesehatan usaha lebih jelas. Prinsip ini juga sejalan dengan panduan SBA untuk usaha kecil. Catatan penting: contoh hitungan pada artikel tampak tidak konsisten. Berdasarkan angka yang ditulis, total pengeluaran Rp3.350.000 dan total pendapatan Rp3.000.000 seharusnya menunjukkan rugi Rp350.000, bukan laba Rp650.000. Ini justru menegaskan pentingnya pembukuan yang teliti sebelum mengambil keputusan harga, biaya, atau ekspansi. Bagaimana cara membuat pembukuan dan contoh laporan keuangan lengkap untuk usaha atau bisnis catering dengan bantuan excel? Baca terus artikel di Mekari Jurnal ini!Seiring berkembangnya zaman, semakin banyak pula orang yang menginginkan semuanya serba instan, seperti halnya dalam bidang makanan.Saat ini, banyak pasangan muda yang sibuk bekerja maupun ibu rumah tangga yang merasa lebih terbantu dengan adanya bisnis catering di sekitar rumah tinggal mereka.Mereka menganggap adanya bisnis catering ini adalah cara instan untuk memenuhi kebutuhan makan mereka tanpa perlu repot.Dengan adanya fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa sebuah bisnis catering merupakan sebuah peluang emas yang bisa berkembang dengan pesat di masa depan jika Anda sebagai pemilik bisnis catering bisa mengelolanya dengan baik, termasuk dalam bidang keuangan.Walaupun terlihat mudah, mengatur keuangan bisnis catering memiliki kompleksibilitas yang perlu banyak perhatian lebih dalam pengelolaannya.Di bawah ini akan kita bahas beberapa contoh pembukuan sederhana bisnis catering yang membantu berkembang secara pesat dan terhindar dari masalah keuangan. Apa Saja Yang Harus Dikumpulkan & Dicatat untuk Pembukuan Catering?Kuitansi atau nota merupakan bukti pembayaran sah yang digunakan dalam transaksi jual-beli.Sebagai pemilik catering, Anda harus selalu meminta maupun membuat bukti ini setiap kali transaksi dilakukan.Bukti pengeluaran maupun pemasukan uang ini kemudian dicatat dalam pembukuan untuk laporan keuangan.Untuk pembukuan catering, Anda perlu mengumpulkan bukti transaksi seperti kuitansi, nota, dan invoice, serta mencatat secara rinci pemasukan, pengeluaran, stok, dan laba rugi.Dokumen yang DikumpulkanKumpulkan kuitansi/nota pembelian bahan baku, nota catering penjualan (termasuk rincian pesanan, tanggal, nama pelanggan, jumlah, harga, dan metode pembayaran), serta bukti pengeluaran seperti gaji karyawan dan transportasi.Simpan semua dokumen ini secara digital atau fisik untuk bukti sah, termasuk nomor unik nota, tanda tangan, dan cap perusahaan.Buku Pencatatan Utama Buku Stok Barang: Catat nama barang, tanggal, keterangan, jumlah masuk/keluar, dan sisa stok; lakukan hitung fisik bulanan. Buku Pemasukan: Nomor urut, tanggal, keterangan (misalnya paket menu), dan jumlah uang dari penjualan. Buku Pengeluaran: Tanggal, keterangan (bahan baku, gaji, operasional seperti listrik/gas), dan jumlah, dilampiri nota. Buku Laba Rugi: Hitung pendapatan dikurangi HPP, biaya operasional, dan beban untuk lihat profit. Contoh Rincian Biaya Kategori Contoh yang Dicatat Bahan Baku Harga per paket menu (Rp15.000-25.000/orang), total untuk 50 orang Rp1.250.000 Pengeluaran Transport Rp300.000, kemasan Rp150.000, gaji Rp1.100.000 Pendapatan Total penjualan Rp3.000.000 dari berbagai paket Selain itu, aplikasi Jurnal Snap dari Mekari Jurnal memungkinkan Anda untuk menyimpan semua bukti transaksi secara online tanpa takut kehilangan nota pembayara.Kemudian dengan dukungan aplikasi catering Anda bisa memasukkan setiap transaksi dari bisnis catering Anda dengan mudah, kapan saja dan di mana saja.Coba Fitur Laporan Keuangan dan Bisnis untuk Keputusan Bisnis Lebih Cepat dan AkuratSaya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!atauSaya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!Baca juga: 5 Kebiasaan Penganggaran Bulanan Cerdas Bagi Pemilik Bisnis KecilContoh Perhitungan Usaha Catering Rumahan Sebelum Lakukan PembukuanBerikut ini adalah contoh perhitungan usaha catering rumahan:Biaya Bahan Baku Paket menu A (nasi, ayam goreng, sayur asem, tahu tempe, kerupuk) = Rp 15.000/orang Paket menu B (nasi, sate ayam, sayur lodeh, tahu tempe, kerupuk) = Rp 20.000/orang Paket menu C (nasi, rendang, sayur lodeh, tahu tempe, kerupuk) = Rp 25.000/orang Total biaya bahan baku untuk 50 orang (dari masing-masing paket menu) = Rp 1.250.000 Biaya Transportasi Ongkos antar jemput makanan untuk 50 orang = Rp 300.000 Biaya Kemasan Kotak makanan, plastik pembungkus, dan sendok garpu untuk 50 orang = Rp 150.000 Gaji Karyawan 1 orang koki = Rp 500.000 2 orang pelayan = Rp 300.000/orang Total gaji karyawan = Rp 1.100.000 Biaya Operasional Biaya listrik, air, dan gas = Rp 250.000 Biaya internet dan telepon = Rp 100.000 Biaya lain-lain (pembersihan ruangan, parkir, dan sebagainya) = Rp 200.000 Total biaya operasional = Rp 550.000 Pendapatan Paket menu A (50 orang x Rp 15.000) = Rp 750.000 Paket menu B (50 orang x Rp 20.000) = Rp 1.000.000 Paket menu C (50 orang x Rp 25.000) = Rp 1.250.000 Total pendapatan = Rp 3.000.000 Dari perhitungan tersebut, didapatkan bahwa total pengeluaran untuk usaha catering rumahan adalah sebesar Rp 3.350.000.Sementara itu, total pendapatan yang didapatkan adalah sebesar Rp 3.000.000.Oleh karena itu, keuntungan yang diperoleh adalah sebesar Rp 650.000.Namun, perhitungan tersebut masih dapat berubah tergantung pada berbagai faktor seperti harga bahan baku, jumlah pesanan, lokasi, dan sebagainya.Jenis-Jenis Pembukuan Yang Cocok untuk Bisnis Catering AndaAda beberapa laporan keuangan maupun pembukuan yang penting untuk Anda miliki dalam mengelola bisnis catering, yaitu:a. Buku Stok Barang Pada Pembukuan Usaha Catering RumahanHal utama dalam bisnis catering adalah stok barang yang digunakan untuk produksi. Semua bahan makanan yang Anda olah menjadi makanan maupun minuman dalam usaha haruslah dicatat dengan rapi dan jelas.Pencatatan ini dipisahkan dari masing-masing itemnya, dengan buku ini Anda bisa langsung mengetahui seberapa besar stok yang Anda miliki setiap saat.Dalam buku stok barang, Anda harus menuliskan nama barang, tanggal, keterangan, jumlah masuk, jumlah keluar, dan jumlah stok yang ada.Setelah Anda memiliki buku ini, Anda bisa melakukan penghitungan stok secara fisik setiap bulan sekali atau tergantung kebutuhan.Contoh Buku Stok Barang dalam Pembukuan Usaha Catering SederhanaBaca juga: Contoh Pembukuan Excel, Download File dan Langkahnyab. Buku Pemasukan Pada Pembukuan Usaha Catering RumahanTips mengelola keuangan selanjutnya adalah membuat buku pemasukan. Buku ini digunakan untuk mencatat semua pemasukan usaha.Catat semua pemasukan yang Anda dapatkan dilampiri dengan kuitansi yang Anda miliki sehingga ketika terjadi suatu kesalahan Anda dapat dengan mudah menemukanya.Pencatatan ini dilakukan setiap kali transaksi, jangan sampai Anda menumpuk kuiansi atau nota karena bisa hilang ataupun lupa.Dalam pencatatan buku ini, Anda harus menulis nomor urut, tanggal, keterangan dan berapa besar uangnya.c. Buku Pengeluaran Pada Pembukuan Usaha Catering RumahanSelain buku pemasukan, Anda juga perlu menyiapkan buku pengeluaran.Buku ini digunakan khusus untuk mencatat semua transaksi pengeluaran yang terjadi.Sama halnya dengan buku pemasukan, catatan ini juga perlu dilengkapi dengan nota atau kuitansi sebagai bukti.Untuk mengelola keuangan yang baik, Anda harus mencatat semua transaksi ini segera setelah transaksi selesai.Dengan demikian Anda dapat mengetahui biaya apa saja yang sudah Anda keluarkan.Selain itu, Anda juga bisa membuat perhitungan berapa besar pengeluaran rutin dan biaya mana yang bisa dikurangi.Contoh Buku Pengeluaran dalam Pembukuan Usaha Catering Sederhanad. Buku Laba Rugi Pada Pembukuan Usaha Catering RumahanSecara sederhana buku laba rugi merupakan buku yang menunjukkan seberapa besar profit bisnis atau seberapa besar rugi yang dialami.Cara menghitung laba atau rugi perusahaan adalah dengan menghitung semua penerimaan dikurangi semua pengeluaran dan semua beban yang ditanggung.Sudah diberikan beberapa contoh laporan keuangan sederhana excel dan jenis pembukuan usaha catering.Baca Juga: Contoh Pembukuan Usaha Pemasukan dan PengeluaranPisahkan Keuangan Pribadi Dan UsahaBisnis catering cenderung menjadi bisnis rumahan.Namun, bukan berarti keuangannya harus selalu menjadi satu dengan keuangan pribadi yang Anda miliki.Pisahkan keuangan bisnis catering dengan keuangan pribadi agar pengeluaran yang terjadi semakin mudah teridentifikasi.Gunakan rekening yang berbeda untuk menerima pembayaran dan melakukan pembiayaan.Dengan memisahkan keuangan, Anda akan lebih mudah melakukan pencatatan dan menilai arus kas usaha.Lakukan Pencatatan Pembukuan Bisnis Catering dengan Mekari JurnalMeskipun semua tips untuk mengelola keuangan sebuah bisnis catering di atas terlihat sederhana, namun pada kenyataannya diperlukan proses yang cukup panjang dan ketelitian untuk mencatat dan menghasilkan sebuah laporan keuangan yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan.Untuk mempermudah bisnis catering Anda memiliki pengelolaan keuangan yang handal, Anda bisa mulai menggunakan software akuntansi online terbaik, Mekari Jurnal.Mekari Jurnal merupakan sistem akuntansi online yang menawarkan pengalaman membuat laporan keuangan secara instan dengan mudah dan cepat.Memiliki layanan pembayaran terintegrasi atau sistem POS yang akan membuat pengelolaan keuangan bisnis catering Anda semakin menyenangkan.Dapatkan semua informasi tentang Mekari Jurnal melalui software invoice.Mekari Jurnal juga menyediakan fitur aplikasi stok barang android, untuk mengakses dan mengelola stok barang Anda dimana pun dan kapan pun.Segera manfaatkan aplikasi sistem informasi akuntansi ini untuk akselerasi bisis Anda.Jalankan usaha mikro & kecil lebih mudah lewat bantuan Aplikasi Akuntansi UKM Mekari Jurnal. Temukan berbagai fitur lengkap lainnya di laman website fitur Mekari Jurnal!Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!atauSaya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!Itulah beberapa contoh pembukuan dan laporan keuangan usaha catering sederhana dengan menggunakan input excel.Gunakan software akuntansi seperti Mekari Jurnal untuk memudahkan proses pembukuan keuangan.Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat.Ikuti media sosial Mekari Jurnal untuk informasi lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi.Referensi: Badan Pusat Statistik. “Statistik Penyediaan Makanan Minuman 2024.” BPS. Diakses 27 April 2026. (Badan Pusat Statistik Indonesia) Ikatan Akuntan Indonesia. “Tentang SAK EMKM.” IAI Global. Diakses 27 April 2026. (Ikatan Akuntan Indonesia) IFRS Foundation. “IAS 7 Statement of Cash Flows.” IFRS. Diakses 27 April 2026. (IFRS) Internal Revenue Service. “What kind of records should I keep.” IRS. Diakses 27 April 2026. (IRS) U.S. Small Business Administration. “Manage your finances.” SBA.gov. Diakses 27 April 2026. (Small Business Administration) U.S. Small Business Administration. “5 Ways to Separate Your Personal and Business Finances.” SBA.gov. Diakses 27 April 2026. (Small Business Administration) FAQ Seputar Mengelola Keuangan Bisnis Katering Apa yang dimaksud dengan pengelolaan keuangan bisnis katering? Apa yang dimaksud dengan pengelolaan keuangan bisnis katering? Pengelolaan keuangan bisnis katering adalah proses mengatur pemasukan, pengeluaran, dan arus kas agar operasional bisnis berjalan lancar serta menghasilkan keuntungan yang optimal. Mengapa pengelolaan keuangan penting dalam bisnis katering? Mengapa pengelolaan keuangan penting dalam bisnis katering? Pengelolaan keuangan penting untuk menjaga stabilitas arus kas, menghindari kerugian, serta memastikan bisnis tetap berjalan meskipun menghadapi fluktuasi permintaan. Apa saja komponen utama keuangan bisnis katering? Apa saja komponen utama keuangan bisnis katering? Komponen utama meliputi: Pemasukan (penjualan catering) Pengeluaran (bahan baku, gaji, operasional) Arus kas (cash flow) Laba dan rugi Bagaimana cara mencatat keuangan bisnis katering dengan benar? Bagaimana cara mencatat keuangan bisnis katering dengan benar? Cara yang tepat adalah dengan membuat buku pemasukan dan buku pengeluaran, serta mencatat setiap transaksi secara rutin lengkap dengan bukti seperti nota atau kuitansi. Apa itu arus kas dalam bisnis katering? Apa itu arus kas dalam bisnis katering? Arus kas adalah aliran uang masuk dan keluar dalam bisnis katering yang mencerminkan kemampuan bisnis dalam memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari. Apa kesalahan umum dalam mengelola keuangan usaha katering? Apa kesalahan umum dalam mengelola keuangan usaha katering? Beberapa kesalahan umum: Tidak mencatat transaksi secara rutin Mencampur keuangan pribadi dan bisnis Tidak mengontrol biaya bahan baku Tidak membuat laporan keuangan Bagaimana cara mengontrol pengeluaran dalam bisnis katering? Bagaimana cara mengontrol pengeluaran dalam bisnis katering? Beberapa cara efektif: Membuat anggaran (budgeting) Mengontrol pembelian bahan baku Menghindari pemborosan Melakukan evaluasi biaya secara berkala Mengapa pencatatan pemasukan dan pengeluaran penting? Mengapa pencatatan pemasukan dan pengeluaran penting? Pencatatan yang rapi membantu pemilik usaha mengetahui kondisi keuangan secara real-time, memudahkan analisis biaya, dan mencegah kesalahan atau kehilangan data transaksi. Bagaimana cara menentukan keuntungan bisnis katering? Bagaimana cara menentukan keuntungan bisnis katering? Keuntungan dihitung dengan mengurangi total pemasukan dengan total biaya operasional. Jika hasilnya positif, bisnis memperoleh laba. Apa manfaat membuat laporan keuangan untuk bisnis katering? Apa manfaat membuat laporan keuangan untuk bisnis katering? Manfaatnya antara lain: Mengetahui kondisi keuangan Mengontrol arus kas Membantu perencanaan bisnis Menjadi dasar pengambilan keputusan Bagaimana cara menjaga arus kas tetap sehat? Bagaimana cara menjaga arus kas tetap sehat? Cara menjaga arus kas agar tetap sehat: Memantau pemasukan dan pengeluaran secara rutin Menyusun anggaran yang realistis Menyediakan dana cadangan Mengelola stok bahan baku dengan baik Apa peran pembukuan dalam bisnis katering? Apa peran pembukuan dalam bisnis katering? Pembukuan berfungsi sebagai sistem pencatatan transaksi keuangan yang membantu pemilik usaha memahami kinerja bisnis dan mengelola keuangan secara lebih terstruktur. Apakah bisnis katering kecil perlu laporan keuangan? Apakah bisnis katering kecil perlu laporan keuangan? Ya. Bahkan usaha katering skala kecil perlu laporan keuangan untuk memantau profit, mengontrol biaya, dan memastikan bisnis berkembang secara berkelanjutan. Bagaimana teknologi membantu mengelola keuangan katering? Bagaimana teknologi membantu mengelola keuangan katering? Sistem POS dan software akuntansi untuk bisnis katering dapat membantu mencatat transaksi secara otomatis, memantau arus kas secara real-time, serta menghasilkan laporan keuangan yang akurat. Apa strategi terbaik untuk meningkatkan profit bisnis katering? Apa strategi terbaik untuk meningkatkan profit bisnis katering? Strategi yang dapat dilakukan: Mengontrol food cost dan bahan baku Menentukan harga jual yang tepat Meningkatkan efisiensi operasional Mengelola keuangan secara disiplin