Startup adalah sebuah perusahaan rintisan, umumnya disebut startup (atau ejaan lain yaitu start-up) karena merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan startup ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.

Karena sebuah startup adalah bisnis rintisan dan dalam fase pengembangan, maka tidak mengherankan jika pada awalnya para pelaku sebuah perusahaan startup sering merasakan jatuh dan bangun dalam membangun dan mempertahankan bisnisnya. Dalam setiap proses membangunnya bisnis, sebuah kesalahan merupakan bagian yang paling penting. Ini akan membuka jalan atau kesempatan untuk sukses dari setiap jalan keluar yang didapatkan jika Anda mau mempelajarinya. Dan berikut ini 5 kesalahan umum yang sering dihadapi oleh para pelaku atau pendiri bisnis startup.

 

Salah Menentukan Target Pasar

Salah satu yang menjadi masalah dalam mulai menjalankan bisnis startup adalah mereka terkadang salah atau bahkan keliru membuat target untuk produk yang mereka hasilkan. Para pelaku bisnis startup harusnya tahu apa yang mereka hasilkan, dan untuk siapa produk itu dijual agar tidak salah sasaran karena dengan adanya kesalahan menentukan target pasar ini, banyak startup yang langsung gulung tikar dan mendapatkan nilai kerugian yang tidak sedikit.

 

Memiliki Model Bisnis yang Buruk

Salah satu kesalahan yang dilakukan oleh sebuah startup adalah mereka terlalu optimis terhadap keyakinan untuk bisa mencapai sukses dan mendapatkan pelanggan dengan mudah. Tapi dibalik itu mereka melewatkan persiapan untuk membuat sebuah model bisnis sekalipun bisnis mereka masih terbilang kecil. Ini akan berwujud fatal, ketika model bisnis yang dijalankan salah atau bahkan tidak ada. Tidak memiliki model bisnis akan sama hal nya seperti bisnis yang bekerja tanpa ada jalan, tujuan dan proses belajar. Hanya fokus pada pencarian pelanggan yang banyak, tapi tidak perduli dengan model bisnis (maksud, tujuan, apa yang ditawarkan, strategi, kualitas produk, proses produksi dan pelayanan) perusahaan.

 

Jumlah Pekerjaan Tidak Sebanding Dengan Tenaga Kerja

Saat memulai untuk membangun sebuah bisnis startup jangan lupakan tentang apa target, rencana, dan pekerjaan Anda. Anda tidak bisa menjalankan semuanya sendiri, kolaborasi adalah hal terpenting. Entah itu kolaborasi dengan rekan kerja, karyawan, dan investor. Beberapa startup mengaku mengalami kegagalan saat jumlah pekerjaan mereka tidak sebanding dengan jumlah karyawan yang Anda miliki. Untuk menghindari hal tersebut, Anda harus tahu sebanyak apa kira-kira Anda membutuhkan karyawan untuk membantu menyelesaikan semua pekerjaan Anda. Karena tidak mungkin Anda menjadi CEO dan juga menjadi seorang sales dan sekaligus bagian keuangan. Ini tidak akan mudah untuk dilakukan. Karena Anda akan kehilangan fokus untuk mengembangkan bisnis startup itu sendiri.

 

Tidak Cukup Dana

Masalah dana ini menjadi banyak keluhan yang disampaikan oleh beberapa pelaku bisnis startup. Masalah dana menjadi salah satu kendala yang besar dan berpengaruh bagi berjalannya sebuah bisnis, terutama untuk bisnis startup. Karena kita tahu, bahwa bisnis startup bukan sebuah bisnis kecil yang membutuhkan modal yang kecil juga. Mungkin beberapa dari pemilik bisnis startup akan berkata, jika berbisnis startup hanya butuh tekad dan aksi yang nyata. Tapi sebenarnya bisnis apapun tentu membutuhkan dana yang cukup untuk membangun dan menciptakan sebuah produk. Tidak sedikit bisnis startup yang gagal atau bahkan berhenti beroperasi karena tersendat kendala keuangan.

 

Tidak Konsisten

Tidak mudah memang saat kita memulai untuk meyakinkan diri membangun sebuah bisnis dari keinginan sendiri dan ide yang berasal dari diri sendiri. Tidak jarang keyakinan untuk bisa sukses pun akan goyah seiring dengan waktu berjalan. Bukan tidak mungkin, setiap dari kita yang memiliki ide akan memiliki ide yang berbeda dan muncul pada saat yang tidak kita duga. Jika kita tidak kuat untuk memegang teguh pendirian terhadap ide dan tujuan kita, maka sudah saja kita akan berpindah haluan dan menjalankan bisnis lain, padahal bisnis yang ini saja belum berjalan dengan baik.

Untuk menghindari kesalahan di atas, maka ada baiknya setiap pelaku startup memiliki minat yang besar, fleksibilitas yang tinggi dalam menjalankan bisnis, serta strategi bisnis yang baik untuk menghindari timbulnya masalah di kemudian hari. Anda bisa menggunakan Jurnal software akuntansi online sebagai salah satu strategi pengelolaan keuangan bisnis startup Anda secara mudah, efektif, dan efisien. Dengan menggunakan Jurnal, semua masalah keuangan terkait dengan proses produksi, stok, penagihan, bahkan perhitungan biaya, dapat Anda ketahui dengan mudah dan cepat. Sukseskan bisnis startup Anda dengan bergabung bersama kami di sini.

Author