Mungkin 5 tahun yang lalu istilah “Startup” cukup asing didengar. Tetapi di era digital seperti sekarang, istilah tersebut terdengar familiar. Perusahaan startup biasanya beroperasi dalam bidang usaha teknologi seperti membuat aplikasi atau software yang kemudian dipasarkan melalui Internet. Seperti yang kita ketahui, startup adalah sebuah sebutan untuk perusahaan rintisan atau bisnis yang baru memulai usahanya yang berada di fase pengembangan dan penelitian, serta masih dalam tahap pencarian target yang tepat.

 

Sebagai sebuah perusahaan rintisan, hal yang vital bagi startup adalah masalah pendanaan. Menarik minat investor atau penyandang modal untuk melirik stratup memang susah-susah gampang, karena stratup adalah perusahaan yang masih belum stabil dan belum memiliki banyak pengalaman. Hal ini membuat investor ragu dan berpikir berkali-kali untuk menginvestasikan dananya ke bisnis startup. Namun, di bawah ini kami akan memberikan beberapa strategi yang bisa Anda pertimbangkan untuk menarik minat investor untuk berinvestasi ke bisnis Anda.

 

Perhatikan Legalitasnya

Sebagai bisnis baru, Anda harus lebih aware untuk memenuhi aspek legalitas, terutama yang terkait dengan aspek pendirian badan usaha berbadan hukum. Bentuk badan usaha bisa berupa CV atau PT, tetapi yang sangat disarankan oleh kebanyakan angel investor dan beberapa owner startup yang sudah ada adalah badan usaha berbadan hukum yang berbentuk PT. Berikut ini 8 keuntungan mendirikan PT untuk bisnis Anda:

a. Pemisahan harta pribadi dengan harta kekayaan perusahaan.

b. Mudah mengalihkan saham perusahaan.

c. Tidak ada jangka waktu pendiriannya.

d. Memperoleh dana pengembangan dalam jumlah besar dari penjualan saham perusahaan.

e. Pendiriannya oleh Kementrian Hukum dan HAM.

f. Lebih bebas untuk beraktivitas, karena jenis atau bidang usaha dan wilayah operasionalnya lebih beragam dan luas

g. Pemakaian nama PT dilindungi UU sebab tidak boleh menggunakan nama perusahaan yang telah ada/

h. Lebih bonafide dan profesional.

 

Sebelum mengajukan pendanaan kepada calon investor, sebaiknya aspek legalitas harus dipersiapkan. Para Investor tentunya tidak main-main untuk menyuntikan dananya pada bisnis yang baru saja dirintis, pasti para investor juga menilai dari sisi legalitas badan usahanya. Legalitas stratup juga mencerminkan keseriusan dan kesungguhan Anda dalam mengelola bisnis. Dengan demikian, investor akan lebih percaya untuk mendanai   stratup yang Anda rintis.

 

Berikan Konsep

Ketika berhadapan dengan calon investor sebaiknya berilah pemahaman tentang konsep startup Anda dengan baik. Pemberian pemahaman konsep adalah memberikan gambaran-gambaran secara rinci apa yang akan Anda lakukan di perusahaan Anda. Investor akan lebih tertarik jika Anda memberikan konsep perusahaan dengan jelas dan baik agar apa yang Anda sampaikan dapat tersalurkan dengan baik. Jelaskan secara detail setiap bagian dari bisnis Anda. Dengan demikian investor akan mempertimbangkan tentang kesiapan menghadapi setiap kendala dan optimisme Anda terhadap peluang bisnis yang Anda rintis. Sehingga mereka bisa memutuskan perusahaan ini dapat diajak kerja sama atau tidak. Intinya penyamaian konsep yang detail, jelas, dan baik menjadi salah satu strategi dalam menarik minat investor untuk mendanai strartup Anda.

 

Pahami Calon Investor

Memahami calon investor juga perlu dilakukan, Anda perlu memahami seperti apa calon investor  yang sesuai dengan usaha Anda. Misalnya latar belakang investor, ketertarikan bidang usaha yang biasanya calon investor danai, dan lain sebagainya. Dengan memahami terlebih dahulu, pemilihan investor yang keliru tidak akan terjadi. Strategi ini akan memudahkan Anda untuk menarik investor untuk bekerja sama dengan bisnis yang sedang Anda rintis.

 

Jelaskan Visi dan Misi Bisnis

Biasanya investor akan menanyakan visi dan misi bisnis yang Anda rintis. Penjelasan visi dan misi secara rinci dan jelas perlu dilakukan. Karena investor menganggap visi adalah pandangan dan tujuan akhir usaha yang Anda rintis untuk kedepannya. Sedangkan, misi adalah usaha-usaha strategis untuk mewujudkan misi yang ingin Anda wujudkan. Maka persiapkan penjelasan visi misi startup Anda dengan baik dan rinci agar calon investor tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan Anda.

 

Perhatikan Laporan Keuangan

Biasanya para investor akan merasa ragu bekerja sama dengan perusahaan jika melihat laporan keuangan yang masih minim dan belum stabil. Untuk itu, pastikan terlebih dahulu kondisi kesehatan keuangan perusahaan Anda. Artinya tidak minim dan tidak akan mengalami kemunduran untuk kedepannya.

 

Jangan menganggap investor berperan untuk menjalankan roda bisnis Anda, karena dapat dipastikan investor akan ragu untuk bekerja sama dengan startup Anda. Catatlah laporan keuangan Perusahaan Anda dalam laporan keuangan yang rapi dan baik, maka investor akan tertarik untuk menanamkan modal pada bisnis startup Anda.

Jurnal adalah software akuntansi online yang dapat membantu Anda menyediakan laporan keuangan secara realtime. Dengan Jurnal, Anda hanya perlu mencatat seluruh transaksi bisnis ke dalam sistem, dan Jurnal akan secara langsung mengolahnya menjadi laporan keuangan akurat. Jurnal juga dilengkapi berbagai fitur yang membantu Anda mengelola bisnis. Temukan fitur lain dari Jurnal di sini dan daftarkan bisnis Anda sekarang juga.