13 Kesalahan Penyebab Bisnis Startup Gagal

Bisnis startup merupakan sebuah peluang usaha yang dalam beberapa tahun terakhir ini sedang digandrungi oleh banyak kalangan, terutama anak muda.

Tidak hanya menjanjikan keuntungan yang besar, bisnis ini juga dapat bertahan sampai kapan pun, asal para pelakunya tahu cara mengelolanya.

Namun sayangnya ada banyak bisnis startup yang macet dikelola akibat ketidakmampuan para pelakunya dalam mengelola manajemen secara baik.

Pada umumnya, kesalahan terbesar yang sering terjadi pada bisnis startup saat ingin menarik investasi adalah mencari investor yang tidak berhubungan dengan bidang usahanya.

Banyak pebisnis startup mencari investor hanya dengan pertimbangan nama besar investor saja.

Padahal cara mencari investor sebaiknya yang satu garis dan satu visi dengan apa yang pebisnis startup sedang kerjakan.

Berikut ini ada beberapa daftar kesalahan bisnis startup yang perlu diketahui.

Kesalahan Bisnis Startup yang Perlu Anda Hindari

Kesalahan yang Menjadi Penyebab Bisnis Startup Gagal

Jika dirinci setidaknya ada beberapa kesalahan yang menjadi penyebab utama kenapa bisnis startup bisa gagal, diantaranya adalah sebagai berikut ini:

1. Tidak memiliki planning yang jelas

Perencanaan yang matang memang mutlak diperlukan dalam mengelola bisnis apapun, termasuk bisnis startup.

Tidak hanya berperan dalam mengoperasikan bisnis, sebuah planning yang jelas juga akan ikut menentukan kesuksesan bisnis startup di masa yang akan datang.

Maka pastikan Anda sudah memiliki rencana konkret dan ide-ide bisnis yang cemerlang sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis digital.

Untuk bisa mencapai kesuksesan pada bisnis startup, Anda wajib memiliki konsep bisnis yang jelas sejak awal.

Setiap pebisnis memang boleh saja meniru startup lain yang sudah lebih dulu ada, namun jangan lupa untuk memastikan Anda juga memiliki ide yang segar, orisinal, dan tentu saja dapat memenuhi selera pasar dengan baik.

Baca juga: Kenali 22 Model Bisnis yang Perlu Diketahui Startup!

2. Tidak memanfaatkan peluang yang ada

Sebagai seorang pebisnis, Anda wajib memiliki rasa peka terhadap kondisi sekitar, termasuk peka dalam melihat peluang yang ada.

Peluang tersebut bentuknya bisa berbagai macam.

Mulai dari kerja sama dengan pebisnis lain, permintaan pasar dan konsumen, dan lain sebagainya.

software akuntansi online terpercaya

 3. Tidak memiliki tujuan SMART

SMART adalah singkatan dari Specific, Measurable (Terukur), Achievable (Dapat dicapai), Relevant, dan Timely (Tenggat waktu).

Akronim ini umum digunakan oleh berbagai kalangan sebagai patokan dalam mencapai tujuan bisnis.

Dalam menentukan tujuan, Anda perlu mempertimbangkan aspek SMART tersebut.

Tujuan bisnis Anda harus jelas, mempunyai indikator yang bisa diukur, realistis dengan keadaan, relevan dengan bisnis Anda, dan memiliki tenggat waktu yang akan menjadi tenggat waktu.

Bisnis yang tidak mempertimbangkan kelima hal tersebut saat menetapkan tujuan bisnisnya memiliki potensi yang cukup besar dalam mengalami kegagalan.

Hal ini karena SMART merupakan garis besar dalam langkah kegiatan bisnis Anda sehari-harinya.

4. Tidak memiliki modal yang memadai

Kurangnya modal juga menjadi salah satu menyebabkan gagalnya sebuah bisnis startup.

Meskipun modal yang besar tidak menjamin kesuksesan bisnis, namun tetap pastikan bahwa kondisi keuangan perusahaan dikelola sebaik mungkin agar tidak terjadi defisit di kemudian hari.

Baca juga: 11 Cara Mudah Mencari Modal Usaha untuk Bisnis

5. Kurang percaya diri terhadap produk

Terkadang, sebagai pemilik bisnis pemula ada kalanya Anda akan merasa kurang percaya diri terhadap apa yang Anda lakukan dan produk yang Anda tawarkan.

Jika Anda merasa seperti ini, segera buang jauh-jauh pikiran tersebut.

Rasa takut akan gagal yang berlebihan biasanya menjadi pemicu akan timbulnya pikiran tersebut. Sebagai pendiri startup, Anda harus memiliki mindset yang positif agar bawahan Anda juga menyerap energi positif tersebut.

Yakinlah bahwa produk yang Anda buat adalah produk yang baik.

Tim Anda tentunya sudah bersusah payah untuk mengembangkan produk untuk menjadi yang terbaik.

6. Menghindari teknologi

Teknologi merupakan dasar utama dari sebuah startup. Mempelajari teknologi terbaru memang bukan hal yang mudah, apalagi jika Anda tidak memiliki latar belakang IT.

Belum lagi untuk menggunakan teknologi dalam bisnis Anda pasti membutuhkan biaya yang cukup tinggi, padahal keuangan bisnis Anda belum begitu lancar.

Menekan budget saat baru membangung sebuah startup memang cara yang baik, namun menggunakan teknologi merupakan investasi penting demi berlangsungnya bisnis Anda.

Selain itu, teknologi juga membuat pekerjaan Anda sehari-harinya lebih efisien dan efektif. Tidak ada salahnya jika Anda mengeluarkan budget lebih untuk teknologi.

Baca juga: Growth Hacking: Strategi Marketing untuk Kembangkan Bisnis Startup

7. Minim budget untuk marketing

Marketing merupakan hal utama dalam startup untuk bisa berkembang.

Tanpa marketing yang baik, bisnis Anda tidak akan memiliki brand awareness, dan konsumen tidak akan melirik bisnis Anda sekalipun startup Anda memiliki konsep yang menarik.

Lewat marketing, Anda dapat mengenalkan bisnis Anda ke orang-orang.

Manfaatkan media sosial seperti Facebook atau Instagram.

Biasanya media sosial memiliki fitur advertising, sehingga Anda perlu mengeluarkan budget.

Jangan takut untuk mengeluarkan sedikit biaya lewat advertising, karena Anda akan menjangkau banyak target konsumen baru lewat marketing.

Kesalahan Bisnis Startup yang Perlu Anda Hindari

8. Kurang memahami pasar

Sebelum melakukan pemasaran, lakukan riset pasar terlebih dahulu.

Lewat riset pasar, Anda bisa mengetahui mana pasar yang cocok dengan bisnis startup milik Anda.

Jika Anda kurang memahami pasar yang akan dituju, produk yang Anda kembangkan bisa saja berakhir sia-sia karena tidak sesuai dengan pasar yang dituju.

Demi menghindari pengeluaran yang tidak diperlukan, cobalah untuk mengetahui pasar yang sesuai dengan produk Anda.

Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan analisa pasar.

Lewat analisa pasar, Anda bisa mengetahui bagaimana reaksi mereka terhadap produk yang ditawarkan, serta jangkauan bisnis Anda.

Dengan memahami pasar yang akan dituju, langkah yang akan Anda ambil kedepannya bisa menjadi lebih efektif dan terarah.

9. Memiliki sikap mudah menyerah

Persaingan bisnis startup memang semakin ramai.

Matinya satu bisnis startup dapat diikuti dengan tumbuhnya seribu bisnis startup yang baru.

Memiliki sikap mudah menyerah hanya karena ada satu dua problem (baik internal maupun eksternal) tentu saja bukan merupakan keputusan yang bijak.

10. Pengeluaran yang tidak sesuai

Saat mendirikan bisnis startup, banyak orang yang mengira bahwa diperlukan budget yang besar demi menarik konsumen lewat strategi marketing atau teknologi yang canggih.

Hal ini tidak salah, namun ada baiknya jika Anda menyesuaikan pengeluaran dengan budget yang Anda miliki.

Sebagai pemilik bisnis, Anda perlu mengutamakan mana yang penting, dan mana yang bisa ditunda.

Sebaliknya, ada yang berpikiran bahwa startup harus berhemat dalam pengeluaran. Hal ini tidak salah, namun Anda tetap harus mengeluarkan modal sebagai investasi ke berbagai aspek dalam berbisnis.

Jika Anda terlalu hemat, ini sama saja dengan membatasi potensi untuk mengembangkan startup Anda.

Baca juga: 6 Jenis Pembukuan Sederhana Untuk Bisnis Start Up

11. Tidak memfokuskan digital marketing pada tujuan bisnis

Sama seperti bisnis lainnya, bisnis startup juga memerlukan untuk memiliki pendapatan.

Cara untuk memiliki pendapatan dengan digital marketing adalah dengan cara membuat semua kegiatan Anda mencapai tujuan bisnis secara konkrit.

Cara terbaik untuk memperbaiki kesalahan digital marketing tanpa tujuan bisnis adalah menciptakan sebuah funnel pemasaran.

Karena tidak semua hasil digital marketing akan langsung terjadi penjualan, maka funnel pemasaran ini memiliki beberapa tahapan yang masing-masing merupakan tujuan bisnis kecil.

Kemudian akan mengarah ke tujuan bisnis utama yang biasanya merupakan penjualan.

kesalahan bisnis startup

12. Mencoba memasarkan produk di banyak sosial media

Pada umumnya, para pebisnis akan membuat akun di semua jejaring sosial, namun tidak berinteraksi yang sesuai dengan norma dan standar yang ada.

Alih-alih menambahkan tingkat komunikasi, bisnis startup Anda justru akan terlihat buruk dan mematikan potensi calon pelanggan.

Cara terbaik untuk memperbaiki kesalahan ini adalah dengan memulai pemasaran digital Anda menggunakan satu atau dua media  saja.

13. Mencoba memasarkan produk untuk semua orang

Jika Anda mencoba untuk menargetkan ke semua orang, maka Anda tidak menargetkan siapa pun.

Hal ini merupakan salah satu kesalahan terbesar.

Para konsumen rata-rata akan menerima setidaknya 5.000 pesan penjualan per hari, yang berarti pesan digital marketing Anda harus menonjol.

Jika bisnis startup Anda mencoba untuk memasarkan ke khalayak yang terlalu beragam dengan berbagai keinginan, kebutuhan, dan kemauan maka Anda akan kesulitan dalam membuat pesan pemasaran digital yang beresonansi dengan siapa pun.

Selain itu, dengan audiens yang besar, pesan marketing Anda akan bersaing dengan kumpulan pesaing yang jauh lebih besar.

Oleh karena itu, Anda dapat mempersempit target audience Anda dengan berbagai demografi dan psikografis.

Kesalahan Bisnis Startup yang Perlu Anda Hindari

Kesalahan-Kesalahan Lain yang Menyebabkan Bisnis Startup Gagal

Selain beberapa kesalahan di atas, ada beberapa kesalahan lain  yang sering terjadi pada bisnis startup, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mendirikan bisnis startup seorang diri. Karena dibalik bisnis startup yang sukses, pada umumnya terdapat tim yang kuat dan ideal.
  2. Pemilihan lokasi yang kurang tepat, sehingga bisnis startup akan kesulitan untuk berkembang.
  3. Menghindari pesaing atau kompetitor, seperti mengurangi kualitas atau keuntungan dapat mengakibatkan kegagalan pada bisnis startup.
  4. Memecahkan masalah yang sama yang berujung sia-sia. Jadi daripada Anda memecahkan masalah yang sama, sebaiknya Anda mencari masalah lain dan membayangkan bagaimana bisnis startup Anda akan memecahkan masalah tersebut.
  5. Tidak mampu beradaptasi dengan cepat.
  6. Salah dalam merekrut karyawan, khususnya programmer. Memilih programer merupakan salah satu hal penting dalam mendirikan bisnis startup. Namun ternyata memilih programmer yang tepat bukanlah perkara mudah. Dan jika Anda salah merekrut, maka Anda akan ketinggalan jauh dan tersaingi oleh kompetitor.
  7. Salah dalam memilih platform. Memilih platform yang salah akan membebani bisnis startup Anda atau bisa jadi Anda akan kehilangan pengguna. Misalnya, memilih server untuk website Anda. Apabila performa server lambat, maka pengguna menjadi enggan untuk mengunjungi website Anda.
  8. Menunda peluncuran bisnis startup, karena merasa software atau layanan belum siap 100%. Semakin lama Anda menunda peluncuran bisnis startup, maka semakin lama pula Anda akan mendapatkan jawaban atas permasalahan tersebut.
  9. Merilis produk yang terlalu dini. Hal tersebut akan berdampak pada reputasi bisnis startup Anda.
  10. Tidak memikirkan target pengguna, sehingga produk yang dibuat kurang tepat sasaran.
  11. Menggalang dana yang terlalu sedikit atau menggalang dana terlalu banyak, dan menghabiskan terlalu banyak uang.
  12. Manajemen investor yang buruk atau tidak baik.
  13. Mengorbankan para pelanggan demi profit yang banyak.
  14. Terjadinya konflik antar founder.
  15. Kurang maksimal dalam menjalankan bisnis startup.

Hindari Kesalahan dalam Hal Pengelolaan Keuangan dengan Menggunakan Jurnal!

Itulah beberapa informasi tentang kesalahan bisnis startup yang sering dilakukan.

Mengelola sebuah bisnis memang tidaklah mudah.

Diperlukan rencana yang matang dan strategi khusus agar bisnis dapat dikelola dengan baik dan dapat terus berkembang.

Daftar kesalahan bisnis seperti yang telah dijelaskan diatas perlu Anda ketahui, sehingga Anda dapat mengantisipasi sejak dini. Ada beberapa hal yang harus Anda hindari dalam menjalankan sebuah bisnis startup.

Misalnya membuat promosi besar-besaran di awal berdirinya bisnis, atau memiliki pembukuan yang tidak rapi.

Pembukuan yang tidak dilakukan dengan rapi biasanya akan membuat cash flow perusahaan startup yang masih negatif di awal akan semakin kacau.

Cash flow perusahaan memang diatur secara tepat.

Percuma jika penghasilan bisnis Anda besar, namun pengeluarannya ternyata lebih besar lagi sehingga terjadi kebocoran anggaran.

Untuk urusan pengelolaan keuangan bisnis, Anda dapat memanfaatkan penggunaan software akuntansi online Jurnal.

Dengan menggunakan aplikasi perkantoran dari Jurnal, Anda akan lebih mudah dalam mengelola laporan keuangan.

Software akuntansi online Jurnal dilengkapi dengan laporan keuangan seperti neraca, arus kas, laba-rugi, dan lain sebagainya.

Daftarkan bisnis Anda sekarang untuk mencoba Jurnal selama 14 hari GRATIS!

Kategori : BisnisMarketing

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo