Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
10 min read

Sewa Jangka Pendek dan Low Value: Pengecualian Lessee dalam PSAK 73/116, Syarat, Jurnal, dan Contohnya

Diperbarui
Ditulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Sewa jangka pendek adalah kontrak sewa maksimal 12 bulan tanpa opsi pembelian aset di akhir masa sewa.
  • Low-value lease merupakan sewa atas aset bernilai rendah seperti laptop, printer kecil, smartphone, dan furnitur kantor sederhana.
  • PSAK 116 memperbolehkan lessee tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk kontrak yang memenuhi kriteria pengecualian.
  • Perusahaan tetap wajib mengungkapkan penggunaan exemption short-term lease dan low-value lease dalam catatan atas laporan keuangan.

Sejak standar akuntansi sewa yang baru diberlakukan di Indonesia, lanskap pencatatan laporan keuangan perusahaan mengalami perubahan yang signifikan.

Format akuntansi sewa modern pada dasarnya mewajibkan penyewa atau pihak lessee untuk mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa di dalam neraca laporan posisi keuangan mereka.

Meskipun prinsip utamanya mewajibkan kapitalisasi sewa, standar akuntansi tetap memberikan ruang fleksibilitas bagi operasional bisnis harian.

Melalui PSAK 73/116, regulasi akuntansi memberikan dua pengecualian opsional yang sangat penting untuk memangkas birokrasi pencatatan, yaitu kelompok sewa jangka pendek dan low value.

Memahami dua pengecualian ini penting agar perusahaan dapat menjaga kepatuhan standar serta efisiensi pelaporan yang proporsional dengan realitas ekonomi.

Catatan Penting tentang Standar: PSAK 73 dan PSAK 116

Perlu Anda ketahui terlebih dahulu bahwa terdapat perubahan penomoran dalam standar akuntansi yang diterapkan oleh Indonesia.

Regulasi yang mengatur tentang sewa, yaitu PSAK 73 berubah penomoran menjadi PSAK 116. Walaupun begitu, substansi yang dijelaskan tetap selaras dengan IFRS 16 Leases dari IFRS Foundation.

Apa Itu Sewa Jangka Pendek?

IFRS 16 menjelaskan bahwa sewa jangka pendek (short-term lease) adalah sewa yang pada tanggal dimulainya sewa (commencement date) memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan tidak mengandung opsi pembelian.

Jika kontrak tersebut memberi lessee hak untuk membeli aset di akhir masa sewa, kontrak itu otomatis tidak memenuhi syarat sebagai short-term lease, tidak peduli seberapa singkat durasinya.

Jika kontrak memenuhi syarat tanpa opsi beli dan berdurasi di bawah setahun, manajemen diperbolehkan untuk memilih jalan pintas akuntansi dengan mencatat pembayaran sewa tersebut langsung sebagai beban operasional berjalan secara periodik.

Apa Itu Low Value Lease?

Pengecualian kedua berkaitan dengan nilai ekonomis dari objek yang disewa, yang biasa disebut sebagai low-value lease.

Mengutip dari IFRS 16, pengecualian atas aset bernilai rendah ini merujuk pada kondisi di mana nilai aset pendasar (underlying asset) berstatus rendah ketika aset tersebut berada dalam kondisi baru.

Contoh-contoh aset yang umumnya masuk kategori low value, yaitu tablet, komputer pribadi, furnitur kantor kecil, dan telepon. Di

Berbeda dari short-term lease, pengecualian low-value lease dapat dipilih per kontrak secara individual, sehingga lebih fleksibel.

Mengapa Pengecualian Ini Penting bagi Lessee?

Tanpa adanya kehadiran dari dua model pengecualian ini, sekecil apapun setiap kontrak sewa yang dijalankan harus melalui proses pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa yang penuh.

Bayangkan jika ada perusahaan yang menyewa ratusan laptop untuk karyawannya, mengapitalisasi semuanya ke neraca akan menciptakan beban administratif yang tidak sebanding dengan manfaat informasi yang dihasilkan.

Adanya pengecualian ini memberikan cost relief yang nyata dengan cukup mencatat pembayaran sewa sebagai beban, tanpa perlu menghitung present value, amortisasi aset hak-guna, dan menambah pos di neraca.

Perbedaan Sewa Jangka Pendek dan Low Value

Untuk melihat perbedaan antara sewa jangka pendek dengan low value secara lebih ringkas, simak tabel perbandingannya berikut ini:

Aspek Pembeda Sewa Jangka Pendek Low-Value Lease
Dasar Pengecualian Berfokus penuh pada jangka waktu atau durasi kontrak sewa Berfokus penuh pada nilai intrinsik dari aset pendasar saat kondisi baru
Syarat Masa Sewa Maksimal 12 bulan sejak tanggal dimulainya kontrak sewa Tidak dibatasi oleh durasi waktu, bisa berjangka panjang (misal 3 tahun)
Keberadaan Opsi Beli Sama sekali tidak boleh mengandung opsi pembelian aset Tidak boleh mengandung opsi beli yang mengalihkan kepemilikan aset
Cara Pemilihan Kebijakan Dipilih secara kolektif per kelas aset pendasar yang serupa Dapat dipilih secara bebas kasus per kasus per individu kontrak sewa
Kondisi Penilaian Aset Tidak melihat nilai aset, gedung bernilai miliaran bisa masuk jika disewa 6 bulan Wajib dinilai berdasarkan harga pasar absolut aset tersebut ketika masih baru
Contoh Objek Sewa Sewa gudang 6 bulan, sewa kendaraan 10 bulan tanpa opsi beli Sewa laptop, sewa telepon kantor, sewa furnitur kecil

Syarat dan Karakteristik Sewa Jangka Pendek

Ketika tim internal audit memeriksa laporan keuangan, penentuan kualifikasi untuk pengecualian sewa jangka pendek psak 73 atau PSAK 116 ini akan diteliti melalui beberapa indikator baku:

1. Penetapan Berbasis Kelas Aset

Keputusan untuk menggunakan pengecualian jangka pendek tidak boleh dilakukan secara acak per satu kontrak tunggal.

Jika Anda memutuskan untuk membebankan sewa kendaraan jangka pendek, maka seluruh sewa kendaraan di perusahaan yang berdurasi di bawah 12 bulan harus diperlakukan sama sebagai beban.

2. Dampak Modifikasi Kontrak

Apabila di tengah jalan terjadi amandemen kontrak yang memperpanjang masa sewa melebihi ambang batas 12 bulan, maka status pengecualian tersebut otomatis hangus.

Kontrak tersebut harus dihitung ulang sebagai sewa baru sejak tanggal modifikasi dengan memunculkan aset hak guna.

3. Bebas dari Klausul Kepemilikan

Ketiadaan opsi beli menjadi harga mati. Hak opsi untuk memperpanjang masa sewa diperbolehkan selama akumulasi durasinya diprediksi kuat oleh manajemen tidak akan melebihi batasan waktu satu tahun berjalan.

Syarat dan Karakteristik Low Value Lease

Untuk kelompok psak 73 low value lease atau PSAK 116, aturan penentuannya justru memiliki fleksibilitas yang berbeda dari sisi pemilihan kebijakan.

Karakteristik utama yang melekat pada pengujian aset bernilai rendah meliputi:

1. Penerapan Berbasis Individu Kontrak

Berbeda dengan sewa jangka pendek, Anda diperbolehkan menerapkan pengecualian ini secara fleksibel per satu kontrak sewa.

Anda bisa memilih untuk mengapitalisasi sewa laptop merek A, tetapi memilih untuk langsung membebankan sewa laptop merek B bergantung pada keputusan manajerial.

2. Prinsip Independensi Fungsi Aset

Aset pendasar hanya dianggap memenuhi kualifikasi jika penyewa dapat memperoleh manfaat dari penggunaan aset itu sendiri atau bersama-sama dengan sumber daya lain yang mudah diakses di pasar.

3. Keterikatan yang Rendah

Aset tersebut tidak boleh memiliki ketergantungan yang sangat tinggi atau integrasi yang teramat ketat dengan aset utama lainnya milik perusahaan.

Jika Anda menyewa komponen kustom yang dirancang khusus hanya untuk bisa menempel pada mesin pabrik raksasa senilai ratusan miliar, maka komponen itu tidak bisa diklaim sebagai low value asset meskipun harga belinya murah.

Contoh Aset yang Biasanya Termasuk Low Value

Standar akuntansi memberikan panduan mengenai rumpun barang komparatif yang secara umum disepakati masuk ke dalam kelompok bernilai rendah ketika baru.

Beberapa contoh objek riil yang sering kita temukan di dalam wilayah perkantoran di Indonesia meliputi:

  • Komputer tablet dan telepon pintar (smartphone) untuk operasional tim lapangan
  • Komputer jinjing atau laptop standar karyawan serta komputer desktop (PC)
  • Perabot kantor ukuran kecil seperti kursi kerja, meja lipat, atau lemari arsip standar
  • Perangkat elektronik pelengkap seperti printer kecil pribadi, mesin pemindai (scanner), atau telepon meja (PABX)

Barang-barang di atas memiliki harga pasar satuan yang relatif terjangkau ketika dibeli baru dari pabrik, sehingga kapitalisasi atas barang sejenis ini dianggap tidak memberikan tambahan informasi ekonomi yang bernilai bagi pembaca laporan keuangan.

Contoh Aset yang Biasanya Tidak Termasuk Low Value

Sebaliknya, ada batasan tegas mengenai barang-barang apa saja yang dilarang keras dimasukkan ke dalam keranjang pengecualian bernilai rendah.

Contoh aset yang tidak memenuhi syarat low value mencakup kendaraan bermotor seperti mobil operasional, truk logistik, maupun sepeda motor dinas.

Walaupun nilai sewa bulannya mungkin terlihat kecil atau setara dengan biaya sewa laptop, nilai dasar dari kendaraan tersebut saat kondisi baru dari diler selalu berada di atas ambang batas harga murah secara absolut.

Hal yang sama berlaku untuk sewa ruko, tanah, dan mesin produksi utama karena aset-aset signifikan tersebut wajib dikapitalisasi sebagai aset hak guna di neraca.

Perlakuan Akuntansi Jika Lessee Memilih Pengecualian

Apabila manajemen secara resmi memilih opsi untuk menggunakan pengakuan sewa jangka pendek dan aset bernilai rendah, maka konsekuensi akuntansinya sangat sederhana.

Pihak lessee dibebaskan dari kewajiban memunculkan akun Aset Hak Guna (Right-of-Use Asset) di sisi debit neraca serta akun Liabilitas Sewa (Lease Liability) di sisi kredit neraca.

Metode pembabanan yang diwajibkan oleh standar adalah menggunakan basis garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa berlangsung.

Namun, perusahaan diperbolehkan menggunakan basis sistematis lain jika dirasa metode alternatif tersebut jauh lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat ekonomis yang dinikmati oleh perusahaan.

Jurnal Sederhana untuk Sewa Jangka Pendek dan Low Value

Untuk kebutuhan praktis tim pembukuan harian Anda, proses pencatatan jurnal akuntansi untuk jenis transaksi pengecualian ini sangat mirip dengan perlakuan sewa operasi di masa lampau.

Jurnalnya tidak melibatkan perhitungan amortisasi maupun pengakuan beban bunga yang rumit.

Sebagai contoh contoh kasus, jika perusahaan membayar biaya sewa 10 unit laptop sebesar Rp5.000.000 secara tunai untuk bulan berjalan, maka ayat jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal pembayaran adalah sebagai berikut:

Akun Nilai 
(Debit) Beban Sewa Alat Kantor Rp5.000.000
(Kredit) Kas/ Bank Rp5.000.000

Jika kontrak perjanjian mengatur bahwa pembayaran sewa baru akan ditransfer di akhir kuartal, maka pada setiap akhir bulan tim akuntan cukup melakukan pencatatan jurnal akrual untuk mengakui beban yang jatuh tempo:

Akun Nilai 
(Debit) Beban Sewa Alat Kantor Rp5.000.000
(Kredit) Kas/ Bank Rp5.000.000

Saat pelunasan kas dilakukan di akhir kuartal, akun Utang Sewa Jangka Pendek tersebut tinggal didebit untuk membalik saldo dengan pasangan kredit pada akun Kas atau Bank.

Dampak ke Laporan Keuangan

Jika pengecualian digunakan, tentu akan membawa pengaruh yang terlihat jelas pada struktur tiga laporan keuangan utama milik entitas bisnis Anda, di mana:

1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Neraca perusahaan akan terlihat lebih bersih dari beban utang karena tidak ada tambahan saldo liabilitas sewa jangka panjang yang tercatat.

Sisi positifnya, rasio utang terhadap modal (leverage ratio) perusahaan akan terlihat lebih sehat di mata perbankan.

2. Laporan Laba Rugi

Nilai profitabilitas operasional atau EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) perusahaan akan langsung berkurang karena seluruh pengeluaran sewa langsung diakui sebagai beban operasional di atas garis laba usaha.

Ini berbeda jika dikapitalisasi, di mana beban yang muncul berupa depresiasi dan bunga yang posisinya berada di bawah garis EBITDA.

3. Laporan Arus Kas

Seluruh uang tunai yang mengalir keluar untuk membayar komitmen sewa jangka pendek maupun aset bernilai rendah ini wajib diklasifikasikan ke dalam kelompok Aktivitas Operasi.

Hal ini berbeda total dengan sewa yang dikapitalisasi, di mana pembayaran pokok utang sewanya harus masuk ke dalam kelompok Aktivitas Pendanaan.

Pengungkapan yang Perlu Diperhatikan

IFRS 16 mewajibkan lessee yang menggunakan pengecualian short-term lease dan low-value lease untuk mengungkapkan fakta bahwa exemption tersebut digunakan.

Selain itu, lessee juga harus mengungkapkan jumlah beban yang diakui untuk short-term leases dan low-value leases secara terpisah dalam catatan atas laporan keuangan.

Pengungkapan ini penting agar pengguna laporan keuangan memahami bahwa ada kontrak sewa yang tidak tercermin dalam neraca, sehingga mereka dapat membuat penilaian yang lebih informasi tentang eksposur sewa entitas secara keseluruhan.

Kapan Pengecualian Ini Cocok Dipakai?

Opsi ini sangat direkomendasikan untuk diambil apabila perusahaan Anda berada dalam kondisi seperti:

  • Memiliki ratusan atau ribuan kontrak sewa gadget kerja, printer, dan mebeler kantor kecil yang tersebar di banyak kantor cabang di seluruh wilayah Indonesia
  • Sering membuka kantor perwakilan sementara atau proyek konstruksi lapangan terpencil yang hanya membutuhkan sewa ruang operasional selama beberapa bulan saja
  • Biaya administrasi dan jam kerja tim akuntansi untuk menghitung kapitalisasi sewa dinilai jauh lebih mahal daripada nilai ekonomis dari barang yang disewa itu sendiri

Dengan memanfaatkan regulasi ini, administrasi keuangan berjalan menjadi sangat ramping tanpa mengorbankan materialitas informasi keuangan yang disajikan kepada pihak eksternal.

Kesimpulan

Pemberlakuan sewa jangka pendek dan low value sebagai instrumen pengecualian pengakuan bagi lessee merupakan solusi regulasi yang sangat membantu perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara kepatuhan standar dan efisiensi operasional harian.

Lewat panduan PSAK 73 yang kini disempurnakan menjadi PSAK 116, korporasi diberikan keleluasaan penuh untuk langsung membebankan pengeluaran dari kontrak sewa di bawah 12 bulan tanpa opsi beli, serta sewa atas objek pendasar yang bernilai baru rendah secara absolut.

Kedisiplinan dalam memilah syarat pengakuan, konsistensi dalam menerapkan kebijakan per kelas aset, serta ketepatan menyusun pos jurnal beban di pos operasi menjadi kunci utama agar laporan keuangan korporasi Anda terbebas dari sanksi salah saji materiil saat menghadapi proses audit tahunan.

Jika Anda ingin lebih mudah dalam mengelola pembukuan hingga laporan keuangan, maka mengadopsi software akuntansi berbasis cloud seperti Mekari Jurnal bisa menjadi solusi yang efektif dan terbaik.

Coba GRATIS sekarang juga di sini!

Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

Ikatan Akuntan Indonesia, “PSAK 73: Sewa “.

IFRS, “IFRS 16 Leases”.

Ikatan Akuntan Indonesia, “Pengesahan Draf Eksposur (DE) PSAK 73: Sewa”.

IFRS, “IFRS 16 Leases”.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan sewa jangka pendek dalam PSAK 116?

1. Apa yang dimaksud dengan sewa jangka pendek dalam PSAK 116?

Sewa jangka pendek adalah kontrak sewa dengan masa sewa maksimal 12 bulan sejak tanggal dimulainya sewa dan tidak memiliki opsi pembelian aset di akhir kontrak.

Apa itu low-value lease?

Apa itu low-value lease?

Low-value lease adalah sewa atas aset bernilai rendah ketika aset tersebut dalam kondisi baru, seperti laptop, printer kecil, telepon kantor, atau furnitur kantor sederhana.

Apa perbedaan sewa jangka pendek dan low-value lease?

Apa perbedaan sewa jangka pendek dan low-value lease?

Sewa jangka pendek ditentukan berdasarkan durasi kontrak, sedangkan low-value lease ditentukan berdasarkan nilai ekonomis aset yang disewa.

Apakah semua aset bernilai kecil otomatis termasuk low-value lease?

Apakah semua aset bernilai kecil otomatis termasuk low-value lease?

Tidak. Aset harus benar-benar bernilai rendah secara absolut saat baru dan tidak memiliki keterikatan signifikan dengan aset utama lainnya.

Apakah kendaraan operasional termasuk low-value lease?

Apakah kendaraan operasional termasuk low-value lease?

Tidak. Mobil, truk, dan kendaraan operasional lainnya umumnya tidak memenuhi kriteria low-value karena nilai asetnya relatif tinggi.

Apa dampak penggunaan pengecualian sewa terhadap EBITDA?

Apa dampak penggunaan pengecualian sewa terhadap EBITDA?

EBITDA cenderung lebih rendah karena seluruh biaya sewa langsung diakui sebagai beban operasional, bukan dipisahkan menjadi depresiasi dan bunga.

Apakah penggunaan pengecualian sewa wajib diungkapkan dalam laporan keuangan?

Apakah penggunaan pengecualian sewa wajib diungkapkan dalam laporan keuangan?

Ya. Perusahaan wajib mengungkapkan penggunaan exemption short-term lease dan low-value lease beserta jumlah bebannya dalam catatan atas laporan keuangan.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami