Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
7 min read

Memahami Akuntansi Sewa Guna Usaha: Pengertian, Manfaat, dan Contoh Penerapan

Diperbarui

Sewa guna usaha, atau yang dikenal dengan leasing, memberikan solusi bagi perusahaan dalam mendapatkan akses ke aset tanpa harus melakukan pembelian langsung.

Pada artikel di Mekari Jurnal ini akan membahas seputar pengelolaan akuntansi sewa guna usaha secara mendalam mulai dari pengertian, manfaat, cara menghitung, dan contoh penerapannya.

Pengertian Akuntansi Sewa Guna Usaha atau Lease Accounting

Akuntansi sewa guna usaha merupakan konsep dalam pembukuan yang berguna untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengan sewa guna usaha dalam laporan keuangan.

Dalam konteks bisnis sendiri, sewa guna usaha memberikan perusahaan untuk menggunakan berbagai jenis aset, seperti peralatan, kendaraan, maupun properti, tanpa harus memilikinya secara langsung.

Apa yang membedakan antara sewa guna usaha dengan pembelian aset langsung?

Sejatinya dalam sewa guna usaha, perusahaan tidak perlu mengeluarkan modal awal yang besar untuk dapat memanfaatkannya dalam pertumbuhan bisnis.

Melalui sistem cicil, perusahaan dapat menyeimbangkan arus kas dan meminimalkan risiko kepemilikan aset yang tidak begitu penting untuk jangka panjang.

Manfaat Akuntansi Sewa Guna Usaha bagi Perusahaan

Selain membantu meringankan pengeluaran di awal perkembangan bisnis serta menjauhkan bisnis dari aset yang tidak efektif, terdapat beberapa manfaat lainnya yang bisa dirasakan oleh perusahaan, seperti:

1. Efisiensi Modal

Melalui keringanan beban pada anggaran, perusahaan dapat mengalokasikan dana kepada keperluan penting lainnya yang lebih mendesak.

Hal ini dapat membantu dalam mempercepat pertumbuhan bisnis, memaksimalkan penggunaan modal, dan menjaga likuiditas perusahaan.

2. Fleksibilitas Aset

Perusahaan dapat mengganti atau memperbarui aset dengan lebih mudah sesuai tren perubahan kebutuhan atau kondisi pasar yang dinamis.

Ini merupakan cara alternatif agar dapat menjaga pertumbuhan bisnis dengan rutin memantau tren setiap musimnya.

Misalnya, jika teknologi atau peralatan yang digunakan sudah usang atau tidak optimal untuk mengembangkan bisnis, perusahaan bisa mengganti dengan yang lebih baru tanpa harus memikirkan pengelolaan aset lama.

3. Mengelola Arus Kas

Memaham pengelolaan akuntansi sewa guna usaha juga turut membantu dalam menjaga dan merencanakan arus kas yang lebih baik.

Misalnya, pembayaran sewa yang teratur dan terjadwal dapat membantu perusahaan untuk merencanakan pengeluaran secara lebih efisien, menjauhi pengeluaran besar termasuk yang dapat mengganggu arus kas.

4. Pengelolaan Laporan Keuangan

Terakhir, memahami cara kerja sewa guna usaha dapat memudahkan penyusunan manajemen aset dan biaya dalam laporan keuangan.

Kewajiban sewa yang ada dicatat sebagai utang, sementara aset sewa dicatat sebagai aset di neraca.

Simak Lebih Lanjut: Prepaid Expense dalam Akuntansi Bisnis

Rumus dan Contoh Penerapan Akuntansi Sewa Guna Usaha

Untuk mengetahui bagaimana cara menghitung akuntansi sewa guna usaha dalam dunia kerja yang sebenarnya, berikut adalah contoh studi kasusnya.

Studi Kasus Akuntansi Sewa Guna Usaha

Pada 1 Januari 2011, PT. Jurnal Cipta menyewa ruangan kantor dalam sewa pembiayaan atau finance leasing.

Dalam kontrak yang dibentuk, pembayaran sewa nantinya akan dibuat dalam skala tahunan dan hak milik tidak ditransfer ke penyewa serta tidak ada opsi untuk pembelian aset.

Pencatatan sewa guna usaha akan sebagai berikut:

tabel jurnal contoh Penerapan Akuntansi Sewa Guna Usaha

Berdasarkan dari tabel tersebut, tentukan:

  1. Berapa besar kewajiban sewa yang harus dicatat pada awal periode sewa (setelah pembayaran pertama)?
  2. Berapa nilai yang harus diakui sebagai aset sewa?
  3. Berapa lama periode sewa dalam tahun?
  4. Apa perkiraan nilai sisa aset pada akhir masa sewa?
  5. Berapa nilai sisa yang dijamin oleh penyewa?
  6. Berapa tingkat bunga tahunan yang digunakan?
  7. Berapa total jumlah pembayaran sewa minimum yang harus dibayar?
  8. Berapa total beban bunga yang akan dicatat selama periode sewa?

Jawab:

  1. Besaran kewajiban pada permulaan sewa, setelah pembayaran pertama adalah (saldo awal hutang – dikurangi angsuran hutang awal tahun = 192.501 – 20.000) di mana hasilnya Rp172.500.
  2. Jumlah yang harus dicatat sebagai leased asset sebesar Rp192.500.
  3. Masa sewanya akan memakan waktu 21 tahun sesuai tabel pencatatan keseluruhan.
  4. Nilai aset residu yang diharapkan pada akhir masa sewa adalah sebesar Rp35.000.
  5. Nilai residu yang digaransi oleh pihak lessee sebesar Rp35.000.
  6. Tingkat bunga tahunan dapat dihitungan dengan beban bunga dibagi saldo hutang akhir tahun periode sebelumnya, itu artinya 17.250 ÷ 172.500 = 10%.
  7. Total jumlah minimum pembayaran sewa (Rp20.000 x 20) + Rp35.000 = Rp435.000.
  8. Total beban bunga yang dicatat selama masa sewa = Rp435.000 – Rp192.500 = Rp242.499.

Perbedaan Sewa Guna Usaha Operasional dan Sewa Guna Usaha Pembiayaan

Dalam akuntansi sewa guna usaha terbagi dua jenis utama, yaitu sewa guna usaha operasional dan sewa guna usaha pembiayaan.

Kedua jenis sewa usaha ini sebenarnya dibahas dalam PSAK tepatnya dalam PSAK 30, kemudian dengan resminya pemberlakuan PSAK 73 tentang Sewa, maka aturan mengenai pencatatan akuntansi sewa guna usaha-pun juga berubah.

Sebelumnya, sewa operasional ditentukan apabila sebuah entitas menyewa sebuah barang, namun barang tidak sepenuhnya dikelola oleh penyewa dan tidak menanggung risiko atas barang tersebut.

Sedangkan, sewa pembiayaan ditentukan jika penyewa bertanggung jawab sepenuhnya atas risiko dan pemanfaatan dari kepemilikan suatu aset.

Pada PSAK 73, semua jenis sewa harus diperlakukan sebagai sewa pembiayaan dalam laporan keuangan, khususnya laporan posisi keuangan, kecuali masa sewa kurang dari 12 bulan dan aset pendasar bernilai rendah.

Untuk mengetahui bagaimana cara pencatatan akuntansi sewa guna usaha antara PSAK 30 dan PSAK 73, berikut adalah ilustrasinya:

tabel ilustrasi cara pencatatan akuntansi sewa guna usaha antara PSAK 30 dan PSAK 73
Sumber: MIB Group

Kedua jenis mempengaruhi cara laporan keuangan tersusun dan dalam menganalisis kinerja keuangan perusahaan.

Sewa guna usaha operasional tercatat sebagai beban dalam laporan laba rugi serta tanpa mencatat aset dan kewajiban di neraca.

Sedangkan sewa guna usaha pembiayaan, mencatatkan aset dan kewajiban di dalam neraca, dengan pembayaran sewa terbagi menjadi bagian pokok dan bunga.

Untuk gambaran sederhana mengenai cara pencatatan akuntansi sewa guna usaha adalah sebagai berikut:

tabel ilustrasi cara pencatatan akuntansi sewa guna usaha PSAK 73
Sumber: MIB Group

Tips Memilih dan Menerapkan Akuntansi Sewa Guna Usaha dalam Bisnis

Terdapat lima tips yang bisa Anda lakukan agar dapat menerapkan akuntansi sewa guna usaha yang efektif dalam bisnis, yaitu:

1. Menilai Kebutuhan Bisnis

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mengetahui dan menilai terlebih dahulu kebutuhan bisnis perusahaan Anda.

Mulai dari kebutuhan aset jangka panjang atau pendek dan bersifat fleksibel atau tidak untuk mengelola pembiayaan sewa yang lebih sesuai.

2. Mempertimbangkan Kondisi Keuangan

Setelah mengetahui apa saja kebutuhan dan peluang yang dimiliki bisnis, mulai pertimbangkan modal dan dampak keuangan dari memilih sewa guna usahanya, mulai dari sisi arus kas hingga pajak.

3. Pilih Penyedia Sewa yang Tepat

Pilihan ini bisa menjadi alternatif karena memiliki relasi yang baik dengan tepat, dapat membantu dalam mendapatkan kontrak sewa yang lebih fleksibel.

Anda bisa memilih terlebih dahulu apakah penyedia sewa memberikan transparansi mengenai biaya, durasi sewa, dan hak serta kewajiban kedua belah pihak.

4. Berinvestasi Pada Software Akuntansi

Untuk memastikan pencatatan yang lebih tepat waktu dan akurat dalam pengelolaan akuntansi sewa guna usaha, perusahaan bisa menunjang pekerjaannya dengan mengadopsi software akuntansi.

Melalui software akuntansi, seperti software akuntansi Mekari Jurnal, dapat mengotomatisasi proses pencatatan transaksi bisnis termasuk sewa guna usaha.

Nantinya data transaksi yang sudah tercatat dalam pembukuan akan terintegrasi langsung pada laporan laba rugi perusahaan, sehingga Anda tidak perlu lagi mengelolanya secara manual.

Anda juga bisa menjaga hubungan relasi yang baik dengan penyedia sewa karena Mekari Jurnal juga sudah dilengkapi fitur-fitur yang mendukung pengelolaan vendor/pemasok, memantau transaksi dan pembayarannya, dan menilai kinerjanya.

Tunggu apalagi? Melalui segudang manfaat yang diberikan fitur-fitur unggulan Mekari Jurnal, rasakan pertumbuhan bisnis Anda yang meroket tajam!

Konsultasi Gratis dengan Mekari Jurnal Sekarang!

5. Evaluasi Secara Berkala

Setelah Anda berhasil menjalankan tips-tips di atas, langkah terakhir adalah mengevaluasi berbagai langkah tersebut secara rutin dan berkala.

Pastikan bahwa jenis sewa yang dipilih sudah sesuai dengan kebutuhan perusahaan, pertimbangkan kas yang tumbuh dari pemanfaatan aset, dan atur ulang kontrak dengan penyedia sewa sesuai dengan pertumbuhan keuangan.

Pentingnya Akuntansi Sewa Guna Usaha bagi Bisnis Modern

Melihat dari penjelasan mengenai akuntansi sewa guna usaha, tentu dapat kita simpulkan bahwa hal ini tidak bisa dipandang sebelah mata saja.

Memahami pengelolaan akuntansi sewa guna usaha penting bagi bisnis modern sekarang ini yang dinamis dan kompetitif.

Melalui efisiensi biaya modal di awal, perusahaan dapat beradaptasi dengan perubahan pasar yang cepat dan masih tetap mengelola arus keuangan dengan efektif tanpa terbebani oleh kepemilikan aset.

Oleh karena itu, dengan memanfaatkan penyewaan aset, tidak saja memberikan manfaat jangka pendek namun juga berkontribusi terhadap keberlangsungan jangka panjang!

Semoga artikel ini dapat membantu Anda!

 

 

Referensi:

MIB Group, “PSAK 73: Perlakuan Akuntansi & Perpajakan Atas Sewa”.

Scribd, “Sewa Guna Usaha”.

Accruent, “Capital Lease Accounting 101”.

FAQ Seputar Akuntansi Sewa Guna Usaha

Apa yang dimaksud dengan akuntansi sewa guna usaha?

Apa yang dimaksud dengan akuntansi sewa guna usaha?

Akuntansi sewa guna usaha adalah proses pencatatan dan pelaporan transaksi leasing dalam laporan keuangan perusahaan. Dalam praktiknya, perusahaan dapat menggunakan aset seperti kendaraan, mesin, atau properti melalui kontrak sewa tanpa harus membeli aset tersebut secara langsung.

Akuntansi ini memastikan semua kewajiban pembayaran sewa, aset yang digunakan, serta beban yang timbul tercatat secara akurat dalam laporan keuangan.

Apa yang dimaksud dengan sewa guna usaha (leasing)?

Apa yang dimaksud dengan sewa guna usaha (leasing)?

Sewa guna usaha atau leasing adalah perjanjian antara lessor (pemilik aset) dan lessee (penyewa) di mana lessee memperoleh hak menggunakan suatu aset dalam jangka waktu tertentu dengan pembayaran sewa secara berkala.

Model pembiayaan ini sering digunakan oleh perusahaan untuk memperoleh aset produktif tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal.

Apa saja jenis sewa guna usaha dalam akuntansi?

Apa saja jenis sewa guna usaha dalam akuntansi?

Secara umum terdapat dua jenis utama sewa guna usaha:

  • Finance lease (sewa pembiayaan) – sebagian besar risiko dan manfaat kepemilikan aset berpindah ke penyewa.
  • Operating lease (sewa operasi) – penyewa hanya menggunakan aset tanpa memperoleh manfaat kepemilikan.

Perbedaan ini memengaruhi cara pencatatan dalam laporan keuangan perusahaan.

Apa perbedaan finance lease dan operating lease?

Apa perbedaan finance lease dan operating lease?

Perbedaan utama antara kedua jenis leasing tersebut adalah pada transfer risiko dan manfaat kepemilikan aset.

  • Finance lease: penyewa menanggung sebagian besar risiko dan manfaat kepemilikan sehingga aset dan kewajiban dicatat dalam neraca.
  • Operating lease: kepemilikan tetap pada lessor dan pembayaran sewa dicatat sebagai beban periodik.
Mengapa perusahaan menggunakan sistem sewa guna usaha?

Mengapa perusahaan menggunakan sistem sewa guna usaha?

Perusahaan menggunakan leasing karena memberikan beberapa keuntungan, seperti:

  • Menghemat pengeluaran modal awal
  • Mempermudah akses terhadap aset produktif
  • Membantu pengelolaan arus kas perusahaan
  • Mendukung ekspansi bisnis tanpa investasi besar di awal

Karena itu, leasing sering digunakan dalam pembiayaan aset seperti kendaraan operasional, mesin produksi, dan peralatan teknologi.

Bagaimana perlakuan akuntansi untuk finance lease?

Bagaimana perlakuan akuntansi untuk finance lease?

Dalam finance lease, perusahaan penyewa biasanya mengakui:

  • Aset sewaan sebagai aset dalam neraca
  • Liabilitas sewa sebagai kewajiban pembayaran di masa depan

Hal ini terjadi karena penyewa memperoleh sebagian besar manfaat ekonomi dari aset tersebut selama masa sewa.

Bagaimana pencatatan akuntansi untuk operating lease?

Bagaimana pencatatan akuntansi untuk operating lease?

Dalam operating lease, pembayaran sewa biasanya dicatat sebagai beban sewa secara periodik selama masa kontrak.

Aset tetap dimiliki oleh lessor dan tidak dicatat sebagai aset oleh pihak penyewa dalam metode akuntansi tradisional.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam transaksi leasing?

Siapa saja pihak yang terlibat dalam transaksi leasing?

Dalam transaksi sewa guna usaha biasanya terdapat beberapa pihak utama, yaitu:

  • Lessor – pihak yang menyediakan atau memiliki aset
  • Lessee – pihak yang menggunakan aset dan membayar sewa
  • Supplier atau vendor aset – pihak yang menyediakan barang modal

Hubungan ini membentuk kontrak pembiayaan antara perusahaan dan penyedia aset.

Apa manfaat akuntansi sewa guna usaha bagi perusahaan?

Apa manfaat akuntansi sewa guna usaha bagi perusahaan?

Akuntansi leasing membantu perusahaan:

  • Mengelola kewajiban pembayaran sewa secara transparan
  • Menghitung biaya penggunaan aset secara tepat
  • Menyusun laporan keuangan yang akurat
  • Mendukung perencanaan investasi dan pengelolaan aset

Dengan pencatatan yang tepat, manajemen dapat menilai apakah penggunaan leasing lebih efisien dibandingkan membeli aset.

Standar akuntansi apa yang mengatur sewa guna usaha?

Standar akuntansi apa yang mengatur sewa guna usaha?

Dalam praktik akuntansi modern, transaksi sewa diatur oleh standar akuntansi seperti IFRS 16 atau PSAK 73 yang mengatur pengakuan aset hak guna (right-of-use asset) dan kewajiban sewa dalam laporan keuangan.

Standar ini bertujuan meningkatkan transparansi laporan keuangan terkait kewajiban leasing perusahaan.

Apa contoh penerapan sewa guna usaha dalam bisnis?

Apa contoh penerapan sewa guna usaha dalam bisnis?

Contoh umum penerapan leasing dalam bisnis antara lain:

  • Perusahaan menyewa kendaraan operasional dari perusahaan leasing
  • Perusahaan manufaktur menyewa mesin produksi
  • Perusahaan teknologi menyewa perangkat IT atau server

Dengan sistem leasing, perusahaan dapat menggunakan aset tersebut tanpa harus membeli secara langsung.

Kategori : Cost Accounting

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami