Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Liabilitas Sewa Lessee: Pengertian, Pengukuran, Jurnal, dan Penyajiannya dalam PSAK 73/116

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • PSAK 73 yang kini menjadi PSAK 116 mewajibkan lessee mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa di neraca sejak commencement date.
  • Liabilitas sewa diukur menggunakan present value dari pembayaran sewa masa depan dengan tingkat diskonto tertentu.
  • Beban sewa kini terpecah menjadi beban bunga dan amortisasi aset hak-guna, bukan lagi biaya sewa tunggal seperti sebelumnya.
  • Penggunaan software akuntansi seperti Mekari Jurnal membantu otomatisasi perhitungan liabilitas sewa, jadwal pembayaran, dan jurnal penyesuaian.

Sebelum standar modern hadir, banyak kewajiban sewa cukup diungkapkan di catatan kaki laporan keuangan tanpa muncul sebagai pos di neraca.

Kini, di bawah PSAK 73 yang mengadopsi IFRS 16, hampir semua kontrak sewa yang memenuhi kriteria memunculkan dua akun sekaligus di neraca lessee, yakni aset hak-guna di sisi aset, dan liabilitas sewa di sisi kewajiban.

Adanya perubahan ini mengubah cara pengguna laporan dalam membaca leverage perusahaan, cara manajemen mengevaluasi keputusan, hingga cara auditor memverifikasi kewajaran laporan keuangan.

Apa Itu Liabilitas Sewa Lessee?

PSAK 73 mendefinisikan liabilitas sewa lessee secara tersirat sebagai kewajiban penyewa untuk melakukan pembayaran sewa selama masa sewa sesuai kontrak, yang diakui di laporan posisi keuangan sejak tanggal permulaan sewa.

Sebelum PSAK 73, kewajiban ini sering kali tidak terlihat di neraca khususnya pada sewa yang diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

Kini, hampir semua kontrak sewa yang memenuhi definisi dalam standar memunculkan liabilitas sewa yang nyata dan terukur di neraca penyewa.

NoteCatatan penting bahwa PSAK 73 telah berubah penomoran menjadi PSAK 116: Sewa yang berlaku efektif 1 Januari 2025. Walaupun begitu, substanti prinsipnya tidak berubah danmasih sama.

Kapan Lessee Mengakui Liabilitas Sewa?

Pengakuan terjadi pada commencement date, yaitu tanggal ketika aset yang disewakan tersedia untuk digunakan oleh lessee.

Secara eksplisit, IFRS 16 menyatakan bahwa pada tanggal ini, lessee mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa dan tidak ada opsi untuk memilih salah satunya.

Bagaimana Pengukuran Awal Liabilitas Sewa Lessee?

Penentuan nilai nominal di dalam siklus akuntansi sewa dilakukan dengan menghitung nilai kini atau present value dari seluruh pembayaran sewa yang belum disetorkan pada tanggal tersebut.

Seluruh proyeksi pengeluaran kas masa depan harus dikonversi ke nilai mata uang saat ini menggunakan mekanisme faktor diskonto yang valid.

Untuk menentukan tingkat suku bunga diskonto yang tepat dalam konversi nilai kini tersebut, standar menetapkan urutan prioritas sebagai berikut:

1. Suku Bunga Implisit dalam Sewa

Tingkat bunga yang menyebabkan nilai kini dari pembayaran sewa dan nilai residu tidak terjamin menjadi sama dengan nilai wajar aset ditambah biaya langsung awal dari pihak pesewa.

2. Suku Bunga Pinjaman Inkremental Lessee

Jika tingkat bunga implisit sangat sulit ditentukan dari data eksternal, penyewa wajib menggunakan tingkat suku bunga yang harus dibayar oleh penyewa untuk meminjam dana dalam jangka waktu serupa, dengan agunan sejenis, demi memperoleh aset yang nilainya setara dengan aset hak-guna di lingkungan ekonomi terkait.

Komponen Pembayaran yang Masuk ke Pengukuran Liabilitas Sewa

Dalam merancang formula kalkulasi nilai kini di atas lembar kerja, akuntan tidak boleh asal memasukkan semua jenis pengeluaran operasional gudang atau toko.

embayaran sewa yang berhak dimasukkan ke dalam perhitungan awal liabilitas sewa mencakup komponen pengeluaran terstruktur sebagai berikut:

1. Pembayaran Tetap

Seluruh nilai setoran rutin yang jumlahnya sudah pasti dan tertulis di dalam kontrak, dikurangi dengan setiap insentif sewa yang diterima dari pihak pesewa.

2. Pembayaran Sewa Variabel

Nilai pengeluaran yang jumlahnya bergantung pada pergerakan indeks tarif tertentu, seperti inflasi atau suku bunga pasar wajar, yang diukur menggunakan indeks awal pada tanggal permulaan sewa.

3. Jaminan Nilai Residu

Jumlah dana yang diperkirakan akan dibayarkan oleh pihak penyewa kepada pesewa di bawah klausul jaminan nilai sisa akhir barang.

4. Harga Pelaksanaan Opsi Beli

Nilai tebusan aset apabila penyewa merasa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi pembelian barang di akhir masa kontrak.

5. Penalti Penghentian Sewa

Ongkos denda pemutusan hubungan sewa jika estimasi masa sewa yang dirancang mencerminkan langkah penyewa untuk mengambil opsi terminasi dini.

Pengukuran Selanjutnya atas Liabilitas Sewa

Setelah pengakuan awal di tanggal permulaan selesai dibukukan, saldo utang tersebut akan bergerak secara dinamis mengikuti siklus operasional bulanan perusahaan.

Pengukuran berikutnya atas akun kewajiban sewa didasarkan pada tiga logika akuntansi utama yang berjalan secara simultan:

1. Penambahan Saldo karena Beban Bunga

Nilai saldo liabilitas akan meningkat secara periodik untuk mencerminkan pembebanan akumulasi bunga atas sisa utang yang belum terbayar.

2. Pengurangan Saldo karena Pembayaran Sewa

Nilai saldo liabilitas akan berkurang secara langsung untuk mencerminkan porsi pelunasan pokok utang dari setiap aktivitas pembayaran sewa kas yang disetorkan kepada pesewa.

3. Pengukuran Kembali Liabilitas Sewa

Nilai saldo liabilitas dapat diukur kembali untuk mencerminkan setiap penilaian ulang atas modifikasi kontrak atau penyesuaian pembayaran sewa substansial lainnya.

Melalui penerapan berjenjang tersebut, beban keuangan yang tersaji di dalam laporan laba rugi tidak lagi berupa biaya sewa tunggal yang bersifat flat.

Beban operasional bagi penyewa kini terpecah menjadi dua komponen biaya yang berbeda karakter, yaitu beban amortisasi atas aset hak-guna serta beban bunga berkala yang melekat pada saldo liabilitas sewa.

Kapan Liabilitas Sewa Diukur Kembali?

Liabilitas sewa harus diukur kembali jika terjadi perubahan masa sewa yang berdampak pada estimasi lessee atas masa sewa yang akan dipakai.

Misalnya, jika lessee tadinya memperkirakan tidak akan memperpanjang sewa, tetapi kemudian cukup pasti akan memperpanjang, pengukuran harus dilakukan ulang.

Perubahan penilaian atas opsi beli, perubahan estimasi pembayaran terkait residual value guarantee, dan perubahan pembayaran masa depan akibat indeks atau tarif yang berubah juga memicu remeasurement.

Contoh Sederhana Pengukuran Liabilitas Sewa Lessee

PT Cakrawala Nusantara menandatangani kontrak sewa gedung kantor dengan detail berikut:

  • Pembayaran sewa tahunan (dibayar di akhir tahun): Rp120.000.000
  • Jangka waktu masa sewa: 3 tahun
  • Tingkat suku bunga diskonto (incremental borrowing rate): 8% per tahun

Berdasarkan aturan akuntansi komersial, nilai awal dari kewajiban sewa tidak boleh dicatat sebesar akumulasi nominal kotor yang bernilai Rp360.000.000.

Akuntan wajib mencari nilai kini dari tiga rangkaian pembayaran tahunan tersebut menggunakan rumusan faktor diskonto investasi tunggal.

Menggunakan faktor anuitas nilai kini untuk 3 tahun pada 8%:

Tahun 1: Rp 120.000.000 / 1,08 = Rp 111.111.111

Tahun 2: Rp 120.000.000 / 1,08² = Rp 102.880.658

Tahun 3: Rp 120.000.000 / 1,08³ = Rp 95.259.869

Total liabilitas sewa awal = Rp 309.251.638

Melalui hasil penghitungan faktor diskonto di atas, PT Kurir Kilat menetapkan angka Rp309.251.638 sebagai saldo pembuka resmi untuk akun liabilitas sewa perdana mereka di neraca, bukan menggunakan angka akumulasi nominal mentah masa depan.

Selisih Rp 50.748.362 adalah total beban bunga yang akan diakui selama masa sewa, bukan bagian dari liabilitas awal.

Contoh Jurnal Liabilitas Sewa Lessee

Setelah angka konversi nilai kini berhasil divalidasi, tim pembukuan harus menuangkan transaksi non-kas tersebut ke dalam bentuk entri pencatatan akuntansi formal.

Proses dokumentasi ini diselesaikan melalui pembuatan jurnal liabilitas sewa lessee secara periodik.

Jurnal Awal

Tepat pada tanggal permulaan sewa saat armada truk box diserahterimakan dari pihak pemilik barang, PT Kurir Kilat wajib menjurnal saldo pembuka aset dan utang dengan format sebagai berikut:

Akun Nilai Buku
(Debit) Aset Hak-Guna Rp309.251.638
(Kredit) Liabilitas Sewa Rp309.251.638

Jurnal saat Pembayaran Periode Berjalan

Pada akhir tahun pertama ketika setoran kas perdana sebesar Rp120.000.000 diserahkan kepada pihak pesewa, akuntan wajib memecah pengeluaran kas tersebut untuk membiayai porsi beban bunga tahunan (8% dikali Rp309.251.638 = Rp24.740.131) dan sisanya untuk memotong pokok utang sewa:

Akun Nilai Buku
(Debit) Beban Bunga Sewa Rp24.740.131
(Debit) Liabilitas Sewa Rp95.259.869
(Kredit) Kas/ Bank Rp120.000.000

Klasifikasi Liabilitas Sewa: Jangka Pendek vs Jangka Panjang

Liabilitas sewa harus disajikan terpisah antara bagian jangka pendek dan bagian jangka panjang di laporan posisi keuangan.

Porsi yang diperkirakan jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan, yaitu bagian pokok yang akan dilunasi melalui pembayaran berikutnya, disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Sisa liabilitas yang jatuh tempo lebih dari 12 bulan disajikan sebagai liabilitas jangka panjang.

Klasifikasi ini penting karena memengaruhi rasio likuiditas seperti current ratio dan quick ratio. Perusahaan dengan porsi besar liabilitas sewa jangka pendek akan terlihat memiliki likuiditas yang lebih tertekan dibanding perusahaan dengan profil pembayaran yang lebih panjang.

Kesimpulan

Penerapan PSAK 73 yang kini menjadi PSAK 116 membantu perusahaan menyajikan liabilitas sewa secara lebih transparan melalui pengakuan, pengukuran, dan penyajian berbasis nilai kini.

Proses seperti perhitungan tingkat diskonto, pemisahan bunga, hingga pengelolaan jatuh tempo pembayaran sewa memerlukan ketelitian tinggi agar terhindar dari risiko salah saji laporan keuangan.

Jika masih dilakukan secara manual, pengelolaan banyak kontrak sewa akan memakan waktu dan meningkatkan potensi kesalahan pencatatan.

Dengan dukungan software akuntansi cloud seperti Mekari Jurnal, perusahaan dapat mengotomatisasi perhitungan liabilitas sewa, penjadwalan pembayaran, dan jurnal penyesuaian secara lebih cepat serta akurat.

Coba GRATIS sekarang juga dan rasakan manfaatnya!

Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

Ikatan Akuntan Indonesia, “PSAK 73 Tentang Sewa”.

IFRS, “IFRS 16 Leases”.

Ikatan Akuntan Indonesia, “Perubahan Penomoran PSAK dan ISAK dalam SAK Indonesia”.

Ikatan Akuntan Indonesia, “Post Implementation Review PSAK 116: Sewa”.

FAQ

Kapan lessee harus mengakui liabilitas sewa?

Kapan lessee harus mengakui liabilitas sewa?

Lessee mengakui liabilitas sewa pada commencement date, yaitu tanggal ketika aset sewa tersedia untuk digunakan.

Bagaimana cara menghitung liabilitas sewa awal?

Bagaimana cara menghitung liabilitas sewa awal?

Liabilitas sewa awal dihitung menggunakan nilai kini atau present value dari seluruh pembayaran sewa masa depan yang belum dibayar.

Apa saja komponen pembayaran yang masuk ke liabilitas sewa?

Apa saja komponen pembayaran yang masuk ke liabilitas sewa?

Komponen yang diperhitungkan meliputi pembayaran tetap, pembayaran variabel berbasis indeks atau tarif, jaminan nilai residu, harga pelaksanaan opsi beli jika cukup pasti dieksekusi, dan penalti penghentian sewa apabila relevan.

Apa dampak liabilitas sewa pada laporan keuangan?

Apa dampak liabilitas sewa pada laporan keuangan?

Liabilitas sewa meningkatkan total kewajiban perusahaan di neraca sehingga dapat memengaruhi rasio leverage dan likuiditas. Di laporan laba rugi, biaya sewa berubah menjadi beban bunga dan amortisasi aset hak-guna.

Apakah semua kontrak sewa harus diakui sebagai liabilitas sewa?

Apakah semua kontrak sewa harus diakui sebagai liabilitas sewa?

Tidak semua. PSAK memberikan pengecualian tertentu, seperti sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah, yang dalam kondisi tertentu dapat tidak diakui sebagai liabilitas sewa di neraca.

Apa kesalahan umum dalam menghitung liabilitas sewa?

Apa kesalahan umum dalam menghitung liabilitas sewa?

Kesalahan yang sering terjadi meliputi penggunaan tingkat diskonto yang tidak tepat, salah menentukan masa sewa, tidak memasukkan komponen pembayaran tertentu ke dalam present value, serta gagal melakukan remeasurement saat kontrak berubah. Kesalahan ini dapat menyebabkan salah saji material pada laporan keuangan.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami