Jurnal Enterpreneur

Pahami Aturan Baru Penerapan Akuntansi Leasing yang Berlaku Pada Akhir Tahun 2018

Setelah hampir satu dekade, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Amerika (Financial Accounting Standard Board atau FASB) mengeluarkan standar baru tentang akuntansi leasing pada bulan Februari 2016 dan mulai berlaku pada akhir tahun 2018.

Kebijakan ini jelas akan berdampak ke seluruh entitas bisnis yang dalam kegiatan operasionalnya terdapat pengaturan dan penandatanganan leasing terhadap suatu aset.

Definisi Standar Akuntansi Leasing Terbaru

Standar akuntansi leasing yang baru menunjukkan perubahan dalam beberapa panduannya. Dan sekarang entitas bisnis harus mengidentifikasi apakah suatu kontrak mengandung unsur leasing ketika diinisiasi.

Kontrak bisa didefinisikan sebagai leasing jika memberikan pelanggan hak untuk mengontrol penggunaan aset, properti, pabrik, atau peralatan yang diidentifikasi sebagai barang leasing untuk setiap periode.

Lebih detailnya, kontrol barang leasing dianggap berlaku jika pelanggan memiliki hak untuk memperoleh semua manfaat substansial ekonomi dari penggunaan aset dan hak untuk mengendalikan penggunaan barang leasing.

Definisi ini berbeda dari apa yang ada pada Prinsip Akuntansi Amerika atau Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) sebelumnya yang mengharuskan penyewa untuk hanya memenuhi persyaratan di poin pertama.

Di dalam standar baru, entitas dibebaskan untuk menentukan dan mendapatkan hak untuk mengendalikan penggunaan barang leasing.

Di dalam standar leasing baru juga mengharuskan entitas untuk mengidentifikasi komponen-komponen apakah itu berupa leasing atau non-leasing dari setiap kontrak yang diperkirakan mengandung unsur leasing.

Meskipun persyaratan ini hampir sama dengan GAAP yang berlaku, dampak dari tidak menerapkan persyaratan baru tersebut akan lebih signifikan karena sebagian besar leasing harus diakui pada neraca atau balance sheet di dalam standar akuntansi leasing yang baru.

Dampak Standar Akuntansi Leasing Baru bagi Lessee

Lessee atau penerima barang leasing kemungkinan akan paling terpengaruh oleh standar akuntansi leasing FASB yang baru.

Sementara peraturan lama mempertahankan pendekatan dua model untuk mengklasifikasikan transaksi leasing sebagai Operating Lease atau Finance Lease, sebagian besar transaksi leasing pada peraturan baru harus dicatat pada neraca atau balance sheet.

Khusus leasing jangka pendek dapat dikecualikan yaitu Lessee dapat mengadopsi kebijakan akuntansi untuk tidak mencatat transaksi leasing yang berjangka waktu 12 bulan atau kurang.

Pencatatan transaksi leasing harus diakui pembayarannya berdasarkan nilai sekarang (present value) untuk mengakui pembayaran hak atas penggunaan barang leasing. Nilai sekarang akan ditentukan berdasarkan tarif implisit atau Lessee’s Incremental Borrowing Rate.

Sementara Operating Lease dan Finance Lease dicatat di neraca, terdapat perbedaan pada metode pengakuan biayanya.

Operating Lease mensyaratkan biaya leasing harus diakui dengan metode penyusutan garis lurus selama masa sewa, sedangkan Finance Lease mensyaratkan Lessee untuk mengakui beban bunga dan biaya amortisasinya. Akibatnya, Lessee biasanya akan mencatat biaya yang lebih besar pada awal masa sewa untuk Finance Lease.

Dampak Standar Akuntansi Leasing Baru bagi Lessor

Lessor juga akan melihat efek potensial pada laporan keuangan dan pengungkapannya (disclosure). Yang paling penting, persyaratan pengakuan laba pada Lessor sesuai dengan persyaratan pengakuan pendapatan yang baru dari FASB dan kriteria klasifikasi leasing-nya juga sama terhadap Lessee.

Peraturan baru juga mensyaratkan Lessor untuk mengklasifikasikan leasing sebagai sales-type lease, direct financing lease, atau operating lease berdasarkan kriteria klasifikasi standar baru.

Dengan standar akuntansi leasing baru yang dijadwalkan berlaku untuk entitas atau perusahaan publik yang menerapkan pelaporan keuangan sesuai standar FASB pada akhir 2018.

Dalam standar ini, entitas atau perusahaan setidaknya harus mulai bersiap merencanakan mulai dari sekarang untuk menerapkan atau mengubah metode pencatatan dan kontrol internal transaksi leasing sesuai dengan panduan kebijakan akuntansi leasing yang baru.

Kesimpulan

Namun sampai saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai rencana perubahan metode akuntansi leasing yang baru pada Peraturan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) di Indonesia khususnya PSAK 30 mengenai aturan Sewa Guna Usaha.

Untuk masalah pencatatan dan pelaporan keuangan yang sesuai dengan PSAK, Jurnal bisa menjadi solusi. Jurnal adalah software akuntansi online yang menyediakan fitur-fitur akuntansi secara komprehensif yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

Dengan accounting software Indonesia milik Jurnal, Anda dapat membuat laporan keuangan tepercaya dan aman. Bukan hanya itu, Jurnal juga memiliki berbagai macam fitur yang memudahkan dalam pengelolaan bisnis, seperti aplikasi stok barang sederhana, pengelolaan aset, dan masih banyak lagi.

Kategori : Uncategorized @id

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo