Apa itu amortisasi? Jika berbicara mengenai amortisasi yang mengetahuinya mungkin hanya segelintir orang terutama mereka yang mengerti dalam bidang akuntansi. Karena itu untuk beberapa orang kata amortisasi ini belum banyak yang mengetahui. Sekarang sebelum membahas apa itu amortisasi, terlebih dahulu kita akan membahas seluk beluk dalam dunia akuntansi.

Akuntansi merupakan sebuah proses mencatat, meringkas, mengolah, mengklasifikasikan dan menyajikan data sebuah transaksi serta berbagai aktivitas yang terkait dengan keuangan maupun finansial. Adanya akuntansi juga tentu mempermudah seseorang dalam mengambil keputusan serta tujuan lain. 

Berbicara mengenai akuntansi sudah pasti akan berkaitan dengan perhitungan serta angka-angka dalam sebuah transaksi. Akuntansi dibutuhkan dalam setiap proses transaksi baik itu transaksi dalam usaha kecil maupun usaha besar. Adanya laporan akuntansi juga dapat digunakan sebagai bahan untuk mengambil sebuah langkah keputusan. Akuntansi juga memiliki sebuah fungsi dan tujuan, karenanya kita akan membahasnya satu per satu.

Tujuan dari Akuntansi

Secara umum akuntansi memiliki 3 tujuan. Ketiga tujuan tersebut masing-masing untuk mengumpulkan dan melaporkan keuangan, kinerja, posisi keuangan dan arus kas dalam sebuah perusahaan. Semua informasi yang didapatkan ini nantinya akan digunakan sebagai dasar dalam membuat keputusan ekonomi. Berikut 3 tujuan akuntansi diantaranya:

a. Tujuan Akuntansi Secara Umum

  • Memberikan informasi keuangan, baik itu yang berbentuk aktiva maupun passiva dalam sebuah perusahaan.
  • Menyediakan informasi mengenai perubahan pada berbagai sumber ekonomi sebuah perusahaan.
  • Memberikan informasi keuangan perusahaan untuk membantu dalam pembuatan estimasi potensi keuntungan perusahaan.
  • Memberikan informasi apabila ada perubahan pada berbagai sumber ekonomi perusahaan baik itu aset, modal maupun hutang.
  • Menyediakan informasi terkait laporan keuangan untuk membantu pengguna laporan tersebut.

b. Tujuan Akuntansi Secara Khusus

Akuntansi juga memiliki tujuan secara khusus yaitu menyediakan sebuah informasi dalam bentuk laporan yang memuat posisi keuangan, hasil usaha serta adanya perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar, namun tetap sesuai Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) atau Generally Accepted Accounting Principles (GAAP).

c. Tujuan Akuntansi Secara Kualitatif

Yang terakhir ada tujuan akuntansi secara kualitatif, di dalamnya meliputi beberapa hal berikut diantaranya:

  • Memberikan informasi yang sesuai
  • Menyampaikan sebuah informasi yang sudah teruji kebenarannya
  • Informasi yang diberikan dapat dipahami oleh setiap pihak yang memiliki wewenang menerimanya
  • Menyampaikan laporan keuangan untuk kepentingan semua pihak yang terkait dalam aktivitas perusahaan
  • Memberikan informasi transaksi yang real time
  • Informasi yang diberikan atau disampaikan sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) dan dapat diperbandingkan
  • Dalam menyampaikan laporan keuangan pun harus sesuai dan memenuhi standar

Fungsi dari Akuntansi

Setelah mengetahui tujuan dari adanya akuntansi, fungsi dari akuntansi juga perlu kamu ketahui. Mengapa akuntansi dibutuhkan dalam perusahaan dan apa saja sih fungsi dari akuntansi? Selengkapnya 7 fungsi dari akuntansi sebagai berikut:

a. Recording Report

Melakukan perekaman catatan transaksi secara sistematis adalah salah satu fungsi dari akuntansi. Rekam catatan inilah yang nanti dikirim kepada Account Ledger sampai pada akhirnya menyiapkan akun akhir untuk mengetahui profit and loss dari bisnis pada akhir periode akuntansi.

b. Melindungi Properti dan Aset

Untuk menghitung jumlah penyusutan aset dengan menggunakan sebuah skema atau metode yang tepat dan berlaku untuk aset tertentu. Semua disipasi tidak sah dari aset akan mengakibatkan jalannya bisnis tersebut mengalami penurunan akhirnya bangkrut. Karena itu, sistem akuntansi ini dirancang untuk melindungi properti dan aset bisnis dari pemakaian yang tidak sah.

c. Mengkomunikasikan Hasil

Yang ketiga untuk melakukan komunikasi terkait hasil dan transaksi yang dicatat oleh semua pihak yang tertarik melakukan bisnis dengan pihak lainnya, misalnya seorang karyawan, investor, kreditor dan sebagainya.

d. Meeting Legal

Selanjutnya akuntansi juga memiliki fungsi yang terkait dengan perancangan dan pengembangan sebuah sistem. Seperti contohnya sistem yang digunakan untuk melakukan pencatatan dan pelaporan hasil harus memenuhi persyaratan hukum. Sistem ini akan digunakan untuk mengaktifkan kepemilikan atau wewenang untuk mengajukan berbagai pernyataan, seperti pengembalian penjualan-pajak, pengembalian pendapatan pajak dan hal-hal lainnya yang sejenis.

e. Mengklasifikasikan

Fungsi yang ke 5 adalah sebagai klasifikasi yang berkaitan dengan analisis sistematis dari semua data yang tercatat. Adanya klasifikasi juga akan memudahkan pengelompokkan sebuah transaksi atau entri. Aktivitas klasifikasi ini lah yang disebut Ledger.

f. Membuat Ringkasan

Tujuan ke 6 dari akuntansi adalah melakukan ringkasan dalam penyajian data rahasia dengan penyampaian yang dapat dimengerti dan berguna bagi internal maupun eksternal pengguna akhir dari laporan tersebut. Ringkasan tersebut akan mengarah pada penyusunan laporan seperti:

  • Neraca saldo
  • Laporan laba rugi
  • Neraca

g. Analisis dan Menafsirkan

Dan yang terakhir adalah analisis dan melakukan penafsiran data keuangan. Data yang sudah diproses dan dianalisis kemudian akan diinterprestasikan dengan cara yang mudah dimengerti sehingga data tersebut dapat mendukung penilaian kondisi keuangan dari operasional perusahaan tersebut.

Hasil dari analisis juga dapat digunakan untuk persiapan rencana di masa depan dan framing dari kebijakan untuk pelaksanaan rencana tersebut.

Setelah memahami setiap tujuan dari akuntansi baru kita akan membahas apa itu amortisasi.

Apa Itu Amortisasi?

sebagian dari kalian mungkin banyak yang belum mengetahui apa itu amortisasi. Karenanya, amortisasi adalah sebuah prosedur dengan cara bertahap dapat mengurangi nilai biaya dan aset (aktiva yang tidak berwujud), dengan umur ekonomis yang terbatas melalui pembebanan secara berkala ke pendapatan.

Sebenarnya istilah amortisasi dalam akuntansi dapat diartikan sebagai sebuah pengalokasian biaya aktiva yang tak berwujud dan mengacu pada pengurangan kewajiban pembayaran pokok beserta bunga, secara lebih teratur dalam jumlah tertentu sampai pinjaman terbayar pada saat jatuh tempo.

Secara umum metode yang digunakan dalam amortisasi aset tidak berwujud menurut akuntansi ada dua jenis, yaitu metode garis lurus dan metode saldo menurun. Jika mengacu pada UU Nomor 17 Tahun 2000 mengenai perubahan ketiga atas UU Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, metode dan penilaian amortisasi aset tak berwujud dikelompokkan berdasarkan masa manfaatnya.

Kelompok Harta Tidak Berwujud Masa Manfaat Tarif Amortisasi
Garis Lurus Saldo Menurun
Kelompok 1 4 Tahun 25% 50%
Kelompok 2 8 Tahun 12,5% 25%
Kelompok 3 16 Tahun 6,25% 12,5%
Kelompok 4 20 Tahun 5% 10%

a. Metode Garis Lurus

Metode penyusutan garis lurus ini adalah sebuah metode pengalokasian pembebanan biaya, dimana total biaya yang dialokasikan setiap tahunnya sama. Dengan kata lain, metode garis lurus, nilai biaya penyusutan konstan setiap tahunnya, dari tahun perolehan sampai dengan tahun akhir masa manfaatnya.

b. Metode Saldo Menurun

Metode yang kedua adalah metode saldo menurun yaitu metode pengalokasian pembebanan biaya, dimana jumlah biaya yang dialokasikan akan semakin menurun setiap tahunnya seiring bertambahnya masa manfaat dan pada tahun dimana adalah akhir dari masa manfaat tersebut akan dilakukan penyusutan sekaligus atas nilai sisa buku yang ada.

Dalam metode saldo menurun, tahun perolehannya biaya penyusutan akan lebih besar dan pada tahun berikutnya biaya akan semakin mengecil.

Contoh Amortisasi

Untuk lebih mempermudah kamu memahami apa itu amortisasi kita akan buat contohnya di bawah ini:

  • Sebuah perusahaan memiliki pinjaman senilai Rp10 juta dan setiap tahunnya diangsur sebesar Rp1 juta, maka perusahaan tersebut dianggap telah mengamortisasi pinjaman senilai Rp1 juta setiap tahunnya.

Sekarang sudah lebih paham kan mengenai seluk beluk dalam akuntansi dan amortisasi? So, sekarang kamu dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dalam perusahaanmu.

Author