Dalam menjalankan sebuah bisnis, perusahaan harus memiliki rekening khusus untuk bisnis. Hal ini dapat membantu Anda memisahkan pengeluaran pribadi dan pengeluaran bisnis. Di mana, hal ini secara langsung dapat membantu Anda mengelola arus kas perusahaan dengan baik.

 

Perusahaan atau bisnis biasanya menyimpan uang di Bank untuk memudahkan proses transaksi, salah satunya transaksi pembelian barang  dari supplier, hingga pengeluaran beban dan biaya bisnis. Namun, terkadang kas dalam bank tidak sesuai dengan transaksi yang telah dicatat dalam transaksi bisnis. Inilah yang membuat perusahaan membutuhkan proses rekonsiliasi atau pencocokan.

 

Rekonsiliasi Menurut Ahli

a. Wibowo dan Abubakar Arif

Rekonsiliasi bank merupakan suatu laporan yang berisi saldo kas menurut perusahaan dengan saldo kas menurut bank disertai dengan penyebab perbedaan keduanya.

b. Haryono Jusup

Rekonsiliasi bank adalah proses untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya perbedaan antara catatan perusahaan dengan laporan bank dan menentukan jumlah saldo rekening giro yang sesungguhnya pada suatu saat tertentu.

c. Soemarsono S.R

Rekonsiliasi bank adalah apabila semua penerimaan uang langsung disetorkan dan semua pembayaran dilakukan dengan cek, maka akun kas perusahaan akan sama dengan akun yang dimiliki bank.

d. Munandar

Rekonsiliasi bank adalah kewajiban yang dilakukan perusahaan dalam mencara sebab-sebab ketidaksamaan antara saldo simpanan menurut laporan catatan bank dengan saldo yang dimiliki perusahaan.

 

Permasalahan yang Sering Terjadi saat Proses Rekonsiliasi

 

Proses rekonsiliasi ini dilakukan untuk mencocokkan laporan keuangan dari bank dengan catatan perusahaan. Namun, proses ini terjadi karena beberapa perbedaan seperti prosedur pencatatan, penerimaan, dan pengeluaran kas. Lalu apa saja perbedaan yang sering ditemukan akuntan dalam melakukan proses rekonsiliasi?

1. Perusahaan telah Melakukan Pencatatan, Tapi Bank Belum Mencatatnya

Dalam proses rekonsiliasi, terkadang Anda tidak dapat menemukan transaksi yang sama. Hal ini dapat terjadi karena transaksi tersebut belum dicatat bank karena beberapa alasan, misalnya setoran akhir bulan atau setoran maksimum jam 00.00 akan dicatat di hari esok. Untuk menemukan transaksi ini, Anda dapat membandingkan semua transaksi sesuai slip setoran dengan transaksi yang muncul pada laporan bank.

2. Cek yang Masih Beredar

Cek yang sudah dikeluarkan perusahaan dan telah dicatat perusahaan, manun belum disampaikan pada pihak pemegang cek atau bank belum melakukan pembayaran. Menemukan outstanding check ini dapat dilakukan dengan membandingkan seluruh cek yang telah dikeluarkan dengan cek yang telah diyangkan oleh bank yang muncul pada laporan bank. Dengan begitu, pihak bank harus mencatatnya sebagai pengeluaran jumlah saldo yang dimiliki perusahaan.

3. Bank telah Melakukan Pencatatan, Tapi Perusahaan Belum

Hal ini biasanya terjadi jika:

a. Inkaso dari Debitur

Adanya pelanggan yang membayar langsung ke rekening perusahaan. Dengan begitu, pihak bank akan memberitahukan transaksi tersebut melalui rekening koran, sehingga perusahaan akan mengetahui adanya perbedaan karena perusahaan belum melakukan pencatatan. Jika hal ini terjadi, perusahaan harus menambah catatan transaksinya sesuai dengan jumlah yang tercatat pada bank.

b. Jasa Giro Bank

Ini adalah balas jasa bank yang diberikan kepada perusahaan, di mana bank mendapatkan manfaat simpanan giro. Hal ini tidak akan diketahui oleh perusahaan sebelum menerima laporan bank. Jadi setelah perusahaan menerima laporan dari bank, perusahaan harus mencatat penambahan saldo di kas perusahaan sebesar jasa giro yang diberikan oleh bank.

c. Biaya Bank

Ini adalah biaya yang dibebankan bank kepada perusahaan atas jasa bank dalam melayani giro perusahaan. Dalam masalah ini, bank telah menambahkan giro, namun perusahaan belum melakukan pencatatan karena belum menerima laporan bank. Sehingga, perusahaan harus mencatat pengurangan saldo pada kas perusahaan senilai biaya bank.

d. Cek Kosong

Cek kosong adalah cek yang dananya tidak tersedia di dalam rekening giro karena ketidakcukupan dana. Ketika perusahaan menerima cek dari pelanggan maka perusahaan mencatatnya sebagai penerimaan kas dan disetorkan ke bank untuk menambah saldo rekening perusahaan. Namun, keesokan harinya pihak bank akan memberitahukan bahwa cek tersebut tidak bisa diuangkan karena tidak memiliki dana yang cukup. Dalam hal ini, perusahaan harus mengurangi penerimaan kas yang telah dicatat senilai cek kosong.

e. Kesalahan Pencatatan

Jika saat melakukan proses rekonsiliasi, Anda tidak menemukan kesalahan-kesalahan seperti di atas, kemungkinan kesalahan terjadi karena kesalahan pencatatan di buku perusahaan atau buku bank. Hal ini dapat menyebabkan penambahan atau pengurangan saldo di buku perusahaan atau buku bank. Namun apabila setelah dilakukan identifikasi tidak ditemukan penyebab perbedaan saldo, maka terdapat indikasi penggelapan kas.

 

Itulah beberapa kesalahan yang sering terjadi saat proses rekonsiliasi bank dalam akuntansi. Hal ini tentu dapat merepotkan dan menyita banyak waktu. Oleh karena itu, Jurnal hadir dengan berbagai fitur yang memudahkan dalam proses rekonsiliasi, salah satunya adalah Cash Link. Dengan menghubungkan rekening bank dengan Jurnal, Anda secara otomatis dapat melakukan proses rekonsiliasi dengan mudah dan cepat. Info lengkap mengenai fitur Cash Link dapat Anda temukan di sini dan lihat fitur Jurnal lainnya di sini.

Author