Orang pribadi biasanya akan lebih memilih untuk menyimpan uang di bank dengan rekening tabungan, namun badan usaha akan lebih senang menyimpan uangnya dengan membuka rekening giro. Giro merupakan salah satu produk simpanan bank, berupa simpanan dari perseorangan atau badan usaha yang penarikannya dapat dilakukan kapan saja dengan menggunakan cek dan bilyet giro.

 

Sedangkan cek adalah surat perintah kepada pihak bank untuk penarikan dana yang disimpan dalam jumlah tertentu kepada nama yang sudah ditunjuk. Sedangkan bilyet giro adalah surat perintah yang isinya pemindahbukuan dari nasabah untuk memindahkan sejumlah uang dari rekeningnya kepada rekening penerima yang namanya sudah disebut.

 

Apa Saja Jenis Rekening Giro?

Jenis rekening giro nasabah yang ada pada bank dibagi menjadi dua jenis, yaitu rekening giro perorangan dan rekening giro atas nama badan usaha.

a. Rekening Giro Perorangan

Rekening giro dengan atas nama pribadi (perorangan) dan usaha perorangan seperti toko, bengkel, restoran, dan sebagainya.

b. Rekening Giro Atas Nama Badan Usaha

Rekening giro yang dimiliki atas nama badan usaha contohnya rekening giro perusahaan, koperasi, yayasan, CV, persekutuan firma, dan sebagainya.

 

Pembukaan Rekening Giro

Untuk bisa memiliki rekening giro tidaklah sulit, syaratnya hampir sama dengan saat membuka rekening biasa yaitu dengan mengisi terlebih dahulu formulir pendaftaran pembukaan rekening giro. Berikut beberapa syarat untuk bisa memiliki rekening giro:

a. Fotokopi identitas diri bisa KTP/SIM/PASPOR yang masih berlaku.

b. Calon nasabah rekening giro diharuskan tidak tercantum dalam Daftar Hitam Bank Indonesia (DHBI).

c. Harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

d. Mengisi dan menandatangani formulir pengajuan giro.

e. Menyiapkan setoran awal sesuai dengan nominal yang sudah ditentukan.

f. Menyiapkan Anggaran Dasar/Akta Pendirian yang sudah disahkan (bagi badan usaha).

g. Memiliki Surat Izin Usaha Perdanganan (bagi badan usaha).

h. Memiliki Tanda Daftar Perusahaan (bagi badan usaha).

i. Surat pengesahan dari Menteri Kehakiman (bagi badan usaha).

j. Surat keterangan domisili (bagi badan usaha).

Perlu diketahui bahwa di setiap bank akan ada perbedaan syarat yang akan diminta, tetapi tidak akan jauh dari syarat-syarat yang sudah tertulis di atas.

 

Fungsi & Manfaat Rekening Giro

Manfaat yang utama dari giro dalam bidang akuntansi adalah kemudahan dalam penarikan keuangan sewaktu-waktu sehingga tidak mengganggu dalam kegiatan transaksi keuangan. Selain itu, dengan menggunakan rekening giro, Anda tidak perlu khawatir karena sudah tidak menggunakan uang tunai dengan jumlah yang besar. Berikut beberapa manfaat lain yang akan Anda dapatkan jika menyimpan uang yang Anda miliki dalam bentuk giro:

a. Uang dalam rekening giro akan lebih aman dari tindak kejahatan.

b. Kemudahan dalam melakukan pembayaran transaksi jual-beli dengan menggunakan cek dan bilyet giro.

c. Simpanan uang dalam bentuk giro dapat ditarik setiap waktu di saat jam kerja berlangsung.

d. Pemilik rekening giro sudah tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar, cukup membawa cek dan bilyet giro saja saat ingin melakukan pembayaran.

e. Dengan rekening giro tidak ada batasan limit transaksi, asalkan uang yang Anda miliki cukup untuk melakukan transaksi.

f. Proses administrasi giro dilakukan lebih baik karena dalam setiap bulan bagi nasabah yang memiliki rekening giro akan mendapatkan rekening koran.

Bagaimana? Apakah Anda sudah mengenal giro beserta manfaatnya? Jika sudah kini waktunya Anda untuk melakukan pembukuan keuangan yang sudah terjadi. Dengan pembukuan keuangan yang baik, Anda akan bisa mengetahui tentang posisi keuangan bisnis yang Anda miliki apakah sedang plus ataukah minus. Jurnal adalah software akuntansi online yang membantu Anda dalam melakukan pembukuan keuangan secara mudah, cepat, aman dan bersifat online. Daftarkan bisnis Anda sekarang juga dan nikmati free trial 14 hari untuk pengguna baru. Untuk info lebih lanjut silahkan klik di sini.