Mekari Jurnal
Daftar Isi
9 min read

Revenue Stream: Pengertian, Fungsi, Jenis, Contoh, Penerapan

Tayang 14 Aug 2023
Diperbarui 24 November 2023

Revenue stream merupakan salah satu elemen penting dalam menciptakan aliran pendapatan yang penting bagi operasional bisnis.

Dengan adanya sumber penghasilan yang produktif, perusahaan dapat mempertahankan produktivitas dan mencapai keuntungan bersama.

Revenue stream dapat berasal dari berbagai sumber tergantung sifat penerimaannya, apakah didapat secara langsung atau tidak langsung.

Simak selengkapnya mengenai sumber penghasilan perusahaan ini agar dapat mempertahankan bisnis tetap stabil dan tidak tergantung kepada satu sumber semata.

Apa Itu Revenue Stream?

Revenue stream adalah sebuah aliran pendapatan yang menjadi sumber penghasilan kas perusahaan. Biasanya, revenue stream sering dikaitkan dengan aliran dana atau pendapatan perusahaan.

Aliran sumber pendapatan ini tidak hanya melalui satu sumber saja, namun berasal dari dua jenis sumber pendapatan yang umum dibagi oleh perusahaan.

Sumber pendapatan langsung, seperti penjualan produk, layanan, dan jasa. Serta sumber pendapatan tidak langsung, seperti investasi, aset, franchise, dana hibah, dan hak lisensi.

Dalam konteks operasional perusahaan, revenue stream dapat menjadi salah satu indikator untuk melihat keberhasilan suatu bisnis.

Ini dapat meminimalisir terjadinya kerugian jika terjadi penurunan kondisi pasar atau faktor eksternal lain, seperti krisis ekonomi akibat bencana global (contohnya ketika terjadi pandemi Covid-19).

Oleh karena itu, dengan semakin banyaknya sumber aliran pendapatan suatu perusahaan, mengindikasikan semakin kokoh fondasi dasar keuntungan perusahaan dan semakin besar aliran dana yang masuk ke dalam kas.

Jenis-jenis Revenue Stream

Pembagian jenis dalam revenue stream terbagi menurut bagaimana cara memperoleh pendapatannya tersebut.

Saat ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu aliran pendapatan langsung dan aliran pendapatan yang sifatnya tidak langsung.

Aliran pendapatan langsung berasal dari aktivitas operasional perusahaan, seperti penjualan produk dan jasa.

Sedangkan aliran pendapatan tidak langsung, berasal dari pendapatan non-operasional atau aktivitas sampingan bisnis, seperti investasi, penyewaan aset, hingga dana hibah.

Pada sebagian besar entitas dalam berbagai sektor bisnis, sumber penghasilan perusahaan terbagi atas 4 sumber utama:

  • Pendapatan Penjualan: Aliran pendapatan yang umumnya menjadi inti operasional dalam bisnis. Biasanya, dua tipe penjualan berasal dari penjualan produk atau layanan jasa.
  • Pendapatan Bunga: Catatan pendapatan yang berasal dari bunga yang diperoleh dari investasi seperti surat utang dan termasuk pendapatan non-operasional.
  • Pendapatan Sewa: Aliran pendapatan yang diperoleh dari menyewakan aset tetap berwujud seperti bangunan, ruangan, atau peralatan.
  • Pendapatan Dividen: Pendapatan non-operasional yang berasal dari jumlah dividen yang dimiliki oleh pemegang saham perusahaan.

Contoh Revenue Stream

Kemudian, jika ingin diklasifikasikan secara lebih detail beserta contohnya, revenue stream atau sumber penghasilan perusahaan terbagi menjadi 7 sumber utama.

Mengutip dari Strategyzer, berikut pembagian dan contohnya:

  • Penjualan Aset: Pendapatan yang berasal dari penjualan hak kepemilikan atas produk berwujud fisik dan memiliki nilai ekonomi. Contohnya mobil atau properti.
  • Biaya Pemakaian: Arus pendapatan yang didapat melalui penggunaan layanan tertentu. Contohnya jumlah waktu ketika bertelepon, atau layanan pengiriman paket berdasarkan ukuran dan jarak lokasi.
  • Biaya Berlangganan: Pendapatan yang sifatnya berkelanjutan pada suatu layanan. Contohnya seperti menjadi member dalam sebuah fasilitas GYM, atau layanan fitur pengelolaan keuangan bulanan pada software akuntansi Mekari Jurnal.
  • Meminjamkan/Menyewa/Kontrak: Mendapatkan pemasukan dengan memberikan hak ekslusif penggunaan aset tertentu secara sementara hingga jangka waktu habis sesuai perjanjian.
  • Lisensi: Memberikan izin pada konsumen untuk menggunakan hak kekayaan intelektual yang dilindungi biaya lisensi. Seperti perusahaan yang ingin memanfaatkan hasil penemuan dari seorang pemegang hak ciptanya.
  • Biaya Broker: Pemasukan yang muncul jika menjadi perantara antara dua pihak yang sedang bertransaksi. Contohnya seperti bank yang mengambil sebagian presentase dari nilai transaksi antara toko penjual dan pembelinya.
  • Periklanan: Biasanya terjadi pada sektor industri media, namun, saat ini hampir semua industri mencari kesempatan untuk  mendapatkannya melalui pendapatan iklan.produk, layanan, atau merek tertentu.

Fungsi dan Manfaat Penting Revenue Stream dalam Bisnis

Berdasarkan penjelasan mengenai revenue stream sebelumnya, tidak kita pungkiri bahwa perannya cukup vital dalam mempertahankan operasional bisnis.

Hal itu dikarenakan sumber penghasilan perusahaan memegang peranan sebagai salah fondasi utama agar dapat terus berjalan mencapai tujuan bersama.

Masih terdapat beberapa fungsi lainnya dari keberadaan revenue stream. Mengutip dari Corporatefinanceinstitute, yaitu:

Sebagai Key Performance Indicator (KPI) Untuk Bisnis

Menganalisis kinerja perusahaan adalah salah satu tugas penting dalam manajemen perusahaan.

Salah satu yang dapat menjadi dasar analisa tersebut yaitu sumber penghasilan perusahaan.

Hasilnya akan terlihat melalui intrepretasi dalam angka pendapatan pada laporan keuangan dan mengidentifikasinya secara mendalam.

Melalui aliran pendapatan tersebut,  manajemen dapat mengetahui sumber mana yang manjanjikan untuk ditingkatkan melalui investasi anggaran belanja dan sumber mana yang kurang memberikan dampak dan diturunkan prioritasnya.

Baca Juga: Mengenal KPI (Key Performance Indicator) Perusahaan

Revenue Stream merupakan sumber penghasilan yang dimiliki oleh perusahaan

Memprediksi Performa Suatu Sumber Pendapatan dan Mengelolanya

Melihat dari jenis-jenis revenue stream yang banyak tentunya perusahaan membutuhkan arah dan gambaran mengenai sumber pendapatan mana yang cocok dan lebih menguntungkan perusahaan.

Perusahaan tentunya memiliki performa tinggi pada sumber pendapatan yang berbeda-beda tergantung bidang dan industri yang ditekuni.

Contohnya, software stok barang yang mendapatkan aliran pendapatan melalui biaya berlangganan bulanan.

Manajemen tentunya akan terus mengelola bagaimana caranya agar arus kas pada sumber ini berjalan tetap konsisten dan stabil.

Sebaliknya, aliran pendapatan yang bersifat seasonal cenderung fluktuatif, tidak menentu, dan sulit untuk diramalkan pada periode selanjutnya. Sehingga prioritasnya diturunkan atau akan tergantikan dengan aliran pendapatan dari sumber yang lain.

Oleh karena itu, memahami revenue stream dapat membantu manajemen dalam mendapatkan wawasan pola arus kas, perubahan tren, dan mengidentifikasi penyebab sumber penghasilan tidak efektif.

Menjadi Acuan Keputusan Calon Investor

Revenue stream dapat menjadi salah satu strategi untuk memberikan gambaran pengelolaan perusahaan yang produktif.

Adanya peningkatan aliran pendapatan bagi perusahaan tentunya meningkatkan peluang kesuksesan dalam menjalankan bisnis.

Kondisi itu yang membentuk rasa ketertarikan bagi calon investor untuk menanamkan dananya untuk membeli saham kepemikan perusahaan.

Adanya modal yang diberikan oleh investor tentunya menjadi tambahan aliran pendapatan tidak langsung bagi perusahaan.

Sehingga memperkokoh aliran kas perusahaan dan memanfaatkannya demi perkembangan perusahaan.

Baca Juga: Cara Mudah Investor Melihat dan Menilai Perusahaan Melalui Laporan Keuangan

Tantangan Pengelolaan Revenue Stream

Menciptakan banyak aliran pendapatan dan mempertahankan efektivitasnya merupakan impian bagi semua perusahaan.

Namun, mengapa pemilik bisnis (khususnya kecil dan menengah) masih membatasi sumber alirannya pada satu atau dua sumber saja?

Kondisi tersebut bisa jadi agar tidak menemui kendala atau masalah tambahan dari sumber yang baru. Adanya sumber aliran baru juga menambah biaya dan tenaga untuk mengelolanya.

Masih banyak tantangan lainnya yang mungkin dapat Anda temui ketika menambah atau mengelola revenue stream.

Menurut Forbes, biasanya tantangan yang pertama dihadapi oleh pemilik bisnis adalah merasa kewalahan dalam menentukan sumber pendapatan mana yang cocok bagi perusahaan.

Jika Anda sudah menetapkannya melalui perencanaan yang strategis, mungkin hal itu bukan menjadi sebuah tantangan. Namun, jika Anda melakukannya secara serampangan, tentunya dapat membuat Anda tidak dapat mengejar aliran pendapatan potensial yang tepat.

Selain itu, tantangan-tantangan lainnya seperti:

Perubahan Pasar dan Permintaan Pelanggan

Termasuk preferensi pelanggan, tren pasar, atau kondisi ekonomi yang dapat mempengaruhi permintaan terhadap produk atau layanan.

Jika tidak dapat menyesuaikan diri, arus pendapatan dapat terpengaruh secara negatif.

Tantangan dan tips mengelola revenue stream

Tantangan dalam Skalabilitas

Ketika perusahaan tumbuh, mengelola pertumbuhan arus pendapatan dan memastikan skala operasional dapat menjadi tantangan.

Sistem dan proses harus mendapatkan penyesuaian untuk mengatasi peningkatan permintaan.

Penyesuaian Model Bisnis

Mengubah model bisnis atau memperkenalkan arus pendapatan baru bisa menjadi rumit, kompleks, serta menghadirkan risiko baru.

Hal ini akan membuat manajemen dan staf perusahaan lain untuk beradaptasi terhadap perubahan ini, belum lagi pelanggan yang juga perlu melihat efek dari perubahan tersebut.

Keterbatasan Sumber Daya dan Inovasi Produk

Terkadang, perusahaan mungkin memiliki keterbatasan SDM, finansial, atau teknologi untuk mengelola arus pendapatan secara efektif.

Keterbatasan tersebut akan semakin parah jika tidak adanya inovasi terhadap produk atau layanan, yang berdampak pada kehilangan loyalitas dan menarik pelanggan baru.

Pembukuan dapat dilakukan lebih cepat, akurat. Software Mekari Jurnal mudah digunakan oleh siapapun, bahkan untuk pengguna tanpa background akuntansi.

Tips Mengelola Revenue Stream untuk Meningkatkan Pendapatan

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam mengelola revenue stream agar berjalan optimal bahkan dapat meningkatkan pendapatannya.

Beberapa di antaranya seperti:

Mengembangkan Kemitraan Strategis

Bermitra dengan perusahaan yang memiliki arah dan tujuan yang sama dapat membantu dalam meningkatkan efektivitas pendapatan revenue stream.

Adanya kemitraan ini dapat membantu pengelolaan, seperti menghubungkan produk atau layanan jasa ke pelanggan lebih optimal.

Berinovasi dengan Membuat Produk Dan Layanan Baru

Cara terbaik untuk menciptakan aliran pendapatan baru adalah dengan mengembangkan tambahan produk dan layanan baru jika memungkinkan.

Kembangkan sisi inovatif dan tawarkan produk atau layanan yang belum pernah Anda tawarkan sebelumnya.

Hal ini akan memberikan peluang dalam membentuk sumber pendapatan yang lebih produktif selain aliran pendapatan lainnya.

Kembangkan Strategi Pemasaran yang Efektif

Selain mengembangkan kemitraan dan berinovasi pada produk baru, Mengembangkan strategi pemasaran juga tidak kalah penting untuk diperhatikan.

Strategi pemasaran merupakan salah satu kunci yang penting dalam memperoleh dan mengelola revenue stream.

Saat menggunakan strategi pemasaran yang efektif, bisnis Anda dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan penjualan produk atau layanan.

Ada banyak strategi pemasaran yang dapat digunakan, seperti iklan di media sosial, email marketing, SEO, dan influencer marketing.

Namun, sebelum memilih strategi pemasaran yang tepat, Anda perlu memahami pasar dan pelanggan yang menjadi target Anda.

Mengikuti Tren Pasar

Memahami tren pasar juga merupakan kemampuan yang perlu Anda miliki, karena berkontribusi cukup besar dalam pengelolaan revenue stream.

Selain untuk membantu memilih strategi pemasaran, terkadang terdapat juga peluang aliran pendapatan dengan mengikuti perkembangan tren konsumen baru.

Misalnya, di masa pandemi, penjualan teknologi informasi dan atau layanan internet mengalami peningkatan yang sangat besar.

Dengan mengikuti tren pasar, bisnis dapat menyesuaikan upaya pemasaran dan lini produknya untuk memenuhi permintaan konsumen dan terus mempertahankan aliran pendapatan yang optimal setiap waktu.

Kesimpulan

Berdasarkan ulasan tersebut, dapat diketahui bahwa revenue stream berkontribusi sebagai aliran pendapatan yang menjadi sumber penghasilan kas bagi perusahaan.

Revenue Stream memiliki peran penting dalam mengukur kinerja dan keberhasilan bisnis, selain itu juga bertujuan untuk menstabilkan aktivitas perusahaan dalam setiap periode.

Maka dari itu, memahami bagaimana pengelolaan aliran sumber pendapatan sangat penting agar mencegah kejadian yang dapat merugikan perusahaan.

Jika tidak diperhatikan, maka bisa saja jika perusahaan itu sendiri akan menurunkan nilai ekonomisnya, bahkan dapat mengalami kebangkrutan.

Agar dapat mempermudah pengelolaan aliran sumber pendapatan perusahaan, Anda dapat menggunakan software akuntansi Mekari Jurnal.

Mekari Jurnal adalah software akuntansi berbasis cloud yang dapat membantu Anda mengetahui berapa aliran pendapatan perusahaan melalui pemantauan terhadap data keuangan secara komprehensif.

Pengelolaan arus keuangan juga semakin mudah karena terdapat fitur pembuatan laporan keuangan otomatis, hanya tinggal memasukkan data keuangan yang dibutuhkan.

Mekari Jurnal juga merupakan software akuntansi pilihan karena dapat membantu berbagai pengelolaan operasional lainnya seperti anggaran, perpajakan, stok barang, hingga manajamen invoice.

Untuk informasi selengkapnya, konsultasi selengkapnya pada ahli kami sekarang juga dengan klik tombol di bawah ini.

Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

Kategori : Bisnis
Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

 

Akses e-Book dengan gratis!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

 

Akses e-Book dengan gratis!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal