Dengan bermunculannya bisnis startup baru setiap harinya, tantangan utama yang dihadapi para pebisnis startup adalah suatu kompetisi antar bisnis. Semakin sulit bagi para pebisnis startup untuk bisa “menonjol” dari para kompetitor lain. Faktanya, sebagian besar bisnis startup gagal di tahun-tahun awal mereka karena keterbatasan dana anggaran, minim kompetensi, dan sumber daya. Untuk menghindari hal-hal tersebut, Anda sebagai pebisnis startup harus fokus kepada bagaimana bisnis Anda bekerja secara “cerdas”. Salah satunya, Anda bisa memanfaatkan strategi Pemasaran Influencer.

Untuk membuat bisnis startup berkembang, Anda perlu menarik, melibatkan, dan mengubah konsumen menjadi pelanggan setia. Dan salah satu cara terbaik untuk mendapatkan pelanggan baru adalah dengan memanfaatkan pemasaran influencer.

Influencer memiliki pasar atau audiens besar yang mempercayai mereka. Dan karenanya, mereka dapat berpotensi membuat publik atau konsumen mempercayai bisnis startup Anda. Bekerja sama dengan mereka akan mendorong hasil terbaik melalui kampanye pemasaran yang hemat biaya. Bahkan, Anda juga dapat meningkatkan tingkat konversi iklan Anda dengan menggunakan konten yang diberikan oleh Influencer.

Pemasaran jenis ini telah membantu banyak bisnis startup baru untuk mencapai dan melibatkan target konsumen atau pasar mereka secara efektif. Itulah mengapa para bisnis startup semakin banyak berfokus pada kolaborasi dengan mereka.

Pemasaran Influencer

Apa sebenarnya arti dari pemasaran influencer? Pada dasarnya, pemasaran ini adalah metode untuk mempromosikan dan menjual produk atau jasa bisnis Anda melalui orang-orang yang memiliki tingkat pengaruh yang tinggi pada kelompok atau pasar tertentu.

Melalui postingan di blog, social media, video YouTube, dan sarana komunikasi sosial lainnya, mereka dapat memasarkan konten tentang produk dan jasa bisnis Anda untuk dilihat dan diterima oleh calon pelanggan Anda. Bentuk konten yang diberikan oleh mereka sering dianggap lebih kredibel, disukai, dan otentik daripada bentuk media lainnya.

Dua Jenis Influencer

Terdapat dua jenis Influencer itu sendiri, yaitu Micro dan Macro Influencer. Penting untuk memahami perbedaan antara Micro Influencer dan Macro Influencer. Serta bagaimana masing-masing dari mereka akan menguntungkan bisnis startup Anda melalui kampanye pemasaran bisnis.

Perbedaan signifikan antara kedua jenis Influencer tersebut terletak pada jumlah masing-masing pengikut (followers) mereka. Seseorang bisa dikategorikan sebagai Micro Influencer jika mereka memiliki 1.000 sampai 100.000 pengikut. Sedangkan Macro Influencer memiliki pengikut lebih dari 100.000. Lalu, apa artinya hal tersebut bagi strategi pemasaran bisnis Anda?

Macro atau Micro Influencer?

Dalam hal jumlah like dan komentar khususnya di social media, akun dari Macro Influencer akan memiliki lebih banyak pengaruh daripada Micro Influencer. Dengan memanfaatkan akun yang memiliki pengaruh dan pengikut tinggi, bisnis Anda dapat menjangkau publik secara lebih luas. Namun, seringkali Macro Influencer akan membebankan biaya yang tidak murah untuk satu kampanye pemasaran. Bagi bisnis startup, bekerja sama dengan Macro Influencer sungguh kurang ideal.

Menurut hasil riset, karena basis pengikut yang lebih kecil dan kedekatannya dengan konsumen, tingkat keterlibatan rata-rata Micro Influencer sebenarnya sedikit lebih tinggi (2,75%) daripada tingkat keterlibatan rata-rata Macro Influencer (2,65%). Tidak hanya itu, Micro Influencer juga bisa menjangkau konsumen secara lebih efektif. Artinya, Anda juga dapat menargetkan kampanye pemasaran influencer berdasarkan kelompok usia, minat, dan bahkan lokasi.

Hasil riset juga menunjukkan bahwa Micro Influencer benar-benar bisa berpartisipasi dalam percakapan mengenai rekomendasi tentang apa yang harus dibeli kepada rata-rata pelanggan 22,2 kali lebih banyak setiap minggunya. Lebih detailnya, hasil riset juga menunjukkan bahwa 82% konsumen yang disurvei setuju bahwa mereka sangat mungkin mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh Micro Influencer. Banyak dari mereka membangun koneksi pribadi dengan pengikut mereka dan dianggap lebih relatable daripada apa yang dilakukan Macro Influencer.

Meskipun jangkauannya lebih kecil, bekerja sama dengan Micro Influencer juga dapat meningkatkan ROI bisnis startup Anda. Dengan biaya jasa yang lebih murah, Anda dapat berkolaborasi dengan lebih banyak Micro Influencer yang memiliki pasar berbeda-beda dengan jumlah biaya yang sama dengan menyewa satu Macro Influencer.

Konten yang Ditawarkan Oleh Influencer

Sekarang, Anda memiliki pengetahuan mengenai siapa Influencer yang akan Anda ajak untuk bekerja sama dengan bisnis startup Anda. Kemudian, jenis kampanye pemasaran seperti apa yang ingin Anda jalankan? Terkait dengan platform yang paling aktif dan memiliki pengaruh tertinggi, Anda perlu memutuskan konten apa yang ingin bisnis startup Anda rilis. Berikut beberapa konten rekomendasi yang bisa Anda “ulik” bagi strategi Pemasaran Influencer bisnis startup Anda:

  • Instagram

Bentuk kerja sama yang paling umum dengan Influencer yang menggunakan akun Instagram sebagai platform utama mereka adalah postingan yang disponsori (Sponsored Post). Tergantung dari masing-masing Influencer, mereka dapat menawarkan addon untuk memperkuat postingan mereka melalui Instagram Stories. Sebagai gantinya, mereka akan meminta imbalan jasa dalam bentuk uang tunai atau dalam bentuk produk yang bisnis Anda jual.  Anda dapat membuat negosiasi yang berbeda atau mengembangkan penawaran yang sama untuk setiap Influencer yang bekerja sama dengan Anda.

  • Blog

Para Blogger juga merupakan bagian dari populasi para Influencer. Manfaat menggunakan postingan di blog yang tersponsori adalah terkandungnya informasi yang lebih mendetail dan lebih relevan terhadap apa yang ingin konsumen/pembaca dapatkan. Seringkali, postingan konten di media sosial mungkin akan mendapatkan pengaruh tinggi secara langsung, namun itu hanya bersifat sementara. Selanjutnya postingan di media sosial akan tergantikan oleh feed baru setiap harinya. Sedangkan untuk postingan blog dapat dicari dan dapat diperbarui kapanpun.

  • Youtube

YouTube adalah platform lain di mana Anda dapat berkolaborasi dengan pembuat konten untuk mempromosikan produk atau layanan Anda. Namun, Anda mungkin harus membayar insentif lebih untuk konten yang dibuat oleh YouTuber daripada Blogger atau Influencer Instagram dengan jumlah pengikut yang sama. Sama dengan postingan blog, konten video di YouTube bisa diakses kapanpun tanpa perlu takut akan tertimpa unggahan baru dari Youtuber lain. Video di YouTube akan memanfaatkan salah satu fitur seperti AdSense, yang di mana para Youtuber akan mendapatkan imbalan berupa uang dari iklan dari bisnis Anda yang menempel di video unggahan mereka.

Menjalankan kampanye Pemasaran Influencer melalui kerja sama dengan Micro Influencer akan lebih menghemat anggaran bisnis startup Anda. Namun, Anda masih perlu memastikan bahwa menggunakan strategi pemasaran tersebut sebagai media pemasaran adalah cara terbaik untuk menjangkau pelanggan Anda. Terkait penghematan anggaran bisnis startup, Anda bisa dengan mudah mengontrol pengeluaran bisnis dengan Software Akuntansi.

Salah satu Software Akuntansi yang bisa menjadi opsi terbaik Anda adalah Jurnal. Jurnal dilengkapi dengan fitur Biaya atau Expense yang mempermudah Anda dalam mengelola serta mengendalikan pengeluaran bisnis. Anda dapat menjaga arus kas tetap stabil dan mengurangi risiko kegagalan bisnis. Berikut Guidebook singkat mengenai detail pencatatan biaya di Jurnal. Untuk informasi lebih lengkap mengenai produk Jurnal bisa Anda lihat di sini.