Masalah Akuntansi Umum & Solusi Praktis untuk Bisnis Masalah akuntansi dapat berdampak besar pada operasional dan pengambilan keputusan bisnis jika tidak ditangani dengan tepat. Akuntansi memegang peran vital dalam perusahaan karena menjadi dasar penyusunan strategi dan evaluasi kinerja. Kesalahan sekecil apa pun berpotensi menurunkan keakuratan data dan menyita waktu bisnis untuk perbaikan. Oleh karena itu, simak pembahasan lengkap mengenai masalah akuntansi dan solusi praktisnya untuk meningkatkan kinerja bisnis Anda. Masalah Akuntansi yang Umum Terjadi Manajemen akuntansi saat ini dihadapkan pada sejumlah masalah utama yang perlu diatasi untuk menjaga keberlanjutan operasi bisnis dan memastikan kepatuhan dengan peraturan. Beberapa masalah utama yang dihadapi dalam manajemen akuntansi meliputi: 1. Kompleksitas Peraturan Pajak Peraturan pajak seringkali sangat kompleks dan dapat berubah dari waktu ke waktu. Bisnis harus memahami dan mematuhi peraturan pajak yang berlaku di wilayah mereka beroperasi. Kesalahan dalam perhitungan atau pelaporan pajak dapat berdampak negatif pada keuangan perusahaan dan dapat mengakibatkan sanksi hukum. Oleh karena itu, manajemen akuntansi harus terus memantau perubahan peraturan dan memastikan kepatuhan penuh. Baca Juga: 6 Jenis Pajak yang Perlu Anda Ketahui dan Cara Mengelolanya 2. Pemrosesan Data yang Rumit Bisnis menghasilkan sejumlah besar data keuangan setiap hari, sehingga untuk mengelola dan memproses data ini dengan benar merupakan tugas yang rumit. Kesalahan dalam pemrosesan data keuangan dapat mengakibatkan kesalahan pelaporan keuangan yang dapat merugikan bisnis. Oleh karena itu, manajemen akuntansi perlu menginvestasikan dalam sistem yang canggih untuk pemrosesan data yang akurat dan efisien. 3. Risiko Keamanan Informasi Dengan meningkatnya penggunaan teknologi dalam akuntansi, risiko keamanan informasi menjadi masalah yang semakin penting. Data keuangan perusahaan sangat berharga dan menjadi target potensial bagi pelaku kejahatan siber. Manajemen akuntansi harus melindungi data keuangan dengan baik dan mengimplementasikan langkah-langkah keamanan informasi yang kuat untuk mencegah peretasan dan pencurian data. 4. Piutang Perusahaan Piutang terkadang sering dinomor duakan dalam mengelola keuangan pada perusahaan baru dan lebih berfokus dalam menyusun strategi untuk meningkatkan pendapatan langsung. Padahal, dengan meneliti catatan piutang bisnis dapat membantu untuk mengatasi permasalahan arus kas yang terjadi. Piutang sendiri terjadi karena adanya penundaan pembayaran pelanggan setelah barang atau jasa telah mereka terima. 5. Ingin Mencoba Mengerjakan Semuanya Sendiri Sebagai perusahaan rintisan atau baru terbentuk, tentunya strategi pertama yang muncul pertama kali adalah melakukan penghematan pengeluaran. Oleh karenanya, pemilik bisnis akan mencoba untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan sendirian mulai dari menyusun anggaran, mencatat transaksi, mengelola arus kas, urusan perpajakan, dan lain sebagainya. Seiring berjalannya waktu, tugas-tugas itu tentunya akan semakin berat untuk dijalani secara sendiri karena bebannya yang semakin besar. Masalah Akuntansi yang Paling Krusial Selain sering menghadapi masalah utama akuntansi yang sering terjadi, Anda juga harus mulai mengatasi berbagai masalah kritis yang sering dihadapi oleh para praktisi akuntansi. Beberapa di antaranya adalah: 1. Audit yang Ketat Para auditor sering menghadapi tekanan untuk melakukan audit yang ketat, akurat, dan independen. Ketidakmampuan untuk melakukan audit yang memadai dapat mengakibatkan sanksi hukum dan reputasi yang rusak. 2. Kesalahan Manusia dalam Pencatatan Keuangan Kesalahan manusia dalam pencatatan keuangan dapat mengganggu akurasi laporan keuangan. Kesalahan ini dapat berasal dari ketidakhati-hatian, kurangnya pelatihan, atau kurangnya kontrol internal yang memadai. Beberapa di antaranya seperti kesalahan menghitung atau salah dalam memasukkan data. 3. Teknologi yang Berkembang Pesat Kemajuan teknologi dalam akuntansi, seperti otomatisasi dan analisis data, dapat menciptakan tantangan baru. Praktisi harus dapat beradaptasi agar fungsionalnya dapat terus terjaga atau nantinya akan digantikan oleh teknologi dengan tingkat produktivitas yang lebih tinggi. Profesional akuntansi juga harus belajar untuk beradaptasi dengan teknologi baru dan memastikan bahwa data yang digunakan dalam proses akuntansi tetap aman. 4. Kepatuhan Pajak Para akuntan pajak harus memahami peraturan pajak yang kompleks dan berubah-ubah. Kesalahan dalam pelaporan pajak dapat berakibat pada denda dan sanksi. 5. Manajemen Risiko Keuangan Profesional akuntansi seringkali harus membantu bisnis dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko keuangan. Hal ini melibatkan analisis yang cermat dan perencanaan strategis. 6. Keterbatasan Waktu dan Tekanan Deadline Para profesional akuntansi seringkali dihadapkan pada tekanan waktu dan batasan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan mereka, terutama selama periode pelaporan keuangan. 7. Etika Profesional Akuntan dihadapkan pada situasi etis, seperti konflik kepentingan atau tekanan untuk melakukan praktik-praktik yang tidak etis. Mematuhi kode etik akuntan profesional adalah tugas yang penting bagi para akuntan, sehingga dapat menjauhi tindakan yang merugikan seperti manipulasi atau menggunakan uang untuk kebutuhan pribadi. 8. Penerapan Penyajian Laporan Keuangan Permasalahan terakhir yang mungkin akuntan sering hadapi adalah masalah penerapan sistem akuntansi. Masalah ini biasanya muncul pada perusahaan induk yang memiliki anak perusahaan dalam membuat laporan keuangan konsolidasi. Hal ini dapat terjadi jika standar penyusunan laporan keuangan yang diimplementasi saling berbeda, menyebabkan perbedaan isi informasi keuangan yang ingin disampaikan nantinya. Baca Juga: Akuntansi Auditing: Pengertian, Manfaat, Tujuan, Kegiatan Solusi Software untuk Masalah Akuntansi Untuk mengatasi berbagai masalah akuntansi ini, kolaborasi yang erat antara tim keuangan, departemen pajak, dan profesional keuangan adalah kunci dalam menangani masalah-masalah tersebut. Pihak manajemen akuntansi juga perlu memperbarui pengetahuan tentang peraturan, mengimplementasikan praktik terbaik dan mengadopsi teknologi yang canggih dalam manajemen keuangan dan akuntansi. Mengutip dari report mengenai “2023 State of Accounting & Finance Software Adoption Report” yang dipublikasikan oleh Capterra, 73% praktisi keuangan berencana untuk berinvestasi lebih pada software akuntansi keuangan. Perusahaan keuangan mulai menerapkan software akuntansi dalam aktivitas bisnisnya karena berbagai faktor dalam pengelolaan akuntansi. Tiga faktor terbesar perusahaan tertarik dengan software akuntansi: 61% responden memilih software akuntansi karena memiliki sistem keamanan siber yang tinggi, sehingga dapat menghindari kerugian akibat kebocoran data. 46% responden tertarik pada sistem otomasi keuangan yang membantu menyederhanakan pekerjaan, menghemat biaya, dan mengurangi human error. Selain itu, laporan KPMG menunjukkan 90% responden setuju menggunakan software akuntansi karena fitur automasi. 42% responden tertarik pada teknologi berbasis artificial intelligence (AI) dan machine learning untuk membantu analisis serta penyusunan strategi yang lebih tepat. Masih dari laporan yang sama, sejak pandemi terjadi peningkatan adopsi software akuntansi dan keuangan sebesar 50%, dari sebelumnya hanya 24%. Kelola Bisnis Tanpa Batas dengan Berbagai Fitur Unggulan dari Mekari Jurnal Mekari Jurnal, Solusi Masalah Akuntansi Mekari Jurnal adalah software akuntansi yang digunakan oleh puluhan ribu bisnis, mulai dari startup hingga perusahaan enterprise. Sebagai sistem pencatatan dan pengelolaan transaksi keuangan, Mekari Jurnal membantu perusahaan mengatasi masalah akuntansi secara menyeluruh. Didukung antarmuka yang intuitif, integrasi dengan lebih dari 70 software dan ekosistem Mekari, serta fitur lengkap untuk berbagai industri seperti manufaktur, ritel, F&B, jasa, hingga online shop. Cara Mekari Jurnal Menyelesaikan Masalah Akuntansi Lalu, bagaimana Mekari Jurnal dapat membantu Anda dalam menyelesaikan berbagai masalah akuntansi yang sedang Anda hadapi? 1. Mengatasi arus keluar-masuk keuangan perusahaan dengan menyusun anggaran biaya berdasarkan pengeluaran di periode sebelumnya dan memantaunya secara rutin melalui fitur Biaya dan Anggaran. 2. Membantu dalam mencatat berbagai transaksi pemasukan maupun pengeluaran perusahaan secara otomatis melalui fitur Pembukuan dengan cepat dan akurat. 3. Mengurus perpajakan akan semakin mudah berkat sistem Mekari Jurnal yang sudah terintegrasi dengan aplikasi perpajakan mitra resmi DJP Klikpajak. Dengan fitur ini Anda dapat menyelesaikan berbagai kebutuhan pajak dengan hanya satu klik saja. 4. Mekari Jurnal juga sudah terintegrasi dengan teknologi AI di mana dapat melakukan analisa keuangan berbasis AI agar untuk membuat keputusan dan menyusun strategi yang lebih tepat. 5. Piutang perusahaan dapat terkelola secara lebih mudah berkat fitur invoice & faktur yang dapat memudahkan proses pemantauan secara realtime dan opsi pengiriman secara otomatis jika mendekati tenggat waktu. 6. Risiko kerusakan, kehilangan, atau dead stock pada persediaan barang akan berkurang bahkan menghilang berkat fitur manajemen inventaris Mekari Jurnal. Selain itu, proses stock opname juga akan semakin mudah dan cepat untuk dilaksanakan. 7. Memperlancar proses audit keuangan karena informasi yang tercantum dalam laporan keuangan lebih akurat. Selain itu, terdapat 30+ template berbagai jenis laporan untuk memenuhi kelengkapan dokumen untuk audit. Jika Anda ingin melihat lebih lanjut mengenai bagaimana penerapannya dalam situasi nyata, simak artikel-artikel berikut yang mungkin dapat membantu Anda dapat melihat gambaran prosesnya. Studi Kasus Penggunaan Mekari Jurnal dalam Bisnis Manufaktur Studi Kasus Penggunaan Mekari Jurnal dalam Perusahaan Jasa Studi Kasus Penggunaan Mekari Jurnal dalam Perusahaan Retail Manajemen Inventaris, Kunci Bagi BARDI Smarthome untuk Terus Bertumbuh Automasi Accounting Bantu Eatlah Capai Visi Perusahaan Kopi Chuseyo Optimalkan Pengelolaan Cabang dengan Mekari Jurnal Dengan masalah akuntansi Anda yang sudah teratasi dengan baik, bisnis-pun akan semakin berkembang dan dapat mencapai target keuntungan penjualan sesuai target. Maka dari itu, jadilah bagian dari Mekari Jurnal sekarang juga dengan mendaftarkan bisnis atau perusahaan Anda atau dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan tim kami sekarang juga! Dapatkan free trial bagi pendaftar pertama! Semoga artikel ini bermanfaat! Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang! atau Konsultasi dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! Simak infografis yang menjabarkan masalah akuntansi secara lebih ringkas dalam infografis berikut: Kategori : Akuntansi Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Masalah Akuntansi Umum & Solusi Praktis untuk Bisnis Masalah akuntansi dapat berdampak besar pada operasional dan pengambilan keputusan bisnis jika tidak ditangani dengan tepat. Akuntansi memegang peran vital dalam perusahaan karena menjadi dasar penyusunan strategi dan evaluasi kinerja. Kesalahan sekecil apa pun berpotensi menurunkan keakuratan data dan menyita waktu bisnis untuk perbaikan. Oleh karena itu, simak pembahasan lengkap mengenai masalah akuntansi dan solusi praktisnya untuk meningkatkan kinerja bisnis Anda. Masalah Akuntansi yang Umum Terjadi Manajemen akuntansi saat ini dihadapkan pada sejumlah masalah utama yang perlu diatasi untuk menjaga keberlanjutan operasi bisnis dan memastikan kepatuhan dengan peraturan. Beberapa masalah utama yang dihadapi dalam manajemen akuntansi meliputi: 1. Kompleksitas Peraturan Pajak Peraturan pajak seringkali sangat kompleks dan dapat berubah dari waktu ke waktu. Bisnis harus memahami dan mematuhi peraturan pajak yang berlaku di wilayah mereka beroperasi. Kesalahan dalam perhitungan atau pelaporan pajak dapat berdampak negatif pada keuangan perusahaan dan dapat mengakibatkan sanksi hukum. Oleh karena itu, manajemen akuntansi harus terus memantau perubahan peraturan dan memastikan kepatuhan penuh. Baca Juga: 6 Jenis Pajak yang Perlu Anda Ketahui dan Cara Mengelolanya 2. Pemrosesan Data yang Rumit Bisnis menghasilkan sejumlah besar data keuangan setiap hari, sehingga untuk mengelola dan memproses data ini dengan benar merupakan tugas yang rumit. Kesalahan dalam pemrosesan data keuangan dapat mengakibatkan kesalahan pelaporan keuangan yang dapat merugikan bisnis. Oleh karena itu, manajemen akuntansi perlu menginvestasikan dalam sistem yang canggih untuk pemrosesan data yang akurat dan efisien. 3. Risiko Keamanan Informasi Dengan meningkatnya penggunaan teknologi dalam akuntansi, risiko keamanan informasi menjadi masalah yang semakin penting. Data keuangan perusahaan sangat berharga dan menjadi target potensial bagi pelaku kejahatan siber. Manajemen akuntansi harus melindungi data keuangan dengan baik dan mengimplementasikan langkah-langkah keamanan informasi yang kuat untuk mencegah peretasan dan pencurian data. 4. Piutang Perusahaan Piutang terkadang sering dinomor duakan dalam mengelola keuangan pada perusahaan baru dan lebih berfokus dalam menyusun strategi untuk meningkatkan pendapatan langsung. Padahal, dengan meneliti catatan piutang bisnis dapat membantu untuk mengatasi permasalahan arus kas yang terjadi. Piutang sendiri terjadi karena adanya penundaan pembayaran pelanggan setelah barang atau jasa telah mereka terima. 5. Ingin Mencoba Mengerjakan Semuanya Sendiri Sebagai perusahaan rintisan atau baru terbentuk, tentunya strategi pertama yang muncul pertama kali adalah melakukan penghematan pengeluaran. Oleh karenanya, pemilik bisnis akan mencoba untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan sendirian mulai dari menyusun anggaran, mencatat transaksi, mengelola arus kas, urusan perpajakan, dan lain sebagainya. Seiring berjalannya waktu, tugas-tugas itu tentunya akan semakin berat untuk dijalani secara sendiri karena bebannya yang semakin besar. Masalah Akuntansi yang Paling Krusial Selain sering menghadapi masalah utama akuntansi yang sering terjadi, Anda juga harus mulai mengatasi berbagai masalah kritis yang sering dihadapi oleh para praktisi akuntansi. Beberapa di antaranya adalah: 1. Audit yang Ketat Para auditor sering menghadapi tekanan untuk melakukan audit yang ketat, akurat, dan independen. Ketidakmampuan untuk melakukan audit yang memadai dapat mengakibatkan sanksi hukum dan reputasi yang rusak. 2. Kesalahan Manusia dalam Pencatatan Keuangan Kesalahan manusia dalam pencatatan keuangan dapat mengganggu akurasi laporan keuangan. Kesalahan ini dapat berasal dari ketidakhati-hatian, kurangnya pelatihan, atau kurangnya kontrol internal yang memadai. Beberapa di antaranya seperti kesalahan menghitung atau salah dalam memasukkan data. 3. Teknologi yang Berkembang Pesat Kemajuan teknologi dalam akuntansi, seperti otomatisasi dan analisis data, dapat menciptakan tantangan baru. Praktisi harus dapat beradaptasi agar fungsionalnya dapat terus terjaga atau nantinya akan digantikan oleh teknologi dengan tingkat produktivitas yang lebih tinggi. Profesional akuntansi juga harus belajar untuk beradaptasi dengan teknologi baru dan memastikan bahwa data yang digunakan dalam proses akuntansi tetap aman. 4. Kepatuhan Pajak Para akuntan pajak harus memahami peraturan pajak yang kompleks dan berubah-ubah. Kesalahan dalam pelaporan pajak dapat berakibat pada denda dan sanksi. 5. Manajemen Risiko Keuangan Profesional akuntansi seringkali harus membantu bisnis dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko keuangan. Hal ini melibatkan analisis yang cermat dan perencanaan strategis. 6. Keterbatasan Waktu dan Tekanan Deadline Para profesional akuntansi seringkali dihadapkan pada tekanan waktu dan batasan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan mereka, terutama selama periode pelaporan keuangan. 7. Etika Profesional Akuntan dihadapkan pada situasi etis, seperti konflik kepentingan atau tekanan untuk melakukan praktik-praktik yang tidak etis. Mematuhi kode etik akuntan profesional adalah tugas yang penting bagi para akuntan, sehingga dapat menjauhi tindakan yang merugikan seperti manipulasi atau menggunakan uang untuk kebutuhan pribadi. 8. Penerapan Penyajian Laporan Keuangan Permasalahan terakhir yang mungkin akuntan sering hadapi adalah masalah penerapan sistem akuntansi. Masalah ini biasanya muncul pada perusahaan induk yang memiliki anak perusahaan dalam membuat laporan keuangan konsolidasi. Hal ini dapat terjadi jika standar penyusunan laporan keuangan yang diimplementasi saling berbeda, menyebabkan perbedaan isi informasi keuangan yang ingin disampaikan nantinya. Baca Juga: Akuntansi Auditing: Pengertian, Manfaat, Tujuan, Kegiatan Solusi Software untuk Masalah Akuntansi Untuk mengatasi berbagai masalah akuntansi ini, kolaborasi yang erat antara tim keuangan, departemen pajak, dan profesional keuangan adalah kunci dalam menangani masalah-masalah tersebut. Pihak manajemen akuntansi juga perlu memperbarui pengetahuan tentang peraturan, mengimplementasikan praktik terbaik dan mengadopsi teknologi yang canggih dalam manajemen keuangan dan akuntansi. Mengutip dari report mengenai “2023 State of Accounting & Finance Software Adoption Report” yang dipublikasikan oleh Capterra, 73% praktisi keuangan berencana untuk berinvestasi lebih pada software akuntansi keuangan. Perusahaan keuangan mulai menerapkan software akuntansi dalam aktivitas bisnisnya karena berbagai faktor dalam pengelolaan akuntansi. Tiga faktor terbesar perusahaan tertarik dengan software akuntansi: 61% responden memilih software akuntansi karena memiliki sistem keamanan siber yang tinggi, sehingga dapat menghindari kerugian akibat kebocoran data. 46% responden tertarik pada sistem otomasi keuangan yang membantu menyederhanakan pekerjaan, menghemat biaya, dan mengurangi human error. Selain itu, laporan KPMG menunjukkan 90% responden setuju menggunakan software akuntansi karena fitur automasi. 42% responden tertarik pada teknologi berbasis artificial intelligence (AI) dan machine learning untuk membantu analisis serta penyusunan strategi yang lebih tepat. Masih dari laporan yang sama, sejak pandemi terjadi peningkatan adopsi software akuntansi dan keuangan sebesar 50%, dari sebelumnya hanya 24%. Kelola Bisnis Tanpa Batas dengan Berbagai Fitur Unggulan dari Mekari Jurnal Mekari Jurnal, Solusi Masalah Akuntansi Mekari Jurnal adalah software akuntansi yang digunakan oleh puluhan ribu bisnis, mulai dari startup hingga perusahaan enterprise. Sebagai sistem pencatatan dan pengelolaan transaksi keuangan, Mekari Jurnal membantu perusahaan mengatasi masalah akuntansi secara menyeluruh. Didukung antarmuka yang intuitif, integrasi dengan lebih dari 70 software dan ekosistem Mekari, serta fitur lengkap untuk berbagai industri seperti manufaktur, ritel, F&B, jasa, hingga online shop. Cara Mekari Jurnal Menyelesaikan Masalah Akuntansi Lalu, bagaimana Mekari Jurnal dapat membantu Anda dalam menyelesaikan berbagai masalah akuntansi yang sedang Anda hadapi? 1. Mengatasi arus keluar-masuk keuangan perusahaan dengan menyusun anggaran biaya berdasarkan pengeluaran di periode sebelumnya dan memantaunya secara rutin melalui fitur Biaya dan Anggaran. 2. Membantu dalam mencatat berbagai transaksi pemasukan maupun pengeluaran perusahaan secara otomatis melalui fitur Pembukuan dengan cepat dan akurat. 3. Mengurus perpajakan akan semakin mudah berkat sistem Mekari Jurnal yang sudah terintegrasi dengan aplikasi perpajakan mitra resmi DJP Klikpajak. Dengan fitur ini Anda dapat menyelesaikan berbagai kebutuhan pajak dengan hanya satu klik saja. 4. Mekari Jurnal juga sudah terintegrasi dengan teknologi AI di mana dapat melakukan analisa keuangan berbasis AI agar untuk membuat keputusan dan menyusun strategi yang lebih tepat. 5. Piutang perusahaan dapat terkelola secara lebih mudah berkat fitur invoice & faktur yang dapat memudahkan proses pemantauan secara realtime dan opsi pengiriman secara otomatis jika mendekati tenggat waktu. 6. Risiko kerusakan, kehilangan, atau dead stock pada persediaan barang akan berkurang bahkan menghilang berkat fitur manajemen inventaris Mekari Jurnal. Selain itu, proses stock opname juga akan semakin mudah dan cepat untuk dilaksanakan. 7. Memperlancar proses audit keuangan karena informasi yang tercantum dalam laporan keuangan lebih akurat. Selain itu, terdapat 30+ template berbagai jenis laporan untuk memenuhi kelengkapan dokumen untuk audit. Jika Anda ingin melihat lebih lanjut mengenai bagaimana penerapannya dalam situasi nyata, simak artikel-artikel berikut yang mungkin dapat membantu Anda dapat melihat gambaran prosesnya. Studi Kasus Penggunaan Mekari Jurnal dalam Bisnis Manufaktur Studi Kasus Penggunaan Mekari Jurnal dalam Perusahaan Jasa Studi Kasus Penggunaan Mekari Jurnal dalam Perusahaan Retail Manajemen Inventaris, Kunci Bagi BARDI Smarthome untuk Terus Bertumbuh Automasi Accounting Bantu Eatlah Capai Visi Perusahaan Kopi Chuseyo Optimalkan Pengelolaan Cabang dengan Mekari Jurnal Dengan masalah akuntansi Anda yang sudah teratasi dengan baik, bisnis-pun akan semakin berkembang dan dapat mencapai target keuntungan penjualan sesuai target. Maka dari itu, jadilah bagian dari Mekari Jurnal sekarang juga dengan mendaftarkan bisnis atau perusahaan Anda atau dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan tim kami sekarang juga! Dapatkan free trial bagi pendaftar pertama! Semoga artikel ini bermanfaat! Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang! atau Konsultasi dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! Simak infografis yang menjabarkan masalah akuntansi secara lebih ringkas dalam infografis berikut: