Perusahaan retail atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan usaha eceran merupakan sistem pemasaran atau penjualan produk di mana transaksi penjualannya dilakukan langsung ke konsumen. Dalam dunia bisnis, usaha retail ini disebut sebagai Business to Consumen (B2C). Jadi konsumen merupakan pihak akhir yang memperoleh barang dagangan dan tidak dijual kembali. Dalam prakteknya, pengusaha atau pengecer akan membeli produk kepada produsen dan kemudian menjual kembali dalam jumlah kecil atau eceran ke konsumen. Karenanya, usaha atau bisnis dapat dilakukan oleh pengusaha yang memiliki modal besar maupun kecil. Sebagai contohnya, usaha retail untuk skala kecil yakni warung kelontong , usaha kecil dan menengah (UKM), dan lainnya.

Meskipun kegiatan usahanya simpel, hanya membeli dan menjual nya kembali, bukan berarti usaha retail tidak memiliki masalah ya. Berikut merupakan contoh studi kasus perusahaan retail.

Permasalahan Usaha Retail

Ibu Ani merupakan seorang pengusaha retail di Kudus dengan nama toko nya ‘Toko Kita’. Ibu Ani sudah menjalankan usaha retail selama lima tahun. Di tahun awal-awal usahanya, Bu Ani tidak mengalami masalah hingga Toko Kita pun menjadi semakin ramai dari hari ke hari. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai bingung dengan kondisi keuangan usaha retailnya tersebut. Banyaknya pengunjung yang datang ternyata membuat kondisi keuangan usahanya tidak jelas. Padahal dia mengetahui bahwa kondisi keuangan merupakan salah satu kunci penting dalam kelangsungan usahanya. Setelah mencari tahu penyebab masalahnya dan berkonsultasi dengan saudaranya yang memiliki banyak pengalaman di dunia bisnis. Akhirnya, disimpulkan bahwa masalahnya disebabkan karena pencatatan transaksi keuangan yang tidak baik. Selama ini, Toko Kita mencatat transaksi keuangan yang terjadi masih secara konvensional. Sehingga ada banyak transaksi yang belum dicatat atau adanya pencatatan yang double.

Setelah mengetahui akar permasalahannya, Bu Ani segera mencari solusi dan memutuskan untuk mengelola transaksi keuangan Toko Kita dengan menggunakan software akuntansi Jurnal. Pemilihan Jurnal sebagai software akuntansi untuk mengelola transaksi keuangannya pun melalui berbagai macam pertimbangan.

Jurnal merupakan salah satu software akuntansi online yang dapat membantu mengelola keuangan dan melakukan proses akuntansi mulai dari pembuatan pembukuan sampai laporan keuangan. Untuk mendukung pengelolaan keuangan bisnis, Jurnal menyediakan berbagai macam fitur keuangan seperti penjualan, pembelian, mencetak faktur, pencatatan persediaan dan laporan keuangan secara mudah, cepat, aman dan terotomatis. Jurnal memiliki sistem yang terintegrasi dan juga standar keamanan yang telah tersertifikasi ISO/IEC 27001 sehingga aman untuk digunakan dalam pengelolaan keuangan semua jenis perusahaan.

Studi Kasus Perusahaan Retail dengan Jurnal

Jika dirangkum, permasalahan Toko Kita milik Bu Ani yaitu sistem pencatatan yang masih konvensional membuat pencatatan tidak terproses secara otomatis. Karenanya ia perlu menggunakan Jurnal sehingga pencatatan transaksi akan ter proses secara otomatis sampai menjadi laporan keuangan.

Untuk memudahkan memahaminya, berikut akan disajikan transaksi Toko Kita milik Bu Ani selama satu bulan yakni bulan Maret 2018.

  1. Tanggal 1 Maret 2018, Toko Kita mendapatkan uang dari transaksi penjualannya sebesar Rp5.000.000,00
  2. Tanggal 2 Maret 2018, dibayar uang sejumlah Rp2.500.000,00 untuk membayar gaji karyawan nya.
  3. Tanggal 5 Maret 2018 membeli produk atau barang dagangan kepada PT Pikachu sebesar Rp5.000.000,00
  4. Tanggal 10 Januari 2018 menerima pendapatan dari penjualan tunai sebesar Rp1.000.000,00
  5. Tanggal 15 Januari 2018 membayar biaya listrik sebesar Rp100.000,00
  6. Tanggal 17 Maret 2018, Toko Kita mendapatkan uang dari transaksi penjualannya sebesar Rp5.000.000,00
  7. Tanggal 20 Maret 2018, membeli perlengkapan sebesar Rp2.000.000,00
  8. Tanggal 21 Maret 2018 membeli produk kembali kepada PT Kamila sebesar Rp7.000.000,00
  9. Tanggal 24 Januari 2018 membuat laporan keuangan karena Bu Ani ingin mengetahui kondisi keuangan nya.

Langkah 1: Mendaftarkan usaha retail Toko Kita di Jurnal

  • Untuk mendaftar, pertama buka my.jurnal.id/id/users/signup pada browser Chrome atau Firefox di komputer, tablet atau smartphone Anda;
  • Masukan data diri Anda sesuai yang tertera pada form seperti nama, email, telepon dan kata sandi (password minimal 8 digit).
  • Centang I’m not a robot.

  • Kemudian, klik tombol “Daftarkan Akun Baru”. Anda akan melihat tampilan sebagai berikut.

Langkah 2: Menambah daftar akun

Cara membuat Akun baru pada Jurnal secara manual:

  • Klik menu Daftar Akun.
  • Klik tombol “+Buat Akun Baru”.
  • Isikan nama-nama akun di atas.
  • Pilih kategori sesuai dengan akun yang akan dibuat.
  • Klik “Buat Akun”.

Selain cara manual, Jurnal  juga memiliki cara lain untuk menambahkan Daftar Akun yaitu dengan mengimport akun yang sudah dibuat di luar aplikasi Jurnal dengan template yang juga sudah disediakan oleh Jurnal. Anda bisa melihatnya di video berikut:

Langkah 3: Pencatatan transaksi penjualan

Untuk mencatat transaksi penjualan di Jurnal secara manual:

  1. Klik menu Penjualan
  2. Klik tombol “+Buat Penjualan Baru”
  3. Pilih Sales Order pada kotak pilihan di pojok kanan atas.
  4. Pilih Nama Customer, Tanggal Transaksi, dan Nama Produk kemudian masukkan harga untuk masing-masing produk.
  5. Pilih syarat pembayaran, misalnya Cash on Delivery di kolom Syarat Pembayaran.
  6. Setelah semua sudah diisi, klik tombol “Buat Penjualan”, maka sales invoice atas satu transaksi penjualan telah sukses dibuat.
  7. Selanjutnya pada saat sales invoice dibuat dan uang dari pelanggan sudah diterima, klik tombol Tindakan>Terima Pembayaran. Maka secara otomatis halaman di Jurnal akan berpindah ke halaman Receive Payment.

Jika masih merasa bingung, Anda dapat melihat video tutorial berikut ini:

Langkah 4: Mencatat biaya operasional

Sama seperti pencatatan penjualan, dalam pencatatan biaya, Jurnal memiliki cara manual dan cara  pintas untuk mencatat setiap biaya yang terjadi. Cara pintas ini akan membawa Anda masuk ke halaman tambah transaksi biaya untuk mencatat setiap biaya yang dikeluarkan. Contohnya seperti biaya gaji, listrik, dan lainnya.

Caranya klik tombol “Biaya” pada bagian kiri atas halaman Jurnal. Kemudian, Anda akan dibawa ke halaman tambah biaya. Isi setiap field yang ada dan klik “Buat Biaya Baru” untuk menyimpan data biaya yang sudah Anda buat.

Langkah 5: Melihat laporan keuangan

Langkah terakhir untuk melihat Laporan Keuangan seperti Laporan Laba Rugi, Neraca, Laporan Arus Kas, Ringkasan Bisnis, dan lainnya ada di menu Laporan. Semua laporan keuangan dikelola secara otomatis oleh Jurnal sesuai dengan input transaksi dan biaya yang sudah dimasukkan.

Sehingga Bu Ani dapat melihat  hanya tinggal melihat laporan yang diinginkan setiap bulan atau periode akuntansi dengan meng-klik menu Laporan kapan saja dan di mana saja.

Itulah sekilas contoh penggunaan software akuntansi Jurnal pada studi kasus perusahaan retail ‘Toko Kita’ milik Bu Ani. Pengelolaan transaksi keuangan menjadi mudah bukan? Jurnal tidak hanya untuk bisnis / usaha retail saja, jenis usaha lain seperti perusahaan jasa, perusahaan dagang, perusahaan manufaktur dan lainnya  juga bisa menggunakan Jurnal.

Bukan hanya itu, Jurnal juga memiliki fitur lengkap yang dapat mempermudah Anda dalam mengelola bisnis, mulai dari membuat penawaran hingga penagihan, mengelola stok barang dan aset perusahaan, melakukan proses rekonsiliasi, dan masih banyak lagi. Jurnal juga telah terintegrasi dengan beberapa aplikasi dan bank, sehingga proses bisnis Anda lebih efektif dan efisien. Jadi tunggu apalagi? Segera daftarkan perusahaan Anda di Jurnal dan dapatkan kemudahan mengelola keuangan bisnis. Dapatkan free trial selama 14 hari dengan harga berlangganan mulai dari Rp199.000.