Konsep Dasar Dasar Manajemen Keuangan yang Wajib Diketahui Para Pelaku Bisnis

Jika dibandingkan dengan masa lalu, menjalankan bisnis dewasa ini semakin mudah dan murah. Dahulu, jika Anda hendak menjalankan sebuah bisnis, diperlukan modal besar untuk menopang segala jenis lini agar bisnis berjalan lancar. Saat ini, menjalankan bisnis semakin mudah dan murah.

Meskipun begitu menjalankan bisnis semakin mudah, tidak serta merta Anda bisa asal menjalankannya. Menjalankan sebuah bisnis, selain membutuhkan modal dan skill saja, namun juga harus mempunyai pengetahuan dasar terkait manajemen yang baik.

Konsep dasar dasar manajemen anggaran keuangan sangat diperlukan untuk dipahami oleh para pelaku bisnis. Berikut adalah info penting tentang ilmu manajemen yang harus diketahui.

dasar dasar manajemen keuangan

Apa Itu Manajemen Keuangan?

Suatu perusahaan memang akan membutuhkan banyak faktor untuk mengembangkan bisnisnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah internal yang akan berkaitan dengan sistem pengelolaan keuangan. Dengan sistem pengelolaan yang jelas akan membuat bisnis perusahaan terus berkembang.

Manajemen keuangan adalah salah satu ilmu atau konsep yang merupakan bagian dari akuntansi.

Konsep tentang manajemen keuangan ini harus diketahui para pelaku bisnis karena sangat penting untuk proses pengembangan perusahaan ke depannya. ilmu tentang manajemen keuangan ini juga mempunyai cakupan yang cukup luas.

Tak hanya berkutat dengan biaya dan anggaran, namun mempelajari tentang konsep dasar dasar manajemen keuangan bisa menjadi acuan membuat kebijakan bisnis lain yang berkaitan dengan produksi.

Sehingga ilmu manajemen keuangan sangat penting untuk dipahami tak hanya untuk departemen keuangan perusahaan saja namun juga banyak pihak terkait.

Dalam ilmu dan konsep dasar manajemen keuangan, tak hanya akan belajar tentang bagaimana mengatur dan mengelola anggaran perusahaan dengan baik. Namun juga akan belajar tentang hal lain dalam proses dan aktivitas organisasi pada umumnya.

Sehingga ilmu ini juga harus dipahami agar jalannya perusahaan menjadi lebih baik.

Selain mengenal pengertian tentang dasar dasar manajemen keuangan, para pelaku bisnis usaha juga harus mengetahui banyak info lainnya tentang manajemen keuangan. Terlebih untuk pebisnis yang sedang merintis dan ingin mengembangkan usahanya.

Beberapa diantaranya adalah terkait prinsip yang digunakan hingga konsepnya.

Prinsip Penting Dalam Manajemen Keuangan

1. Akuntabilitas Dalam Bisnis

Konsep dasar manajemen tak hanya dijalankan secara teori saja namun juga memerlukan skill dalam pengerjaannya.

Hal ini karena penerapan konsep dasar dasar manajemen keuangan ini nantinya tidak akan hanya untuk mengelola keuangan saja namun juga sebagai cara mengelola bisnis secara keseluruhan termasuk organisasinya.

Anggaran merupakan faktor yang utama adala menjalankan bisnis. Banyaknya anggaran yang dikeluarkan serta cara pengelolaan anggaran harus dilakukan dengan cermat.

Dengan sistem pengelolaan yang tepat akan membuat anggaran bisa efisien digunakan untuk menunjang kinerja bisnis perusahaan agar lebih berkembang.

Dalam penggunaan konsep dasar dasar manajemen keuangan, prinsip akuntabilitas merupakan hal yang utama.

Prinsip ini merupakan suatu wujud kewajiban dalam hal hukum dan juga moral dalam pembuatan laporan terkait anggaran perusahaan sehingga anggaran yang digunakan bisa dipertanggung jawabkan dengan baik dan terpercaya.

Hal yang terkait biaya merupakan suatu hal yang sensitif. Sehingga proses pengelolaan anggaran dalam jumlah besar seperti anggaran perusahaan harus dilakukan dengan teliti dan juga dengan konsep keterbukaan. Sehingga data keuangan yang dilaporkan tersebut nantinya bisa dipertanggung jawabkan.

2. Menggunakan Sistem Pengelolaan Anggaran yang Terpercaya

Selain faktor akuntabilitas dan juga keterbukaan dalam laporan anggaran, hal lainnya yang menjadi prinsip dasar dasar manajemen keuangan adalah cara pengelolaannya. Penting untuk mempertimbangkan bagaimana cara dan sistem pengelolaan anggaran perusahaan dalam jumlah yang banyak.

Cara pengelolaan dana ini harus menggunakan cara yang terpercaya dan juga dilakukan dengan transparan. Sistem pengelolaan anggaran yang dilakukan ini juga harus bisa terintegrasi dengan sistem lainnya yang terkait.

Sehingga pengelolaan anggaran bisa dilakukan lebih efisien dan efektif hingga pembuatan laporannya.

Banyak pemakaian aplikasi laporan keuangan dengan konsep pintar digunakan untuk berbagai macam bisnis. Hal ini akan membuat pelaku bisnis lebih memahami cara mengelola anggaran perusahaan dengan lebih baik.

Tak hanya itu saja, namun pelaku bisnis juga akan lebih bisa mengatur sumber daya hingga mengambil keputusan yang tepat untuk jalannya bisnis.

3. Tetap Konsisten Dalam Proses Pengelolaan Data Keuangan

Prinsip lainnya yang harus dipegang dalam pengelolaan anggaran adalah konsisten. Sistem pengelolaan anggaran perusahaan memang harus mempunyai dasar atau acuan yang tetap.

Pengelolaan anggaran yang mempunyai sistem yang berubah ubah ini juga akan merugikan jalannya bisnis kedepannya.

Terlebih bila anggaran yang dikelola dalam jumlah yang banyak, sehingga bila acuan atau aturan pengelolaannya terus berubah dan tidak konsisten maka akan ditakutkan memicu potensi kesalahan semakin tinggi.

Dengan konsep dasar dasar manajemen keuangan yang benar, maka sistem pengelolaan anggaran bisa dilakukan lebih baik.

Namun, perhitungan atau pengelolaan keuangan perusahaan bukan berarti tidak boleh berubah.

Perubahan bisa saja terjadi bila didasari dengan aturan yang jelas dan mempunyai alasan yang kuat. Sehingga sistem pengelolaannya bisa dirubah sesuai kebutuhan namun tetap mempunyai dasar yang konsisten.

4. Transparansi / Terbuka Dalam Pelaporan Keuangannya

Prinsip lainnya yang harus dipunyai adalah transparansi. Transparan dalam pengelolaan anggaran mempunyai makna bahwa anggaran harus dikelola dengan mengutamakan kejujuran. Keterbukaan dalam pengelolaan anggaran sangat penting guna menghindari salah paham.

Prinsip transparansi ini juga bisa mencegah pelanggaran dalam pengelolaan anggaran perusahaan. Penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan anggaran perusahaan bisa diminimalisir menggunakan prinsip transparansi ini.

5. Sesuai Dengan Standar Akuntansi yang Ditetapkan Perusahaan

Hal lainnya yang penting dalam mengatur anggaran perusahaan adalah dengan menetapkan standar akuntansi yang jelas. Penetapan standar ini akan didasarkan pada kondisi perusahaan pada umumnya.

Sehingga penetapan standar ini akan membuat pengelolaan anggaran perusahaan bisa dilakukan lebih maksimal.

Dengan ilmu ini akan membuat pengelolaan organisasi perusahaan keseluruhan bisa dilakukan lebih baik dan berkualitas. Tak hanya pada bagian keuangannya saja namun juga pengelolaan sumber dayanya.

Faktor biaya atau anggaran perusahaan ini memang merupakan hal yang krusial dan penting untuk dikelola dengan baik.

Banyaknya anggaran yang digunakan untuk proses produksi belum tentu efisien, sehingga penetapan jumlah anggaran yang baik memerlukan adanya pertimbangan agar tidak terjadi pemborosan.

6. Integritas Dalam Bekerja

Prinsip lainnya yang harus dimiliki adalah integritas yang baik. Faktor integritas ini merupakan salah satu yang penting untuk terus dilakukan.

Terlebih bila ingin mengembangkan bisnis perusahaan agar lebih luas. Prinsip dasar ini harus tetap dijunjung tinggi.

Integritas dalam bekerja akan menjadi suatu jembatan karir yang baik secara positif. Dengan menunjukkan integritas yang tinggi, tak hnay banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan secara efisien namun juga akan berimbas pada diri sendiri yang akan menguasai skill tertentu dengan lebih mudah dan mahir.

Cara menunjukkan integritas yang baik untuk perusahaan bisa juga dengan cara pembuatan laporan keuangan yang baik dan transparan.

Laporan keuangan adalah hal yang wajib dilakukan dengan teliti dengan tingkat keakuratan yang baik. Sehingga dengan integritas yang tinggi, maka pengelolaan anggaran bisa dilakukan lebih terpercaya.

dasar dasar manajemen keuangan

Mengenal 5 Konsep Dasar Manajemen Keuangan

1. Pendapatan Bersih / Net Income

Konsep dasar manajemen memang penting untuk diketahui dan dipahami oleh para pelaku bisnis.

Dengan menggunakan sistem ini, tak hanya mampu dalam melakukan pengelolaan data keuangan saja, namun juga efektif untuk melakukan pengaturan terhadap sumber daya perusahaan hingga pengelolaan organisasi secara umum.

Konsep pertama tentang dasar dasar manajemen keuangan yang perlu diketahui adalah tentang pendapatan bersih atau Net Income.

Pendapatan bersih adalah jumlah pendapatan total suatu perusahaan yang akan dikurangi dengan harga pokok penjualan, pengeluaran, bunga, depresiasi, amortisasi, dan pajak.

Laporan tentang berapa banyak pendapatan bersih suatu perusahaan ini sangat penting, terutama untuk kepentingan para investor.

Investor yang akan masuk ke perusahaan akan menjadikan laporan pendapatan bersih ini sebagai acuan apakah perusahaan tersebut mempunyai pengelolaan yang baik dan cocok untuk berinvestasi.

Penilaian tentang pendapatan bersih perusahaan ini biasanya akan muncul pada laporan laba rugi yang dilakukan secara berkala. Laporan ini nantinya akan menjadi dasar indikator profitabilitas perusahaan. Hal ini jugalah yang akan membuat dasar dasar manajemen keuangan penting untuk dipelajari agar laporan bisa dilakukan dengan lebih baik.

2. Kegiatan Alokasi Aset

Konsep selanjutnya yang harus diketahui adalah tentang pengelolaan kegiatan alokasi aset perusahaan.

Dalam proses pengelolaan alokasi aset resiko terjadinya kesalahan bisa semakin tinggi. Hal ini karena banyaknya data yang diolah sehingga faktor ketelitian sangat penting menentukan kegiatan ini berhasil dilakukan.

Salah satu cara untuk mengurangi potensi kesalahan yang bisa terjadi adalah dengan diversifikasi jenis investasi. Diversifikasi ini bisa dilakukan dengan cara membagi kelompok data aset yang akan diolah menjadi beberapa golongan. Dengan cara dasar dasar manajemen keuanganini maka proses pengelolaan data aset bisa dilakukan lebih maksimal.

Kegiatan alokasi aset ini juga bisa diartikan sebagai lokasi penyimpanan uang. Lokasi penyimpanan anggaran perusahaan ini bisa diwujudkan menjadi barang atau berupa investasi.

Beberapa contohnya adalah dengan membeli rumah, tanah, dan jenis aset lainnya. Pertimbangan yang tepat akan membuat bisnis perusahaan berjalan lebih lancar.

3. Konsep Bear Market

Konsep lainnya yang perlu diketahui adalah Konsep bear market. Konsep ini akan membantu perusahaan dalam mendapatkan info terkait naik dan turunnya surat berharga.

Info ini sangat penting bagi perusahaan menjalankan keputusan terkait keberlangsungan bisnisnya.

Salah satu alasan mengapa ada bear market pada bursa saham adalah karena banyaknya investor yang menjual saham. Saham yang dijual ini kemudian dan biasanya digunakan untuk mengantisipasi bila kondisi ekonomi mengalami penurunan.

Sehingga tindakan pencegahan seperti mengetahui konsep bear market akan sangat membantu.

Pengetahuan tentang bear market pada saham ini juga akan berpengaruh pada kebijakan yang akan diambil perusahaan. Kebijakan atau aturan yang akan diambil tentu adalah yang menguntungkan.

Informasi penting tentang menjalankan suatu bisnis tidak hanya penting mengetahui faktor di dalam perusahaan saja, namun penting untuk mengetahui apa yang terjadi diluar perusahaan. Informasi tentang saham dan hal lain yang terkait memang harus terus di update agar tidak salah langkah dalam menjalankan bisnis.

4. Rentang Toleransi Risiko

Konsep dasar dasar manajemen keuangan selanjutnya adalah tentang Rentang Toleransi Risiko yang mungkin akan terjadi. Setiap perusahaan yang ingin melakukan investasi tentu akan memiliki risiko sendiri yang harus dihadapinya.

Rentang atau tingkat risiko yang akan terjadi juga beragam mulai dari rendah hingga tinggi.

Perubahan bisnis atau aset yang akan diinvestasikan ini tentu menjadi pertimbangan. Namun dengan langkah pembelajaran tentang dasar manajemen yang baik akan banyak mencegah dan menurunkan risiko bisnis ini.

Namun, walaupun begitu risiko dalam bisnis tetap saja bisa terjadi kapan saja dengan ukuran ketidakpastian ekonomi.

Sebelum melakukan investasi, maka akan disarankan untuk melakukan peninjauan atau riset terlebih dahulu terkait risiko yang akan mungkin terjadi. Sehingga sebelum hal tersebut terjadi, akan bisa dilakukan langkah pencegahan.

Sudah banyak cara dan analisa yang dilakukan untuk mencoba menurunkan risiko bisnis seperti ini.

Banyak faktor yang menjadikan cara investasi tetap mempunyai resiko. Baik secara risiko internal yang terpengaruh pada tingkat ekonomi perusahaan, maupun faktor eksternal seperti pasar saham dan lainnya.

5. Tingkat Likuiditas

Selanjutnya adalah likuiditas. Pengertian likuiditas sendiri adalah suatu kemampuan dalam memenuhi seluruh kewajiban perusahaan yang harus dilunasi segera dalam waktu yang ditentukan. Sehingga secara umum likuiditas adalah daya suatu perusahaan dalam membayar utang yang dimiliki.

Salah satu contoh hutang jangka pendek yang biasa dimiliki oleh perusahaan adalah seperti pajak, dividen, utang usaha, dan masih banyak beberapa jenis hutang lainnya. Setiap perusahaan akan memiliki tingkat likuiditas yang berbeda.

Hal ini akan tergantung pada perfoma perusahaan dan faktor keuangannya.

Pada laporan keuangan perusahaan, laporan tentang hutang ini biasanya akan dijelaskan atau digambarkan dengan angka. Laporan hutang dan perhitungan laba perusahaan ini juga bisa berupa angka rasio yang bisa dibandingkan dengan laporan keuangan perusahaan sebelumnya.

Sehingga bisa dijadikan ajang evaluasi dengan dasar dasar manajemen keuangan yang jelas.

Salah satu indikator bahwa perusahaan tersebut mempunyai kinerja yang baik adalah dengan melihat nilai likuiditasnya. Bila semakin tinggi nilai likuiditasnya maka kualitas dan kinerja perusahaan tersebut akan semakin baik.

Perusahaan dengan nilai likuiditas yang tinggi terbukti mampu mengelola kegiatan operasional dengan lebih baik.

Tak hanya sebagai indikator jalannya operasional perusahaan saja, namun nilai likuiditas juga mempunyai manfaat lainnya.

Salah satunya adalah sebagai alat dalam mengantisipasi adanya kebutuhan dana secara mendesak dan harus dipenuhi oleh perusahaan dengan cepat.

Manfaat lainnya dari nilai likuiditas perusahaan adalah untuk memudahkan customer atau klien yang ingin melakukan pinjaman dan penarikan dana yang dimilikinya.

Nilai likuiditas sebuah perusahaan dapat menjadi tolak ukur tingkat kemudahan perusahaan tersebut dalam mendapatkan investor atau usaha lain yang akan menguntungkan bagi perusahaan.

Sudah banyak aplikasi digital yang membantu jalannya administrasi perusahaan.

Pengolahan data skala besar hingga penyimpanan bisa dilakukan dengan mudah dan aman menggunakan bantuan aplikasi digital yang sesuai. Anda bisa menemukan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan di Jurnal.id dengan praktis.

Penggunaan  aplikasi pencatatan keuangan dengan dasar dasar manajemen keuangan ini akan membantu meningkatkan produktivitas bisnis. Aplikasi yang terintegrasi dengan banyak sistem ini mampu membantu pengelolaan bisnis perusahaan hingga tanpa batas.

Itulah beberapa informasi penting tentang konsep dasar manajemen perusahaan yang bisa anda ketahui.

Tingkat produktivitas bisnis atau usaha bisa ditingkatkan bila mengetahui cara dan langkah yang benar sehingga pedoman dan konsep manajemen diatas akan membantu untuk mengembangkan usaha yang baru dirintis dengan lebih efisien.

Kategori : Keuangan Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo