Era digital sepert ini, perusahan rintisan atau startup banyak digandrungi para pebisnis pemula. Meski begitu, banyak juga startup yang gulung tikar akibat tidak bisa bertahan. Salah satu faktor kegagalan bisnis startup adalah tidak mampu mengatasi masalah keuangan. Perusahaan startup yang baru berdiri, biasanya belum memiliki keuangan yang stabil, di mana mereka akan mengalami penjualan dan pendapatan yang naik turun. Bukan hanya itu, terkadang, perusahaan startup juga harus mengeluarkan biaya di luar daftar pengeluaran yang ada. Hal ini, menjadi salah satu cikal-bakal masalah keuangan bagi bisnis startup. Untuk itu Anda memerlukan beberapa cara terbaik mengatasi masalah keuangan bagi bisnis startup

 

Suntikan Dana Cepat dengan Diskon

Jika terjadi masalah keuangan dan tidak ada lagi cadangan dana karena perusahaan Anda masih baru berjalan. Cara yang paling memungkinkan untuk mempertahankan bisnis ini adalah memberikan diskon atau sale. Tawarkan produk Anda dengan harga lebih rendah dari harga normal. Strategi ini sangat disarankan jika Anda membutuhkan suntikan dana tunai lebih cepat. Dengan begitu Anda akan menghasilkan lonjakan pendapatan dengan cepat tetapi dengan margin keuntungan lebih rendah. Meski begitu, tidak masalah karena memang prioritas utama Anda kali ini adalah mendapat suntikan dana tunai cepat dari pada margin keuntungan yang kuat.

 

Pemakaian Kartu Kredit

Jika menurut Anda masalah keuangan dalam perusahaan adalah arus kas yang perlu untuk direspon dengan cepat. Maka jaringan pengaman yang bisa dipakai dalam hal pendanaan adalah kartu kredit. Dengan kartu kredit Anda tidak perlu mengorbankan operasional bisnis, sehingga bisnis Anda tidak akan terganggu. Peminjaman melalui kartu kredit juga lebih menguntungkan bagi pelaku bisnis. Di mana, Anda hanya perlu membayar bunga atas jumlah kredit yang Anda pakai. Saat utang lunas, Anda akan mendapat limit akses kredit yang penuh lagi.

 

Pemakaian Asuransi untuk Lindungi Bisnis

Tak hanya untuk manusia tetapi bisnis juga perlu dilindungi dengan asuransi. Terutama perlindungan untuk investasi bangunan dan alat-alat produksi ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk memproteksi perusahaan, Anda bisa memilih asuransi berjangka atau reksadana. Dengan pembayaran premi yang kecil Anda dapat kelola sisa dana yang ada untuk investasi lainnya. Meski akan terkesan ribet, namun Anda tidak akan dirugikan dalam berasuransi dan berinvestasi. Karena cara pemisahan investasi dan asuransi merupakan hal yang paling aman.

 

Pemakaian e-Faktur

Sebuah transaksi bisnis biasanya selalu dibuatkan catatan, seperti nota atau faktur sebagai buktinya. Faktur sangat penting untuk menjaga transaksi perusahaan tetap tercatat secara detail sehingga dapat digunakan untuk proses akuntansi selanjutnya. Karena faktur hanya dalam lembaran kemungkinan untuk hilang atau terselip selalu ada. Solusinya adalah menggunakan e-faktur.

 

Penggunaan e-faktur akan lebih mempermudah proses manajemen keuangan suatu perusahaan. Faktur-fakur perusahaan dapat diarsipkan dengan baik tanpa takut untuk hilang atau terselip. Tahun 2014, Dirjen Jendral Pajak mewajibkan membuat e-faktur bagi setiap perusahaan untuk menghidari penyalahgunaan laporan pajak.

Dengan menggunakan Jurnal Tax Center dari Jurnal, Anda dapat membuat e-faktur dengan mudah. Hanya dengan mencatat seluruh transaksi penjualan di Jurnal, Anda sudah dapat mengekspor data CSV PPh 23 Pemotong/Dipotong dan PPN Masukan/Keluaran dengan template yang sesuai dengan format Dirjen Pajak. Hal ini tentu memudahkan Anda dalam memasukkan seluruh transaksi bisnis Anda ke dalam e-SPT dan e-faktur. Daftarkan bisnis Anda sekarang juga dan nikmati free trial selama 14 hari untuk pengguna baru. Untuk info lebih lanjut silakan klik di sini.