Yield Management: Metode Pricing di Waktu yang Tepat

Istilah yield management sepertinya masih menjadi terminologi asing bagi para pebisnis. Ya, karena memang istilah ini hanya sering digunakan pada industri layanan pariwisata seperti jasa penerbangan, jasa perjalanan, dan jasa penginapan.

Apa itu Yield Management?

Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, yield sendiri artinya hasil. Nah, hal ini menjadi pertanyaan juga. Lantas, apa bedanya dengan revenue management yang sama-sama memiliki terminologi manajemen hasil?

Sejatinya yield management dan revenue management itu memiliki perbedaan yang sangat tipis. Revenue management adalah manajemen hasil secara makro perusahaan. Artinya berfokus pada penghasilan perusahaan secara keseluruhan.

Sedangkan yield management lebih menekankan pada satu saluran saja. Misalnya jika pada hotel adalah bagaimana suatu kamar dapat dijual pada waktu tertentu atau pada maskapai penerbangan, bagaimana slot kursi penerbangan dapat terisi berdasarkan waktu.

Jadi lebih jelasnya, yield management adalah manajemen strategi harga bagaimana perusahaan dapat menjual produk yang tepat, target konsumen yang tepat, dan juga waktu yang tepat.

Tiga prinsip yield management: produk, target konsumen, waktu yang tepat, dan channel yang tepat.

Manajemen jenis ini lebih menekankan pada teori permintaan. Dimana semakin tinggi permintaan maka semakin besar pula harga yang diberikan.

Berbeda dengan revenue management, yield management sifatnya hanya sementara atau tidak baku dan sangat bergantung dengan lima hal berikut:

  1. Cost – berapa harga layanan yang diberikan kepada konsumen
  2. Calendar – kapan dan berapa lama konsumen dapat mengakses layanan tersebut.
  3. Clock – kapan dan berapa lama layanan ditawarkan kepada konsumen.
  4. Capacity – berapa banyak layanan yang dapat diperoleh konsumen
  5. Consumer demand – berapa banyak permintaan konsumen pada produk Anda.

Yield Management Berkaitan dengan Harga dan informasi. Perusahaan harus dapat menyajikan harga berbeda untuk waktu berbeda, produk berbeda dan juga segmen yang berbeda. 

Yield management mengacu pada hukum permintaan

Misalnya saja jika Anda memiliki usaha penginapan. Anda cenderung akan menaikkan harga pada peak season karena permintaan konsumen yang tinggi dan cenderung mendiskon harga pada low season karena tidak ada orang yang akan menginap di waktu tersebut.

Yield management juga sangat berkaitan dengan persepsi harga yang dianut oleh konsumen. Ada dua hal yang harus diperhatikan terkait harga yaitu orang-orang yang peka terhadap harga, dan orang yang tidak peka terhadap harga.

Misalnya, orang yang peka terhadap harga, Anda mungkin akan kesulitan untuk menetapkan diskriminasi harga. Salah satu caranya adalah melakukan trade off

Diskriminasi harga dimana harga yang diberikan berbeda pada konsumen yang sama berdasarkan waktu pembelian

Trade off sendiri adalah upaya yang dilakukan perusahaan untuk menaikkan nilai aspek tertentu dengan menurunkan nilai aspek lain. Dalam kasus manajemen hasil pada bisnis penginapan misalnya Anda memberikan harga murah pada durasi tertentu namun dibatasi durasi penginapannya dan fasilitasnya.

Trade off sendiri juga mengacu pada metode price fencing yaitu setiap orang yang membayar berbeda akan mendapatkan fasilitas yang berbeda pula. Misalnya pada bisnis penginapan dari tipe kamar, lama durasi penginapan, dan fasilitas sarapan.

Selain itu, dalam yield management informasi kepada konsumen juga menjadi penting. Misalnya informasi berapa harga yang akan diberikan, kapan harga tersebut berlaku, apa saja yang didapat ketika konsumen membayar pada waktu tertentu.

Informasi ini juga sangat berkaitan dengan keadilan harga. Jangan sampai Anda kehilangan konsumen Anda akibat dari mis informasi dari manajemen hasil. Tanpa adanya informasi, diskriminasi harga bisa saja dianggap sebagai pelanggaran hak konsumen. Oleh karena itu, yield management erat kaitannya dengan harga dan informasi.

Contoh penerapan manajemen hasil misalnya Anda dapat menetapkan harga bagi konsumen yang memesan produk Anda di awal (pre order/early bird), atau Anda dapat menjual barang atau layanan produk Anda di waktu yang berbeda.

Baca juga: Strategi Penetapan Harga Menu bagi Bisnis Restoran

Bisnis Apa Saja yang Bisa Menerapkan Strategi ini?

Pada dasarnya, manajemen hasil hanya bisa diterapkan pada perusahaan yang produknya perishable atau hanya bisa dinikmati pada saat tertentu dan tidak tahan lama. Misalnya saja seperti layanan kamar, transportasi, dan juga makanan.

Kedua, kemampuan produk yang memiliki segmentasi berbeda. Artinya produk tersebut lebih tersegmentasi pada orang-orang tertentu. Misalnya, orang yang suka berwisata atau orang yang memiliki penghasilan rendah.

Ketiga, produk dapat dijual dalam jangka waktu tertentu bahkan sebelum produk itu dibuat. Contohnya produk layanan, konser, atau pertunjukan.

Keempat, produk tersebut memiliki permintaan yang bisa berubah-ubah tergantung waktu dan lingkungan.

Terakhir, kapasitas produksi yang cenderung tetap dan tidak berubah-ubah. Misalnya saja kamar atau transportasi.

Dari ciri-ciri di atas, memang terlihat jelas bahwa manajemen hasil pada awalnya diperuntukan untuk industri perjalanan dan pariwisata.

Namun seiring dengan perkembangan teknologi dan perilaku konsumen yang berubah, yield management bisa diterapkan pada industri lainnya misalnya. Produk IT, layanan ekspedisi, atau bahkan produk-produk yang tangible seperti smartphone sudah menerapkan pendekatan yield management.

Yield Managemen berkaitan dengan informasi, oleh karena itu tools bisnis menjadi penting. Anda dapat mengunduh eBook 24 Tools Digital untuk Bisnis Lebih Modern dan Berkembang  secara gratis!

Itulah penjelasan singkat mengenai yield management. Meski istilah ini sudah banyak ditinggalkan, namun Anda perlu memahami apa itu manajemen hasil dan bagaimana penerapannya pada bisnis Anda. Selain dapat memaksimalkan penjualan, manajemen hasil juga berfungsi sebagai peramal perilaku konsumen dan dapat mempengaruhi harga yang akan Anda berikan.

Selain itu, bisnis apapun tidak akan berjalan baik jika keuangan bisnis juga tidak baik. Gunakan software akuntansi Jurnal untuk otomasi laporan keuangan, manajemen stok barang, dan juga manajemen keuangan bisnis. Dapatkan free trial selama 14 hari Jurnal!

 


PUBLISHED22 May 2020
Hafidh
Hafidh

SHARE THIS ARTICLE: