Apa yang Dimaksud dengan Akuntansi Lingkungan? Pahami Lebih Lengkap

Komite Standar Akuntansi Internasional atau yang disebut dengan The International Accounting Standard Committee / IASC mengembangkan sebuah konsep tentang prinsip-prinsip akuntansi internasional pada tahun 1990. Termasuk di dalamnya adalah tentang akuntansi lingkungan. Ini dikarenakan semakin berkembangnya bisnis dan perusahaan sehingga perlu diadakan akuntansi lingkungan.

Pengertian dari akuntansi lingkungan (environment accounting) menurut Arfan Ikhsan dalam buku Akuntansi Manajemen Lingkungan (2008), adalah identifikasi, pengukuran dan alokasi biaya-biaya lingkungan hidup dan pengintegrasian biaya-biaya ke dalam pengambilan keputusan usaha serta mengkomunikasikan hasilnya kepada para stakeholders perusahaan.

Fungsi dari environment accounting (EA) dibagi menjadi 2, yaitu fungsi internal dan fungsi eksternal.

  1. Fungsi internal.

    Fungsi ini berkaitan dengan pihak-pihak internal suatu perusahaan sendiri seperti pihak yang menyelenggarakan usaha atau pihak yang berhubungan dengan produksi. Dalam faktor ini, yang paling menunjang adalah pimpinan perusahaan karena pemimpin perusahaan bertanggung jawab untuk semua pengambilan keputusan maupun penentuan kebijakan di wilayah perusahaan.

  2. Fungsi eksternal.

    Fungsi eksternal merupakan fungsi dari EA yang berhubungan dengan pelaporan keuangan. Dalam fungsi ini. Perusahaan perlu memperhatikan pengungkapan hasil dari konservasi lingkungan dalam bentuk akuntansi. 

Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau United States Environment Protection Agency (US EPA) fungsi penting dari EA adalah untuk menyajikan rincian biaya-biaya yang berhubungan dengan lingkungan bagi para petinggi perusahaan. Rincian biaya tersebut mampu mendorong pengidentifikasian tentang  cara-cara mengurangi atau menghindari biaya yang tidak diperlukan ketika perusahaan sedang memperbaiki kualitas lingkungan

Ada beberapa alasan yang membuat perusahaan perlu memiliki akuntansi lingkungan, salah satunya adalah memungkinkan untuk mengurangi dan menghapus biaya-biaya lingkungan. Alasan penting lainnya adalah untuk memperbaiki kinerja lingkungan perusahaan yang selama ini mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan manusia yang berada di sekitar perusahaan dan keberhasilan bisnis perusahaan, Dengan adanya akuntansi lingkungan, diharapkan bisa menghasilkan rincian biaya atau detail harga yang lebih tepat untuk produk dari proses lingkungan yang diperlukan dan memungkinkan pemenuhan kebutuhan para pelanggan yang menyukai produk dengan barang/jasa yang environmental friendly.

Baca juga: Perbedaan Metode Akuntansi Kas dan Akutansi Akrual untuk Perusahaan

Faktor-Faktor yang Membuat Akuntansi Lingkungan Sukses

format laporan keuangan

Akuntansi Lingkungan dapat membantu sebuah perusahaan dalam hal menjaga kondisi lingkungan. Baik itu secara kesehatan maupun secara hubungan dengan masyarakat yang terdapat di sekitar perusahaan. Akuntansi lingkungan juga akan memperhitungkan biaya selama proses konservasi dan pemulihan yang berhubungan dengan perusahaan. Jadi perusahaan tidak melakukan kesalahan ketika harus mengambil langkah penting.

Akuntansi Lingkungan disarankan untuk ada di setiap perusahaan. Tetapi agar kinerja akuntansi perusahaan maksimal diperlukan untuk memperhatikan beberapa faktor yaitu:

  1. Menyesuaikan evaluasi terhadap dampak lingkungan yang telah dibuat. Evaluasi yang dibuat harus akurat dan sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya. Evaluasi juga harus dilakukan secara mendalam dan fokus kepada dampak lingkungan yang telah dibuat bahkan prediksi dampak yang akan terjadi di masa depan.
  2. Menentukan target perusahaan atas dampak lingkungan yang telah ditimbulkan oleh perusahaan.target langkah perusahaan ini bisa berbeda-beda, tergantung dengan kondisi perusahaan dan dampak lingkungan yang telah ditimbulkan oleh perusahaan. Perencanaan untuk mengurangi dampak lingkungan yang terjadi juga diharuskan agar tidak terjadi dampak yang lebih besar dan menimbulkan kerugian yang besar pada perusahaan.
  3. Menentukan alat ukur yang sesuai untuk menentukan persoalan lingkungan. Setiap masalah lingkungan memiliki tolak ukur yang berbeda. Alat ukur yang tepat akan mengetahui dampak persoalan lingkungan yang sebenarnya.
  4. Penilaian administrasi untuk menetapkan target di masing-masing segmen yang terdampak.
  5. Menghasilkan segmen akuntansi untuk mengukur divisi perusahaan.
  6. Melakukan pengujian untuk masing-masing divisi.
  7. Melakukan evaluasi kinerja yang telah dilakukan.

Akuntansi lingkungan bisa memberikan manfaat yang baik pada perusahaan. Akuntansi lingkungan yang memahami bagaimana proses kinerja yang baik akan membawa proses perusahaan dan lingkungan menjadi lebih lancar. Tidak terkecuali dengan akuntansi keuangan. Salah satu cara mudah untuk mengatur akuntansi keuangan perusahaan adalah dengan menggunakan software akuntansi seperti Jurnal.

Jurnal dapat mempermudah Anda dalam proses akuntansi perusahaan dengan adanya fitur yang sesuai.Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung.


PUBLISHED27 May 2020
Desy
Desy

SHARE THIS ARTICLE: