Akun Nominal vs Akun Riil, Ini Dia Perbedaan Keduanya! Dalam akuntansi, terdapat 3 macam jenis akun. Salah satunya adalah akun nominal yang merupakan bagian penting dalam proses akuntansi. Apa itu pengertian, jenis, dan juga perbedaan antara akun nominal dan riil? Simak penjelasannya di Mekari Jurnal. Perakunan merupakan suatu proses yang meliputi penggolongan, pencatatan, dan pengikhtisaran seluruh transaksi perusahaan yang berupa nilai uang. Oleh karena itu, akun nominal selalu tersimpan dengan baik sampai dengan masa 1 tahun periode fiskal. Biasanya, akun nominal selalu disandingkan dengan akun riil. Kedua akun ini juga sama pentingnya dalam kegiatan pembuatan laporan keuangan. Kedua akun ini juga sering disebut karena memiliki kaitan erat dengan ekuitas, aset, dan kewajiban. Nah, jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang perbedaan akun nominal dan riil dalam dunia akuntansi, mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini. Apa Pengertian dan Fungsi Akun? Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pengertian akun adalah catatan sistematis yang berisi transaksi keuangan. Karena memiliki posisi penting, maka akun dalam dunia akuntansi juga memiliki sejumlah fungsi penting. Pertama, akun berfungsi untuk menunjukkan tempat untuk mencatat unsur aktiva, kewajiban, pendapatan, ekuitas, prive, dan beban. Selain itu, akun juga berfungsi untuk menunjukkan tentang bertambah atau berkurangnya unsur modal, beban, utang, dan harta. Selanjutnya, akun juga berfungsi untuk memberikan informasi tentang posisi modal, utang, dan harta serta perubahan hal-hal tersebut sebagai pondasi dalam menyusun laporan keuangan. Lantas, apa sebenarnya manfaat dari adanya penggolongan akun, seperti akun nominal, dalam dunia akuntansi? Manfaatnya adalah untuk mempermudah proses pencatatan transaksi yang ada sesuai dengan akun-akun tersebut. Pembukuan untuk laporan keuangan pun menjadi lebih mudah dan rapi, yang mana jenis laporan keuangan ini nantinya berfungsi untuk bahan analisa krusial untuk mengambil keputusan. Penggolongan akun juga bermanfaat untuk menghindari adanya kesalahan kegiatan akuntansi yang bisa berdampak buruk kepada aktivitas perusahaan lainnya. Baca juga: Apa itu Saldo Normal Akun dalam Akuntansi? Ini Penjelasannya! Penggolongan/Pengelompokan Akun Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada ilmu akuntansi memiliki sejumlah akun yang dikelompokkan menjadi 3 kategori. 1. Akun Riil Pertama, ada kategori akun riil (real account). Akun riil merupakan akun yang selalu ada dalam neraca, seperti utang, modal, dan aktiva. Selain itu, akun riil juga disebut sebagai akun permanen atau akun terbuka karena akun ini mempunyai saldo yang nantinya akan dibuka pada tahun berikutnya. 2. Akun Nominal Akun nominal (nominal account) adalah akun yang tersaji dalam laporan laba rugi untuk mencatat informasi yang berkaitan dengan pendapatan dan beban dalam bisnis. Jenis akun ini berfungsi untuk memudahkan perusahaan dalam mengawasi pendapatan dan pengeluaran yang terjadi dalam ktivitas bisnis agar nantinya bisa digunakan sebagai bahan analisis keuangan bisnis. Berbeda dengan akun riil, nominal account tidak memiliki saldo apapun. Mengapa demikian? Hal ini karena saldo dalam akun ini sudah dipindah ke modal usaha. Saldo tersebut dipindahkan ke akun permanen ketika sudah akhir periode fiskal atau dikenal juga dengan istilah tutup buku akhir tahun. dalam laporan laba rugi, yang merupakan laporan untuk mencatat pengeluaran, laba atau keuntungan bisnis, juga tingkat kerugian yang dialami. Oleh karena itu, akun ini disebut sebagai close account atau akun tertutup. Contoh dari nominal account adalah biaya/beban dan pendapatan. 3. Akun Campuran Akun ini disebut sebagai akun campuran karena fungsinya yang selalu menambah untuk akun lainnya. Akun ini juga disebut sebagai akun kontra. Pastikan Anda Sudah Pakai Aplikasi Mekari Jurnal! Software Akuntansi Online Terpercaya! Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Jenis Akun Nominal Selain ada penggolongan akun secara umum, akun nominal juga memiliki penggolongan jenis lagi. Nominal account terdiri dari dua jenis akun yaitu akun pendapatan dan akun beban. Nah, jika Anda ingin tahu lebih lanjut, berikut ulasan lengkapnya. 1. Pendapatan Akun pendapatan adalah termasuk dari kelompok akun nominal yang di dalamnya ada penambahan jumlah aset yang berasal dari operasional dan kegiatan perusahaan. Akun ini dicatat dengan menggunakan dasar penjualan produk berupa jasa atau barang yang terjadi pada satu periode fiskal. Akun ini memiliki dua kelompok, yaitu pendapatan operasional perusahaan dan pendapatan lain. Pendapatan operasional adalah setiap pendapatan yang didapat dari kegiatan penjualan atau aktivitas utama perusahaan. Di sisi lain, jurnal pendapatan lainnya yaitu akun yang mencatat setiap pendapatan tidak tetap perusahaan, contohnya yaitu komisi dan bunga perusahaan. 2. Beban Pengertian beban di akuntansi adalah semua biaya yang perusahaan harus bayar untuk melakukan operasional perusahaan. Contoh beban perusahaan yaitu biaya perlengkapan perusahaan, penjualan, dan beban lainnya. Akun beban juga terdiri dari dua golongan, yaitu beban untuk pendapatan dan beban perusahaan lainnya. Beban perusahaan adalah biaya yang dikeluarkan dengan tujuan untuk menjalankan semua kegiatan perusahaan. Selanjutnya, beban lain adalah beban yang dikeluarkan secara tiba-tiba. Baca juga: Pengertian Neraca Perdagangan dan Surplus VS Defisit Contoh Akun Nominal Untuk pencatatan transaksi yang ada pada akun nominal, terdapat aturan dasar yaitu seluruh beban dan pengeluaran dicatat pada sisi debit, sedangkan pendapatan dan keuntungan dicatat pada sisi kredit. Berikut ini adalah contoh akun nominal yang terdiri dari pendapatan dan beban: Pendapatan yang didapatkan dari penjualan produk Pendapatan dari jasa (rental transportasi, jasa keuangan, akuntansi, konsultan, dll) Pendapatan dari bunga (interest) bank Pendapatan yang didapatkan dari hasil penjualan aset Beban sewa kantor, gedung atau pabrik Beban tagihan listrik Beban retribusi sampah dan kebersihan Beban pembayaran gaji karyawan Beban iklan Beban pemasaran Baca juga: Neraca Saldo Setelah Penutupan: Pengertian, Cara Membuat, Contoh Perbedaan Akun Nominal dan Akun Riil Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, akun nominal dan akun riil memiliki perbedaan. Untuk mengetahui perbedaan tersebut, ada sejumlah indikator yang bisa Anda lihat. Nominal account selalu berawal dengan jumlah saldo 0 dan berakhir juga dengan saldo 0. Hal ini berbeda dengan akun riil yang mana akun ini tidak berakhir pada angka 0 di akhir tahun. Selanjutnya, apabila ada saldo akun riil di tahun lalu, maka saldo tersebut bisa diteruskan ke tahun fiskal berikutnya. Perbedaan yang kedua yaitu terkait pencatatan akun. Akun nominal masuk dalam pencatatan akun laporan laba rugi, sedangkan akun riil masuk ke dalam pencatatan akun neraca. Akun neraca adalah akun untuk mencatat ekuitas, aset, dan kewajiban. Pada setiap akhir tahun periode fiskal, saldo di akun nominal account selalu dipindah ke akun riil untuk melakukan perubahan bersih selama satu tahun. Perbedaan yang selanjutnya yaitu pencatatan entry di nominal account dilakukan berdasarkan entri jurnal tentang tanggal dan waktu. Nah, inilah perbedaan dari akun nominal riil dalam dunia akuntansi. Meski memiliki kedudukan yang sama penting, kedua memiliki perbedaan yang signifikan. Baca juga: Perbedaan Akun Biaya dan Beban, Beserta Contohnya Kode Akun Pengertian dari kode akun adalah kerangka berupa huruf, angka, atau kombinasi dari huruf dan angka yang berfungsi untuk memudahkan identifikasi sejumlah akun dalam general ledger/buku besar. Nah, di bawah ini adalah sejumlah aturan kode yang biasa digunakan oleh sebuah perusahaan. 1. Kode Numerial Kode numeral adalah aturan kode yang memakai angka 1-100 (atau lebih) secara berurutan. 2. Kode Kelompok Kode kelompok merupakan cara pengkodean yang dilakukan dengan mengelompokkan masing-masing akun berdasarkan jenis dan golongan, seperti akun aset, pendapatan, ekuitas, kewajiban, serta beban. 3. Kode Angka Blok Jika Anda ingin menggunakan kode akun ini, maka pertama kali Anda harus membagi akun ke beberapa golongan akun sejenis. Kemudian, di setiap golongan akun tersebut harus tersedia blok angka yang berurutan. 4. Kode Mnemonik Kode ini dibuat berdasarkan jenis dan golongan akun dengan memakai kode huruf. 5. Kode Kombinasi Kode kombinasi adalah kode akun yang menggunakan campuran antara huruf dan angka berdasarkan jenis dan golongan akun, seperti akun nominal. Kode huruf berfungsi sebagai tanda golongan akun. Tempatnya yaitu berada di bagian depan. Sedangkan, kode angka ada di bagian belakang yang berfungsi sebagai kode akun. 6. Kode Angka Desimal Kode angka desimal adalah membuat akun dengan memakai 10 unit angka, yakni dari 0-9, serta memakai bilangan desimal untuk penggolongannya. Entri Akun Nominal Maupun Riil Jadi Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Akuntansi Mekari Jurnal Biar tidak repot, Anda bisa menggunakan software untuk pembukuan dan pencatatan transaksi untuk mengatur keuangan dan arus transaksi. Dengan menggunakan aplikasi Mekari Jurnal, Anda bisa menghemat biaya, waktu, dan energi karena data keuangan bisnis diproses dengan baik. Setiap akun dapat diinput dengan tepat dan akurat sehingga meminimalisir kesalahan. Kembangkan bisnis Anda dengan memulai pembukuan yang benar mulai sekarang! Dengan beragam fitur yang diberikan, seperti: Invoice & PO, buat faktur penjualan, pesanan pembelian, dan surat jalan profesional secara otomatis. Laporan cepat & tepat, susun laporan finansial dan aktivitas bisnis secara real-time dengan 1-klik. Kontrol stok persediaan, monitor stok serta lakukan stok opname untuk laporan tepat. Kolaborasi real-time, tambah pengguna lainnya untuk performa kerja multi-tasking. Online live chat tiap Saat, hubungi kami kapan saja, tim support kami siap membantu Anda. Penggunaan software akuntansi seperti Mekari Jurnal akan mempermudah Anda dalam mengelola arus transaksi dan juga informasi akuntansi bisnis Anda. Silakan coba fitur aplikasi akuntansi Mekari Jurnal secara gratis selama 7 hari. Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Baiklah, demikian adalah penjelasan tentang akun nominal dan akun riil dalam dunia akuntansi. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Ikuti media sosial Mekari Jurnal untuk informasi lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi. FAQ Seputar Perbedaan Akun Nominal vs Akun Riil dalam Akuntansi 1. Apa itu akun riil? Akun riil (real account) adalah akun yang bersifat permanen dan saldo atau nilainya dibawa terus dari satu periode ke periode berikutnya. Akun ini muncul dalam neraca dan mencerminkan posisi keuangan suatu entitas dalam jangka panjang, seperti kas, piutang, aset tetap, utang, dan modal. 2. Apa itu akun nominal? Akun nominal (nominal account) adalah akun yang bersifat sementara karena hanya mencatat transaksi dalam satu periode akuntansi dan kemudian ditutup di akhir periode. Akun ini biasanya mencakup pendapatan dan beban dalam laporan laba rugi. 3. Apa perbedaan utama antara akun riil dan akun nominal? Perbedaan utama terletak pada sifat akun dan laporan keuangan: Akun riil bersifat permanen dan tetap ada dari periode ke periode berikutnya (neraca). Akun nominal bersifat sementara dan saldo akhirnya ditutup setiap akhir periode akuntansi (laporan laba rugi). 4. Contoh akun riil yang umum dalam perusahaan? Contoh akun riil termasuk: kas, piutang usaha, persediaan, aset tetap (misalnya kendaraan atau mesin), utang usaha, dan modal pemilik. 5. Contoh akun nominal dalam laporan keuangan? Contoh akun nominal adalah akun pendapatan seperti penjualan, serta akun beban seperti biaya gaji, beban listrik, dan biaya operasional lainnya yang muncul dalam laporan laba rugi. 6. Kenapa akun nominal harus ditutup setiap akhir periode? Akun nominal ditutup karena sifatnya hanya untuk mengukur kinerja dalam satu periode tertentu. Saldo akhirnya (laba atau rugi) dipindahkan ke akun riil modal atau laba ditahan agar bisa mencerminkan hasil operasi dalam periode tersebut tanpa memengaruhi periode berikutnya. 7. Bagaimana akun riil dilaporkan dalam laporan keuangan? Akun riil dilaporkan dalam neraca (balance sheet) suatu perusahaan dan menunjukkan aset, kewajiban, dan ekuitas pada waktu tertentu. 8. Bagaimana akun nominal dilaporkan dalam laporan keuangan? Akun nominal dicatat dalam laporan laba rugi (income statement) dan menunjukkan pendapatan serta beban selama satu periode akuntansi. 9. Apa hubungan antara akun nominal dan akun riil dalam proses penutupan buku? Saldo dari akun nominal (pendapatan dan beban) biasanya ditutup ke akun riil modal atau laba ditahan di akhir periode akuntansi, sehingga akun nominal kembali ke nol saat periode berikutnya dimulai. 10. Apakah akun riil tetap muncul di periode baru meskipun tidak ada transaksi baru? Ya. Akun riil tetap mempertahankan saldo yang ada sampai ada transaksi baru, karena sifatnya permanen dan mencerminkan posisi keuangan bisnis secara berkelanjutan. 11. Bagaimana akun nominal membantu dalam evaluasi kinerja perusahaan? Akun nominal digunakan untuk melihat kinerja keuangan dalam periode tertentu, seperti total pendapatan dan beban, sehingga dapat membantu manajemen menilai profitabilitas dan efektivitas operasional perusahaan. 12. Apakah semua akun yang bukan aset atau utang otomatis menjadi akun nominal? Tidak. Akun di luar aset, kewajiban, dan ekuitas umumnya adalah akun nominal, tetapi yang membedakan adalah apakah akun tersebut bersifat sementara dan hanya untuk rentang periode (nominal) atau permanen (riil). 13. Bagaimana cara membedakan akun riil dan akun nominal secara cepat? Satu cara cepat adalah melihat laporan keuangan mana akun itu muncul: jika muncul di neraca → akun riil; jika muncul di laporan laba rugi → akun nominal. Selain itu, akun riil dibawa ke periode berikutnya, sementara akun nominal ditutup di akhir periode. 14. Apa dampak salah mengklasifikasikan akun riil dan nominal? Jika akun diklasifikasikan salah, laporan keuangan bisa tidak akurat, seperti pendapatan dicatat sebagai aset atau aset dicatat sebagai beban, yang bisa memengaruhi evaluasi profitabilitas atau posisi keuangan perusahaan. 15. Bisakah akun gabungan (mixed account) juga termasuk nominal atau riil? Ya. Terkadang ada akun campuran yang memiliki karakteristik kedua jenis akun; namun dalam pembukuan praktis, akun campuran dipisahkan atau dikategorikan sesuai tujuan pencatatannya agar lebih mudah diolah dalam laporan keuangan. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Akun Nominal vs Akun Riil, Ini Dia Perbedaan Keduanya! Dalam akuntansi, terdapat 3 macam jenis akun. Salah satunya adalah akun nominal yang merupakan bagian penting dalam proses akuntansi. Apa itu pengertian, jenis, dan juga perbedaan antara akun nominal dan riil? Simak penjelasannya di Mekari Jurnal. Perakunan merupakan suatu proses yang meliputi penggolongan, pencatatan, dan pengikhtisaran seluruh transaksi perusahaan yang berupa nilai uang. Oleh karena itu, akun nominal selalu tersimpan dengan baik sampai dengan masa 1 tahun periode fiskal. Biasanya, akun nominal selalu disandingkan dengan akun riil. Kedua akun ini juga sama pentingnya dalam kegiatan pembuatan laporan keuangan. Kedua akun ini juga sering disebut karena memiliki kaitan erat dengan ekuitas, aset, dan kewajiban. Nah, jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang perbedaan akun nominal dan riil dalam dunia akuntansi, mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini. Apa Pengertian dan Fungsi Akun? Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pengertian akun adalah catatan sistematis yang berisi transaksi keuangan. Karena memiliki posisi penting, maka akun dalam dunia akuntansi juga memiliki sejumlah fungsi penting. Pertama, akun berfungsi untuk menunjukkan tempat untuk mencatat unsur aktiva, kewajiban, pendapatan, ekuitas, prive, dan beban. Selain itu, akun juga berfungsi untuk menunjukkan tentang bertambah atau berkurangnya unsur modal, beban, utang, dan harta. Selanjutnya, akun juga berfungsi untuk memberikan informasi tentang posisi modal, utang, dan harta serta perubahan hal-hal tersebut sebagai pondasi dalam menyusun laporan keuangan. Lantas, apa sebenarnya manfaat dari adanya penggolongan akun, seperti akun nominal, dalam dunia akuntansi? Manfaatnya adalah untuk mempermudah proses pencatatan transaksi yang ada sesuai dengan akun-akun tersebut. Pembukuan untuk laporan keuangan pun menjadi lebih mudah dan rapi, yang mana jenis laporan keuangan ini nantinya berfungsi untuk bahan analisa krusial untuk mengambil keputusan. Penggolongan akun juga bermanfaat untuk menghindari adanya kesalahan kegiatan akuntansi yang bisa berdampak buruk kepada aktivitas perusahaan lainnya. Baca juga: Apa itu Saldo Normal Akun dalam Akuntansi? Ini Penjelasannya! Penggolongan/Pengelompokan Akun Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada ilmu akuntansi memiliki sejumlah akun yang dikelompokkan menjadi 3 kategori. 1. Akun Riil Pertama, ada kategori akun riil (real account). Akun riil merupakan akun yang selalu ada dalam neraca, seperti utang, modal, dan aktiva. Selain itu, akun riil juga disebut sebagai akun permanen atau akun terbuka karena akun ini mempunyai saldo yang nantinya akan dibuka pada tahun berikutnya. 2. Akun Nominal Akun nominal (nominal account) adalah akun yang tersaji dalam laporan laba rugi untuk mencatat informasi yang berkaitan dengan pendapatan dan beban dalam bisnis. Jenis akun ini berfungsi untuk memudahkan perusahaan dalam mengawasi pendapatan dan pengeluaran yang terjadi dalam ktivitas bisnis agar nantinya bisa digunakan sebagai bahan analisis keuangan bisnis. Berbeda dengan akun riil, nominal account tidak memiliki saldo apapun. Mengapa demikian? Hal ini karena saldo dalam akun ini sudah dipindah ke modal usaha. Saldo tersebut dipindahkan ke akun permanen ketika sudah akhir periode fiskal atau dikenal juga dengan istilah tutup buku akhir tahun. dalam laporan laba rugi, yang merupakan laporan untuk mencatat pengeluaran, laba atau keuntungan bisnis, juga tingkat kerugian yang dialami. Oleh karena itu, akun ini disebut sebagai close account atau akun tertutup. Contoh dari nominal account adalah biaya/beban dan pendapatan. 3. Akun Campuran Akun ini disebut sebagai akun campuran karena fungsinya yang selalu menambah untuk akun lainnya. Akun ini juga disebut sebagai akun kontra. Pastikan Anda Sudah Pakai Aplikasi Mekari Jurnal! Software Akuntansi Online Terpercaya! Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Jenis Akun Nominal Selain ada penggolongan akun secara umum, akun nominal juga memiliki penggolongan jenis lagi. Nominal account terdiri dari dua jenis akun yaitu akun pendapatan dan akun beban. Nah, jika Anda ingin tahu lebih lanjut, berikut ulasan lengkapnya. 1. Pendapatan Akun pendapatan adalah termasuk dari kelompok akun nominal yang di dalamnya ada penambahan jumlah aset yang berasal dari operasional dan kegiatan perusahaan. Akun ini dicatat dengan menggunakan dasar penjualan produk berupa jasa atau barang yang terjadi pada satu periode fiskal. Akun ini memiliki dua kelompok, yaitu pendapatan operasional perusahaan dan pendapatan lain. Pendapatan operasional adalah setiap pendapatan yang didapat dari kegiatan penjualan atau aktivitas utama perusahaan. Di sisi lain, jurnal pendapatan lainnya yaitu akun yang mencatat setiap pendapatan tidak tetap perusahaan, contohnya yaitu komisi dan bunga perusahaan. 2. Beban Pengertian beban di akuntansi adalah semua biaya yang perusahaan harus bayar untuk melakukan operasional perusahaan. Contoh beban perusahaan yaitu biaya perlengkapan perusahaan, penjualan, dan beban lainnya. Akun beban juga terdiri dari dua golongan, yaitu beban untuk pendapatan dan beban perusahaan lainnya. Beban perusahaan adalah biaya yang dikeluarkan dengan tujuan untuk menjalankan semua kegiatan perusahaan. Selanjutnya, beban lain adalah beban yang dikeluarkan secara tiba-tiba. Baca juga: Pengertian Neraca Perdagangan dan Surplus VS Defisit Contoh Akun Nominal Untuk pencatatan transaksi yang ada pada akun nominal, terdapat aturan dasar yaitu seluruh beban dan pengeluaran dicatat pada sisi debit, sedangkan pendapatan dan keuntungan dicatat pada sisi kredit. Berikut ini adalah contoh akun nominal yang terdiri dari pendapatan dan beban: Pendapatan yang didapatkan dari penjualan produk Pendapatan dari jasa (rental transportasi, jasa keuangan, akuntansi, konsultan, dll) Pendapatan dari bunga (interest) bank Pendapatan yang didapatkan dari hasil penjualan aset Beban sewa kantor, gedung atau pabrik Beban tagihan listrik Beban retribusi sampah dan kebersihan Beban pembayaran gaji karyawan Beban iklan Beban pemasaran Baca juga: Neraca Saldo Setelah Penutupan: Pengertian, Cara Membuat, Contoh Perbedaan Akun Nominal dan Akun Riil Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, akun nominal dan akun riil memiliki perbedaan. Untuk mengetahui perbedaan tersebut, ada sejumlah indikator yang bisa Anda lihat. Nominal account selalu berawal dengan jumlah saldo 0 dan berakhir juga dengan saldo 0. Hal ini berbeda dengan akun riil yang mana akun ini tidak berakhir pada angka 0 di akhir tahun. Selanjutnya, apabila ada saldo akun riil di tahun lalu, maka saldo tersebut bisa diteruskan ke tahun fiskal berikutnya. Perbedaan yang kedua yaitu terkait pencatatan akun. Akun nominal masuk dalam pencatatan akun laporan laba rugi, sedangkan akun riil masuk ke dalam pencatatan akun neraca. Akun neraca adalah akun untuk mencatat ekuitas, aset, dan kewajiban. Pada setiap akhir tahun periode fiskal, saldo di akun nominal account selalu dipindah ke akun riil untuk melakukan perubahan bersih selama satu tahun. Perbedaan yang selanjutnya yaitu pencatatan entry di nominal account dilakukan berdasarkan entri jurnal tentang tanggal dan waktu. Nah, inilah perbedaan dari akun nominal riil dalam dunia akuntansi. Meski memiliki kedudukan yang sama penting, kedua memiliki perbedaan yang signifikan. Baca juga: Perbedaan Akun Biaya dan Beban, Beserta Contohnya Kode Akun Pengertian dari kode akun adalah kerangka berupa huruf, angka, atau kombinasi dari huruf dan angka yang berfungsi untuk memudahkan identifikasi sejumlah akun dalam general ledger/buku besar. Nah, di bawah ini adalah sejumlah aturan kode yang biasa digunakan oleh sebuah perusahaan. 1. Kode Numerial Kode numeral adalah aturan kode yang memakai angka 1-100 (atau lebih) secara berurutan. 2. Kode Kelompok Kode kelompok merupakan cara pengkodean yang dilakukan dengan mengelompokkan masing-masing akun berdasarkan jenis dan golongan, seperti akun aset, pendapatan, ekuitas, kewajiban, serta beban. 3. Kode Angka Blok Jika Anda ingin menggunakan kode akun ini, maka pertama kali Anda harus membagi akun ke beberapa golongan akun sejenis. Kemudian, di setiap golongan akun tersebut harus tersedia blok angka yang berurutan. 4. Kode Mnemonik Kode ini dibuat berdasarkan jenis dan golongan akun dengan memakai kode huruf. 5. Kode Kombinasi Kode kombinasi adalah kode akun yang menggunakan campuran antara huruf dan angka berdasarkan jenis dan golongan akun, seperti akun nominal. Kode huruf berfungsi sebagai tanda golongan akun. Tempatnya yaitu berada di bagian depan. Sedangkan, kode angka ada di bagian belakang yang berfungsi sebagai kode akun. 6. Kode Angka Desimal Kode angka desimal adalah membuat akun dengan memakai 10 unit angka, yakni dari 0-9, serta memakai bilangan desimal untuk penggolongannya. Entri Akun Nominal Maupun Riil Jadi Lebih Mudah Menggunakan Aplikasi Akuntansi Mekari Jurnal Biar tidak repot, Anda bisa menggunakan software untuk pembukuan dan pencatatan transaksi untuk mengatur keuangan dan arus transaksi. Dengan menggunakan aplikasi Mekari Jurnal, Anda bisa menghemat biaya, waktu, dan energi karena data keuangan bisnis diproses dengan baik. Setiap akun dapat diinput dengan tepat dan akurat sehingga meminimalisir kesalahan. Kembangkan bisnis Anda dengan memulai pembukuan yang benar mulai sekarang! Dengan beragam fitur yang diberikan, seperti: Invoice & PO, buat faktur penjualan, pesanan pembelian, dan surat jalan profesional secara otomatis. Laporan cepat & tepat, susun laporan finansial dan aktivitas bisnis secara real-time dengan 1-klik. Kontrol stok persediaan, monitor stok serta lakukan stok opname untuk laporan tepat. Kolaborasi real-time, tambah pengguna lainnya untuk performa kerja multi-tasking. Online live chat tiap Saat, hubungi kami kapan saja, tim support kami siap membantu Anda. Penggunaan software akuntansi seperti Mekari Jurnal akan mempermudah Anda dalam mengelola arus transaksi dan juga informasi akuntansi bisnis Anda. Silakan coba fitur aplikasi akuntansi Mekari Jurnal secara gratis selama 7 hari. Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Baiklah, demikian adalah penjelasan tentang akun nominal dan akun riil dalam dunia akuntansi. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. Ikuti media sosial Mekari Jurnal untuk informasi lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi. FAQ Seputar Perbedaan Akun Nominal vs Akun Riil dalam Akuntansi 1. Apa itu akun riil? Akun riil (real account) adalah akun yang bersifat permanen dan saldo atau nilainya dibawa terus dari satu periode ke periode berikutnya. Akun ini muncul dalam neraca dan mencerminkan posisi keuangan suatu entitas dalam jangka panjang, seperti kas, piutang, aset tetap, utang, dan modal. 2. Apa itu akun nominal? Akun nominal (nominal account) adalah akun yang bersifat sementara karena hanya mencatat transaksi dalam satu periode akuntansi dan kemudian ditutup di akhir periode. Akun ini biasanya mencakup pendapatan dan beban dalam laporan laba rugi. 3. Apa perbedaan utama antara akun riil dan akun nominal? Perbedaan utama terletak pada sifat akun dan laporan keuangan: Akun riil bersifat permanen dan tetap ada dari periode ke periode berikutnya (neraca). Akun nominal bersifat sementara dan saldo akhirnya ditutup setiap akhir periode akuntansi (laporan laba rugi). 4. Contoh akun riil yang umum dalam perusahaan? Contoh akun riil termasuk: kas, piutang usaha, persediaan, aset tetap (misalnya kendaraan atau mesin), utang usaha, dan modal pemilik. 5. Contoh akun nominal dalam laporan keuangan? Contoh akun nominal adalah akun pendapatan seperti penjualan, serta akun beban seperti biaya gaji, beban listrik, dan biaya operasional lainnya yang muncul dalam laporan laba rugi. 6. Kenapa akun nominal harus ditutup setiap akhir periode? Akun nominal ditutup karena sifatnya hanya untuk mengukur kinerja dalam satu periode tertentu. Saldo akhirnya (laba atau rugi) dipindahkan ke akun riil modal atau laba ditahan agar bisa mencerminkan hasil operasi dalam periode tersebut tanpa memengaruhi periode berikutnya. 7. Bagaimana akun riil dilaporkan dalam laporan keuangan? Akun riil dilaporkan dalam neraca (balance sheet) suatu perusahaan dan menunjukkan aset, kewajiban, dan ekuitas pada waktu tertentu. 8. Bagaimana akun nominal dilaporkan dalam laporan keuangan? Akun nominal dicatat dalam laporan laba rugi (income statement) dan menunjukkan pendapatan serta beban selama satu periode akuntansi. 9. Apa hubungan antara akun nominal dan akun riil dalam proses penutupan buku? Saldo dari akun nominal (pendapatan dan beban) biasanya ditutup ke akun riil modal atau laba ditahan di akhir periode akuntansi, sehingga akun nominal kembali ke nol saat periode berikutnya dimulai. 10. Apakah akun riil tetap muncul di periode baru meskipun tidak ada transaksi baru? Ya. Akun riil tetap mempertahankan saldo yang ada sampai ada transaksi baru, karena sifatnya permanen dan mencerminkan posisi keuangan bisnis secara berkelanjutan. 11. Bagaimana akun nominal membantu dalam evaluasi kinerja perusahaan? Akun nominal digunakan untuk melihat kinerja keuangan dalam periode tertentu, seperti total pendapatan dan beban, sehingga dapat membantu manajemen menilai profitabilitas dan efektivitas operasional perusahaan. 12. Apakah semua akun yang bukan aset atau utang otomatis menjadi akun nominal? Tidak. Akun di luar aset, kewajiban, dan ekuitas umumnya adalah akun nominal, tetapi yang membedakan adalah apakah akun tersebut bersifat sementara dan hanya untuk rentang periode (nominal) atau permanen (riil). 13. Bagaimana cara membedakan akun riil dan akun nominal secara cepat? Satu cara cepat adalah melihat laporan keuangan mana akun itu muncul: jika muncul di neraca → akun riil; jika muncul di laporan laba rugi → akun nominal. Selain itu, akun riil dibawa ke periode berikutnya, sementara akun nominal ditutup di akhir periode. 14. Apa dampak salah mengklasifikasikan akun riil dan nominal? Jika akun diklasifikasikan salah, laporan keuangan bisa tidak akurat, seperti pendapatan dicatat sebagai aset atau aset dicatat sebagai beban, yang bisa memengaruhi evaluasi profitabilitas atau posisi keuangan perusahaan. 15. Bisakah akun gabungan (mixed account) juga termasuk nominal atau riil? Ya. Terkadang ada akun campuran yang memiliki karakteristik kedua jenis akun; namun dalam pembukuan praktis, akun campuran dipisahkan atau dikategorikan sesuai tujuan pencatatannya agar lebih mudah diolah dalam laporan keuangan.