Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Mengenal Tentang Kas Besar dalam Akuntansi

Diperbarui
Di tulis oleh: Velysia E1689583589279 Vely Sia
Di review oleh: Mekari  reviewer Devi Priyanti S.E

Kas merupakan salah satu komponen penting dalam laporan keuangan perusahaan karena digunakan sebagai alat pembayaran untuk mendukung aktivitas operasional bisnis.

Dalam praktik akuntansi, kas terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu kas kecil (petty cash) dan kas besar (cash at bank).

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai pengertian kas besar, fungsi, contoh pengeluaran, serta perbedaannya dengan kas kecil agar Anda lebih mudah memahami penggunaannya dalam pencatatan keuangan perusahaan.

Pastikan Anda Sudah Pakai Jurnal Software Akuntansi Online Terpercaya

Pengertian Kas Besar

Kas besar (cash at bank) adalah dana yang dipersiapkan oleh perusahaan untuk pengeluaran dengan nominal relatif besar.

Dana ini umumnya disimpan dalam rekening bank perusahaan dan tidak digunakan secara langsung untuk kegiatan operasional harian demi alasan keamanan.

Salah satu ciri utama kas besar adalah sistem pencatatannya yang melibatkan prosedur rekonsiliasi bank secara berkala antara catatan perusahaan dan mutasi rekening bank.

Dengan demikian, saldo kas besar dapat dipantau secara akurat dan transparan.

Fungsi Kas Besar

Tujuan pembentukan kas besar antara lain:

  • Melakukan pembayaran dengan nominal yang lebih besar.
  • Mempercepat kegiatan operasional bisnis yang membutuhkan biaya relatif tinggi.
  • Menghindari metode pembayaran yang tidak ekonomis dan kurang praktis.
  • Menjadi dana langsung maupun tidak langsung untuk pembayaran jumlah besar, seperti penerbitan cek atau transfer bank.

Baca Juga: Mempelajari Sistem Pembukuan Kas Kecil dalam Bisnis

Manfaat Kas Besar bagi Perusahaan

Selain fungsi utama di atas, kas besar juga memberikan manfaat strategis bagi perusahaan, seperti menjaga likuiditas ketika terjadi keterlambatan pembayaran dari pelanggan, menyediakan cadangan dana untuk kondisi darurat, serta mendukung pengambilan keputusan bisnis seperti investasi, pembelian aset, dan ekspansi usaha.

Pengelolaan kas besar yang baik membantu perusahaan mengendalikan pengeluaran dan meningkatkan keandalan laporan keuangan.

Contoh Pengeluaran Menggunakan Kas Besar

kas besar

Pengeluaran yang menggunakan akun kas besar umumnya memiliki nominal di atas Rp1.000.000, antara lain:

  • Biaya sewa tempat atau gedung
  • Pembelian aset perusahaan (mesin, kendaraan, peralatan)
  • Pembayaran utang usaha
  • Akuisisi atau investasi jangka panjang
  • Pembayaran gaji dalam jumlah besar

Tahukah Anda kalau aplikasi akuntansi online Mekari Jurnal bisa memudahkan Anda mengelola kas dan transaksi perusahaan secara lebih praktis dan akurat. Buktikan dengan coba gratis aplikasi Mekari Jurnal sekarang!

Perbedaan Kas Besar dan Kas Kecil

Berikut perbedaan antara kas kecil dan kas besar:

Kas Kecil

  • Digunakan untuk pengeluaran rutin dengan nominal kecil (listrik, internet, transportasi, ATK, dan sejenisnya).
  • Sistem pencatatan menggunakan metode dana tetap (imprest fund system) atau dana tidak tetap (fluctuation fund system).
  • Mudah dicairkan dan digunakan kapan saja untuk operasional harian.

Kas Besar

  • Digunakan untuk kebutuhan dengan dana besar dan bersifat periodik (pembelian aset, sewa tempat, dan lain-lain).
  • Sistem pencatatan menggunakan rekonsiliasi bank secara berkala.
  • Memiliki tingkat keamanan lebih tinggi karena melibatkan pencatatan bank dan pengawasan internal perusahaan.

Baca juga: Laporan Arus Kas. Pengertian, Cara Membuat, dan Contoh

Cara Mengelola Kas Besar dengan Baik

Agar kas besar dikelola secara optimal dan aman, perusahaan perlu:

  • Mencatat setiap transaksi secara rinci dan konsisten.
  • Menyertakan bukti transaksi yang sah seperti invoice, kwitansi, atau bukti transfer.
  • Melakukan rekonsiliasi bank secara berkala untuk mencocokkan saldo pembukuan dan mutasi rekening.
  • Membatasi akses penggunaan kas besar hanya kepada pihak yang berwenang.
  • Menggunakan software akuntansi untuk memantau arus kas secara real-time.

Kelola Kas Perusahaan dengan Menggunakan Software Akuntansi Mekari Jurnal

Dengan mengetahui perbedaan kedua jenis akun kas ini, Anda akan lebih mudah dalam membuat laporan keuangan.

Manfaatkan aplikasi kas seperti dari fitur Mekari Jurnal untuk melakukan pencatatan transaksi kas secara otomatis dengan sistem yang terintegrasi.

Mekari Jurnal memiliki fitur rekonsiliasi bank secara otomatis sehingga Anda tidak perlu lagi repot melakukan pencocokan transaksi secara manual.

Selain itu, dengan fitur Cash Link Transfer, Anda dapat melakukan transfer pembayaran secara langsung dari software Mekari Jurnal tanpa harus berpindah platform.

Berikut ini adalah cara melakukan rekonsiliasi dengan menggunakan Mekari jurnal:

1. Klik menu “Kas & Bank” kemudian pilih akun yang ingin direkonsiliasi, misalnya “Kas Besar”.

akun kas besar

2. Centang transaksi di Mekari Jurnal yang akan direkonsiliasi dengan mencocokannya dengan mutasi rekening Anda, pastikan tanggal, nominal dan jenis transaksinya sudah sesuai.

3. Klik tombol “Action” > “Tandai telah direkonsiliasi”.

rekonsiliasi akun kas besar

4. Setelah berhasil direkonsiliasi, maka status dari transaksi tersebut akan berubah menjadi “Terekonsiliasi”.

Silakan coba aplikasi Mekari Jurnal secara gratis selama 14 hari atau hubungi sales kami untuk menjadwalkan demo langsung!

Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

Pelajari selengkapnya dengan menonton video di bawah ini:

Di atas adalah penjelasan tentang apa itu kas besar (cash on hand), fungsi, contoh pengeluaran yang menggunakan akun tersebut, serta perbedaan yang dimiliki dengan kas kecil.

Semoga informasi di atas bermanfaat bagi Anda.

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami