Hal yang Perlu Dihindari saat Berbisnis Jelang Lebaran

Bukan rahasia lagi bahwa momentum Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran membawa suka cita bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Kegembiraan tak hanya dirasakan umat Muslim yang merayakan hari besar keagamaannya, tetapi juga para pelaku ekonomi yang menunggu momentum ini untuk meraup keuntungan dari melimpahnya transaksi bisnis.

Kendati transaksi Lebaran saat ini diperkirakan tak seramai tahun-tahun sebelumnya, tak sedikit pelaku usaha yang pantang menyerah mengambil peluang meraih cuan. Untuk itu, Anda juga tak boleh ketinggalan untuk memutar otak menyusun strategi berbisnis menjelang Lebaran kali ini. Pasalnya, kesalahan melangkah bisa menyebabkan bisnis Anda terjerumus di situasi krisis.

Note : Baca artikel Strategi Jitu agar UKM Bisa Bertahan Hadapi Krisis Akibat Corona

Selama ini, pelaku usaha seringkali melakukan sejumlah kesalahan fatal yang menyebabkan bisnis mengalami kegagalan. Beberapa kesalahan yang sering dilakukan sekaligus patut dihindari antara lain, ketidakmampuan manajemen mengelola bisnis, pengelolaan keuangan yang buruk, pengendalian persediaan barang/jasa yang tidak tepat, strategi pemasaran yang lemah, dan kesalahan dalam memilih Lokasi usaha.

Berikut penjelasan lebih lengkapnya seperti dikutip Jurnal by Mekari. 

Update: Fitur Direct Feeds Bank BCA Bisnis & Giro

Ketidakmampuan Manajemen Kelola Usaha

Pada sebagian perusahaan kecil dan menengah, manajemen yang buruk menjadi penyebab utama kegagalan bisnis. Manajer perusahaan tidak memiliki kemampuan untuk menjalankan kinerja perusahaan dengan baik.

Pemilik usaha juga kurang memiliki kemampuan memimpin pasukan dalam menjalankan bisnisnya. Selain itu, pelaku usaha tak mampu menentukan pertimbangan yang baik atas keputusan-keputusan bisnis, dan tak memiliki pengetahuan yang diperlukan dalam menjalankan bisnis. 

Hal yang membuat perusahaan gagal biasanya bukan ketidakcukupan modal, bakat, atau informasi, melainkan sesuatu yang lebih mendasar, yaitu kurangnya penilaian dan pemahaman yang baik oleh manajemen. 

Note : Baca artikel UMKM Terdampak COVID-19 Dapat Subsidi Bunga Kredit

Dalam hal mencari peluang usaha menjelang Lebaran kali ini, pelaku usaha tentu tak boleh melakukan kelalaian dalam mengambil keputusan bisnis di situasi sulit seperti sekarang. Pasalnya, momentum yang hilang tak akan kembali lagi.

Untuk menghindari kegagalan dalam berbisnis, Anda harus memiliki pengetahuan yang mumpuni serta pemahaman dan penilaian yang baik dalam menjalankan bisnis yang Anda geluti. Bukan hanya pemilik perusahaan, pucuk pimpinan di setiap divisi harus memiliki kemampuan memimpin dan mengambil keputusan serta menjalankan strategi bisnis secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.

pahami tentang stok persediaan barang

Keliru Pengelolaan Persediaan Produk 

Investasi terbesar bagi para pelaku usaha kecil dan menengah adalah persoalan persediaan produk. Namun kendali pasokan produk justru menjadi salah satu tanggung jawab yang paling diabaikan.

Jumlah persediaan yang tidak mencukupi permintaan mengakibatkan pelanggan kecewa dan pergi membeli barang yang sama ke kompetitor. 

Persoalan yang sering terjadi pelaku usaha memiliki persediaan dalam jumlah berlebih, namun tidak sesuai dengan tren permintaan yang ada di pasar atau salah jenis barang. Hal itu tentu menimbulkan kerugian.

Note : Baca artikel Strategi Marketing UKM Jelang Lebaran

Di saat momentum Ramadan dan Lebaran kali ini, Anda tak boleh kehilangan kesempatan emas dengan mengabaikan pasokan produk. Maka itu, Anda disarankan selalu memeriksa dan mengelola kondisi persediaan barang dengan baik.

Selain mempelajari tren permintaan, Anda juga perlu memahami kondisi pasokan dari supplier atau produsen sehingga dapat selalu memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen melalui persediaan barang yang mumpuni. Pada akhirnya, konsumen akan merasa puas dan tak akan lari ke kompetitor.

Kesalahan telemarketing

Strategi Marketing Lemah

Kesalahan yang sering dilakukan para pelaku usaha ialah tak memiliki kemampuan menyusun dan melaksanakan strategi pemasaran dengan baik. Padahal, aktivitas pemasaran merupakan salah satu ujung tombak peningkatan omzet perusahaan dalam jangka panjang. 

Selama ini, tak sedikit pemilik bisnis yang sulit membedakan antara strategi penjualan dan strategi pemasaran, padahal keduanya jelas memiliki perbedaan yang signifikan.

Strategi penjualan hanya berfokus pada aktivitas meningkatkan penjualan produk. Tujuannya menjual produk yang dihasilkan perusahaan sebanyak-banyaknya melalui upaya yang agresif. Dalam konsep penjualan, penjual tak terlalu mempedulikan apa yang diinginkan konsumen.

Sedangkan strategi pemasaran memiliki prinsip memberi kepuasan, baik bagi penjual maupun konsumen. Intinya menciptakan, memberikan, dan mengkomunikasikan nilai-nilai yang dipegang konsumen untuk memuaskan konsumen itu sendiri.

Note : Baca artikel Lima Sektor Bisnis Booming saat New Normal Datang

Pemasaran lebih berorientasi pada pasar yang didorong oleh konsumen. Tujuannya pun tak hanya menjual barang dalam jumlah banyak, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan konsumen. Strategi pemasaran memiliki tujuan jangka panjang yang mengarah pada peningkatan omzet bagi perusahaan.

Di saat Ramadan dan Lebaran saat ini, Anda tentu tak boleh kehilangan peluang dengan mengabaikan pola pemasaran ketika benar-benar dibutuhkan. 

Untuk itu, Anda harus membangun basis pelanggan yang terus berkembang dengan melakukan upaya pemasaran melalui berbagai cara dan berkreasi sekuat tenaga. Pengusaha yang kreatif harus menemukan cara untuk memasarkan bisnis secara efektif kepada pelanggan untuk mencapai target penjualan. 

Ingin Usaha Dagang Berkembang? Ikuti 7 Tips Berikut Ini!

Salah Pilih Lokasi Usaha

Lokasi usaha sering kali dipilih tanpa pengamatan, penelitian, dan perencanaan yang layak sehingga menimbulkan masalah di kemudian hari. Pemilik usaha biasanya memilih lokasi hanya karena ada tempat kosong, tempat yang murah, atau seadanya saja.

Padahal persoalan lokasi usaha terlalu riskan untuk ditentukan secara asal tanpa pertimbangan yang matang, khususnya untuk bisnis ritel. Pasalnya, perkembangan bisnis tersebut bergantung pada penjualan yang sangat dipengaruhi oleh pemilihan lokasi.

Pemilihan lokasi yang tepat untuk bisnis apapun merupakan seni dan ilmu. Maka itu, Anda sebaiknya memiliki perencanaan yang matang dalam memilih lokasi usaha.

Penentuan lokasi perlu didasari oleh pengamatan, penelitian, dan survei secara mendalam atas berbagai hal yang terkait bisnis Anda. Dengan begitu, lokasi bisa menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan usaha.

Keuangan Semakin Diterjang, Bagaimana Ketentuan Upah Pekerja Bisnis UKM?

Pengelolaan Keuangan Buruk

Pemilik perusahaan sering kali membuat kesalahan fatal pada awal memulai bisnis, yakni tak memiliki modal usaha. Padahal, keberhasilan bisnis juga memerlukan modal dalam jumlah yang cukup pada saat awal memulai usaha.

Perhitungan dan pengelolaan keuangan yang buruk dan tak matang saat memulai bisnis bisa berdampak bur uk pada perjalanan usaha di masa mendatang.  

Maka itu, manajemen yang sehat adalah kunci keberhasilan perusahaan kecil dan menengah. Manajer yang efektif menyadari bahwa semua keberhasilan bisnis memerlukan kendali keuangan yang layak.

Untuk mengelola keuangan secara tepat, cepat, dan akurat, Anda membutuhkan bantuan teknologi. Software akuntansi online Jurnal by Mekari mungkin bisa menjadi pilihan untuk membantu bisnis Anda menyusun dan memantau keuangan sehingga tak melakukan kesalahan fatal dalam berbisnis. 

Sebagai aplikasi software akuntansi online, Jurnal ikut mendukung dan berkomitmen membantu menjawab tantangan untuk menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tuntutan untuk mengurangi mobilitas ke tempat kerja dan keramaian umum lewat program #UKMtahankrisis.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan bonus berlangganan Jurnal selama 60 hari dan diskon 35% (Minimal subscribe 12 bulan).

Note : Jangan dulu keluar, baca artikel terbaik kami Ini 5 Sektor Bisnis Tahan Krisis saat Pandemi COVID-19

CTA Jurnal


PUBLISHED15 May 2020
Lavinda
Lavinda

SHARE THIS ARTICLE: