Peluang Bisnis Penginapan Masa Karantina Corona

Peluang Bisnis Penginapan Masa Karantina Corona – Beberapa hotel di Yogyakarta menawarkan layanan yang solutif ketika wabah COVID-19 melanda. Layanan tersebut adalah layanan karantina Corona. Layanan ini merupakan paket penginapan selama 14 hari, sesuai dengan lama waktu isolasi diri selama 14 hari yang dianjurkan oleh Kemenkes. Dalam layanan tersebut, pengunjung hanya boleh beraktivitas di dalam kamar tersebut dengan tentunya dengan fasilitas hotel room in.

Tujuan utama layanan ini, selain untuk mempertahankan kelangsungan bisnis hotel selama pandemi COVID-19, juga untuk membantu masyarakat yang ingin melakukan karantina diri sendiri, namun mengalami kesulitan melakukannya karena huniannya tidak memadai. Contohnya, keluarga yang tidak memiliki kamar yang terpisah dengan anak-anak, atau pegawai yang membutuhkan fasilitas wifi untuk mensupport pekerjaan dari rumah, dll.

Baca Juga: Cara UKM Pertahankan Cashflow Saat Pandemi Corona

Paketnya merupakan layanan komersial (berbeda dengan layanan karantina yang disediakan oleh pemerintah) dan bukanlah layanan kesehatan (tidak seperti rumah sakit yang menyediakan fasilitas kesehatan, obat, dll). Rentang harganya sendiri menyesuaikan dengan tipe hotel dan kamar yang dipilih. Jika Anda adalah pemilik bisnis penginapan, mungkin hal ini bisa menjadi ide segar. Namun sebelum memutuskan untuk menawarkan layanan ini kepada konsumen, ada baiknya Anda mengetahui beberapa hal terkait karantina korona itu sendiri.

Pengertian Karantina Mandiri

Karantina diri adalah prosedur mengisolasi diri sendiri serta memantau diri sendiri untuk mencegah kemungkinan penularan pada orang di sekitarnya. Hal ini meliputi tindakan-tindakan untuk bekerja atau bersekolah dari rumah, menghindari pergi ke ruang publik.

Siapa yang Perlu Melakukan Karantina Mandiri

Yang perlu melakukan karantina mandiri menurut Protokol Isolasi Diri Kemenkes RI adalah orang-orang dengan kriteria sebagai berikut:

  • Orang yang sakit, dengan definisi mengalami demam atau nyeri tenggorokan/ batuk/ pilek/ gejala penyakit pernapasan lain namun orang tersebut tidak memiliki risiko penyakit penyerta lainnya. Penyakit penyerta dimaksud adalah penyakit jantung, diabetes, penyakit paru kronik, kanker, AIDS, penyakit autoimun, dll. Kelompok ini secara sukarela atau berdasarkan rekomendasi tenaga  kesehatan, dapat tinggal di rumah dan tidak pergi bekerja, sekolah, atau ke tempat umum.
  • Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang memiliki gejala demam atau gejala pernafasan dengan riwayat perjalanan dari negara atau area transmisi lokal, dan atau
  • Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang tidak menunjukkan gejala tetapi pernah memiliki kontak erat dengan pasien positif COVID-19.

Baca Juga: 7 Strategi Marketing UKM Saat Pandemi Corona

Simak Keuntungan dan Risiko Investasi Bisnis Properti!

Perilaku yang Perlu Dilakukan Saat Karantina Corona

  1. Pelaku karantina tinggal di suatu tempat yang terpisah dari orang lain dan bekerja atau bersekolah dari tempat tinggal serta menghindari bepergian ke ruang publik.
  2. Pelaku karantina mandiri menggunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya. Idealnya, jarak ketika berinteraksi dengan anggota keluarga lain adalah minimal 1 meter.
  3. Pelaku karantina menggunakan masker selama masa karantina/ isolasi diri.
  4. Pelaku karantina melakukan pengukuran suhu harian, serta observasi gejala klinis lainnya yang terjadi seperti batuk atau kesulitan bernapas.
  5. Hindari pemakaian bersama peralatan makan, perlengkapan mandi dan linen/ sprei.
  6. Perlunya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mengonsumsi makanan bergizi, melakukan kebersihan tangan rutin, yaitu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir lalu mengeringkannya, serta melakukan etika batuk/ bersin.
  7. Pelaku karantina perlu berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi.
  8. Tempat tinggal perlu dijaga kebersihannya dengan cairan desinfektan.
  9. Jika sakit memburuk (seperti terjadi sesak napas), perlu segera menghubungi fasilitas pelayanan kesehatan untuk perawatan lebih lanjut.

Itulah peluang bisnis penginapan di masa pandemi Corona. Anda harus memastikan bahwa hotel atau penginapan Anda dapat mendukung pelaksanaan perilaku-perilaku di atas, serta berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan setempat. Selain dukungan tersebut, Anda perlu juga mempertimbangkan kebutuhan ODP tanpa gejala, yang cenderung tetap bekerja dari rumah, dan membutuhkan dukungan teknis seperti wifi dan video conference dari kamarnya.

Anda sendiri dapat memantau bagaimana kondisi keuangan bisnis hotel Anda dari laporan keuangan yang disediakan oleh aplikasi Jurnal. Dimana aplikasi ini sangat praktis dan memudahkan Anda untuk dapat memantau bisnis Anda dari manapun melalui gawai Anda.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan bonus berlangganan Jurnal selama 60 hari dan diskon 35% (Min subscribe 12 bulan). Salam sehat dan produktif selalu!


PUBLISHED23 Apr 2020
Emanuella Christianti
Emanuella Christianti

SHARE THIS ARTICLE: