×
Pelajari Peran CFO Persiapkan Bisnis Berkelanjutan

Apa itu Sistem Manajemen Pergudangan (Warehouse Management System)?

Kenapa perusahaan sebaiknya menggunakan Sistem Manajemen Pergudangan (Warehouse Management System / WMS) untuk mengelola stok barang di gudang? Berikut penjelasannya!

Saat ini, memiliki sebuah Sistem Manajemen Pergudangan (Warehouse Management System) untuk usaha adalah sebuah kewajiban, terutama untuk bisnis online shop.

Jika Anda menggunakan sebuah sistem gudang yang baik, maka menghitung persedian seluruh barang di gudang dengan cepat dan mudah.

Sehingga, bagi Anda pemilik bisnis kecil maupun besar tentu membutuhkan yang namanya tempat penyimpanan barang untuk sementara dan pengelolaannya menggunakan aplikasi warehouse management system.

Menarik bukan? Yuk, scroll ke bawah untuk mengetahui lebih banyak mengenai apa itu Sistem Management Pergudangan (WMS)?

Ada informasi tambahan seperti tipe Warehouse Management System juga, lho!

Apa itu Sistem Manajemen Pergudangan (Warehouse Management System / WMS)

apa itu wms sistem manajemen gudang pergudangan adalah

Warehouse Management System adalah sebuah sistem yang dibuat dengan tujuan memudahkan kinerja dalam manajemen gudang.

Nantinya dari sistem ini dapat digunakan sebagai pendorong proses supply chain.

Jika menerapkan sistem ini tentu bisa membantu perusahaan dalam meminimalisir resiko yang terjadi seperti human error serta meningkatkan efisiensi kerja dan meningkatkan produktivitas.

Faktanya, terdapat beberapa prinsip dalam mengelola gudang bagi suatu industri barang persediaan yang ada, yaitu:

  1. Kecepatan pesanan hingga sampai ke konsumen dalam memenuhi permintaan
  2. Ketepatan dalam menjalankan rantai pasok secara terus menerus
  3. Pelanggan bisa mendapatkan produk dengan mudah dan cepat
  4. Mendapatkan informasi ketersedian barang di gudang jauh lebih mudah.

Selain itu, tujuan dari sistem manajemen pergudangan atau WMS adalah sebagai fasilitas mengontrol setiap proses yang terjadi di gudang mulai dari penerimaan, penyimpanan, pergerakan dan pengiriman, penyimpanan, penerimaan, pergerakan, dan penerimaan.

Kemudian, fungsi Warehouse Management System yaitu:

  • Penyimpanan barang.
  • Pengamanan produk.
  • Efisiensi picking & shipping.
  • Meminimalisir overstock dan menentukan waktu reorder yang tepat.

Apa Keuntungan Sistem Manajemen Pergudangan (WMS) untuk Bisnis?

Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa harus menggunakan Warehouse Management System?

Padahal membuat list secara manual bisa Anda lakukan dengan mudah.

Tentunya Anda harus melihat keuntungan dan contoh penerapan Warehouse Management System.

Berikut keuntungan dari penerapan Sistem Manajemen Gudang bagi bisnis Anda:

1. Kecepatan Handling Proses

Menggunakan Warehouse Management System (WMS) untuk gudang dapat membantu Anda untuk meningkatkan kecepatan proses, sehingga menghemat waktu.

Alasannya, karena mengoperasikan WMS aplikasi di komputer (PC) atau gadget yang sangatlah mudah aksesnya.

Nantinya, semua transaksi dan pengelolaannya bisa dilakukan secara cepat.

2. Mudah Mengatur Tempat Penyimpanan

Apakah Anda kesulitan dalam mengatur lokasi penyimpanan barang secara optimal?

Sekarang dengan aplikasi Warehouse Management System dapat dengan mudah mengatur sistem penyimpanan dengan membuat alokasi tempat penyimpanan barang di dalam sistem WMS.

Oleh karena itu, Anda bisa menerapkan atau mengaplikasikan perhitungan persediaan akhir dengan metode FIFO.

3. Meminimalisir Gaji Karyawan

Tahukah Anda jika harga Sistem Manajemen Pergudangan dibandingkan menggunakan tenaga konvensional karyawan lebih murah?

Tentunya, Anda hanya perlu mengoperasikan sistem WMS melalui komputer atau gadget, sehingga mudah untuk mengelola data yang berhubungan dengan persedian barang di gudang.

4. Meningkatkan Pelayanan kepada Konsumen

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa dengan sistem WMS, maka kecepatan handling proses juga akan lebih baik.

Nah, Anda bisa mempersingkat proses pemesanan sampai pengiriman barang.

Alasannya, karena semuanya sudah dapat dikelola melalui komputer atau gadget saja. Sehingga, Anda bisa mempercepat pengiriman ke konsumen dan dapat meningkatkan pelayanan untuk mereka.

5. Meningkatkan Kinerja Karyawan

Secara nyata, Anda dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan jika bisa menerapkan Sistem Manajamen Pergudangan

Alasannya, karena sistem WMS memberikan informasi kepada karyawan mengenai pekerjaan yang harus mereka lakukan saat berada di gudang.

6. Mengurangi Pengeluaran Perusahaan

Dengan menerapkan sistem manajemen gudang kamu dapat melakukannya secara digital dengan menggunakan komputer.

Jadi seluruh peralatan yang digunakan secara manual tidak terlalu dibutuhkan dan dapat menekan biaya operasional bisnis kamu karena system yang dibuat sudah terstruktur dan rapi.

7. Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi

Penggunaan Sistem Manajemen Pergudangan (Warehouse Management System) dapat membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan.

Jadi karyawan bisa menghemat waktu karena semua informasi yang dibutuhkan sudah ada di system secara otomatis.

8. Dapat Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Manfaat terakhir dari sistem manajemen gudang yaitu adalah meningkatkan kepuasan pelanggan karena dalam melakukan persiapan barang tidak memerlukan waktu yang lama.

Dengan adanya sistem ini membuat kinerja karyawan semakin cepat dan pengemasan barang bisa dilakukan cepat sehingga pengiriman barang lebih singkat untuk sampai di tangan pelanggan.

apa itu wms

 

Proses Sistem Manajemen Pergudangan (Warehouse Management System / WMS)

Setelah Anda mengetahui mengenai apa itu WMS, pastinya Anda semakin tertarik untuk menggunakan sistem ini sebagai pengelolaan gudang.

Namun, sebaiknya Anda juga mengetahui tentang proses yang ada dalam Warehouse Management System (WMS).

Berikut proses Sistem Manajemen Pergudangan yang perlu Anda ketahui:

  1. Receiving, merupakan sebuah proses penanganan produk yang masuk ke dalam gudang. Pada proses ini juga dilakukan penempelan produk barcode di setiap produk sehingga dengan barcode tersebut dapat memberikan informasi mengenai informasi SKU produk dan lokasi dimana produk itu berada.
  2. Put-Away, merupakan sebuah proses meletakkan barang pada sebuah tempat di dalam gudang. Jika ingin menemukannya, Anda hanya perlu menggunakan barcode untuk mengidentifikasi lokasi barang. Nantinya, karyawan akan mengetahui letak barang untuk memindai lokasi stok yang benar.
  3. Picking, merupakan sebuah proses pengambilan barang dari tempat penyimpanan sesuai pesanan konsumen. Ini dianggap sebagai yang paling penting, paling memakan waktu, dan paling rawan kesalahan.
  4. Packing, merupakan proses menyatukan barang di gudang berdasarkan barang yang diambil, sesuai dengan pesanan konsumen. Melalui proses ini, diharapkan penjual memperhatikan keamanan paket untuk meminimalisir terjadinya kerusakan pada barang, sebelum barang tersebut meninggalkan gudang.
  5. Dispatching, merupakan sebuah proses akhir dari gudang hingga awal dari perjalanan barang dari gudang ke konsumen. Pengiriman dianggap berhasil hanya jika pesanan yang tepat telah disortir dan dimuat, dikirim ke pelanggan yang tepat, melakukan perjalanan melalui mode transit yang tepat, dan dikirimkan dengan aman dan tepat waktu.
  6. Returns, adalah proses pengembalian barang oleh konsumen ke perusahaan. Tentunya hal ini sangat dihindari oleh perusahaan, terlebih prosesnya lumayan rumit. Ketika proses ini dilakukan, perlu dilakukan pencatatan kembali atas barang yang dikembalikan tersebut. Stok harus diperbarui ketika barang dikembalikan ke lokasi penyimpanan.
  7. Stock Take, merupakan sebuah upaya mengendalikan persediaan barang yang dijual ataupun dimiliki oleh perusahaan. Stock take merupakan proses perhitungan jumlah stok yang tersedia di gudang dan mencocokannya dengan jumlah stok yang tercatat pada sistem.
  8. Reporting,  merupakan sebuah laporan yang berisi informasi dan penjelasan mengenai proses manajemen gudang. Isi dari laporan di antaranya berkaitan dengan stok barang yang tersedia dalam gudang secara akurat, serta pencatatan paket outbound setiap harinya.

Warehouse Management System (WMS) bisa mempermudah Anda dalam membuat laporan sistem manajemen gudang.

Terdapat beberapa report dalam Sistem Manajemen Pergudangan, yaitu:

  • Batch Picking Report
  • Vendor/Supplier Report
  • Direct/Indirect Labor Report
  • Cycle Counts
  • Empty Bin Report
  • Inventory on Hand
  • Advanced Receipt Notice (ARN)
  • History By Supplier
  • Shipments By Customer

Adakah Perbedaan Antara SCM dengan WMS?

Setelah Anda mengetahui apa itu sistem manajemen pergudangang, faktanya, Warehouse Management System (WMS) dan Supply Chain Management (SCM) merupakan dua proses terpenting dari sebuah bisnis khususnya pengelolaan gudang.

Tanpa keduanya perusahaan akan sulit mengelola inventaris secara akurat.

Tentunya, Anda tidak mau jika layanan yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen. Sehingga, bisa menyebabkan kerugian untuk perusahaan Anda.

Selain itu, ternyata Warehouse Management System (WMS) dan Supply Chain Management (SCM) mempunyai konsep yang berbeda.

Terlebih SCM memiliki cakupan luas, sehingga WMS bisa dibilang sebagai bagian dari SCM.

Nah, sistem Supply Chain Management (SCM) adalah penanganan arus barang dan jasa dari dari produk mentah hingga sampai ke tangan konsumen.

Selain itu, sistem ini memiliki dua ide inti, yaitu pertama, setiap produk akan mencapai konsumen akhir mewakili upaya kumulatif dari perusahaan.

Kedua, rantai pasokan telah ada sejak lama, maka perusahaan bisa memperhatikan yang terjadi di dalam tempat operasional bisnis.

Sedangkan, Warehouse Management System (WMS) mengacu pada manajemen gudang yang terdiri dari perangkat lunak serta berbagai proses yang memungkinkan perusahaan untuk mengontrol dan mengelola operasi gudang dari saat barang masuk dan keluar gudang.

Proses manajemen gudang penting untuk memenuhi tujuan bisnis yang paling utama, yaitu menjaga biaya operasi serendah mungkin dan memaksimalkan untung.

Rantai pasokan dari sebuah gudang harus cepat, akurat, dan efisien selama proses gudang juga berjalan dengan baik.

WMS memainkan peran penting dalam SCM dengan mengelola proses pesanan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pengiriman barang jadi.

Untuk memudahkan usaha kamu yang semakin besar kamu bisa menggunakan Sistem Manajemen Pergudangan seperti Mekari Jurnal.

Dengan menggunakan Mekari Jurnal WMS (Warehouse Management System) tentu memudahkan Anda dalam mengelola persediaan barang.

Semua perusahaan dan pengusaha pasti menginginkan administrasi yang berjalan baik sementara masih banyak perusahaan yang kesusahan untuk mengelola administrasi yang baik, untuk itulah Mekari Jurnal hadir sebagai Simple Online Accounting Software untuk menunjang kesuksesan pebisnis.

Anda bisa gunakan aplikasi pencatatan stok barang dari Jurnal.

Tak hanya itu, Jurnal juga menyediakan program akuntansi terbaik secara menyuluruh untuk mengurus akuntansi bisnis Anda.

Dengan menggunakan Jurnal, maka Anda akan lebih menghemat waktu proses administrasi dan operasional, dengan harga yang efisien, efektif dan cepat, sehingga Anda bisa bisa lebih fokus untuk mengembangkan usahanya.

 

Kategori : Industri

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo