Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Cara Membuat Jurnal Koreksi: Panduan Lengkap dengan Contoh Akurat

Diperbarui

Apa itu jurnal koreksi (correction entry)? Pahami lebih lanjut pengertian, cara membuat, serta contoh pencatatan transaksi pada jurnal koreksi adalah seperti apa akan dibahas oleh Mekari Jurnal.

Sebagai seorang akuntan, Anda dituntut untuk teliti dalam melakukan pencatatan transaksi akuntansi.

Namun pada beberapa kasus, terjadi beberapa kesalahan dalam mencatat jumlah, mengklasifikasikan akun, ataupun kesalahan lainnya.

Bila kesalahan tidak begitu penting, maka hal tersebut tidak mempengaruhi keputusan manajemen atau pengguna laporan.

Kesalahan yang tidak material dan tidak membutuhkan koreksi dapat ditangani dengan mudah.

Tetapi, jika kesalahan berupa material, maka manajemen atau akuntan harus membuat koreksi atas kesalahan tersebut.

Apa Itu Jurnal Koreksi?

Pengertian jurnal koreksi (correction entry) adalah entri jurnal yang dibuat apabila terdapat kekeliruan dalam pencatatan yang dilakukan.

Jurnal ini disebut juga dengan istilah jurnal pembetulan karena fungsinya untuk membetulkan jurnal yang terlanjur salah dibuat, baik karena salah angka ataupun salah akun.

Akuntan dapat mengganti nilai atau menghapus transaksi yang salah pada jurnal serta menggantinya dengan yang baru.

Hal ini bukanlah suatu masalah, namun ada baiknya untuk menyiapkan jurnal koreksi.

Manfaat Jurnal Koreksi

Adapun beberapa manfaat diperlukannya jurnal koreksi adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui histori sebuah transaksi.
  2. Pekerjaan lebih sistematis dan terstruktur.
  3. Melatih melakukan pekerjaan-pekerjaan lain juga dengan sistematis serta terstruktur.
  4. Melatih ketelitian dalam pencatatan transaksi dalam akuntansi.
  5. Melatih cara membetulkan kesalahan dengan benar sehingga tidak menimbulkan kebingungan pencatatan.

Tahukah Anda kalau aplikasi akuntansi online Mekari Jurnal bisa memudahkan Anda mengelola keuangan perusahaan secara lebih praktis dan akurat. Buktikan dengan coba gratis aplikasi Mekari Jurnal.

Tipe Kesalahan dalam Melakukan Entri Jurnal

Secara garis besar, terdapat dua jenis kesalahan dalam melakukan entri jurnal sehingga diperlukan pembetulan atau koreksi, seperti contoh:

1. Kesalahan Pada Periode Berjalan

Biasanya kesalahan ini berupa salah klasifikasi akun dan/ atau salah jumlah.

2. Kesalahan Untuk Periode yang Berbeda

Di mana, kesalahan pada periode sebelumnya dapat terbawa ke periode selanjutnya, jika kesalahan berpengaruh pada laporan neraca atau laporan laba rugi. Kesalahan yang berpengaruh pada neraca harus dikoreksi, hal ini karena akun-akun pada neraca tidak ada tutup buku.

Sementara kesalahan yang berpengaruh pada laba rugi tidak perlu dikoreksi, karena pada akhir periode akun-akun tersebut sudah di nol kan jadi tidak terbawa pada periode berikutnya.

Langkah-Langkah atau Cara Membuat Jurnal Koreksi

Pengertian, contoh jurnal koreksi persediaan, hingga cara membuat Jurnal Koreksi adalah seperti akan dibahas blog Mekari Jurnal berikut ini. Simak ya!

Untuk membuat jurnal koreksi, ada tiga langkah yang dapat dilakukan yaitu adalah sebagai berikut:

1. Membuat jurnal penghapusan

Langkah pertama untuk membuat jurnal koreksi yaitu dengan membuat jurnal penghapusan terlebih dahulu.

Jurnal salah yang telah dibuat sebelumnya harus dihapus.

Caranya dengan membalik posisi akun dan saldonya.

2. Membuat jurnal sebenarnya

Langkah selanjutnya yang harus Anda buat adalah membuat jurnal yang benar atau yang seharusnya dibuat.

3. Membuat jurnal koreksi

Jurnal ini biasanya dibuat berdasarkan penggabungan dari tahap pertama yaitu jurnal penghapusan, dan tahap kedua yaitu jurnal yang sebenarnya.

Jadi, untuk membuat jurnal pembetulan ini, langkah pertama dan langkah kedua ditandingkan sehingga menghasilkan jurnal koreksi.

Baca Juga : Rekonsiliasi Fiskal: Pengertian, Penerapan, Jenis, dan Tahapan

Mekari Jurnal hadirkan fitur software terlengkap di indonesia

Contoh Kasus Pencatatan dalam Jurnal Koreksi

Di bawah ini adalah beberapa contoh soal bagaimana cara membuat dan melakukan proses koreksi pada jurnal.

Contoh Soal Jurnal Koreksi 1:

PT ABC membeli barang dagangan ke pemasok sebesar 50.000.000 secara tunai.

Namun, akuntan keliru mencatat nya sebagai pembelian peralatan kantor.

Berikut adalah Jurnal yang dibuat PT. ABC:

Akun Debit Kredit
Peralatan Kantor Rp 50.000.000
Kas Rp 50.000.000

 

Berdasarkan kesalahan tersebut, maka harus dibuat jurnal koreksi, berikut langkah yang harus dilakukan:

a. Membuat jurnal penghapusan

Akun Debit Kredit
Kas Rp 50.000.000
Peralatan Kantor Rp 50.000.000

 

b. Membuat jurnal yang benar

Akun Debit Kredit
Pembelian Rp 50.000.000
Kas Rp 50.000.000

 

c. Membuat jurnal koreksi

Akun Debit Kredit
Pembelian Rp 50.000.000
Peralatan Kantor Rp 50.000.000

 

Contoh Soal Jurnal Koreksi 2

Pada tanggal 15 Januari 2025, PT Pendidikan Maju harus membayar fee pengajar sebesar Rp 1.800.000.

Atas transaksi tersebut, karyawan bagian akuntansi membuat jurnal akuntansi sebagai berikut :

Akun Debit Kredit
Fee Pengajar Rp 1.800.000
Kas Rp 1.800.000

Setelah diperiksa ternyata terdapat kesalahan dalam pencatatan jurnal transaksi di atas.

Pada jurnal di atas, nilai nominal yang seharusnya Rp 1.800.000, dicatat Rp 1.500.000.

Jadi ada kekurangan pencatatan sebesar Rp 300.000,-.

Untuk membetulkan kesalahan pencatatan di atas dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

Cara pertama, sebelum membuat jurnal koreksi terlebih dahulu adalah dengan membuat jurnal pembalik terlebih dahulu agar saldo masing-masing akun kembali ke nilai semula.

Jurnal pembalik:

Debit Kredit
Kas Rp 1.500.000
Fee Pengajar Rp 1.500.000

 

Setelah saldo akun kembali ke posisi semula, selanjutnya kita membuat jurnal dengan nilai nominal yang benar sebagai berikut:

cara membuat jurnal koreksi

Cara kedua, langsung membuat jurnal koreksi dengan menambahkan catatan tentang kekurangan yang harus dituliskan, dari yang awalnya, lihat contoh di bawah ini.

cara membuat jurnal koreksi

ditambahkan dengan

Hindari Kesalahan dalam Entri Jurnal dengan Menggunakan Software Akuntansi!

Nah, pengertian, contoh jurnal koreksi persediaan, hingga cara membuat entrinya adalah seperti apa telah dibahas diatas.

Untuk memudahkan sebuah perusahaan memiliki pencatatan baik jurnal ini, maka ada baiknya menggunakan software akuntansi online seperti Mekari Jurnal yang akan membantu mengelompokkan dan membuat pencatatan keuangan secara otomatis terhadap selisih kekurangan penulisan yang terjadi.

Aplikasi pencatatan keuangan seperti Mekari Jurnal akan memudahkan semua keperluan pencatatan dan pelaporan keuangan dengan mudah dan cepat sesuai kebutuhan perusahaan.

Melalui Mekari Jurnal, Anda bahkan bisa langsung melakukan cek terhadap semua koreksi dan penyesuaian kapan saja dan dimana saja secara real time melalui smartphone Anda.

Coba juga fitur Mekari Jurnal yang lain seperti laporan stok barang sederhana untuk memantau persediaan dan pergerakan barang dengan mudah.

Dapatkan data jumlah stok, perhitungan persediaan, harga jual rata-rata dan notifikasi bila stok kosong secara langsung dan real time.

Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!

atau

Konsultasi dengan Sales Mekari Jurnal Sekarang!

Perbedaan Jurnal Koreksi dan Jurnal Penyesuaian

Perlu diingat bahwa jurnal koreksi  berbeda dengan jurnal penyesuaian.

Baik jurnal penyesuaian maupun jurnal koreksi dilakukan untuk melakukan pembetulan terhadap transaksi yang salah.

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan nilai dari saldo akun tertentu agar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Fungsinya adalah untuk memastikan jika prinsip penandingan antara beban dan pendapatan telah terpenuhi dalam laporan keuangan yang sudah dibagi dalam periode akuntansi.

Akun yang perlu disesuaikan biasanya akun biaya akrual (menyegerakan pengakuan biaya) dan akun biaya deferal (pengakuan biaya yang ditunda).

Transaksi di awal harus sudah dicatat dengan baik ketika melakukan penyusunan jurnal penyesuaian.

Hal ini bertujuan untuk memperbaharui data agar dapat menentukan besaran jumlah penerimaan dengan tepat.

Jumlah penerimaan yang sudah diterima dalam periode berjalan akan ditangguhkan menjadi beban pada periode mendatang.

Sementara jumlah beban periode berjalan perlu diakui meski jumlah pendapatan atau pembayaran belum dilakukan maupun kasnya belum diterima.

Jurnal koreksi merupakan jurnal yang digunakan sebagai pembetulan pada pencatatan transaksi keuangan yang salah pada periode yang sama atau periode berbeda.

Kesalahan yang terjadi biasanya meliputi kesalahan nominal atau klasifikasi akun di mana entri yang dikoreksi dapat melibatkan kombinasi laporan laba rugi dan akun neraca.

Baca Juga : Contoh Jurnal Umum Beserta Tahapan Pembuatannya

Kesimpulan

Itulah cara membuat jurnal koreksi secara manual yang harus Anda pahami.

Sekarang Anda dapat mengerjakannya dengan mudah jika melakukannya menggunakan software akuntansi.

Mekari Jurnal adalah software akuntansi online yang dapat membantu Anda menjalankan sistem akuntansi perusahaan Anda dengan cepat.

Anda hanya perlu menginput semua transaksi, aplikasi Mekari Jurnal secara otomatis akan mengolahnya menjadi berbagai format laporan keuangan.

FAQ Seputar Jurnal Koreksi (Correction Entry) dalam Akuntansi

1. Apa itu jurnal koreksi?

Jurnal koreksi adalah jurnal yang dibuat untuk memperbaiki kesalahan pencatatan transaksi dalam pembukuan, seperti salah akun, salah angka, maupun salah sisi debit/kredit.

2. Kapan jurnal koreksi perlu dibuat?

Jurnal koreksi dibuat setelah kesalahan ditemukan dalam pencatatan akun yang sudah diposting, sebelum laporan keuangan final disusun, agar data tetap akurat dan bisa dipercaya.

3. Apa tujuan dibuatnya jurnal koreksi?

Tujuannya untuk mengembalikan posisi buku besar ke kondisi yang benar, menjaga keandalan laporan keuangan, serta mencerminkan transaksi sesuai kejadian sebenarnya.

4. Apa saja contoh kesalahan yang diperbaiki dengan jurnal koreksi?

Contoh kesalahan termasuk: pencatatan di akun yang salah (mis. mencatat pembelian sebagai peralatan kantor), kesalahan jumlah nominal, serta transaksi yang tertulis ganda atau kurang.

5. Bagaimana langkah membuat jurnal koreksi?

Secara umum terdiri dari:

  1. Buat jurnal penghapusan (menghapus entri salah),
  2. Buat jurnal yang benar,
  3. Gabungkan keduanya untuk menjadi jurnal koreksi final.

6. Apakah jurnal koreksi sama dengan jurnal penyesuaian?

Tidak. Jurnal koreksi dibuat untuk memperbaiki kesalahan pencatatan, sedangkan jurnal penyesuaian dibuat untuk memastikan pendapatan dan beban diakui di periode yang benar sesuai akrual.

7. Bisa jurnal koreksi dibuat dalam satu langkah tanpa menghapus dulu?

Ya. Dalam praktik akuntansi, terkadang jurnal koreksi bisa dibuat langsung dengan satu entri yang menggabungkan efek pembatalan entri salah dan pembetulan, selama hasilnya benar.

8. Apakah jurnal koreksi mempengaruhi laporan keuangan?

Ya. Karena jurnal koreksi memperbaiki kesalahan dalam buku besar, hasilnya akan tercermin pada laporan laba rugi atau neraca, tergantung akun yang diperbaiki.

9. Apa risiko jika tidak membuat jurnal koreksi saat ada kesalahan?

Tanpa jurnal koreksi, laporan keuangan bisa menyajikan informasi yang tidak akurat atau menyesatkan, sehingga bisa berdampak buruk pada pengambilan keputusan, audit, maupun perpajakan.

10. Apakah jurnal koreksi bisa dilakukan menggunakan software akuntansi?

Ya. Jika menggunakan software akuntansi, sering tersedia fitur untuk mengoreksi entri – baik dengan mengubah langsung atau dengan membuat jurnal koreksi secara otomatis – tanpa harus mencoret manual.

11. Haruskah jurnal koreksi didokumentasikan secara lengkap?

Sangat penting. Dokumentasi yang lengkap, termasuk bukti transaksi salah dan jurnal pembetulan, diperlukan untuk audit dan transparansi catatan akuntansi yang bersih.

12. Apa bedanya jurnal koreksi dengan reversing entry?

Reversing entry dibuat di awal periode berikutnya untuk membalik entri penyesuaian tertentu, sedangkan jurnal koreksi dibuat untuk memperbaiki kesalahan pencatatan di periode yang sama.

13. Apakah setiap kesalahan harus dibuatkan jurnal koreksi?

Hampir semua kesalahan pencatatan yang ditemukan sebelum laporan akhir disetujui perlu dikoreksi. Jika kesalahan ditemukan setelah penutupan, metode perbaikannya bisa berbeda tergantung kebijakan akuntansi.

14. Apa manfaat jurnal koreksi bagi pembukuan perusahaan?

Manfaatnya termasuk menjaga akurasi data keuangan, struktur pencatatan yang sistematis, serta membantu meminimalkan kesalahan di masa depan karena riwayat transaksi tercatat jelas.

15. Bisakah jurnal koreksi dibuat jika sudah tutup buku?

Jika kesalahan ditemukan setelah periode ditutup, entri koreksi tetap bisa dibuat, tetapi sering memerlukan penyesuaian melalui entri periode berikutnya atau pembukaan ulang, tergantung kebijakan akuntansi dan aturan akuntansi yang berlaku.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami