Faktor-Faktor Kebutuhan Sekunder Beserta Contohnya

Berdasarkan tingkat pemenuhannya, kebutuhan manusia sehari-hari digolongkan menjadi tiga bagian, yaitu kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Kebutuhan primer merupakan jenis kebutuhan yang diprioritaskan oleh masyarakat untuk dipenuhi karena merupakan kebutuhan dasar manusia, yaitu sandang, pangan dan papan.

Kebutuhan sekunder merupakan kebutuhan yang dalam pemenuhannya dilakukan setelah semua kebutuhan primer sudah terpenuhi dengan baik. Kebutuhan sekunder sendiri berperan sebagai kebutuhan pendamping atau penunjang kebutuhan primer yang dalam pemenuhannya tidak mendesak atau tidak harus terpenuhi karena tidak akan mengancam keberlangsungan hidup manusia. Tetapi setiap manusia pasti tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan ini sebab jika kebutuhan ini tidak terpenuhi mungkin dapat mengganggu kegiatan manusia.

 

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan Sekunder

Setiap manusia memiliki tingkat kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda, Jika diteliti lebih dalam lagi maka akan terdapat banyak sekali faktor yang memengaruhi perbedaan tersebut dan berikut adalah faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan sekunder.

a. Perkembangan Zaman

Zaman merupakan perputaran waktu yang sulit untuk diprediksi, perbedaan kebutuhan antara zaman dulu dan zaman sekarang sudah sangat terlihat. Jika orang zaman dulu dapat hidup tanpa smartphone maka pada era modern sekarang ini bisa dikatakan setiap orang memerlukan smartphone untuk membantu kelangsungan hidupnya. Seiring dengan perkembangan zaman menuntut manusia untuk mengikutinya dengan munculnya makanan yang bervariatif, tempat tinggal mewah, dan lain sebagainya.

b. Lingkungan

Lingkungan juga merupakan faktor yang dapat memengaruhi kebutuhan setiap indvidu. Bisa dikatakan setiap individu yang tinggal di lingkungan yang berbeda akan memiliki tingkat kebutuhan yang berbeda pula.

c. Adat Istiadat

Tradisi atau adat istiadat merupakan perbedaan yang terdapat pada setiap suku bangsa. Dengan adanya perbedaan adat istiadat ini tentunya menjadikan kebutuhan setiap individu berbeda pula.

d. Agama

Agama juga merupakan faktor yang dapat memengaruhi kebutuhan setiap individu, misalkan kebutuhan umat Islam dan umat Kristen sangat berbeda. Umat islam diharamkan untuk memakan daging babi sedangkan umat kristen diperbolehkan.

 

Contoh Kebutuhan Sekunder

Ada banyak contoh kebutuhan sekunder yang setiap hari digunakan dalam kehidupan kita. Beberapa diantaranya yaitu sebagai berikut:

Pariwisata

Untuk mendapatkan kehidupan yang bahagia atau layak, sesekali kita butuh berekreasi. Rekreasi atau pariwisata membuat penat dan kejenuhan hilang. Kita bisa terhindar dari stres dan lelah berlebihan jika memenuhi kebutuhan kita akan rekreasi.

Perlengkapan Rumah

Rumah memang termasuk contoh kebutuhan primer, namun sebuah rumah tidak akan berfungsi dengan baik jika didalamnya tidak terdapat perlengkapan yang menunjang fungsi rumah sebagai hunian. Beberapa contoh perlengkapan rumah misalnya lemari, tempat tidur, kursi, meja, rak piring, dan sebagainya.

Komunikasi

Anda mungkin sering melakukan chatting atau telepon dengan rekan kerja. Aktivitas tersebut ditunjang dengan adanya sarana komunikasi, terutama smartphone dan pulsanya. Keduanya termasuk contoh kebutuhan sekunder karena bukan merupakan kebutuhan dasar, namun jika tidak terpenuhi akan membuat kita kesulitan.

Kendaraan pribadi

Banyak orang yang beranggapan bahwa kendaraan pribadi merupakan kebutuhan yang tergolong sebagai kebutuhan tersier yang sifatnya tidak terlalu penting untuk dipenuhi. Kendati demikian, kendaraan pribadi sebenarnya dapat tergolong sebagai salah satu kebutuhan yang tergolong sebagai kebutuhan sekunder apabila alasan seseorang untuk memiliki kendaraan pribadi berkaitan dengan produktivitasnya. Misalnya, seseorang membutuhkan sepeda motor untuk pergi ke kantor, sehingga dapat menghemat biaya perjalanan yang dikeluarkan apabila menggunakan kendaraan umum.

Demikianlah penjelasan mengenai kebutuhan sekunder. Kebutuhan dari masing-masing individu tentu berbeda bergantung dengan diri sendiri dan keadaan finansialnya. Agar kebutuhan dapat diatur dengan baik, Anda dapat memulainya dengan membuat laporan keuangan. Bukan hanya bisnis yang memerlukan laporan keuangan, orang pribadi juga membutuhkan laporan keuangan.

 

Untuk mengelola keuangan pribadi, Anda bisa memulainya dengan mencatat seluruh pendapatan dan pengeluaran pribadi Anda, sedangkan untuk mengelola keuangan bisnis, Anda dapat membuat laporan keuangan dengan software akuntansi Jurnal.

Dengan mendaftarkan bisnis Anda di Jurnal, Anda akan menerima laporan keuangan secara realtime hanya dengan menginput seluruh transaksi keuangan bisnis. Melalui Jurnal, Anda juga bisa lebih mudah mengelola arus kas perusahaan hingga mengelola stok barang dengan mudah. Info lebih lanjut mengenai Jurnal dan berbagai fiturnya, klik di sini.


PUBLISHED29 Apr 2019
Novia Widya Utami
Novia Widya Utami

SHARE THIS ARTICLE: