Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Penghasilan Komprehensif Lain (OCI): Pengertian, Komponen, Contoh, dan Cara Penyajiannya

Diperbarui
Ditulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Penghasilan komprehensif lain atau OCI adalah penghasilan dan beban tertentu yang tidak diakui langsung dalam laba rugi sesuai standar akuntansi
  • OCI berbeda dari laba rugi karena umumnya mencerminkan perubahan nilai ekonomi yang belum terealisasi atau tidak berasal dari aktivitas operasional utama
  • OCI terbagi menjadi dua kelompok, yaitu pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi dan pos yang dapat direklasifikasi ke laba rugi pada kondisi tertentu
  • OCI perlu dibaca bersama laporan laba rugi dan laporan perubahan ekuitas agar pengguna laporan keuangan memahami perubahan ekuitas perusahaan secara lebih menyeluruh

Laporan laba rugi merupakan dokumen yang dibaca oleh pengguna laporan keuangan ketika ingin memahami kinerja keuangan sebuah perusahaan.

Di dalam angka-angka yang terdapat pada laporan laba rugi, terdapat perubahan nilai ekonomi yang secara nyata sudah memengaruhi kekayaan perusahaan namun belum diakui sebagai laba atau rugi di periode berjalan.

Hal ini yang dikenal dengan penghasilan komprehensif lain atau other comprehensive income sebagai jalur perubahan nilai ekonomi yang belum menghasilkan arus kas karena transaksi yang belum terealisasi.

Memahami komponen ini dalam laporan laba rugi menjadi penting agar pengambil keputusan dapat menilai kinerja perusahaan secara utuh dan transparan.

Simak selengkapnya mengenai penghasilan komprehensif lain dalam artikel Mekari Jurnal berikut ini.

Penghasilan Komprehensif Lain Adalah

IAS 1 Presentation of Financial Statements mendefinisikan other comprehensive income adalah komponen penghasilan dan beban yang tidak diakui dalam laba rugi sebagaimana diwajibkan atau diizinkan oleh standar IFRS.

Dalam PSAK 1 juga mengemukakan bahwa penghasilan komprehensif lain adalah lembaran data yang memberikan informasi penghasilan dan beban (termasuk penyesuaian reklasifikasi) yang tidak diakui dalam laba rugi sebagaimana disyaratkan atau diizinkan oleh SAK.

Apa Bedanya OCI dengan Laba Rugi?

Bagi orang awam, mungkin mendengar istilah laba rugi dan penghasilan komprehensif sering kali dianggap sama. Padahal keduanya memiliki batas yang sangat jelas dalam struktur laporan keuangan.

Laba rugi mencakup semua pendapatan dan beban yang diakui secara langsung sebagai hasil dari aktivitas profit atau loss perusahaan pada periode berjalan.

Sementara itu, penghasilan komprehensif lain atau OCI mencakup item tertentu yang menurut standar akuntansi harus ditempatkan di luar perhitungan laba rugi operasional.

Dalam laporan keuangan yang lengkap, laporan penghasilan komprehensif terdiri dari dua bagian utama, yaitu laba rugi bersih dan OCI.

Jika laba rugi mencerminkan hasil transaksi harian dan operasional yang sudah pasti, maka OCI lebih banyak mencerminkan perubahan nilai wajar aset atau liabilitas yang masih bersifat estimasi atau belum terealisasi secara tunai.

Mengapa OCI Tidak Masuk Langsung ke Laba Rugi?

Standar akuntansi telah menetapkan beberapa alasan mengapa komponen OCI dipisahkan dari laba rugi utama.

Tujuan utamanya adalah menjaga agar laporan laba rugi tetap mencerminkan hasil operasi dan transaksi yang memang terjadi dan dapat dipertanggungjawabkan di periode tersebut.

Alasan yang kedua adalah beberapa item memiliki karakter jangka panjang yang tidak sepadan jika diakui sepenuhnya dalam satu periode.

Terakhir, standar untuk beberapa instrumen keuangan secara khusus mendesain OCI sebagai jalur pengakuan yang lebih tepat untuk jenis perubahan nilai tertentu.

Baca Juga: Fungsi dan Jenis Laporan Laba Rugi Komprehensif

Komponen OCI yang Paling Umum

Kita perlu melihat item apa saja yang biasanya mengisi kolom OCI dalam laporan keuangan. Dalam kontek bisnis di Indonesia sendiri, terdapat beberapa komponen yang sering ditemui, yaitu:

1. Surplus Revaluasi Aset Tetap dan Aset Takberwujud

Kenaikan nilai aset dari penerapan model revaluasi diakui dalam OCI sebagai surplus revaluasi, bukan langsung ke laba rugi perusahaan.

2. Pengukuran Kembali Program Imbalan Pasti

Keuntungan atau kerugian aktuaria dari program pensiun manfaat pasti dicatat langsung ke OCI sesuai ketentuan IAS 19.

3. Selisih Kurs Penjabaran Entitas Asing

Selisih kurs yang muncul dari penjabaran laporan keuangan entitas luar negeri diakui dalam OCI hingga entitas tersebut dilepas.

4. Keuntungan atau Kerugian Instrumen Keuangan

Perubahan nilai wajar instrumen keuangan tertentu dapat dicatat di OCI tergantung klasifikasi aset dan model bisnis perusahaan.

5. Bagian Efektif Lindung Nilai Arus Kas

Keuntungan atau kerugian dari instrumen lindung nilai arus kas yang efektif diakui terlebih dahulu di OCI sebelum direklasifikasi ke laba rugi.

Baca Juga: Pemisahan Pendapatan Operasi vs Non-Operasi: Pengertian, Perbedaan, Contoh, dan Cara Penyajiannya

OCI Dikelompokkan Menjadi Dua Bagian

Ikatan Akuntan Indonesia menjelaskan bahwa pos-pos dalam penghasilan komprehensif lain harus dibagi menjadi dua kelompok besar berdasarkan masa depannya.

Pembagian ini sangat krusial bagi investor untuk memprediksi apakah suatu keuntungan di OCI nantinya akan memengaruhi laba bersih atau tidak.

OCI dibagi menjadi dua kelompok utama. Kelompok pertama berisi pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi di masa depan, sehingga dampaknya tetap berada di ekuitas tanpa memengaruhi profit perusahaan secara langsung.

Sementara itu, kelompok kedua mencakup pos yang dapat direklasifikasi ke laba rugi ketika kondisi tertentu terpenuhi, misalnya saat aset dijual atau transaksi selesai.

Pemisahan ini diwajibkan dalam PSAK 201 agar pengguna laporan keuangan dapat memahami sumber perubahan ekuitas dengan lebih jelas dan mendalam.

Contoh OCI yang Tidak Direklasifikasi ke Laba Rugi

Dua contoh paling umum dari kelompok ini adalah surplus revaluasi aset tetap dan pengukuran kembali program imbalan pasti.

1. Surplus Revaluasi Aset Tetap

Kenaikan nilai aset tetap dari proses revaluasi diakui ke OCI sebagai surplus revaluasi sesuai ketentuan IAS 16. Surplus ini tidak direklasifikasi ke laba rugi, bahkan ketika aset dijual, melainkan dapat dipindahkan langsung ke saldo laba.

Baca Juga: Cara Membuat Laporan Laba Rugi Komprehensif: Pengertian, Struktur dan Contoh Format

2. Pengukuran Kembali Program Imbalan Pasti

Pengukuran kembali program imbalan pasti mencakup keuntungan atau kerugian aktuaria yang timbul dari perubahan asumsi demografis atau finansial dalam perhitungan kewajiban pensiun.

IAS 19 mengatur bahwa item ini diakui di OCI dan secara permanen tidak akan pernah direklasifikasi ke laba rugi.

Contoh OCI yang Dapat Direklasifikasi ke Laba Rugi

IAS 1 menyebut penyesuaian reklasifikasi (reclassification adjustments) sebagai jumlah yang direklasifikasi ke laba rugi pada periode berjalan yang sebelumnya diakui di OCI pada periode ini atau periode sebelumnya.

Beberapa contohnya adalah:

Selisih Kurs Penjabaran Entitas Asing

Selisih kurs dari penjabaran laporan keuangan entitas asing dicatat di OCI selama entitas tersebut masih menjadi bagian dari grup perusahaan.

Ketika entitas dilepas atau dijual, akumulasi selisih kurs tersebut direklasifikasi ke laba rugi sebagai bagian dari keuntungan atau kerugian pelepasan.

Bagian Efektif Lindung Nilai Arus Kas

Keuntungan atau kerugian dari instrumen lindung nilai arus kas yang efektif disimpan terlebih dahulu di OCI.

Item ini baru direklasifikasi ke laba rugi ketika transaksi atau arus kas yang dilindungi mulai memengaruhi kinerja keuangan perusahaan.

Bagaimana OCI Disajikan dalam Laporan Keuangan?

Standar akuntansi memberikan fleksibilitas dalam cara penyajian OCI dalam laporan keuangan, yang terbagi menjadi dua yakni metode laporan tunggal maupun dua laporan terpisah.

Pendekatan Satu Laporan

Laba bersih dan OCI disajikan dalam satu laporan gabungan yang disebut “Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain”.

Bagian pertama laporan ini menampilkan seluruh komponen laba rugi hingga laba bersih, sedangkan bagian kedua menyajikan item OCI yang dikelompokkan berdasarkan kemungkinan reklasifikasinya sebelum menghasilkan total penghasilan komprehensif.

Baca Juga: Single-Step Income Statement: Pengertian, Format, Cara Membuat, dan Contohnya

Pendekatan Dua Laporan

Laba rugi disajikan dalam laporan terpisah yang berdiri sendiri, kemudian diikuti oleh laporan kedua yang dimulai dari angka laba bersih dan melanjutkan ke OCI serta total penghasilan komprehensif.

Kedua laporan ini harus disajikan berdampingan dan dianggap sebagai satu kesatuan.

Baca Juga: Multi-Step Income Statement: Pengertian, Format, Cara Membuat, dan Contohnya

Contoh Sederhana Penyajian OCI

Untuk memudahkan bagaimana posisi OCI dalam sebuah laporan penghasilan komprehensif, bayangkan sebuah perusahaan yang memiliki performa keuangan sebagai berikut di akhir tahun:

  • Laba Bersih Tahun Berjalan: Rp 500.000.000
  • Surplus Revaluasi Tanah: Rp 100.000.000
  • Selisih Kurs Penjabaran: Rp 20.000.000
  • Kerugian Aktuaria Program Pensiun: (Rp 10.000.000)

Dalam laporannya, PT Maju Sejahtera akan menyajikan data tersebut sebagai berikut:

  • Dimulai dengan angka laba bersih sebesar Rp 500.000.000
  • Kemudian di bawahnya terdapat bagian Penghasilan Komprehensif Lain yang merinci ketiga item di atas
  • Total OCI neto adalah Rp 110.000.000
  • Hasil akhirnya, Total Penghasilan Komprehensif tahun berjalan adalah Rp 610.000.000

Angka terakhir inilah yang menunjukkan perubahan total pada ekuitas perusahaan yang berasal dari kinerja ekonomi, bukan dari transaksi dengan pemilik seperti setoran modal atau pembagian deviden.

Selain itu, terdapat juga gambaran penyajian penghasilan komprehensif dalam laporan keuangan sebuah perusahaan yang umumnya terlihat sebagai berikut:

Contoh penghasilan komprehensif lain
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian PT Sentra Food Indonesia Tbk 2024

Hubungan OCI dengan Ekuitas

OCI tidak berhenti pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain karena dampaknya juga tercermin dalam laporan perubahan ekuitas.

Seluruh item OCI yang diakui selama periode berjalan akan memengaruhi komponen ekuitas tertentu, seperti surplus revaluasi, cadangan selisih kurs, atau cadangan lindung nilai.

Karena itu, laporan laba rugi, OCI, dan laporan perubahan ekuitas harus dibaca secara terintegrasi untuk memahami bagaimana kinerja perusahaan memengaruhi posisi ekuitas dari satu periode ke periode berikutnya.

Kesalahan Umum saat Membahas OCI

Meskipun sudah diatur dengan jelas dalam standar akuntansi, masih banyak kesalahpahaman yang terjadi saat praktisi membicarakan OCI.

Kesalahan pertama adalah menganggap OCI sama dengan laba rugi. Padahal, seperti yang sudah dibahas, OCI sengaja dipisahkan agar tidak mencampuradukkan hasil operasi dengan fluktuasi nilai yang belum terealisasi.

Kesalahan kedua adalah menganggap semua keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi otomatis masuk ke OCI.

Kesalahan ketiga adalah tidak membedakan item yang bisa direklasifikasi dan yang tidak, mengakibatkan analis sering salah dalam memprediksi dampak OCI terhadap laba bersih di masa depan.

Baca Juga: Simak Cara Memahami Laporan Laba Rugi Perusahaan

Kesimpulan

Penghasilan komprehensif lain atau OCI merupakan elemen krusial yang melengkapi gambaran kinerja keuangan sebuah perusahaan.

Penyajian OCI yang transparan, baik melalui satu laporan gabungan maupun laporan terpisah, adalah kunci untuk membangun kepercayaan dengan investor dan pemangku kepentingan lainnya.

Bagi pengusaha, mengelola OCI dengan benar berarti mengelola transparansi nilai aset dan kewajiban jangka panjang perusahaan.

Memahami struktur laporan keuangan secara mendalam, termasuk komponen OCI, menjadi lebih mudah jika didukung oleh sistem pembukuan yang andal.

Dengan software akuntansi seperti Mekari Jurnal, Anda dapat mengelola pencatatan transaksi secara otomatis hingga menyusun laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan lebih efisien dan akurat sesuai standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.

Coba GRATIS Mekari Jurnal sekarang juga!

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

IFRS, “IAS 1 Presentation of Financial Statements”.

Sentrafood, “Laporan Keuangan Konsolidasian 2024”.

Investopedia, “Understanding Other Comprehensive Income: Key Examples Explained”.

ACCA, “Profit, loss and other comprehensive income”.

FAQ Tentang Penghasilan Komprehensif Lain

Apa itu penghasilan komprehensif lain?

Apa itu penghasilan komprehensif lain?

Penghasilan komprehensif lain atau OCI adalah penghasilan dan beban tertentu yang tidak diakui langsung dalam laba rugi.

Apa perbedaan OCI dan laba rugi?

Apa perbedaan OCI dan laba rugi?

Laba rugi mencerminkan pendapatan dan beban yang diakui dalam kinerja periode berjalan, sementara OCI mencakup pos tertentu yang menurut standar akuntansi harus disajikan di luar laba rugi utama.

Mengapa OCI tidak langsung masuk ke laba rugi?

Mengapa OCI tidak langsung masuk ke laba rugi?

OCI tidak langsung masuk ke laba rugi karena beberapa komponen bersifat belum terealisasi, jangka panjang, atau memiliki perlakuan khusus menurut standar akuntansi.

Apa saja contoh penghasilan komprehensif lain?

Apa saja contoh penghasilan komprehensif lain?

Contoh penghasilan komprehensif lain adalah surplus revaluasi aset tetap, pengukuran kembali program imbalan pasti, dan selisih kurs penjabaran entitas asing.

Apakah OCI memengaruhi ekuitas perusahaan?

Apakah OCI memengaruhi ekuitas perusahaan?

Ya, OCI memengaruhi ekuitas perusahaan karena nilainya dicatat dalam komponen ekuitas tertentu. Contohnya dapat berupa surplus revaluasi, cadangan selisih kurs, atau cadangan lindung nilai.

Apa saja OCI yang tidak direklasifikasi ke laba rugi?

Apa saja OCI yang tidak direklasifikasi ke laba rugi?

Contoh OCI yang tidak direklasifikasi ke laba rugi adalah surplus revaluasi aset tetap dan pengukuran kembali program imbalan pasti. Pos ini tetap disajikan dalam ekuitas dan tidak masuk ke laba rugi pada periode berikutnya.

Bagaimana OCI disajikan dalam laporan keuangan?

Bagaimana OCI disajikan dalam laporan keuangan?

OCI dapat disajikan dalam satu laporan gabungan dengan laba rugi atau dalam laporan terpisah setelah laporan laba rugi.

Mengapa OCI penting bagi investor?

Mengapa OCI penting bagi investor?

OCI penting bagi investor karena membantu menunjukkan perubahan nilai ekonomi perusahaan yang tidak terlihat dalam laba bersih. Informasi ini membuat analisis kinerja dan posisi keuangan perusahaan menjadi lebih lengkap.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami