Multi-Step Income Statement: Pengertian, Format, Cara Membuat, dan Contohnya Highlights Multi-step income statement memisahkan pendapatan dan beban operasional serta non-operasional agar analisis profitabilitas bisnis lebih akurat Format ini menampilkan subtotal penting seperti laba kotor dan laba operasi yang membantu evaluasi efisiensi bisnis secara mendalam Format multi-step lebih cocok digunakan perusahaan dagang, manufaktur, dan bisnis dengan struktur transaksi kompleks Dengan software akuntansi seperti Mekari Jurnal, penyusunan laporan laba rugi multi-step dapat dilakukan lebih otomatis, rapi, dan real time Dalam sebuah perjalanan bisnis, terdapat sebuah titik di mana laporan laba rugi sederhana mulai terasa tidak cukup untuk menjelaskan kondisi keuangan bisnis.Pemilik bisnis mulai mengidentifikasi dan menganalisa keuntungan dan kerugian bisnis yang lebih dalam, mulai dari aliran keuntungan berasal, hingga pengeluaran terbesar dan tersembunyi bisnis.Dengan format single-step, pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan tepat karena hanya menjumlahkan semua pendapatan lalu mengurangkan semua beban, di sinilah multi-step income statement hadir sebagai solusi.Mengapa demikian? Siapa dan kapan menggunakannya? Bagimana cara membuatnya? Seluruh jawaban atas pertanyaan ini akan dijawab lebih lanjut dalam artikel Mekari Jurnal berikut ini. Apa Itu Multi-Step Income Statement?Corporate Finance Institute menjelaskan bahwa multi-step income statement adalah format laporan laba rugi yang memisahkan pendapatan dan beban ke dalam dua kelompok besar, yaitu operasional dan non-operasional.Melalui pemisahan ini, pembaca laporan dapat langsung mengidentifikasi efisiensi kinerja inti perusahaan tanpa terdistorsi oleh aktivitas keuangan di luar bisnis utama.Karakteristik utama dari format ini adalah membayangkan bisnis sebagai dua bagian yang berjalan bersamaan, di mana bagian pertama adalah kegiatan inti usaha, misalnya menjual produk, menyediakan jasa, atau memproduksi barang.Bagian kedua adalah aktivitas di luar kegiatan inti, seperti menerima bunga dari deposito, menyewakan sebagian gedung kantor, atau membayar bunga pinjaman.Format ini menyajikan kedua bagian ini secara terpisah sehingga pembaca bisa menilai performa masing-masing secara mandiri.Mengapa Multi-Step Income Statement Digunakan?Banyak perusahaan besar memilih format ini karena laporan laba rugi satu tahap dinilai terlalu umum dan kurang transparan untuk bisnis dengan pergerakan akun yang dinamis.Beberapa alasan lain mengapa format berlapis ini menjadi pilihan standar dalam akuntansi manajerial berbagai perusahaan saat ini adalah:1. Memberikan Detail yang Lebih LengkapFormat ini menyajikan rincian akun secara lebih runut sehingga informasi keuangan perusahaan menjadi lebih transparan dan mudah dianalisis.2. Memisahkan Hasil Usaha Inti dan Non IntiPerusahaan dapat melihat apakah laba berasal dari aktivitas operasional utama atau justru dari pendapatan sampingan seperti investasi dan penjualan aset.3. Memudahkan Analisis MarginLaporan menampilkan subtotal penting seperti laba kotor dan laba operasi sehingga analisis profitabilitas menjadi lebih jelas.4. Cocok untuk Bisnis KompleksFormat ini lebih efektif digunakan oleh perusahaan dengan banyak lini produk, persediaan besar, atau struktur biaya yang beragam.Komponen Utama Multi-Step Income StatementUntuk menyusun format multi-step income statement yang akurat, Anda harus memahami elemen-elemen penyusunnya terlebih dahulu.Komponen-komponen ini wajib disusun berurutan dari atas ke bawah:1. Penjualan atau Pendapatan UsahaIni adalah omzet atau pendapatan kotor yang diperoleh dari aktivitas bisnis utama perusahaan, misalnya penjualan barang dagang atau penyerahan jasa.Nilai ini kemudian dikurangi retur penjualan dan potongan penjualan untuk menghasilkan angka penjualan bersih.2. Harga Pokok Penjualan (HPP)Seluruh biaya langsung yang dikeluarkan untuk memproduksi atau membeli barang yang terjual selama periode berjalan. Komponen ini merupakan pengurang pertama dari penjualan bersih.3. Laba KotorSubtotal pertama yang dihasilkan dari pengurangan penjualan bersih dengan harga pokok penjualan. Angka ini mencerminkan profitabilitas dasar dari produk atau jasa yang Anda jual sebelum memperhitungkan biaya overhead.4. Beban OperasionalBiaya-biaya tidak langsung yang diperlukan untuk menjalankan aktivitas harian bisnis. Beban operasional ini biasanya dibagi lagi menjadi dua sub-kategori: Beban Penjualan: Semua biaya untuk memasarkan dan mendistribusikan produk, seperti komisi sales, iklan, dan biaya pengiriman. Beban Administrasi dan Umum: Biaya operasional kantor seperti gaji staf non-penjualan, sewa gedung kantor, utilitas, dan penyusutan peralatan kantor. 5. Laba OperasiSubtotal kedua yang diperoleh dengan cara mengurangkan laba kotor dengan total beban operasional. Angka ini menunjukkan seberapa andal manajemen dalam mengelola aktivitas bisnis intinya secara efisien.6. Pendapatan dan Beban Non-OperasionalSeluruh pos keuangan yang tidak terkait langsung dengan operasional utama perusahaan. Contoh pendapatan non-operasional adalah pendapatan bunga bank atau keuntungan selisih kurs.Sementara contoh beban non-operasional adalah beban bunga pinjaman atau kerugian akibat penjualan aset tetap yang sudah usang.7. Laba Sebelum PajakHasil penjumlahan laba operasi dengan pendapatan non-operasional yang kemudian dikurangi dengan beban non-operasional.8. Pajak PenghasilanBeban pajak yang wajib dibayarkan kepada negara berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atas laba yang diperoleh perusahaan.9. Laba BersihHasil akhir dari seluruh rangkaian perhitungan. Ini adalah keuntungan bersih yang siap dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau dimasukkan ke dalam pos laba ditahan.Format Multi-Step Income Statement Cara Membuat Multi-Step Income StatementProses penyusunan laporan laba rugi multi-step membutuhkan ketelitian tinggi agar tidak terjadi salah klasifikasi akun.Penyusunan laporan keuangan ini baru bisa dilakukan setelah transaksi dicatat dalam jurnal, diposting ke buku besar, dan dirangkum ke dalam neraca saldo atau kertas kerja.Berikut adalah langkah demi langkah untuk menyusunnya:1. Tentukan Periode LaporanTetapkan periode laporan secara jelas, baik bulanan, kuartalan, maupun tahunan, agar seluruh data keuangan yang digunakan tetap konsisten dan tidak tercampur antar periode.2. Siapkan Neraca Saldo dan Kertas KerjaLaporan laba rugi disusun setelah jurnal transaksi dicatat, buku besar diperbarui, dan neraca saldo atau kertas kerja sudah siap.Dari neraca saldo inilah semua akun pendapatan dan beban diambil nilainya.3. Identifikasi Pendapatan OperasionalKumpulkan seluruh akun pendapatan dari aktivitas inti bisnis seperti penjualan produk atau jasa, lalu kurangi retur dan potongan penjualan untuk memperoleh penjualan bersih.4. Hitung Harga Pokok Penjualan (HPP)Hitung HPP berdasarkan jenis usaha yang dijalankan, kemudian kurangkan dari penjualan bersih untuk mendapatkan laba kotor perusahaan.5. Kelompokkan Beban OperasionalPisahkan beban yang berkaitan langsung dengan operasi bisnis, seperti beban gaji staf, beban iklan, beban penyusutan aset operasional, dan beban sewa tempat usaha.Jumlahkan semua beban operasional, lalu kurangi dari laba kotor untuk mendapatkan laba operasi.6. Hitung Laba OperasiKurangkan laba kotor dengan total beban operasional untuk memperoleh laba operasi yang mencerminkan profitabilitas inti bisnis perusahaan.7. Identifikasi Pendapatan dan Beban Non OperasionalCatat semua pendapatan dan beban yang tidak berasal dari kegiatan inti bisnis.Hitung selisih neto dari kelompok ini, lalu tambahkan ke atau kurangi dari laba operasi untuk mendapatkan laba sebelum pajak.8. Hitung Pajak dan Laba BersihTerapkan tarif pajak penghasilan yang berlaku untuk mendapatkan beban pajak, lalu kurangi dari laba sebelum pajak untuk mendapatkan laba bersih final.Contoh Multi-Step Income Statement SederhanaBerikut adalah contoh laporan laba rugi multi-step untuk perusahaan dagang fiktif yang beroperasi di Indonesia:Sumber: UnileverPerbedaan Single-Step dan Multi-Step Income StatementUntuk memberikan gambaran yang lebih kontras, mari kita pelajari perbedaan single-step dan multi-step income statement melalui tabel perbandingan di bawah ini: Aspek Perbandingan Single-Step Multi-Step Tingkat Kedetailan Sederhana, ringkas, langsung pada kesimpulan Sangat rinci, mendalam, berlapis Pengelompokan Pendapatan Semua pendapatan (operasional & non-operasional) digabung jadi satu Dipisahkan secara tegas antara pendapatan utama dan sampingan Pengelompokan Beban Semua beban langsung disatukan dalam satu kelompok besar pengurang Dipisahkan menjadi HPP, beban operasional, dan beban non-operasional Penyajian Laba Kotor Tidak menampilkan angka laba kotor secara eksplisit Menampilkan nilai laba kotor sebagai subtotal pertama Penyajian Laba Operasi Tidak memisahkan laba hasil operasional inti Menampilkan nilai laba operasi sebelum pos non-operasional Kesesuaian Jenis Bisnis Cocok untuk bisnis kecil, UMKM rintisan, atau perusahaan jasa sederhana Sangat direkomendasikan untuk perusahaan dagang, manufaktur, dan bisnis besar Kapan Sebaiknya Menggunakan Multi-Step Income Statement?Keputusan untuk memilih jenis format laporan keuangan bergantung pada kebutuhan internal serta kompleksitas operasional usaha Anda.Format multi step paling cocok digunakan oleh perusahaan dagang dan manufaktur karena mampu menampilkan laba kotor secara jelas sehingga analisis margin menjadi lebih akurat.Format ini juga ideal untuk bisnis dengan sumber pendapatan yang beragam karena dapat memisahkan aktivitas operasional dan non operasional secara lebih transparan.Selain itu, multi step lebih relevan untuk laporan yang ditujukan kepada investor, perbankan, atau mitra bisnis yang membutuhkan analisis mendalam terhadap laba kotor dan laba operasi.Bagi manajemen internal, format ini juga lebih membantu dalam pengambilan keputusan strategis seperti evaluasi efisiensi, penentuan harga, dan perencanaan ekspansi bisnis.Kelebihan dan Kekurangan Multi-Step Income StatementFormat multi step income statement menawarkan tingkat analisis yang lebih mendalam dibandingkan format single step karena mampu memisahkan komponen pendapatan dan beban secara lebih rinci.Namun, di balik manfaat analitis tersebut, format ini juga memiliki tantangan dalam proses penyusunan dan pengelolaannya.Adapun kelebihan dan kekurangan dari format multi step adalah sebagai berikut: Kelebihan Kekurangan Analisis operasional lebih kuat karena perusahaan dapat melihat sumber pembengkakan biaya secara lebih detail Penyusunannya lebih kompleks dan membutuhkan pemahaman akuntansi yang lebih mendalam Transparansi struktur laba lebih baik sehingga kinerja bisnis inti dapat dinilai secara lebih objektif Proses pengerjaan lebih lama karena melibatkan banyak subtotal dan tahapan perhitungan Perhitungan laba kotor lebih akurat untuk memantau efisiensi produksi dan strategi harga Risiko salah klasifikasi akun lebih tinggi jika pemisahan transaksi tidak dilakukan dengan tepat Cocok untuk perusahaan dengan struktur bisnis dan transaksi yang kompleks Terlalu detail dan kurang efisien untuk usaha mikro dengan transaksi sederhana KesimpulanMelalui penyajian subtotal yang bertahap mulai dari laba kotor, laba operasi, hingga laba bersih, format multi-step income statement merupakan instrumen pelaporan keuangan yang komprehensif mengenai kinerja fundamental bisnis Anda..Format ini paling tepat digunakan oleh perusahaan dagang, manufaktur, atau bisnis jasa yang sudah berkembang dengan struktur pendapatan dan beban yang beragam.Meski membutuhkan tingkat ketelitian yang lebih tinggi serta waktu pengerjaan yang lebih lama dibanding format satu tahap, kedalaman analisis yang dihasilkan jauh lebih bernilai bagi kelangsungan jangka panjang korporasi.Agar proses penyusunan laporan menjadi lebih efisien dan akurat, penggunaan software akuntansi seperti Mekari Jurnal dapat membantu bisnis mengelola pencatatan transaksi, menghitung laba rugi secara otomatis, serta menghasilkan laporan keuangan real time yang lebih rapi dan mudah dianalisis.Coba GRATIS sekarang juga!Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:The Balance, “Single-Step vs. Multi-Step Income Statement”.CFI, “Multi-Step Income Statement”.WallStreetMojo, “Multi Step Income Statement”.Tallahassee State College, “Preparing a Multiple Step Income Statement”. FAQ Tentang Multi-Step Income Statement Apa yang dimaksud dengan multi-step income statement? Apa yang dimaksud dengan multi-step income statement? Multi-step income statement adalah format laporan laba rugi yang memisahkan pendapatan dan beban operasional serta non-operasional ke dalam beberapa tahap perhitungan untuk menghasilkan laba kotor, laba operasi, dan laba bersih. Apa tujuan penggunaan multi-step income statement? Apa tujuan penggunaan multi-step income statement? Tujuan utama multi-step income statement adalah memberikan analisis profitabilitas yang lebih detail sehingga perusahaan dapat mengevaluasi kinerja operasional inti dan aktivitas non-operasional secara terpisah. Siapa yang cocok menggunakan multi-step income statement? Siapa yang cocok menggunakan multi-step income statement? Format ini cocok digunakan oleh perusahaan dagang, manufaktur, bisnis dengan banyak lini produk, atau perusahaan yang memiliki transaksi dan struktur biaya kompleks. Mengapa laba kotor penting dalam multi-step income statement? Mengapa laba kotor penting dalam multi-step income statement? Laba kotor membantu perusahaan menilai efisiensi produksi, strategi harga jual, dan kemampuan bisnis menghasilkan keuntungan sebelum biaya operasional diperhitungkan. Apa perbedaan pendapatan operasional dan non-operasional? Apa perbedaan pendapatan operasional dan non-operasional? Pendapatan operasional berasal dari aktivitas utama bisnis seperti penjualan barang atau jasa, sedangkan pendapatan non-operasional berasal dari aktivitas di luar bisnis inti seperti bunga deposito atau keuntungan penjualan aset. Kapan perusahaan sebaiknya menggunakan multi-step income statement? Kapan perusahaan sebaiknya menggunakan multi-step income statement? Perusahaan sebaiknya menggunakan multi-step income statement ketika bisnis mulai berkembang, memiliki transaksi kompleks, membutuhkan analisis laba mendalam, atau menyusun laporan untuk investor dan perbankan. Apakah multi-step income statement sesuai PSAK? Apakah multi-step income statement sesuai PSAK? Ya. Multi-step income statement umum digunakan dalam praktik penyajian laporan laba rugi berdasarkan PSAK karena memberikan struktur analisis yang lebih lengkap dan transparan. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Multi-Step Income Statement: Pengertian, Format, Cara Membuat, dan Contohnya Highlights Multi-step income statement memisahkan pendapatan dan beban operasional serta non-operasional agar analisis profitabilitas bisnis lebih akurat Format ini menampilkan subtotal penting seperti laba kotor dan laba operasi yang membantu evaluasi efisiensi bisnis secara mendalam Format multi-step lebih cocok digunakan perusahaan dagang, manufaktur, dan bisnis dengan struktur transaksi kompleks Dengan software akuntansi seperti Mekari Jurnal, penyusunan laporan laba rugi multi-step dapat dilakukan lebih otomatis, rapi, dan real time Dalam sebuah perjalanan bisnis, terdapat sebuah titik di mana laporan laba rugi sederhana mulai terasa tidak cukup untuk menjelaskan kondisi keuangan bisnis.Pemilik bisnis mulai mengidentifikasi dan menganalisa keuntungan dan kerugian bisnis yang lebih dalam, mulai dari aliran keuntungan berasal, hingga pengeluaran terbesar dan tersembunyi bisnis.Dengan format single-step, pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan tepat karena hanya menjumlahkan semua pendapatan lalu mengurangkan semua beban, di sinilah multi-step income statement hadir sebagai solusi.Mengapa demikian? Siapa dan kapan menggunakannya? Bagimana cara membuatnya? Seluruh jawaban atas pertanyaan ini akan dijawab lebih lanjut dalam artikel Mekari Jurnal berikut ini. Apa Itu Multi-Step Income Statement?Corporate Finance Institute menjelaskan bahwa multi-step income statement adalah format laporan laba rugi yang memisahkan pendapatan dan beban ke dalam dua kelompok besar, yaitu operasional dan non-operasional.Melalui pemisahan ini, pembaca laporan dapat langsung mengidentifikasi efisiensi kinerja inti perusahaan tanpa terdistorsi oleh aktivitas keuangan di luar bisnis utama.Karakteristik utama dari format ini adalah membayangkan bisnis sebagai dua bagian yang berjalan bersamaan, di mana bagian pertama adalah kegiatan inti usaha, misalnya menjual produk, menyediakan jasa, atau memproduksi barang.Bagian kedua adalah aktivitas di luar kegiatan inti, seperti menerima bunga dari deposito, menyewakan sebagian gedung kantor, atau membayar bunga pinjaman.Format ini menyajikan kedua bagian ini secara terpisah sehingga pembaca bisa menilai performa masing-masing secara mandiri.Mengapa Multi-Step Income Statement Digunakan?Banyak perusahaan besar memilih format ini karena laporan laba rugi satu tahap dinilai terlalu umum dan kurang transparan untuk bisnis dengan pergerakan akun yang dinamis.Beberapa alasan lain mengapa format berlapis ini menjadi pilihan standar dalam akuntansi manajerial berbagai perusahaan saat ini adalah:1. Memberikan Detail yang Lebih LengkapFormat ini menyajikan rincian akun secara lebih runut sehingga informasi keuangan perusahaan menjadi lebih transparan dan mudah dianalisis.2. Memisahkan Hasil Usaha Inti dan Non IntiPerusahaan dapat melihat apakah laba berasal dari aktivitas operasional utama atau justru dari pendapatan sampingan seperti investasi dan penjualan aset.3. Memudahkan Analisis MarginLaporan menampilkan subtotal penting seperti laba kotor dan laba operasi sehingga analisis profitabilitas menjadi lebih jelas.4. Cocok untuk Bisnis KompleksFormat ini lebih efektif digunakan oleh perusahaan dengan banyak lini produk, persediaan besar, atau struktur biaya yang beragam.Komponen Utama Multi-Step Income StatementUntuk menyusun format multi-step income statement yang akurat, Anda harus memahami elemen-elemen penyusunnya terlebih dahulu.Komponen-komponen ini wajib disusun berurutan dari atas ke bawah:1. Penjualan atau Pendapatan UsahaIni adalah omzet atau pendapatan kotor yang diperoleh dari aktivitas bisnis utama perusahaan, misalnya penjualan barang dagang atau penyerahan jasa.Nilai ini kemudian dikurangi retur penjualan dan potongan penjualan untuk menghasilkan angka penjualan bersih.2. Harga Pokok Penjualan (HPP)Seluruh biaya langsung yang dikeluarkan untuk memproduksi atau membeli barang yang terjual selama periode berjalan. Komponen ini merupakan pengurang pertama dari penjualan bersih.3. Laba KotorSubtotal pertama yang dihasilkan dari pengurangan penjualan bersih dengan harga pokok penjualan. Angka ini mencerminkan profitabilitas dasar dari produk atau jasa yang Anda jual sebelum memperhitungkan biaya overhead.4. Beban OperasionalBiaya-biaya tidak langsung yang diperlukan untuk menjalankan aktivitas harian bisnis. Beban operasional ini biasanya dibagi lagi menjadi dua sub-kategori: Beban Penjualan: Semua biaya untuk memasarkan dan mendistribusikan produk, seperti komisi sales, iklan, dan biaya pengiriman. Beban Administrasi dan Umum: Biaya operasional kantor seperti gaji staf non-penjualan, sewa gedung kantor, utilitas, dan penyusutan peralatan kantor. 5. Laba OperasiSubtotal kedua yang diperoleh dengan cara mengurangkan laba kotor dengan total beban operasional. Angka ini menunjukkan seberapa andal manajemen dalam mengelola aktivitas bisnis intinya secara efisien.6. Pendapatan dan Beban Non-OperasionalSeluruh pos keuangan yang tidak terkait langsung dengan operasional utama perusahaan. Contoh pendapatan non-operasional adalah pendapatan bunga bank atau keuntungan selisih kurs.Sementara contoh beban non-operasional adalah beban bunga pinjaman atau kerugian akibat penjualan aset tetap yang sudah usang.7. Laba Sebelum PajakHasil penjumlahan laba operasi dengan pendapatan non-operasional yang kemudian dikurangi dengan beban non-operasional.8. Pajak PenghasilanBeban pajak yang wajib dibayarkan kepada negara berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atas laba yang diperoleh perusahaan.9. Laba BersihHasil akhir dari seluruh rangkaian perhitungan. Ini adalah keuntungan bersih yang siap dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau dimasukkan ke dalam pos laba ditahan.Format Multi-Step Income Statement Cara Membuat Multi-Step Income StatementProses penyusunan laporan laba rugi multi-step membutuhkan ketelitian tinggi agar tidak terjadi salah klasifikasi akun.Penyusunan laporan keuangan ini baru bisa dilakukan setelah transaksi dicatat dalam jurnal, diposting ke buku besar, dan dirangkum ke dalam neraca saldo atau kertas kerja.Berikut adalah langkah demi langkah untuk menyusunnya:1. Tentukan Periode LaporanTetapkan periode laporan secara jelas, baik bulanan, kuartalan, maupun tahunan, agar seluruh data keuangan yang digunakan tetap konsisten dan tidak tercampur antar periode.2. Siapkan Neraca Saldo dan Kertas KerjaLaporan laba rugi disusun setelah jurnal transaksi dicatat, buku besar diperbarui, dan neraca saldo atau kertas kerja sudah siap.Dari neraca saldo inilah semua akun pendapatan dan beban diambil nilainya.3. Identifikasi Pendapatan OperasionalKumpulkan seluruh akun pendapatan dari aktivitas inti bisnis seperti penjualan produk atau jasa, lalu kurangi retur dan potongan penjualan untuk memperoleh penjualan bersih.4. Hitung Harga Pokok Penjualan (HPP)Hitung HPP berdasarkan jenis usaha yang dijalankan, kemudian kurangkan dari penjualan bersih untuk mendapatkan laba kotor perusahaan.5. Kelompokkan Beban OperasionalPisahkan beban yang berkaitan langsung dengan operasi bisnis, seperti beban gaji staf, beban iklan, beban penyusutan aset operasional, dan beban sewa tempat usaha.Jumlahkan semua beban operasional, lalu kurangi dari laba kotor untuk mendapatkan laba operasi.6. Hitung Laba OperasiKurangkan laba kotor dengan total beban operasional untuk memperoleh laba operasi yang mencerminkan profitabilitas inti bisnis perusahaan.7. Identifikasi Pendapatan dan Beban Non OperasionalCatat semua pendapatan dan beban yang tidak berasal dari kegiatan inti bisnis.Hitung selisih neto dari kelompok ini, lalu tambahkan ke atau kurangi dari laba operasi untuk mendapatkan laba sebelum pajak.8. Hitung Pajak dan Laba BersihTerapkan tarif pajak penghasilan yang berlaku untuk mendapatkan beban pajak, lalu kurangi dari laba sebelum pajak untuk mendapatkan laba bersih final.Contoh Multi-Step Income Statement SederhanaBerikut adalah contoh laporan laba rugi multi-step untuk perusahaan dagang fiktif yang beroperasi di Indonesia:Sumber: UnileverPerbedaan Single-Step dan Multi-Step Income StatementUntuk memberikan gambaran yang lebih kontras, mari kita pelajari perbedaan single-step dan multi-step income statement melalui tabel perbandingan di bawah ini: Aspek Perbandingan Single-Step Multi-Step Tingkat Kedetailan Sederhana, ringkas, langsung pada kesimpulan Sangat rinci, mendalam, berlapis Pengelompokan Pendapatan Semua pendapatan (operasional & non-operasional) digabung jadi satu Dipisahkan secara tegas antara pendapatan utama dan sampingan Pengelompokan Beban Semua beban langsung disatukan dalam satu kelompok besar pengurang Dipisahkan menjadi HPP, beban operasional, dan beban non-operasional Penyajian Laba Kotor Tidak menampilkan angka laba kotor secara eksplisit Menampilkan nilai laba kotor sebagai subtotal pertama Penyajian Laba Operasi Tidak memisahkan laba hasil operasional inti Menampilkan nilai laba operasi sebelum pos non-operasional Kesesuaian Jenis Bisnis Cocok untuk bisnis kecil, UMKM rintisan, atau perusahaan jasa sederhana Sangat direkomendasikan untuk perusahaan dagang, manufaktur, dan bisnis besar Kapan Sebaiknya Menggunakan Multi-Step Income Statement?Keputusan untuk memilih jenis format laporan keuangan bergantung pada kebutuhan internal serta kompleksitas operasional usaha Anda.Format multi step paling cocok digunakan oleh perusahaan dagang dan manufaktur karena mampu menampilkan laba kotor secara jelas sehingga analisis margin menjadi lebih akurat.Format ini juga ideal untuk bisnis dengan sumber pendapatan yang beragam karena dapat memisahkan aktivitas operasional dan non operasional secara lebih transparan.Selain itu, multi step lebih relevan untuk laporan yang ditujukan kepada investor, perbankan, atau mitra bisnis yang membutuhkan analisis mendalam terhadap laba kotor dan laba operasi.Bagi manajemen internal, format ini juga lebih membantu dalam pengambilan keputusan strategis seperti evaluasi efisiensi, penentuan harga, dan perencanaan ekspansi bisnis.Kelebihan dan Kekurangan Multi-Step Income StatementFormat multi step income statement menawarkan tingkat analisis yang lebih mendalam dibandingkan format single step karena mampu memisahkan komponen pendapatan dan beban secara lebih rinci.Namun, di balik manfaat analitis tersebut, format ini juga memiliki tantangan dalam proses penyusunan dan pengelolaannya.Adapun kelebihan dan kekurangan dari format multi step adalah sebagai berikut: Kelebihan Kekurangan Analisis operasional lebih kuat karena perusahaan dapat melihat sumber pembengkakan biaya secara lebih detail Penyusunannya lebih kompleks dan membutuhkan pemahaman akuntansi yang lebih mendalam Transparansi struktur laba lebih baik sehingga kinerja bisnis inti dapat dinilai secara lebih objektif Proses pengerjaan lebih lama karena melibatkan banyak subtotal dan tahapan perhitungan Perhitungan laba kotor lebih akurat untuk memantau efisiensi produksi dan strategi harga Risiko salah klasifikasi akun lebih tinggi jika pemisahan transaksi tidak dilakukan dengan tepat Cocok untuk perusahaan dengan struktur bisnis dan transaksi yang kompleks Terlalu detail dan kurang efisien untuk usaha mikro dengan transaksi sederhana KesimpulanMelalui penyajian subtotal yang bertahap mulai dari laba kotor, laba operasi, hingga laba bersih, format multi-step income statement merupakan instrumen pelaporan keuangan yang komprehensif mengenai kinerja fundamental bisnis Anda..Format ini paling tepat digunakan oleh perusahaan dagang, manufaktur, atau bisnis jasa yang sudah berkembang dengan struktur pendapatan dan beban yang beragam.Meski membutuhkan tingkat ketelitian yang lebih tinggi serta waktu pengerjaan yang lebih lama dibanding format satu tahap, kedalaman analisis yang dihasilkan jauh lebih bernilai bagi kelangsungan jangka panjang korporasi.Agar proses penyusunan laporan menjadi lebih efisien dan akurat, penggunaan software akuntansi seperti Mekari Jurnal dapat membantu bisnis mengelola pencatatan transaksi, menghitung laba rugi secara otomatis, serta menghasilkan laporan keuangan real time yang lebih rapi dan mudah dianalisis.Coba GRATIS sekarang juga!Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:The Balance, “Single-Step vs. Multi-Step Income Statement”.CFI, “Multi-Step Income Statement”.WallStreetMojo, “Multi Step Income Statement”.Tallahassee State College, “Preparing a Multiple Step Income Statement”. FAQ Tentang Multi-Step Income Statement Apa yang dimaksud dengan multi-step income statement? Apa yang dimaksud dengan multi-step income statement? Multi-step income statement adalah format laporan laba rugi yang memisahkan pendapatan dan beban operasional serta non-operasional ke dalam beberapa tahap perhitungan untuk menghasilkan laba kotor, laba operasi, dan laba bersih. Apa tujuan penggunaan multi-step income statement? Apa tujuan penggunaan multi-step income statement? Tujuan utama multi-step income statement adalah memberikan analisis profitabilitas yang lebih detail sehingga perusahaan dapat mengevaluasi kinerja operasional inti dan aktivitas non-operasional secara terpisah. Siapa yang cocok menggunakan multi-step income statement? Siapa yang cocok menggunakan multi-step income statement? Format ini cocok digunakan oleh perusahaan dagang, manufaktur, bisnis dengan banyak lini produk, atau perusahaan yang memiliki transaksi dan struktur biaya kompleks. Mengapa laba kotor penting dalam multi-step income statement? Mengapa laba kotor penting dalam multi-step income statement? Laba kotor membantu perusahaan menilai efisiensi produksi, strategi harga jual, dan kemampuan bisnis menghasilkan keuntungan sebelum biaya operasional diperhitungkan. Apa perbedaan pendapatan operasional dan non-operasional? Apa perbedaan pendapatan operasional dan non-operasional? Pendapatan operasional berasal dari aktivitas utama bisnis seperti penjualan barang atau jasa, sedangkan pendapatan non-operasional berasal dari aktivitas di luar bisnis inti seperti bunga deposito atau keuntungan penjualan aset. Kapan perusahaan sebaiknya menggunakan multi-step income statement? Kapan perusahaan sebaiknya menggunakan multi-step income statement? Perusahaan sebaiknya menggunakan multi-step income statement ketika bisnis mulai berkembang, memiliki transaksi kompleks, membutuhkan analisis laba mendalam, atau menyusun laporan untuk investor dan perbankan. Apakah multi-step income statement sesuai PSAK? Apakah multi-step income statement sesuai PSAK? Ya. Multi-step income statement umum digunakan dalam praktik penyajian laporan laba rugi berdasarkan PSAK karena memberikan struktur analisis yang lebih lengkap dan transparan.