Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Single-Step Income Statement: Pengertian, Format, Cara Membuat, dan Contohnya

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Single-step income statement adalah format laporan laba rugi sederhana yang langsung menghitung laba bersih dari total pendapatan dikurangi total beban
  • Format ini banyak digunakan UMKM dan bisnis kecil karena lebih praktis, mudah dipahami, serta mempercepat penyusunan laporan keuangan
  • Perbedaan utama single-step dan multiple-step terletak pada tingkat detail analisis, pengelompokan akun, dan kompleksitas laporan
  • Dengan software akuntansi seperti Mekari Jurnal, penyusunan laporan laba rugi single-step dapat dilakukan lebih otomatis, rapi, dan efisien

Penyajian laporan ini tidak selalu menggunakan model yang sama di setiap lini bisnis. Skala usaha, tingkat kompleksitas transaksi, dan kebutuhan pengguna laporan sangat menentukan bagaimana informasi keuangan tersebut dikemas.

Banyak pengelola bisnis kecil hingga menengah secara aktif mencari format laporan yang paling praktis dan cepat dipahami demi kebutuhan internal mereka.

Dalam ekosistem bisnis yang dinamis, format single step income statement menjadi pilihan populer karena mampu menyajikan informasi keuangan secara langsung, sederhana, dan transparan bagi para pengambil keputusan.

Bagi Anda para pemilik bisnis atau pengelola keuangan yang ingin menyusun laporan laba rugi dengan format single step, berikut Mekari Jurnal akan mengulasnya secara lengkap!

Apa Itu Single-Step Income Statement?

Finance Strategist mendefinisikan single-step income statement adalah format laporan laba rugi yang menyajikan semua sumber pendapatan dan keuntungan terlebih dahulu, kemudian seluruh beban dan kerugian dijumlahkan di bagian berikutnya, dan selisih antara keduanya langsung menghasilkan laba atau rugi bersih.

Metode penyusunan ini sengaja menyatukan seluruh elemen pemasukan tanpa memisahkan antara aktivitas operasional inti dengan aktivitas non-operasional.

Format laporan laba rugi single step menonjolkan pendekatan yang efektif dengan pendapatan usaha, pendapatan bunga, hingga keuntungan penjualan aset tetap akan dijumlahkan menjadi satu garis total pendapatan.

Di bawahnya, harga pokok penjualan, beban gaji, beban sewa, hingga biaya bunga bank juga langsung digabungkan menjadi total beban.

Mengapa Single-Step Income Statement Digunakan?

Format laporan laba rugi single step ini sangat umum dijumpai pada bisnis dengan struktur keuangan yang relatif sederhana, dan ia menjadi pilihan pertama bagi banyak UMKM yang ingin punya laporan keuangan layak tanpa kerumitan teknis yang berlebihan.

Salah satu kelebihan yang disukai para pebisnis adalah efisiensi waktu pembuatan dan kemudahan pembacaan yang ramah dan tidak mengintimidasi pebisnis dengan latar belakang akuntansi tingkat dasar.

Struktur laporan yang ringkas tanpa memerlukan pemisahan akun yang terlalu mendalam membantu pihak manajemen untuk memantau total pemasukan dan total pengeluaran perusahaan secara instan dalam menilai kinerja bisnis harian.

Komponen Utama Single-Step Income Statement

Meskipun disebut sederhana, laporan ini tetap wajib memuat komponen yang lengkap agar informasinya akurat dan dapat diandalkan.

Berikut adalah komponen utama yang harus menyusun laporan satu langkah ini:

  • Judul Laporan (Header): Mencantumkan nama resmi perusahaan, judul laporan, serta periode akuntansi yang dilaporkan secara spesifik
  • Pendapatan dan Keuntungan: Mencakup seluruh pendapatan operasional dan non operasional perusahaan
  • Total Pendapatan: Angka akumulasi dari seluruh komponen pemasukan sebelum dikurangi pengeluaran apa pun
  • Beban dan Kerugian: Seluruh pengorbanan ekonomis yang terjadi selama periode berjalan dikelompokkan bersama di sini
  • Total Beban: Jumlah total dari seluruh biaya operasional, biaya administrasi, biaya pendanaan, hingga kerugian penjualan aset jika ada
  • Laba atau Rugi Sebelum Pajak: Selisih murni antara total pendapatan dengan total beban sebelum memperhitungkan kewajiban perpajakan
  • Pajak Penghasilan: Beban pajak resmi yang dihitung berdasarkan regulasi perpajakan yang berlaku di Indonesia
  • Laba atau Rugi Bersih: Hasil akhir yang menjadi indikator profitabilitas mutlak perusahaan untuk periode tersebut

Format Single-Step Income Statement

Untuk memberikan pemahaman visual yang lebih jelas mengenai bagaimana data diatur dalam format ini, berikut akan memberikan gambaran mengenai alur struktur single-step yang umum diimplementasi:

[NAMA PERUSAHAAN]

Laporan Laba Rugi Untuk Periode yang Berakhir pada

[Tanggal/Bulan/Tahun]

PENDAPATAN

  • Penjualan Bersih: Rp XXX
  • Pendapatan Jasa: Rp XXX
  • Pendapatan Sewa: Rp XXX
  • Pendapatan Lain-lain: Rp XXX
  • Total Pendapatan: Rp XXX

BEBAN

  • Harga Pokok Penjualan: Rp XXX
  • Beban Gaji dan Upah: Rp XXX
  • Beban Sewa Gedung: Rp XXX
  • Beban Administrasi dan Umum: Rp XXX
  • Beban Bunga Pinjaman: Rp XXX
  • Beban Lain-lain: Rp XXX

Total Beban: (Rp XXX)

LABA BERSIH SEBELUM PAJAK: Rp XXX

  • Beban Pajak Penghasilan: (Rp XXX)

LABA BERSIH AKHIR: Rp XXX

Format ini menempatkan semua akun pendapatan di blok atas dan semua akun beban di blok bawah secara berurutan untuk mempercepat pengelompokan akun tanpa memerlukan banyak kalkulasi yang rumit.

Rumus Dasar Single-Step Income Statement

Prinsip perhitungan laporan satu langkah ini menggunakan persamaan dasar akuntansi yang sederhana, dengan formulasi sebagai berikut:

Laba ÷ Rugi Bersih = Total Pendapatan dan Keuntungan – Total Beban dan Kerugian

Setelah mendapatkan laba sebelum pajak, langkah berikutnya adalah mengurangi dengan pajak penghasilan untuk mendapatkan laba bersih akhir:

Laba Bersih = Laba Sebelum Pajak – Pajak Penghasilan

Dibandingkan dengan multiple-step yang memiliki beberapa rumus bertahap seperti laba kotor, laba operasi, laba sebelum pajak, dan akhirnya laba bersih, single-step hanya mengenal dua langkah utama: pengurangan total beban dari total pendapatan, lalu pengurangan pajak.

Cara Membuat Single-Step Income Statement

Penyusunan laporan laba rugi merupakan bagian dari siklus akuntansi yang berjalan secara terstruktur.

Untuk membuatnya dengan tepat dan akurat, beberapa langkah praktis mengenai cara membuat laporan laba rugi single step dari awal hingga selesai dapat diterapkan sebagai berikut:

1. Tentukan Periode Laporan

Mulailah dengan menetapkan periode laporan keuangan secara jelas, baik bulanan, kuartalan, maupun tahunan, agar seluruh transaksi yang dicatat berasal dari rentang waktu yang konsisten dan tidak tercampur dengan periode lain.

Periode laporan memengaruhi kualitas analisis bisnis karena laporan bulanan umumnya digunakan untuk pemantauan operasional rutin, sedangkan laporan tahunan lebih difokuskan pada evaluasi kinerja perusahaan secara menyeluruh.

2. Kumpulkan Seluruh Akun Pendapatan

Identifikasi seluruh akun pendapatan dari neraca saldo setelah penyesuaian atau sistem akuntansi perusahaan, termasuk penjualan produk, jasa, bunga deposito, pendapatan sewa, hingga keuntungan penjualan aset.

Pastikan seluruh sumber pemasukan telah tercatat dengan lengkap agar total pendapatan benar benar mencerminkan kondisi bisnis selama periode berjalan dan tidak menghasilkan laporan yang bias atau tidak akurat.

3. Kumpulkan Seluruh Akun Beban

Setelah seluruh pendapatan dikumpulkan, langkah berikutnya adalah menghimpun semua akun beban perusahaan, mulai dari biaya operasional, gaji, utilitas, penyusutan, bunga, pajak, hingga pengeluaran administrasi lainnya.

Pengumpulan data beban harus dilakukan secara teliti karena komponen ini sangat memengaruhi hasil akhir laba atau rugi perusahaan dan menentukan kualitas laporan laba rugi yang dihasilkan.

4. Hitung Total Pendapatan

Jumlahkan seluruh akun pendapatan menjadi satu nilai total agar perusahaan dapat melihat keseluruhan pemasukan yang diperoleh selama periode laporan.

Pastikan tidak ada transaksi yang terlewat atau dihitung ganda karena total pendapatan menjadi dasar utama dalam perhitungan profitabilitas perusahaan.

5. Hitung Total Beban

Seluruh akun beban yang telah dikumpulkan dijumlahkan menjadi total beban perusahaan tanpa pemisahan antara beban operasional dan non operasional dalam format single step income statement.

Pendekatan ini membuat laporan lebih sederhana dan mudah dipahami, terutama bagi bisnis dengan struktur transaksi yang belum terlalu kompleks, meskipun akurasi pencatatan tetap harus dijaga agar hasilnya tetap andal.

6. Hitung Laba atau Rugi Sebelum Pajak

Kurangkan total beban dari total pendapatan untuk memperoleh laba atau rugi sebelum pajak, di mana hasil positif menunjukkan perusahaan memperoleh laba dan hasil negatif menandakan perusahaan mengalami rugi dalam periode tersebut.

Angka ini menjadi indikator penting untuk menilai efisiensi operasional bisnis sekaligus mengevaluasi strategi biaya dan pendapatan perusahaan.

7. Hitung Pajak dan Laba Bersih

Langkah terakhir adalah menghitung beban pajak penghasilan sesuai tarif yang berlaku lalu mengurangkannya dari laba sebelum pajak untuk memperoleh laba bersih perusahaan.

Laba bersih menjadi indikator yang paling sering diperhatikan karena mencerminkan hasil akhir kinerja perusahaan setelah seluruh beban dan pajak diperhitungkan.

Contoh Single-Step Income Statement Sederhana

Bila Anda ingin melihat bagaimana contoh laporan laba-rugi dengan format single-step, berikut adalah contoh template yang bisa Anda implementasi:

Contoh Single-Step Income Statement Sederhana

Perbedaan Single-Step dan Multiple-Step Income Statement

Perbedaan Single-Step dan Multiple-Step Income Statement

Kedua format ini memiliki keunikan dan fungsi masing-masing yang membedakan cara analisis keuangan dilakukan.

Dengan memahami setiap aspek perbandingan utama dari kedua format utama penyusunan laporan laba rugi ini, membantu perusahaan menempatkan jenis laporan yang sesuai dengan kebutuhan pelaporan mereka.

Berikut tabel komparasi dari kedua formatnya, yaitu single-step dan multiple-step:

Aspek Perbandingan Single-Step Multiple-Step
Tingkat Kesederhanaan Sangat tinggi, format ringkas dan langsung Lebih kompleks dengan banyak tahapan hitungan
Pengelompokan Pendapatan Pendapatan operasi dan non-operasi digabung Pendapatan usaha dan luar usaha dipisahkan
Pengelompokan Beban Semua biaya dikelompokkan menjadi satu blok Memisahkan beban pokok, beban usaha, dan beban lain
Subtotal yang Ditampilkan Hanya menampilkan laba sebelum pajak dan laba bersih Menampilkan laba kotor, laba operasi, dan laba bersih
Target Pengguna Target Pengguna Bisnis kecil, UMKM, dan manajemen internal Perusahaan besar, investor saham, dan auditor luar

Kapan Sebaiknya Menggunakan Format Single-Step?

Ada beberapa kondisi yang menjadi tanda bahwa format ini adalah pilihan yang tepat untuk diimplementasi dalam penyusunan laporan keuangan Anda.

Sebaiknya gunakan format satu langkah ini apabila struktur transaksi harian perusahaan masih tergolong sederhana dan belum melibatkan banyak variabel investasi yang rumit.

Beberapa contohnya seperti perusahaan jasa kecil yang tidak memiliki persediaan barang dagangan dalam jumlah masif atau Anda adalah pemilik usaha yang membutuhkan laporan keuangan cepat untuk keperluan rapat evaluasi internal mingguan atau bulanan.

Kelebihan dan Kekurangan Format Satu Langkah

Format single step income statement menawarkan penyusunan laporan yang lebih sederhana dan praktis, tetapi di sisi lain memiliki keterbatasan dalam analisis keuangan yang lebih mendalam.

Karena itu, penting bagi perusahaan untuk memahami kelebihan dan kekurangannya sebelum memilih format laporan yang digunakan.

Kelebihan Kekurangan
Penyusunan laporan lebih cepat dan sederhana Analisis profitabilitas kurang mendalam
Mudah dipahami oleh non-akuntan Laba kotor tidak terlihat secara eksplisit
Risiko salah klasifikasi akun lebih kecil Kinerja operasional inti lebih sulit dianalisis
Cocok untuk laporan internal jangka pendek Kurang cocok untuk bisnis dengan struktur kompleks
Efisien untuk UMKM dan bisnis sederhana Detail laporan kurang memadai bagi investor dan analis

Apakah Format Single-Step Diwajibkan PSAK 201?

Banyak orang mempertanyakan apakah format satu langkah ini diwajibkan atau justru dilarang oleh regulasi resmi.

Jika kita merujuk pada pedoman PSAK 201 mengenai Penyajian Laporan Keuangan, standar tersebut berfokus pada persyaratan penyajian, struktur umum, dan isi minimum yang harus ada di dalam sebuah laporan keuangan yang lengkap.

Artinya, single-step income statement lebih tepat diposisikan sebagai format praktis yang umum digunakan dalam dunia bisnis, bukan sebagai istilah teknis yang ditetapkan secara eksplisit oleh standar.

Kesalahan saat Membuat Single-Step Income Statement

Meskipun penyusunan laporan keuangan ini tergolong sederhana, para pelaku pembukuan tetap harus waspada terhadap beberapa kekeliruan umum yang sering kali merusak validitas data keuangan perusahaan.

  • Mencampuradukkan akun pendapatan dan beban dapat membuat total pemasukan perusahaan menjadi tidak akurat
  • Kesalahan penjumlahan total pendapatan atau beban akan menghasilkan laba bersih yang bias
  • Penempatan pajak penghasilan yang keliru membuat laba sebelum pajak sulit dianalisis dengan benar
  • Memaksakan format single step pada bisnis kompleks dapat menyembunyikan inefisiensi operasional antar unit bisnis

Kesimpulan

Single-step income statement adalah format laporan laba rugi yang paling langsung dan efisien yang cocok untuk bisnis yang skalanya masih sederhana, transaksinya belum terlalu beragam, dan pengguna laporannya tidak membutuhkan analisis mendalam tentang laba kotor atau laba operasi secara terpisah.

Bagi bisnis yang ingin terus bertumbuh tanpa terhambat oleh kerumitan administrasi, format satu langkah ini memberikan efisiensi yang dibutuhkan untuk mempercepat pengambilan keputusan strategis.

Proses pengelolaan akun pendapatan dan pengelompokan biaya kini dapat dilakukan dengan jauh lebih mudah dan praktis dengan memanfaatkan software akuntansi yang andal seperti Mekari Jurnal.

Melalui software akuntansi terintegrasi, Anda dapat menghasilkan berbagai format laporan laba rugi secara otomatis, rapi, dan konsisten, sehingga pemantauan kesehatan finansial perusahaan dapat diakses kapan saja demi mendukung pertumbuhan bisnis Anda secara berkelanjutan.

Coba GRATIS sekarang juga!

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

Shopify, “Single-Step Income Statement: Definition and Example”.

Pearson, “Single-step Income Statement: Videos & Practice Problems”.

Finance Strategists, “What Is a Single-Step Income Statement?”.

FAQ Tentang Single-Step Income Statement

Apa yang dimaksud dengan single-step income statement?

Apa yang dimaksud dengan single-step income statement?

Single-step income statement adalah format laporan laba rugi yang menghitung laba bersih secara langsung dengan mengurangi total pendapatan dan keuntungan menggunakan total beban dan kerugian dalam satu langkah perhitungan utama.

Apa tujuan penggunaan single-step income statement?

Apa tujuan penggunaan single-step income statement?

Tujuan utama penggunaan single-step income statement adalah menyederhanakan proses penyusunan dan pembacaan laporan laba rugi agar lebih mudah dipahami, terutama bagi UMKM dan bisnis dengan transaksi sederhana.

Apa perbedaan single-step dan multiple-step income statement?

Apa perbedaan single-step dan multiple-step income statement?

Perbedaan utamanya terletak pada tingkat detail laporan. Single-step langsung menghitung laba bersih tanpa memisahkan laba kotor dan laba operasi, sedangkan multiple-step menyajikan beberapa tahapan analisis profitabilitas secara lebih rinci.

Apa saja komponen utama dalam single-step income statement?

Apa saja komponen utama dalam single-step income statement?

Komponen utamanya meliputi total pendapatan, total beban, laba atau rugi sebelum pajak, pajak penghasilan, dan laba atau rugi bersih akhir perusahaan.

Siapa yang cocok menggunakan single-step income statement?

Siapa yang cocok menggunakan single-step income statement?

Format ini cocok digunakan oleh UMKM, bisnis jasa kecil, toko retail sederhana, startup tahap awal, atau perusahaan yang belum memiliki transaksi operasional kompleks.

Apakah single-step income statement sesuai PSAK?

Apakah single-step income statement sesuai PSAK?

PSAK 201 tidak secara khusus mewajibkan atau melarang format single-step. Standar tersebut lebih menekankan pada kelengkapan penyajian laporan keuangan dibanding bentuk format laporan laba rugi yang digunakan.

Kapan bisnis sebaiknya beralih ke multiple-step income statement?

Kapan bisnis sebaiknya beralih ke multiple-step income statement?

Bisnis sebaiknya mempertimbangkan multiple-step income statement ketika transaksi mulai kompleks, memiliki banyak lini usaha, membutuhkan analisis laba kotor, atau memerlukan laporan detail untuk investor dan auditor eksternal.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami