Bingung memperkirakan berapa jumlah produk yang harus diproduksi? Bagi sebagian pelaku usaha terutama usaha menengah dan kecil, menentukan jumlah produk yang harus diproduksi cukup membingungkan. Jika memproduksi terlalu banyak ditakutkan tidak laku semua malahan merugi, jika produksi produk hanya sedikit sementara permintaan banyak maka akan mengecewakan pembeli dan akibatnya penjualan selanjutnya dapat menurun. Untuk memperkirakan penggunaan produk agar dapat diproduksi dalam jumlah yang tepat Anda perlu mengenal  metode forecasting atau peramalan.

Pengertian Forecasting / Peramalan

Forecasting merupakan salah satu metode untuk melakukan perencanaan serta pengendalian produksi. Selain itu, forecasting juga didefinisikan sebagai alat bantu untuk melakukan perencanaan yang efektif dan efisien. Sebagai contoh seperti meramalkan tingkat permintaan suatu produk atau peramalan terhadap harga daging sapi di masa lebaran dan lain sebagainya. Umumnya, kegiatan forecasting ini dilakukan oleh bagian pemasaran sehingga hasilnya sering disebut ramalan permintaan. Dan hasil tersebut yang akan digunakan sebagai informasi untuk menentukan aktivitas perusahaan.

Metode Forecasting

Metode forecasting dibagi menjadi dua, yakni peramalan secara kualitatif dan peramalan secara kuantitatif. Peramalan secara kualitatif maksudnya adalah peramalan yang menggunakan pendapat dan analisis yang deskriptif. Sementara peramalan kuantitatif yaitu peramalan yang berkaitan dengan hitungan matematis.

a. Metode Forecasting Kuantitatif

Berikut merupakan beberapa metode peramalan yang sering digunakan. Adapun yang berikut merupakan kelompok metode peramalan kuantitatif:

  1. Time Series

Metode time series atau deret waktu merupakan metode peramalan yang menghubungkan keterkaitan antara variabel dependen (variabel yang dicari) dengan variabel independen atau variabel yang mempengaruhinya kemudian dihubungkan dengan waktu, mingguan, bulan atau tahun. Jadi di dalam metode deret waktu, variabel yang dicari berupa waktu. Untuk menggunakan metode peramalan ini, Anda  dapat menghitungnya menggunakan metode smoothing, metode box jenkins, atau metode proyeksi trend dengan regresi

  1. Metode Kasual (Sebab Akibat)

Metode peramalan kuantitatif yang kedua yaitu metode kasual (casual methods) atau metode sebab akibat. Metode ini didasarkan pada keterkaitan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel lain yang mempengaruhinya. Namun, variabel nya bukan dalam bentuk waktu. Untuk menghitung atau meramalnya, Anda dapat menggunakan metode regresi dan korelase, metode input output, atau metode ekonometri

b. Metode Forecasting Kualitatif

Metode peramalan kualitatif ini sifatnya lebih subjektif dibandingkan dengan kuantitatif. Hal ini karena metode peramalan kualitatif dipengaruhi oleh emosi, pendidikan, intuisi, pengalaman si peramalan sehingga hasil setiap orang akan berbeda. Meskipun begitu metode kualitatif mendekati tingkat akurasi data aktual jika dibandingkan dengan metode lain. Adapun teknik atau metode peramalan kualitatif sebagai berikut:

  1. Survei pasar

Metode ini dilakukan dengan cara mencari masukan atau pendapat dari konsumen yang berpengaruh terhadap rencana pembelian pada saat periode pengamatan. Survei dapat dilakukan dengan menyebar kuesioner, wawancara langsung atau telepon.

  1. Juri dari opini eksekutif

Untuk melakukan metode ini caranya dengan meminta opini atau pendapat dari kelompok kecil yang terdiri atas manajer pemasaran, manajer produksi, manajer teknik, manajer keuangan dan manajer logistik dan hasilnya kemudian digabungkan dengan model statistik.

  1. Gabungan tenaga penjualan

Seperti namanya metode ini menggabungkan setiap penjual kemudian mereka meramalkan tingkat penjualan di daerah masing-masing yang pada akhirnya digabungkan di tingkat provinsi dan nasional.

  1. Metode delphi

Metode delphi sebenarnya mirip dengan metode kuisioner, untuk melakukan metode ini Anda perlu menyebar kuesioner tetapi jawaban dari kuesioner yang terkumpul disederhanakan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ahli untuk peramalannya. Kelebihan dari metode ini adalah hasilnya yang akurat dan profesional, sedangkan kelemahannya adalah membutuhkan waktu yang cukup banyak karena harus membuat kuesioner sampai merangkum hasilnya.

Itulah beberapa metode forecasting yang dapat Anda pakai. Forecasting atau peramalan sangat penting untuk merencanakan dan mengawasi kegiatan produksi baik produk maupun jasa. Sehingga bisnis Anda akan lebih mudah untuk maju. Untuk memudahkan Anda dalam mengelola stok barang, Jurnal memiliki fitur Inventori.

Fitur Inventori pada Jurnal memberikan kemudahan dalam mengelola stok, mulai dari menyimpan daftar stok, hingga menghitung stok secara tepat dengan data yang realtime. Dengan Jurnal, Anda juga akan mendapatkan pemberitahuan ketika stok akan segera habis, sehingga pemesanan stok dapat dilakukan tepat waktu. Anda juga dapat dengan mudah mengetahui stok barang terlaris dan paling diminati. Sehingga, Anda tidak akan salah dalam melakukan pemesanan barang. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang Jurnal, bisa Anda dapatkan di sini.