Mengapa produk UKM kalah bersaing dengan produk perusahaan? Padahal kualitas dan rasanya sama bahkan beberapa UKM memiliki produk dengan kualitas yang lebih baik. Salah satu masalahnya yakni mengenai branding dari produk UKM. Hingga kini masih banyak pelaku UKM yang mengabaikan dan mengesampingkan branding. Coba saja Anda sekarang ke toko, warung, atau pasar di sebelah rumah Anda. Sebagian besar produk UKM yang beredar masih belum memiliki brand identity seperti packaging-nya yang masih polos dan tidak menarik, tidak memiliki kartu nama, brosur, katalog, dan masih banyak kekurangan lainnya. Padahal branding memiliki peranan dalam kesuksesan suatu usaha. Oleh karena itu, pelaku UKM dituntut harus mulai memiliki brand sehingga mereka dapat melakukan branding.

Agar kedepannya Anda tidak salah dalam menentukan branding produk Anda. Berikut ini adalah cara melakukan branding untuk pelaku UKM yang harus dipahami. Sebagai informasi branding ini dilakukan dari sebelum produk Anda diluncurkan ke pasar.

Membuat Identitas yang Khas

Prinsip dari branding adalah membuat produk kita berbeda dengan kompetitor. Maka buatlah identitas yang khas untuk bisnis maupun produk Anda. Di mana identitas tersebut dapat membedakan Anda dengan kompetitor. Selain itu, Anda juga harus membuat konsumen merasa ingat dengan bisnis dan produk Anda saat mereka membutuhkan. Sebagai contoh, Anda mengenal warung makan Super Sambal atau yang dikenal dengan sebutan “SS”? SS merupakan salah satu contoh warung makan yang sukses membangun brand sebagai warung makan dengan puluhan sambal. Branding yang dilakukan SS membuat warung makan ini menjadi terkenal dan maju seperti sekarang ini. Berawal dari tenda kaki lima di jalan kini dia sudah memiliki cabang dimanapun dan semua warungnya di mana-mana selalu rame bahkan banyak pengunjung yang rela antri agar dapat menikmatinya.

Seperti itulah yang dimaksudkan dengan membangun brand. Di saat warung makan lain memberikan sambalnya secara gratis, SS malah berbeda, dia menetapkan harga dari setiap sambal. Namun apa yang terjadi? Warungnya justru dicari-cari. Hal ini karena SS menyediakan banyak sekali menu sambal yang dapat dipilih oleh konsumen. Anda juga harus dapat membuat identitas yang khas untuk bisnis UKM Anda. Sehingga nantinya pelanggan yang akan mencari Anda bukan Anda yang menunggu pelanggan datang.

Perhatikan Hal-Hal Kecil

Sebelum melakukan branding, perhatikan hal-hal kecil yang mungkin bisa membuat hal yang luar biasa untuk UKM Anda. Misalnya saja seperti bahan packaging yang akan digunakan atau warna logo, cat tembok, dan sebagainya. Meskipun beberapa orang menganggap tidak penting tetapi hal kecil seperti itu juga dapat membantu Anda menguatkan brand. Jadi ada baiknya, Anda memperhitungkan baik buruk keputusan yang akan diambil.

Lihat saja KFC, apa warna cat dan furniture-nya? Merah. Setiap gerai atau cabangnya memiliki corak dominan berwarna merah mulai dari cat tembok, kursi mereka berwarna merah. Mungkin sebagian orang tidak berpikir mengenai cat tembok yang akan digunakan padahal ini juga merupakan hal yang penting. Meskipun hanya mendengar seseorang menyebut kata KFC, beberapa orang pasti terbayang warna merah sebagai suasana khas nya.

Membangun Brand dengan Terbuka

Membangun brand dengan terbuka merupakan salah satu strategi pemasaran yang cocok dilakukan untuk usaha UKM. Cara ini efektif untuk menciptakan kepada konsumen bahwa produk mereka memang diproduksi sendiri. Selain itu, Anda juga dapat menyediakan sarana atau tempat belajar bagi konsumen yang tertarik untuk membuat produk Anda. Sebagai contoh adalah penjual bakpia di yogyakarta atau penjual tahu susu di Jawa Barat. Beberapa dari mereka menerapkan dapur terbuka. Di mana konsumen dapat melihat proses pembuatan produk tersebut.

Tahukah Anda bahwa kini tersedia software akuntansi online untuk membantu UKM melakukan kegiatan pengelolaan keuangan dan akuntansi? Jurnal adalah salah satu software akuntansi yang mudah dan dapat membantu Anda mengelola keuangan dan melakukan proses akuntansi. Jurnal menyediakan berbagai macam fitur untuk melakukan pengelolaan keuangan seperti menginput penjualan, pembelian, mencetak faktur, pencatatan persediaan dan laporan keuangan secara mudah, cepat, aman dan terotomatis. Selain itu, Jurnal juga dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Menarik bukan? Nikmati juga kesempatan free trial selama 14 hari. Informasi lengkapnya, silahkan klik di sini.